最初の96行です。
Ada seorang cewek yang tiba-tiba digantikan oleh model utama.
Kecantikannya malah lebih bagus dari si model itu.
Tapi jika ditatap lagi...
dia malah mirip Dewi.
Tapi, saat menjadi Anda, saya malah mendapat cobaan yang berat.
Jadi, yang Anda alami itu, bukan menjadi dokter yang tidak statis, malah dibilang dokter gila?
- Tapi di saat itu... - Ya, itu benar sekali.
Saat menjadi Anda itu, mirip seperti prosseging
saat ada pasien, mereka malah menyumpahiku dokter yang tidak ada etika.
"Kamu ini kayak bukan dokter saja." Mereka malah menyumpahiku begitu.
Saat mereka juga menyumpahiku sebagai dokter sampah, aku malahan sakit hati.
Coba Anda bayangkan dulu.
Astaga, di saat-saat mereka menyumpahiku terus, aku jadi depresi bahkan tak bisa makan.
Saat itupun, aku memikirkan mau jadi dokter atau bukan.
Min Joo ternyata cantik banget, bahkan bisa dibilang kayak dewi yang turun dari langit.
Betul apa yang kubilang.
Namun, saat kau memilih dia sebagai model,
aku langsung senang kalau modelnya tampak seperti tipeku.
Terus siapa lagi yang bisa mendapat model seperti dia?
Apaan sih? Kenapa sensitif?
- Aku hanya bisa... - Mana properti yang kau janjikan itu? - Itu? Yah aku...
Presdir, ada masalah terjadi.
- Apa? - Apaan? - Ada di sana.
Kenapa tak masuk?
Presdir, menghindar!
Aku tak punya waktu, jadi masuk aja dulu.
Dia itu model yang digantikan oleh Min Joo. Tapi dia malah gila, dan main lempar-lempar.
- Masuk saja dulu. - Ayo cepat masuk. - Apa yang kau lakukan?
- Dia itu gila apa? - Ah, kamu ini, bisa banget sih tak bisa dihindari.
Hati-hati!
Presdir, Anda tak apa-apa?
Presdir, Anda sungguh tak apa-apa? Presdir!
Ini di mana?
Aku barusan dari perusahaan, dan masalah tadi sudah menjadi masalah yang besar.
Si cewek itu juga sudah diamankan.
Dan si cewek itu juga mau bicara sama Anda soal melihat tubuhnya, bakan jika tidak, maka dia akan mengadunya ke orang tuanya.
Yang tadi itu, aku barusan dapat cewek sebagai model dan kami sengaja mau mengerjainya.
- Tapi di saat itu... - Ah, sudah!
Apa sakit? Sakitkah? Separah itukah? Hei... kalian!
Apakah ini menurutmu cobaan yang memberatkan bagiku?
Cast... cast apa? Memang dia si rubah jalang?
Memang ini bisa jadi mudah gitu. Kamu tahu, 'kan?
Kalau bagiku, orang tua adalah segalanya.
Memang kamu itu tak tahu apa arti kebersamaan?
Memang mau berencana begitu.
Tapi di saat sebelumnya, aku memang merasa kalau dia sudah ditipu, dan juga...
Soal Park itu,
mungkin Anda kaget mendengar
kalau kami baru saja dikerjain.
Coba contohkan.
Itu...
kami sengaja memanggilnya untuk sesi pemotretan.
Saat itu dia memakai baju seksi.
Terus, mereka bawa dia untuk ganti baju dan mereka malah lari dan langsung ditinggalkannya.
Mau kalian bawa ke mana... Hei, hei!
Kalian mau ke mana... Hei!
Semenjak itu, tak ada yang tahu tentang itu, dan tiba-tiba saja, si cewek itu malah melemparkan sesuatu dan mengira kita melihat tubuhnya.
Kenapa mereka malah tidak memberinya baju?
Memang harus kulakukan?
Maafkan aku.
Sebenarnya kejadian ini membuat kita jadi kaget.
Dan sekarang kami akan ganti rugi, bukan...
- Nanti kami akan tanggung jawab. - Kalau memang mau tanggung jawab,
tanggung jawab aja.
Tanggung jawab!
Apa sih yang kamu lakukan, aku jadi terkejut malahan.
Duduk.
Di sini tuh bukan tempat untuk bermain.
Kalau kamu cari masalah pada Presdir kita, kamu akan dituntut.
- Kenapa malah gitu sih? - Memang aku ini cewek lugu gitu,
dan kalian malah membawa tamu yang tak diundang.
Namun, kalian tidak boleh melakukan hal yang bodoh.
Hei, kamu tuh harus ingat apa yang kau lakukan tadi.
Aish, terus kenapa malah lihat-lihatin tubuhku?
Kamu kira aku mau buat masalah gitu?
Memang melihat tubuh orang itu mudah gitu?
Apa semudah itu?
Kalau memang mau ganti baju, kenapa tidak bilang?
Kalau aku bilang, pasti aku keluar dengan tubuh yang tidak tertutupi.
- Sejak kapan kau mau seperti itu? - Bilang apa tadi?
Kenapa mau salah paham sih?
Aku orang baik-baik tau!
Aish, dasar.
Sudah, sudah. Jangan bertengkar lagi.
Damai aja, gak usah bertengkar, duduk, ayo duduk.
Presdir kita itu bukannya berniat ingin melihat tubuh orang.
Tapi ingin melihat model dari sebuah seni dan mahakarya,
walaupun tubuh model itu sedang telanjang.
Betul, 'kan? Aku dengar, 'kan? Aku memang selalu benar.
Mending selesaikan saja secara damai dan alot.
Lalu lakukan high five dan langsung berperang lagi.
Lalu lakukan permainan jujustsu dan permainan ala Brazil.
Dengan lakukan itu, pasti masalah cepat selesai.
Tapi kalau caranya salah, pasti akan gugur.
Namun, kalau caranya benar, mungkin akan terjadi sesuatu yang tak terduga,
mungkin sesuatu yang baik-baik.
No comments yet. Be the first to leave one.