最初の200行です。
UNDERCOVER MISS HONG
Itu nyaris sekali.
Benar.
Apa yang terjadi di sini?
Siapa di dalam?
Ibu.
- Apa? - "Ibu"?
Apa…
Ibu.
Anak.
Dia anakmu?
Maaf.
Sebenarnya…
Namaku Kim Bom dan aku putri Kim Mi-sook.
Apa kau selundupkan dia saat kau pindah kemari?
Tidak, saat itu dia ada di panti asuhan.
Aku cuma menemuinya di akhir pekan,
tapi dia penasaran dengan tempat tinggalku.
Aku berencana menginapkannya satu malam lagi saja.
Sudah kubilang cokelatku terus menghilang.
Yehppee!
KIM BOM, PUTRI KIM MI-SOOK TEMAN SEKAMAR KE-5 DI KAMAR 301
Cuma aku yang merasakannya.
Aku cukup sensitif dan perseptif.
Kau tidur di mana sepekan ini?
Aku tidur bersama Ibu di ranjangnya.
Tunggu.
Di kamar kami?
Kau tak tahu?
Perseptif apanya?
Tunggu.
Kalian ingat orientasi pada hari pindahan, 'kan?
Penasihat saat itu sangat menekankan
sama sekali tidak boleh ada tamu.
Anak itu tak boleh di sini.
Mi-sook, ini bisa membuatmu diusir.
Hei, Nak.
Kenapa melotot?
Memelototiku tak akan mengubah apa pun!
KAMAR 301 LAGI!
Ibuku tak punya alasan untuk keluar asrama.
Tentu saja ada.
Dengar, Nak.
Ini Asrama Kota Seoul untuk Pegawai Wanita Lajang.
Ibuku tidak menikah.
Ibuku adalah ibu tunggal dan dia pegawai wanita lajang.
Ibu tunggal?
Bagaimana dengan ayahnya?
Dia tak bisa kuhubungi setelah kuceritakan soal kehamilannya.
Jahat sekali.
Tak ada yang bisa menjaganya saat aku bekerja,
jadi aku berniat menempatkan dia di panti asuhan
sampai dia mulai sekolah.
Aku pindah kemari agar aku bisa menabung sebanyak mungkin sampai saat itu tiba.
Maaf mengagetkan kalian semua.
Maafkan aku.
Tak perlu minta maaf.
Kau pun masih terlalu muda.
Tapi tetap saja,
tantangan dalam pengasuhan anak dan pelanggaran aturan asrama
itu hal berbeda.
Apa kau tak punya empati?
Anak sekarang mengherankan.
Kita semua bisa kena masalah jika ketahuan dan diinterogasi.
Masalah apa?
Kau sembunyikan sesuatu?
Tidak.
Ini Penasihat.
Kamar 301, buka pintunya segera.
Sudah kubilang!
Sembunyikan dia.
Sembunyi di dalam.
Ayo. Cepat.
Tadi aku dengar sesuatu.
"Hei! Memelototiku tak akan mengubah apa pun!"
Ya ampun.
Hong Jang-mi
mulai bertengkar dengan dia
setelah melahap cokelat mahalnya yang ada di kulkas!
Itu sangat mahal.
Aku mengiritnya, menikmati tiap gigitan.
Tidak, aku bisa jelaskan.
Dia memang panjang tangan.
Tidak terlalu panjang.
Sedikit.
Nn. Hong Jang-mi.
Dua poin negatif untukmu.
Apa?
Tunggu, lima poin akan diusir.
Aku dapat dua karena itu?
SURAT PENYESAL…
Nn. Hong Jang-mi.
Kau bisa hapus satu poin negatif dengan tulis 10 halaman surat penyesalan.
Mana bisa aku menyesal padahal aku tak berbuat salah?
Maafkan aku, Jang-mi.
Aku tahu ini keterlaluan,
tapi bisakah kau abaikan sampai akhir tahun?
Itu adalah jadwal ujian pegawai tetap.
Jika lulus, bisa ambil pinjaman internal, aku dan Bom bisa cari tempat sendiri.
Akan kutulis surat penyesalan itu.
Aku juga akan pastikan agar Bom tidak merepotkan…
Tidak.
Itu berarti melanggar aturan.
Lagi pula, kau mau ajarkan apa?
Waspada dan sembunyi dari orang lain?
Agar tak terlihat?
Maafkan aku.
Hong Jang-mi, pedas sekali ucapanmu.
Bahkan gembong penjahat lebih berbelaskasihan daripadamu.
Hei, kau juga bicara.
Mungkin kita bisa berusaha menciptakan rasa kebersamaan yang lebih hangat…
Kalian membantu pertahankan pekerjaanku, aku berterima kasih.
Oleh karena itu, akan kuabaikan hari ini.
Tapi besok…
aku mau anak itu pergi.
Kamar 301.
Semalam kami mendapat laporan
ada penghuni yang memanjat tembok setelah jam malam.
- Apa? - Kami?
- Itu bukan kami. - Benarkah?
Di mana Ibu?
Dia akan segera tiba. Mari tunggu di sini bersama.
Aku bukan mengusirmu karena tak menyukaimu.
Kami punya aturan yang harus diikuti di asrama,
dan orang dewasa punya urusan yang tak bisa dibahas.
Kuharap kau paham.
Mohon jaga ibuku baik-baik, Bibi.
"Bibi"?
Bom!
Ibu!
Apa kau takut? Kau tak apa?
- Kau tak terluka, 'kan? - Tidak.
- Kau pasti lapar. - Ya.
Kita sarapan apa?
- Aku mau jeli. - Masa?
Kalau begitu, apa kita beli jeli?
Ayo beli jeli.
SIAP ATAU TIDAK, AKU DATANG
Dengar,
harus berurusan dengan pihak luar yang berpandangan keliru soal perusahaan kami…
Itu sungguh melelahkan.
Saat kita sedang sukses, orang menjadi iri dan dengki, ya?
Aku, Oh Deok-gyu, pria dengan hasrat sederhana.
Satu-satunya keinginanku adalah menyiapkan fondasi yang kuat
dan memolesnya sampai cemerlang untuk Albert saat dia mewarisi perusahaan.
Kau tahu?
Agar itu bisa terwujud,
aku butuh bantuanmu, Tn. Nam. Kau paham?
Aku selalu siap membantu, Pak.
Selalu.
Begitukah?
Mari minum. Bersulang.
- Terima kasih. - Minum.
Lalu,
apa kau punya berita untukku?
Aku perlu tunjukkan kepada Ketua sesuatu yang tak terbantahkan.
- Sebenarnya, Pak… - Ya?
Ada rumor bahwa kami menempatkan spion di Hanmin.
- Spion? - Ya.
- Maksudmu penyusup? - Benar, Penyusup.
Mustahil Presdir Kang bekerja sendirian
untuk melaporkan perusahaan.
Jadi, siapa orangnya?
Dari mana aku tahu?
Pak, aku mendapat kabar.
Kemarin,
aku berhasil mendapatkan informasi dari sumber tepercaya di OJK.
Langsung saja ke intinya.
Baik.
Kudengar
ada penyusup di perusahaan kita yang membantu Presdir Kang
bersiap melakukan pelaporan.
Penyusup?
Benar.
Kurasa dengan dibatalkannya investigasi kejaksaan
dan kecelakaan Presdir Kang,
mereka mungkin sudah meninggalkan perusahaan, tapi…
Kita punya cara
untuk mengonfirmasi.
Apa kau sudah cari tahu?
Pegawai paling sering berhubungan dengan Presdir Kang sebelum kecelakaan.
Ya, Bu.
Dari 1 Januari 1997,
sampai 21 Juli, hari sebelum kecelakaan
Dia sering bertemu tiga pegawai di kantornya.
Tn. So Gyeong-dong dari Perdagangan,
Tn. Bang Jin-mok dari Manajemen Risiko,
dan Cha Jung-il dari Riset.
So-Bang-Cha.
SO-BANG-CHA
PELAPOR = PENYUSUP
Maka mereka adalah ketiga kandidat kita.
Ini harus dirahasiakan.
Saat membasmi benalu,
kita harus cabut ke akarnya
dan bakar sampai hangus.
Jika tidak,
benalu akan tumbuh lagi dan merusak seluruh ladang.
Direktur Eksekutif Oh.
Urusan pembasmian kupercayakan pada dirimu.
No comments yet. Be the first to leave one.