最初の200行です。
Aku sangat mengenal putraku.
Jika dia mencintai seseorang,
dia akan sepenuh hati
tanpa memikirkan konsekuensinya.
Q!
Q!
Q kurang mencintai dirinya sendiri.
Mari kita lakukan ini demi keselamatan Q.
Sebelum kita kehilangan semuanya dan tak ada lagi yang tersisa,
lepaskanlah tanganku.
EPISODE SEBELUMNYA
Min, di mana kau?
Mengapa kau meninggalkanku?
Kurasa pasti sedang hujan deras di Bangkok.
Min, mengapa kita harus pindah ke Chonburi?
KAMERA GERAKAN TERDETEKSI
Min, di mana kau?
Mengapa kau meninggalkanku?
Tolong jangan lakukan ini, Min.
Tahukah kau?
Aku tidak percaya ucapanmu.
Berhentilah melakukan ini.
Aku sungguh membencimu...
karena meninggalkanku seperti ini.
Bisakah kau kembali?
Aku tak ingin hidup sendiri lagi, Min.
Aku tidak bisa.
RUMAH YUENYONGWISUTT
Aku dengar Nona Yada berencana kabur ke luar negeri.
Ada yang melihatnya di perbatasan.
Kurasa dia akan bersembunyi di sana sampai kasusnya mereda.
Kirim informasi yang kau dapat ke timku.
Baik.
Q, mengapa kau belum terbang ke Vancouver?
Tidak. Kalau Ayah cemas dan mau menugaskan orang untuk menjagaku, silakan.
Q!
Suea, kau punya waktu luang akhir-akhir ini, 'kan?
Ya, Pak Kacha.
Min memberitahumu ke mana dia pergi?
Ayolah, Q. Aku sudah bilang, aku benar-benar tidak tahu.
Aku masih merasa tersinggung.
Kuanggap dia seperti saudara, tapi lihat apa perbuatannya.
Dia hilang tanpa bilang apa pun.
James, kau bisa tebak ke mana dia mungkin pergi?
Aku tidak bisa,
tapi aku bisa menebak
bahwa dia pergi karena Mhen.
Bagi seseorang seperti Min,
kalau soal saudaranya, dia bisa meninggalkan segalanya.
Menurutku, kau harus melupakannya.
Dia sudah mempertimbangkannya.
Min.
Min.
Berjanjilah, kau tak akan melepaskan tanganku.
Aku janji.
Aku masih ada tiga ujian lagi.
Bagaimana aku bisa selesai belajar tepat waktu?
Tenang. Akan kuajarkan seperti biasa, tapi secara daring saja.
- Ayolah. - Jeen!
- Astaga. - Jeen?
Jeen, kau baik-baik saja? Jeen?
Kau bicara dengan siapa, Jeen?
KANOMJEEN
Halo, Jeen?
Min, jangan tutup teleponnya!
Kau di mana sekarang?
Katakan!
Di mana aku, itu urusanku.
Bukan urusanmu.
Berhentilah melakukan ini, Min.
Aku tidak akan ke Vancouver. Aku tetap di sini.
Aku akan menemukanmu, Min.
Q, aku tidak pergi darimu.
Aku sudah lama mencoba menjual rumahku.
Setelah terjual, aku pindah. Itu saja.
Kau mau ke Vancouver atau tetap di sana,
bukan urusanku.
Berhenti berpura-pura cuek kepadaku.
Aku ingin bersamamu,
dan kau ingin bersamaku.
Aku tidak ingin bersamamu.
Sudah kubilang.
Aku takkan membahayakan nyawa saudaraku lagi.
Aku juga tak ingin bahayakan hidupku
Aku hanya punya Mhen,
dan Mhen hanya punya aku.
Karena aku memilih keluargaku,
itu artinya aku tidak bisa bersamamu.
Apakah ini benar-benar yang kau pikirkan, Min?
Ya.
Lupakan aku.
Aku juga akan melupakanmu.
Kau dan Mhen baik-baik saja?
Kami baik-baik saja.
TIDAK ADA SINYAL
PASPOR THAILAND
Pak Q masih sering mengunjungi rumah Min.
Kau ingin aku umumkan penjualannya sekarang, Pak Kacha?
Kalau tidak, tidak ada gunanya mereka pindah.
Ayah menyuruh Min, 'kan?
- Ayah bilang apa? - Tenangkan dirimu.
Di mana Min sekarang?
Saat ini, Min ada di rumah lamanya di Chonburi.
Tunggu sebentar.
Q ada bersamaku, Suea, tapi sudah larut, dia harus menginap.
Aku akan minta dia pulang besok pagi.
Tentu.
Siapa bilang aku mau pulang?
Siapa bilang kau boleh di sini?
Aku tahu bahwa ayahku memaksamu tinggal di sini.
Jangan berpura-pura.
Aku sudah bilang, tidak ada yang memaksaku.
- Itu keputusanku. - Jangan katakan itu.
- Aku takkan percaya. - Bagus.
Kau boleh tinggal di sini, tapi hanya untuk malam ini.
- Selepas bangun besok, pulanglah. - Entahlah.
- Lihat nanti. Tergantung suasana hatiku. - Q...
Aduh, Min.
Ada apa dengan lenganmu?
Memanjat tembok rumahmu di Bangkok.
Sudah kubilang jangan ke sana lagi.
Berhentilah berdebat.
Ayo tidur.
Aku sudah mengantuk, tapi bawa selimut untuk tidur di sini.
Kau jangan tidur sendirian, Q. Rumah ini berhantu.
Saat malam,
aku mendengar suara tangisan setiap malam, seperti ini...
Bikin merinding saja.
Pikirnya dia imut-imut, ya?
- Mhen. - Ya?
Maaf aku jadi alasan kau dalam bahaya.
Tak perlu khawatir. Kau tidak perlu minta maaf.
Kau telah menyelamatkanku.
Aku harus berterima kasih.
Namun, seandainya kau hanya hidup normal,
kau tidak akan menghadapi hal seperti ini, 'kan?
Kau juga tidak seharusnya menghadapi hal buruk seperti ini.
Namun, aku paham ini adalah bawaanmu.
Ini tak bisa diperbaiki.
Ambil contoh aku.
Aku tak bisa berbuat apa-apa
selain menjalaninya sebahagia mungkin.
Kau semanis ini.
Pantas Min sangat menyayangimu.
Ayo tidur.
Kalian bergosip tentangku, ya?
Tidak.
Ayo tidur, Mhen.
Mhen, geser. Aku juga mau tidur di sini.
Matikan lampu.
Ayo tidur.
Kau pakai sabun yang sama dengan kami? Mengapa badanmu wangi sekali?
Baunya tidak sama.
- Tidak? - Ya.
Aku pakai yang di kamar mandi.
Benarkah?
Ada apa denganmu?
- Memeluk guling. - Kau bahkan tidak punya.
Diam. Aku mau tidur.
Ayo tidur.
Q.
Q, kau berjalan sambil tidur.
Kau menuju dinding. Hati-hati terbentur.
Mari kembali tidur. Tidak apa-apa.
Maafkan aku.
Aku melanggar janji kita.
Min!
Mobilku rusak. Aku tidak bisa pulang.
Halo, Mekanik?
Ada mobil mogok di depan rumahku. Kalian bisa datang dan cek?
Baik, terima kasih banyak.
Setelah mobilmu diperbaiki, pulanglah.
Entahlah.
- Kita lihat nanti. - Q.
Aku serius.
Berapa kali harus kubilang? Kau tak bisa di sini.
- Pulanglah. - Mengapa harus pulang?
Yada dan anak buahnya sudah kabur ke luar negeri.
Ayahku tak ada kasus baru.
Kalau kau suruh aku pulang...
kau seperti minta putus tanpa alasan.
Kau takkan menyesal?
Setelah mobilmu diperbaiki, pulanglah.
Ya sudah.
Baiklah.
Sambil menunggu...
ayo jalan-jalan.
Apa saja tempat wisata di Chonburi? Tunjukkan.
Jalan-jalan?
Aku tak punya waktu.
Aku harus bekerja.
Ajak Q ke tempat kerjamu.
Kau biasanya mengajakku, 'kan?
Hei, Min.
Kau kerja apa?
Menurutmu apa? Ini toko selancar.
Mengajar berselancar, kerja di sini.
Beli minuman, tunggu di sini.
Aku tak mau repotkan pemilik toko.
Itu keren.
No comments yet. Be the first to leave one.