最初の200行です。
Kenangan Keterbelakangan.
Havana, 1961. Banyak orang pergi dari negeri ini.
Dia pun pasti harus bekerja jika pergi ke sana.
Maksudku, sampai dia menemukan pria bodoh untuk dinikahi.
Sejujurnya, dia luar biasa sebelum melihat sesuatu.
Dia akan ingat saat-saat sulit terus berlanjut, setelah itu.
Aku benar-benar orang bodoh.
Aku sudah berusaha keras agar dia bisa hidup
seolah dia lahir di Paris atau New York, bukan di pulau terbelakang.
Permisi.
Giron.
Orang-orang yang mencintai dan menyiksaku sampai akhir,
semuanya sudah pergi.
Bertahun-tahun aku berkata jika punya waktu,
aku akan duduk dan menulis novel atau buku harian.
Sekarang aku harus mencari apa yang bisa dibicarakan.
Segalanya tak berubah.
Di sini segalanya sama seperti dulu.
Seperti kota yang dibangun hanya untuk dekorasi panggung.
Patung perunggu dan Kuba yang merdeka, siapa yang menyangka?
Picasso, seorang komunis, memuji Kuba.
Tapi orang-orang pergi dari sini, seperti orang tuaku dan Laura...
Mereka takkan berhenti sampai tiba di Miami.
Sekarang waktunya pergi.
Waktunya ditinggalkan seperti dermaga saat fajar.
- Apa yang kau lakukan? - Seperti yang kau lihat.
Kau tanya apa yang kubaca?
Karya agung yang estetis dan liberal.
- Sudah difilmkan? - Ya.
Apa ada yang salah dengan perkataanku?
- Siapa yang berulah? - Si berbulu itu! Kasar sekali.
Mengapa bicara itu terus?
Aku dengar hal yang sama setiap hari, apa pilihanku?
- Kau yang mengatakannya. - Apa kau benar begitu?
Sejak kapan kau peduli pada pikiranku?
Belakangan kau belajar bahasa Inggris? Kau mau pergi, ya.
- Lepaskan aku. - Kau cantik saat begini.
Memakai sandal sambil berfilsafat.
Ada campuran keanggunan dan vulgar.
Aku sudah memperhatikanmu sejak tadi.
Ada yang aneh.
Belakangan ini terasa aneh.
Mungkin karena kau tak lagi pakai minyak rambut atau pasta gigi Amerika.
- Kita harus cegah imperialisme. - Paham.
Kau makin cantik saja.
- Benarkah? - Sungguh.
Aku suka kecantikan itu, aku suka wanita sepertimu.
Dengan baju cantik, makanan enak, dan kosmetik.
Menanggalkan kesan wanita Kuba kampungan dan jadi wanita cantik nan modis.
Jangan begitu. Siapa yang kau ejek?
- Apa yang kulakukan? - Senang mempermainkan istri sendiri?
- Hentikan! - Tiruanmu bagus sekali.
Kau gila? Kenapa begini di hari yang panas ini?
Aku benci berkeringat.
- Tahu ini direkam? - Apa?
Semua sudah terekam, nanti pasti seru didengarkan.
- Kau ini binatang... - Hati-hati!
Ini patologis.
Wanita Kuba menatap tajam.
Wanita dari negara lain tidak menatap seperti itu.
Mungkin wanita Italia juga, tapi tak seperti wanita Kuba.
Setelah pengeboman, Havana runtuh.
Kota yang disebut Paris-nya Karibia.
Setidaknya turis dan pelacur menyebutnya begitu.
Sekarang tempat ini jadi sarang pelacur Karibia.
Selain kekurangan pasokan, ada masalah pada manusianya.
Apa arti hidup bagi mereka? Dan bagiku?
Apa artinya bagiku?
Namun, aku berbeda dengan mereka.
Pablo.
Apa pentingnya revolusi sosialis pertama di Amerika?
Yang tersisa hanya kelaparan.
Lihat orang Haiti yang mengusir orang Prancis.
Malam sebelum revolusi, industri mau mekar, sekarang bagaimana?
Malah mundur, kan.
- Zaman pasti berubah. - Masalahnya adalah Soviet dan Amerika.
Kita takkan rugi.
Jika kedua negara bertikai, Kuba yang untung.
Karena kita negara kecil.
Sebenarnya kalian yang masih di sini yang akan mendapat untung.
Lagipula aku takkan di sini.
Aku mengenal Pablo 5 tahun lalu.
Akan tiba saatnya kita tak bisa terus seperti ini.
Aku tak peduli politik, hatiku tenang saja.
Seumur hidup aku bekerja seperti anjing.
Dia cantik tapi perutnya buncit. Mau minum teh dengannya?
Mereka yang memegang tahu cara memajukan ekonomi kita.
Isi sampai penuh.
- Tahu caranya? - Ya, tahu caranya.
Orang Amerika pandai buat barang, punya banyak pengalaman.
- 3 peso. - Tidak ada pelumas?
Tidak ada. Jika perlu, kami bisa memeriksanya.
Tidak, tidak perlu.
Mobil rongsok ini tak bisa kuapa-apakan...
- Kenapa? - Harus dikembalikan.
Jika rusak, aku tak bisa pergi.
Situasi kacau, sulit mencari bengkel selain di kota besar.
Aku tahu.
Kalau tak ada cat, ya dicat seadanya saja.
Meski terlihat beda, bagian ini harus dicat.
Baik, sudah selesai?
Penderitaan terbesar Kuba adalah kelaparan.
Di Amerika Latin, 4 anak meninggal setiap menit.
Dalam 10 tahun, 200 ribu anak mati karena kurang gizi.
Jumlahnya setara korban tewas Perang Dunia II.
Rasakan itu.
Aku nyaman begini, tak mau pusing soal servis.
- Kenapa lampu depannya begitu? - Tak apa, tidak ada masalah.
Mobil Amerika terbaru luar biasa.
Aku lihat di majalah yang dipinjamkan Julio.
Punya dua mesin pembakaran dan garansi 2 tahun.
Kalau rusak, mereka ambil dan perbaiki.
Bisa bayangkan? Tak bisa dibandingan dengan sini.
Orang-orang makin bodoh saja.
- Orang Prancis memang hebat. - Darah mereka takkan hilang.
Sekarang mereka tak bisa berbuat semaunya.
Kalau pun bisa, takkan bertahan lama.
Seperti saat perjuangan melawan Batista.
Aku takkan tinggal diam, sungguh.
Sekarang harus diberi pelajaran dalam bentuk apa pun.
Kali ini aku akan ikut, aku takkan diam.
- Kau bicara hal yang sama. - Apa?
- Para tahanan juga bilang begitu. - Benarkah?
Itu adalah pembunuhan.
Lihat organisasi militer brigade penyerbu, bisa tahu hierarki sosialnya.
Ini adalah ringkasan pembagian kerja borjuis.
Pendeta.
Pengusaha.
Manajer.
Penyiksa.
Filsuf.
Politisi.
Banyak putra keluarga terpandang.
Masing-masing menjalankan tugas dan bersikap pribadi.
Kelompok itu sendiri yang membiarkannya.
Tapi Calvino, sang penyiksa, dibenci kaum borjuis juga.
Ini baju yang kupakai hari itu, bercak darahnya masih ada.
Dia menendang perut bawahku sampai pendarahan hebat.
Dia mematahkan tulang punggungku sambil mengancam akan membunuhku.
Saat pria itu jatuh dipukuli tongkat,
dia menendang perutnya.
Kau yang membunuhnya, kan? Dasar pengecut!
Dia menembak.
- Di depan matamu? - Ya!
Dia menembak lalu tertawa melihatnya sekarat.
- Tunggu sebentar! - Itu jam 7 malam, 6 Oktober.
Tenanglah.
Apa kau pelakunya? Katakan tidak.
Ceritakan bagaimana kau membunuhnya, buka mulutmu.
- Bicara, Calvino. - Saya tidak bisa menjawab.
Dalam masyarakat kapitalis, di bawah kebijakan borjuis,
pasti ada orang yang melakukan tugas khusus seperti ini.
Akibat pembagian moral, terlepas dari pembunuhan,
ada golongan yang bisa menjaga jiwanya tetap murni.
Alasan saya berdiri di sini,
adalah untuk diri saya dan orang sekitar.
Orang-orang malang yang saya sebut bukan dugaan saja.
Saya tak pernah bertemu Calvino, saya tak tertarik hal itu.
Semua menjawab demi diri sendiri,
lalu tanggung jawab dilempar ke kelompok.
Kalian pikir saya yang merancang semua ini?
Bukan begitu maksudnya.
Hanya ini yang bisa saya katakan dengan yakin.
Itu adalah tugas spiritual,
dan sebelum atau sesudahnya, senjata tak digunakan.
Ikut serta dalam konspirasi bukan berarti kaki tangan.
Sudah kubilang tadi.
Seumur hidup aku tak berpolitik dan tak pernah ikut partai.
Tanggung jawab ditentukan berdasarkan tindakan pribadi.
Orang ingin menjauh dari orang yang membawa pengaruh buruk,
lalu tanggung jawab dilimpahkan ke kelompok.
Saya tidak tahu apa-apa.
Namun, tanggung jawab yang ditolak kelompok kembali ke individu.
Ini bukan alasan pribadi saya, tapi keinginan kelompok.
Pembunuh sekaligus penyiksa, simbol pembagian kerja ini,
melimpahkan tanggung jawab moralnya ke kelompok.
Sidang dibubarkan.
Hubungan dialektis individu dan kelompok tak bisa pulih.
Orang lain yang ikut penyerbuan bersama Calvino,
tak diakui bahkan di dalam kelompok mereka sendiri.
Perkebunan besar Freide.
Rumah besar Pendeta Rublo.
Logika kosong filsuf Andreu.
Karya Libero.
Demokrasi partisipatif Barona.
Bagaimana bisa melupakan kematian yang tersebar di Kuba?
Kematian akibat kelaparan, penyakit, penyiksaan, dan keputusasaan...
Noemi.
Sudah lama dia membersihkan rumah, tapi aku tak pernah peduli.
Dia pasti cantik jika berdandan, aku suka tubuhnya yang langsing.
Dia lahir di Matanzas dan penganut Baptis.
- Apa kau dibaptis di sungai? - Tentu saja.
Bagaimana caranya?
Itu...
Apa mereka memandikanmu?
Kami berkumpul di sungai, lalu masuk ke air bersama pendeta.
Biar kujelaskan tentang Baptis.
Bagi mereka, baptis berarti pengampunan dosa dan kehidupan kekal.
Lahir kembali dengan iman, harapan, dan kemuliaan.
Masuk ke bagian sungai yang dalam dan menyelam sampai kepala.
No comments yet. Be the first to leave one.