最初の200行です。
Halo.
Pak, ventilator habis di Rumah Sakit Pendidikan (RSP).
Apa yang harus kami lakukan saat lebih banyak pasien datang?
TIGA HARI LALU KOTA KOZHIKODE
Ini 12-11.
- Ayo. - Hei, ini 11-11.
Seharusnya 10-11. Kami hitung.
Tentu 12-11.
- Kau lanjutkan, Ali. - Ini 10-11. 11-11.
Apa yang kau lakukan?
- Kau mau memukulku? Ayo. - Jangan berani mendorongku!
- Itu pelanggaran! - Minggir!
- Bukan pelanggaran! - Itu pelanggaran!
- Itu pelanggaran. Ayo tendangan bebas. - Ayo.
Tunggu.
- Kau tendang, Abid. - Tunggu.
- Fokus pada Ali. - Ayo.
- Hati-hati! - Gol!
Lemak perutku hilang dalam sepekan, 'kan?
Aku ingin pakai jas untuk pernikahan.
Makanya kau memilih jadi kiper, 'kan?
Adilnya, dia main 3,5 menit terakhir.
Tidak sesulit itu. Terus tahan napasmu
- saat dipotret. - Ya.
Kurus bukan masalah besar. Lihat dirimu, semua organ dalammu akan jadi sampah.
Kau akan tahu itu saat autopsi. Kau tidak akan melihatnya.
Benar, kita tidak akan begitu.
Bagaimana kau akan pulang?
Kau tidak akan mengantarku?
Tidak, aku tidak akan pulang.
- Baik. - Aku sudah mengantuk, aku akan ke asrama.
RSP KOZHIKODE
Apa yang mereka lakukan? Mereka hanya ingin merepotkan kita.
- Bu, Superintenden sudah tiba. - Baik.
AKU AKAN MENIKAH
PESAN DIHAPUS
00
Sajith.
Hei, Sajith, bangun.
Hei!
Aku tidak mau tukar tugas hari ini, kau pergi saja.
Kau tidak perlu tukar jadwal.
Gantikan aku satu jam, dari pukul 08:45.
Baik.
Sekarang diam dan pergilah, biar aku tidur sebentar.
- Kau sudah sadar? - Ya.
- Serikat Buruh! - Hidup!
- Serikat Buruh! - Hidup!
- Keadilan harus ditegakkan! - Keadilan harus ditegakkan!
Superintenden akan datang.
- Gaji hak kami, bukan amalmu! - Superintenden akan datang.
Gaji hak kami, bukan amalmu!
Ikuti aturan!
Babu, aku mengerti masalahmu.
Kita akan segera dapat solusinya.
Pikirkan nasib rakyat jelata sebelum kau mogok.
Bagaimana dengan nasib kami? Kami belum dibayar enam bulan terakhir.
Babu, kontrakmu mulai bulan depan, 'kan?
Apa ada bedanya?
Situasinya akan sama, 'kan?
Kami sudah melakukan bagian kami.
Ada aturan dan regulasi.
Semua akan beres dalam sepekan.
Kami tidak mau menyusahkan orang.
Yang bertugas akan lapor sebentar lagi.
Semoga kau penuhi kesepakatanmu.
Biarkan pemogokan tetap di sana.
Sampai jumpa, Pak.
- Selamat pagi. Di mana Nirmala? - Hai.
Dia di Zona Merah.
Dia datang dengan sakit dada, indeks rasa sakitnya level empat,
sempat mengalami hipertensi,
distabilkan setelah itu.
Ini RTA. Fraktur batang femur, menunggu Ortopedi.
- Bu... - Ini kasus strok.
Baik. Siapa namamu, Bu?
Sumam.
Apa yang terjadi?
Dia tidak bermasalah selama makan malam. Sakitnya menjelang pagi.
Tanda vitalnya?
Tekanan darah 180-110, saturasi oksigen 98.
Angkat tanganmu.
Yang satunya juga.
Baik.
Ini CVA. Pindahkan dia untuk MRI.
Menyingkir! Beri jalan!
- Berapa lama dia tidak responsif? - Sekitar 10-15 menit.
Tampaknya kaku. Sambungkan ke monitor.
- Sarung tangan. - Ambilkan sarung tangan.
Yang boleh masuk hanya yang punya izin masuk. Yang lain, tolong menjauh.
Lewat sini.
- Ada kabar? - Sisi kanan tubuhnya terpengaruh.
Bawa pasien itu ke sini!
Duduk di sini.
Aku harus periksa apa tendonnya robek.
Lebih baik segera pindah ke Bagian Ortopedi.
Baik.
Ambilkan brankar.
- Tolong menyingkir. - Menyingkir.
Menyingkir. Cepat!
Seseorang dari PG bedah datang ke sini. Ambilkan satu set intubasi.
Satpam, suruh pergi semua penonton.
Pegang ini.
Halo. Bawa morfin.
Tetap bersamanya. Banyak aliran darah.
Pengisap.
Beri saja dia oksigen.
27, 28, 29, 30.
- Sudah dua menit. - Panggilan terakhir.
Ganti posisi.
- Satu, dua, tujuh, delapan, sembilan... - Periksa infusnya.
...10, 11, 12, 13, 14, 15...
...29, 30...
Ritme sinus. Periksa nadinya.
Denyut nadinya kembali.
Menyingkir!
Periksa tanda vitalnya. Ada apa?
Dia demam parah dan sakit kepala dua hari,
mengigau sejak kemarin, muntah beberapa kali pagi ini.
- Ada kesulitan bernapas? - Ya.
Tanda vitalnya?
Saturasi oksigennya rendah.
Pindahkan dia.
Sajith, kau tidak datang?
Aku segera ke sana.
Cepatlah.
Tampaknya sakitnya serius. Kau bisa jaga dia?
Ya. Baik.
- Athira, di mana Abid? - Itu dia, sedang mengintubasi.
Ambilkan ambu bag.
- Abid. - Ya.
- Biar aku urus. - Kau yakin?
Terima kasih.
BLOK ASRAMA WANITA
- Kau akan pergi? - Ya.
- Belum waktunya. - Sudah.
Ayo sarapan.
Kau tidak bertugas?
Tidak apa-apa.
Aku bisa mengantarmu.
Tidak, aku bisa naik bajaj dari sini.
Apa ada masalah?
Tidak ada.
Aku lihat pesanmu.
Jadi, kau baca pesannya, hanya itu yang bisa aku bilang.
Bahwa kau akan pulang?
Ya, aku akan pergi. Assalamu alaikum.
Kau ingat tanggal kecelakaan itu?
Sudah hampir satu tahun.
Kami perlu tanggal pastinya. Aku harus bagaimana jika kau tidak ingat?
- Biar aku periksa. - Baik, berikutnya.
35 rupee. Beri ini ke kantor rawat jalan.
- Kau tahu di mana itu? - Tidak.
Nona, tolong tunjukkan gedung rawat jalan padanya.
- Aku sedang terburu-buru, Bu. - Kumohon.
Seolah dia ada urusan darurat.
- Apa kau dokter? - Ya.
- Dokter apa? - Kedokteran Komunitas.
Maksudmu, spesialis tulang?
Pak, bagian rawat jalan ada di lantai satu gedung itu.
Apa kau menghinaku?
Kenapa kau harus dihina?
Ya, Sajith.
- Bagaimana kau akan pergi? - Diantar Abid.
Pasien Sindrom Gagal Napas Akut (ARDS)...
Jangan bilang dia sudah meninggal.
Tidak, tetapi memburuk.
Aku segera ke sana.
Segera datang.
Ada apa di rumah? Lamaran atau semacamnya?
Aku tidak tahu.
Kau tak keberatan dengan itu?
Kenapa aku harus memberitahumu?
- Tidak bisa bersikap baik? - Aku bersikap baik.
Baik, kau frustrasi, tapi kau tak mau beri tahu aku alasannya.
Baik, kau boleh pergi.
Aku harus jaga pasien. Baik.
Semoga berhasil. Jaga diri, Teman.
KOTA PERAMBRA
- Kau mencari Suhana? - Ya.
Dia keluar kelas. Dia tidak sehat.
Aku sudah ambil beberapa rekam medis dari rumahnya.
Aku mau kembalikan ini.
Bisa kuberikan padanya. Aku tetangganya.
- Kau kenal Razak? - Ya.
Baik kalau begitu.
Namanya Roshan.
Demam dengan ARDS.
Tetapi kondisinya memburuk dengan cepat. Tidak bertahan lama.
- Dia muntah, 'kan? - Ya.
Aspirasi mungkin menyebabkan gagal napas.
Tetapi dia masih sangat muda.
Kau tugas malam ini di IGD?
Ya, Bu.
Geetha, petugas radiologi dirawat karena demam virus.
Dia harus dapat perawatan khusus. Superintenden telepon.
- Tentu. - Siapa yang bertugas sekarang?
- Abid. - Abid dan Afna.
Baik, beri tahu mereka juga.
- Tentu, Bu. - Mengerti?
No comments yet. Be the first to leave one.