最初の200行です。
"PARTAI MUNGKIN SAJA MENJADI MESIN AMPUH
WAHANA PRIA LICIK, AMBISIUS, TANPA PRINSIP AKAN BISA
MENUMBANGKAN KEKUATAN RAKYAT
DAN MERAMPAS KENDALI PEMERINTAHAN BAGI MEREKA SENDIRI."
Baik, sebelum kita mulai,
kita akan melihat buku ini sebentar,
yang membicarakan cara kita lebih bergerak
menuju masyarakat berdasarkan Internet
telah menimpangkan kemampuan kita untuk memiliki dialog berkelanjutan,
yaitu yang kita lihat berkembang saat ini.
Jadi, siapa yang sudah mendengar buku 1984?
Apa dasar pikirannya?
Apa yang terjadi? Ada yang mau menjawab? Ya.
Masyarakat distopia. Orang itu bekerja untuk pemerintah.
Baik. - Dia agak menentang itu.
Benar. Akan kubacakan cepat.
"Kami mengamati tahun 1984.
Saat tahun datang dan ramalan tak terwujud,
warga Amerika bijak bernyanyi lembut untuk memuja diri.
Akar demokrasi liberal berlanjut.
Tetapi kita lupa, seiring dengan visi gelap Orwell,
ada kemungkinan lain yang lebih tua, agak kurang terkenal
dan sama mengerikannya, yaitu Brave New World karya Aldous Huxley.
Orwell memperingatkan, kita akan dilanda tindasan yang dipaksa dari luar."
Big Brother.
"Tetapi dalam visi Huxley, Big Brother tak dibutuhkan
untuk merenggut orang dari otonomi dan kematangan mereka.
Orang akan menyukai tindasan mereka,
mengagumi teknologi yang menghilangkan kemampuan mereka untuk berpikir.
Orwell takut atas mereka yang akan merenggut informasi dari kita.
Huxley takut mereka yang akan memberi kita banyak informasi
hingga kita akan alami kemunduran menjadi pasif dan egois."
Jadi, yang berusaha disampaikan buku ini adalah, siapa yang kita pilih itu penting.
Cara kita memilih itu penting.
Senjata paling berbahaya dalam berjuang untuk menjaga demokrasi kita
adalah kita mau peduli dan memperjuangkannya.
SEJAK 1935 LEGIUN AMERIKA MENSPONSORI PROGRAM
BAGI REMAJA UNTUK MEMPELAJARI DEMOKRASI DAN PEMBICARAAN BERADAB
MELALUI EKSPERIMEN SEPEKAN DALAM SWA-PEMERINTAHAN.
ADA PROGRAM TERPISAH BAGI PEMUDA DAN PEMUDI.
KAMPANYE MENUNJUKKAN KESATUAN PARTAI
LEGIUN AMERIKA
Kami senang kau memutuskan untuk ikut Boys State tahun ini.
Dan tujuan wawancara ini
yaitu memahami jelas tentang dirimu.
Ya, Pak. Aku punya keluarga yang hebat.
Ayahku pemberi nafkah utama.
Ibu kami mendidik kami sejak masih kecil.
Kau bersekolah di rumah? - Ya, Pak.
Aku bermain sepak bola, bisbol, lalu aku main rodeo.
Masuk korps sejak kelas enam.
MENGESAHKAN RUU
BERKAMPANYE
Siapa teladanmu?
Jujur saja, Yesus Kristus teladanku.
Kami seperti keluarga militer,
walau kami bukan militer.
Katakan makna bendera bagimu.
Pak, kurasa jika kau mengamati,
pastinya mungkin ada kesalahan jahitan
atau bagian bahan yang longgar,
tetapi dari jauh, kurasa itu melambangkan semua yang berusaha dicapai dunia.
Baik. Ya, Pak. Terima kasih banyak.
Setuju atau tidak untuk menerimanya?
Setuju.
Selamat.
Kami pasang besok. - Terima kasih.
Kami bangga mensponsorimu tahun ini ke Boys State.
Semoga kau jadi calon gubernur.
Ya, Pak. Terima kasih. - Selamat.
Selamat. - Terima kasih, Pak.
Jika ada 1.000 anak berpakaian seperti itu, entahlah.
Paham?
Jadi, apa pidato politik terbaik sepanjang masa?
Sebab aku harus menulis pidato.
Kini untuk mencetak Konstitusi dan Deklarasi Kemerdekaan.
Kami datang ke Berlin, kami presiden Amerika,
karena tugas kami untuk bicara di tempat kebebasan ini.
Siapa itu? - Terima kasih.
Pria ini. - ...para hadirin.
Reagan. - Itu Ronald Reagan.
Ada orang berkata mereka pecandu olahraga.
Kataku aku pecandu politik.
Makin sulit konfliknya, kemenangannya lebih megah.
Kita hidup dalam demokrasi terbesar di dunia,
aku merasa masalah besarnya, banyak orang hari ini
yang mau menyangkal ide bahwa Amerika itu negara hebat.
Kerja keras masih bisa membuat kita sukses.
Kita mungkin harus bekerja lebih giat.
Pikirkanlah tentang aku. Aku orang cacat.
Tak adil kakiku diamputasi.
Aku mendapat kekurangan
yang sebagian besar orang tak harus mengalaminya.
Tetapi, jelas, aku relatif berhasil.
Aku harus bekerja lebih giat, dan harus bekerja untuk mengatasi itu.
Makin kita tetap berfokus pada faktor lain ini,
seperti ras, gender, atau disabilitas,
dan kurang menyalahkan kegagalan individual,
kurasa itu sangat buruk bagi negara ini,
dan kurasa kita individual, bukan?
Aku tak anggap diriku berkulit putih.
Aku anggap diriku Ben Feinstein, warga Amerika.
Calon presiden.
Ya, kita lihat saja.
Pagi! - Selamat pagi.
Apa kabar? - Baik. Tak sabar.
Bagus! - Siapa namamu?
Aku Steven Garza.
Orang tuamu ikut? - Apa?
Orang tuamu datang bersamamu? - Tidak.
Tidak. - Mereka bekerja.
Aku Steven. Senang berkenalan. - Christopher.
Christopher. Keren. Kau senang? - Ya.
Senang berkenalan. Aku Steven. - Salam kenal, Steven.
Kau senang? Siap pergi? - Ya.
Katanya kita akan pergi ke Austin,
sebenarnya kita pergi ke Cozumel, Meksiko.
Aku pikirkan soal pekan lalu. Kataku, "Bu, kita harus pesan ini."
PILIH JACOB DEGEURIN
"Pengiriman satu hari. Harus lakukan."
JACOB DEGEURIN UNTUK JAKSA UMUM
Hal itu ilegal.
Dia presidenku. Aku harus dukung presidenku.
Aku ingin dia berhasil.
Sebab jika presidenku berhasil, negaraku berhasil.
Jadi, walau aku mungkin tak setuju dengan semua tindakannya,
aku tak akan mengkritik setiap hal
hanya karena ada nama Trump.
Aku orang yang progresif,
dan aku ada di ruangan penuh dengan orang konservatif.
Tentu, aku bukan penggemar Obama,
karena dia hampir sosialis.
Namun, ada satu dua hal tindakannya yang membantu negeri ini.
Aku tertarik politik berkat
Bernie Sanders, saat dia calonkan diri.
Kulihat dia pertama kali, berada dalam suasana itu
dan dengarkan ucapannya itu mengilhami dan memotivasiku.
Jadi, perlahan tetapi pasti, aku jadi sukarelawan kampanye,
kumpulkan suara dari telepon dan berkampanye di jalan.
Mempelajari semua sebisanya tentang politik dan cara kerjanya.
Aku di sini untuk bicara kepada Marissa atau Martha.
Bukan Demokrat?
Republikan.
Baik. Terima kasih, Pak. - Tentu.
Halo.
Pergi ke sana, katakan, "Aku di sini untuk" sebut kotamu.
Unsur terkecilmu, keluarga terkecilmu itu kotamu.
Benar, kota. - Ya. Biar aku memfotomu.
Senyum juga boleh. Kau tersenyum?
Kupotret... - Tak banyak.
Bu, kupotret beberapa senyuman dari mereka.
Dengar. Kita mulai mendaftar masuk sebelum pukul 13.00...
Texas itu contoh sempurna Amerika.
Kuali peleburan budaya dan bangsa.
Boys State menyediakan
peluang untuk saling belajar dan mendengarkan pihak lawan
tanpa berteriak dan membentak di pesan Facebook.
Lima. - Terima kasih.
Tahu cara pergi ke kamar itu?
Boys State terlalu bedakan gender.
Kurasa kita harus buat People State.
Ada Girls State.
Mungkin kita harus buat People State.
"People State"? - Ya.
Aku cuma mencandaimu. Jangan cemas.
Selamat siang,
selamat datang di Boys State Texas Legiun Amerika.
Ini akan jadi pekan pembelajaran intens
tentang pemerintahan negara bagian dan pembicaraan beradab.
Kami minta kalian berdiri tadi untuk tahu siapa pemimpin di sini,
dan tak ada yang akhirnya berdiri.
Saat kalian melihat ke kiri dan kanan,
kalian tak saling mengenal.
Coba tebak?
Itu memberi kalian peluang unik dalam kehidupan.
Peluang untuk jadi orang yang selalu kalian inginkan,
menonjolkan diri kalian yang lebih baik.
Seseorang akan mengurus kota kalian.
Seseorang akan mengurus partai kalian.
Duduk di sebelahmu,
atau orang yang duduk di kursimu
mungkin calon gubernur Boys State Texas.
Apa orang itu kau?
NEGARAWAN SECARA ACAK DITUGASKAN UNTUK BERSAING DALAM PARTAI POLITIK.
FEDERALIS DAN NASIONALIS
Para Federalis akan ikut denganku.
Federalis, ayo pergi.
Sampai jumpa Selamat tinggal, selamat malam
Kau jadi calon apa?
Aku mau masuk DPR.
DPR. - Entahlah.
Katanya kursinya nyaman...
Memang. - Sungguh?
Jika aku tak jadi calon gubernur, mungkin akan ikut DPR.
Ya.
Kau dari mana, Ben? - Aku dari San Antonio, Pak.
Bagaimana kau tahu Boys State? - Temanku ikut tahun lalu.
Baik. - Dia calonkan diri jadi gubernur,
tetapi kalah saat pemilihan penyisihan. - Baik.
Aku berharap berhasil melampauinya.
No comments yet. Be the first to leave one.