最初の200行です。
TAHUN 1837 MONARKI BERADA DALAM KRISIS
WILLIAM IV TELAH DIKEMBALIKAN KE WINDSOR
PEWARIS TAHTA ADALAH KEPONAKAN REMAJANYA, ALEXANDRINA
Permisi, Nyonya. Ada kurir dari Windsor.
Dia memakai pita hitam di lengan kanannya.
Kau yang pertama tahu.
Dan belum ada orang lain yang tahu?
Aku langsung menemui, Sir John, sesuai instruksi.
Bagus. Aku harus pergi bekerja.
Kusarankan kau merapikan dirimu.
Kini kau pelayan di Rumah Tangga Ratu.
Kurir datang...
dengan pita hitam.
Yang Mulia.
Aku bisa melakukannya, Lehzen.
Sendiri.
Ini tugas sedih bagiku untuk menyampaikan...
...bahwa Raja menghembuskan nafas terakhir pada pukul 02:12.
Pamanku yang malang.
Semoga Tuhan mengampuni jiwanya.
Yang Mulia.
Dashy yang nakal.
Perdana Menteri?
Raja?
- Kopi. - Ya, Pak.
Drina, apakah..
- Der Konig? - Ya, Ibu.
Sayangku.
Gadis kecilku menjadi Ratu.
Tidak ada lagi orang Jerman, Ibu.
Kau harus ingat kini kau adalah ibu dari Ratu Inggris.
Sir John.
Pria tua buruk itu meninggal dan kini Drina kecil menjadi Ratu.
Jadi, kurasa hal pertama yang diputuskan adalah bagaimana caramu menata gayamu.
Alexandrina, itu terlalu asing...
...dan Victoria bukan nama yang cocok untuk ratu.
Kita butuh nama yang lebih tradisional, seperti Elizabeth atau mungkin Anne.
Menurutku, Elizabeth II terdengar bagus.
Yang Mulia.
Lady Flora, tidakkah menurutmu Elizabeth adalah nama yang bagus?
Pengingat akan ratu besar yang hebat. Ya.
Apa Uskup Agung sudah datang? Kita tak boleh membuatnya menunggu.
Sebenarnya Uskup Agung sudah pergi.
Kau menemuinya sendirian?
Aku berniat menemui semua menteriku sendirian.
Ini bukan permainan!
Di masa mendatang...
...kau harus ditemani oleh ibumu atau aku.
William, berhentilah sebentar.
Benarkah Raja sudah meninggal?
Aku dalam perjalanan ke Kensington untuk mencium tangan Ratu yang baru.
Kudengar lidahnya terlalu besar untuk mulutnya.
Omong kosong, aku pernah melihat Ratu dan bentuk tubuhnya sempurna.
Jadi, William, kenapa muram? Aku lelah memerintah.
Andai aku bisa pensiun ke Brocket Hall dan merenungkan kematian.
Kematian harus menunggu.
Ratumu membutuhkanmu, partaimu membutuhkanmu.
Dan aku ingin sekali posisi di istana.
Kalau begitu, aku tak punya pilihan selain menanggung bebanku, Emma.
Selamat siang.
Kurasa agak terlambat untuk penafsiran Blackstone sekarang, Lehzen.
Kita belum belajar banyak mengenai pelajaran konstitusi kita.
Aku hanya harus melakukan semampuku.
Kurasa sebaiknya aku kembali ke Hanover.
Kau tak membutuhkan pengasuh sekarang.
Lehzen tersayang, seseorang harus mengatur rumah tanggaku...
...sesuai keinginanku.
Ratu ingin semua barangnya...
...dipindahkan ke Ruang Kenegaraan Biru malam ini.
Dia akan tidur di sana mulai sekarang.
Aku harus bicara dengan Sir John tentang itu.
Tidak, Tn. Penge.
Ratu telah mememberiku wewenang untuk Rumah Tangga Kerajaan.
Aku mengucapkan selamat, Baroness.
Kuperingatkan, Tn. Penge.
Aku berniat mengatur rumah tangga ini sesuai dengan prinsip ekonomi modern.
Aku ingin memeriksa semua rekening.
Dan itu termasuk Pembukuan Pakaian, Ny. Jenkins.
Aku takkan punya kesabaran terhadap pemborosan.
Jadi, kini kita harus melapor pada seorang pengasuh.
Terlebih lagi, pengasuh dari Jerman!
Tuhan menyelamatkan Ratu.
Serta semua yang bekerja untuknya.
Perdana Menteri, aku minta waktu sebentar.
Ratu telah menjalani kehidupan yang paling terlindungi hingga kini.
Dan ibunya sewajarnya khawatir agar dia tak terlalu terbebani.
Sebagai penasihat terpercaya ibunya...
...jika aku bertugas sebagai sekretaris pribadi Ratu.
Kau bisa yakin kalau kepentinganmu akan dijalankan sepenuhnya.
Terima kasih, Sir John. Aku akan mengingatnya.
Lord Melbourne datang.
Mungkin aku harus tinggal sebagai pendamping.
Tidak, seorang monarki selalu bertemu perdana menteri sendirian.
Drina, maksudku, Yang Mulia.
Aku selalu melindungimu dari hal-hal semacam ini.
Tapi sayangnya Lord Melbourne memiliki nama buruk.
Meski begitu, aku akan menemuinya sendirian.
Kau boleh masuk sekarang.
Aku turut berduka cita atas kematian pamanmu, Yang Mulia.
Dia selalu baik padaku.
Meski dia memang memiliki ide aneh soal dengan siapa aku harus menikah.
Kuyakin dia mendukung Pangeran Orange.
Seorang pangeran dengan kepala sebesar labu.
Kulihat kau memiliki penglihatan tajam terhadap detail, Yang Mulia.
Boleh kulihat?
- Siapa namanya? - Dia tak memiliki nama.
Dia nomor 123.
Ibuku memberikannya padaku di ulang tahunku yang ke 11.
- Dengan mahkotanya? - Itu menyusul.
Aku membuatkan untuknya pada hari aku sadar aku akan menjadi ratu.
Kapan itu?
Saat aku berusia 13 tahun.
Aku sedang belajar sejarah dengan Lehzen.
Dia menunjukkan padaku pohon keluarga dan aku menatapnya cukup lama.
Lalu aku sadar kalau aku yang selanjutnya.
Apa kau senang?
Aku pernah berpikir mahkota pamanku terlalu besar untukku.
Kuyakin kau berteman dengan penasihat ibuku, Sir John Conroy.
Aku pernah bertemu dengannya.
Aku takkan mengatakan kalau kami berteman.
Dia ingin menjadi sekretaris pribadimu.
Itu tak boleh.
Aku mengerti.
Dia ingin kendalikan aku seperti mengendalikan ibuku.
Maka, kau harus memiliki orang lain.
Mungkin aku bisa bertugas untukmu.
Ada banyak urusan yang perlu ditangani.
Kotak pengiriman mungkin sudah dalam perjalanan ke sini...
...bersama dokumen yang membutuhkan tanda tanganmu.
- Besok adalah Privy Council. - Terima kasih, Lord Melbourne.
Tapi saat aku butuh bantuan, aku akan memintanya.
Baiklah, Yang Mulia.
Kau akan pergi ke Istana Kensington?
Untuk bersumpah setia pada keponakanku.
Dia masih sangat muda dan agak lembut.
Setelah saudaramu yang bodoh meninggal, jika terjadi sesuatu pada keponakanmu...
...kau adalah penerus tahta.
Tuan-tuan.
Mari.
Para Lord sekalian.
Kini Tuhan Yang Maha Kuasa telah tunjukkan belas kasih-Nya pada pamanku.
Aku tak bisa mendengarmu.
Aku tahu aku masih muda.
Beberapa orang mengatakan bahwa genderku merupakan sebuah kekurangan.
Tapi aku tahu tugasku...
...dan kuyakinkan kalian kalau aku siap...
...untuk tanggung jawab besar yang ada di hadapanku.
Yang Mulia.
- Lord Ilchester. - Lord Ilchester.
- Lord Howard. - Yang Mulia.
- Lord Howard. - Yang Mulia.
- Viscount Falkland. - Viscount Falkland.
Lord Shaftesbury.
- Yang Mulia. - Lord Fitzroy.
Kuyakin kau mengenal yang ini.
- Yang Mulia. - Paman Cumberland.
- Kapan kau akan pergi ke Hanover? - Aku tak terburu-buru.
Kesetiaan utamaku adalah pada tahta Inggris.
Kuyakin rakyat Hanover akan sedih mendengarnya.
Kuyakin ada kerumunan besar di luar menunggu dengar pengumuman.
Mungkin sekarang saat yang tepat untuk menunjukkan diri di balkon.
Dalam pengumuman, aku disebut sebagai Alexandrina Victoria.
Tapi aku tak suka nama Alexandrina.
Mulai saat ini...
...aku ingin dipanggil Victoria.
Ratu Victoria.
Ini Nona Skerrett.
Dia akan bekerja denganmu, Ny. Jenkins. Sebagai penata rias.
Tapi penata rias senior selalu memilih asistennya sendiri.
- Aku sudah siapkan orang. - Aku mengurangi kerepotanmu.
Nn. Skerrett adalah murid di Institut Chiswick.
Dan sangat direkomendasikan oleh kepala sekolah.
Kuyakin Ny. Jenkins akan amat berterima kasih atas bantuannya.
Sangat direkomendasikan, ya?
Bukankah kita beruntung? Apa yang mereka ajarkan di sana?
Astronomi? Permainan piano? Bahasa Prancis?
Sebagian bahasa Prancis, Nyonya. Tapi sebagian besar cara menjahit.
Dan cara membuat diriku berguna.
Setidaknya kau orang Inggris. Sudah ada cukup orang Jerman di istana.
Istana Jerman.
Aku akan melakukan yang terbaik, Ayah.
Masih bermain boneka, Paduka?
Maafkan aku. Masih bermain dengan boneka, Yang Mulia?
Kau harus memeriksa surat paten.
Masih banyak keputusan yang perlu diambil.
Kuyakin ada beberapa posisi Uskup yang perlu diisi.
Kurasa, Sir John, karena kini aku seorang ratu, aku tak butuh bantuanmu.
Terima kasih.
Apa?
Apa kau sungguh bisa membayangkan kau bisa melangkah...
...dari ruang kelas langsung ke tahta tanpa bimbingan?
Apa kau tahu apa yang dipertaruhkan di sini?
Aku akan lebih siap jika kau ijinkan aku keluar temui masyarakat...
...alih-alih selalu menahanku di Kensington.
Aku tahu tugasku adalah melayani negaraku.
Ibu, kau tahu aku sudah siap.
Aku ingin sekali membuatmu dan Ayah yang malang bangga.
Apa yang gadis sepertimu, tak terbentuk...
...mungkin lakukan untuk melayani negaranya?
Tidak.
No comments yet. Be the first to leave one.