最初の200行です。
Alih Bahasa Oleh : Ry@Di, Samarinda, 5 Pebruari 2016.
Jam 10.30. Kau masih ada tamu?
Tidak. Cuma kau.
Aku mau ambil sepatuku, biar aku saja.
Ini daerah semenanjung. Mungkin orang itu salah alamat.
- Aku segera kembali. - Ada payung di pintu depan.
Terima kasih.
Hai. Ada yang bisa kubantu?
Bangunlah, sayang.
Oh, Tuhan.
Terjadi pendobrakan secara paksa dalam setiap 12 detik.
Trend-nya meningkat dari siang hari ke malam hari.
Dengan meningkatnya gelombang kejahatan dan lambatnya respon dari polisi membuat banyak
pemilik rumah yang kaya menggunakan jasa sekuriti berteknologi tinggi sebagai perlindungan tambahan.
6 jam sebelumnya.
Halo.
Selamat malam, dengan Heidi dari Sistem Keamanan Rumah.
Hai.
Sistem kami menunjukkan bahwa alarm Anda telah diaktifkan.
Apakah semuanya baik-baik saja?
Ya, kami baru saja kembali dari pesta dan istriku memasukkan kode yang salah.
Maaf soal itu.
Oke, tak masalah. Kami akan mengatur ulang sistem Anda segera.
Apa ada hal lain yang bisa ku bantu?
Eh, tidak, tidak. Kami baik-baik saja, terima kasih.
Selamat malam dan terima kasih telah menggunakan Sistem Keamanan Rumah.
Terima kasih atas respon yang cepat. Senang mengetahui kalian selalu siaga.
Hati-hati ya.
Oke...
Siapa yang bisa memberitahuku di mana letak kesalahan petugas operator keamanan di sini?
Siapa saja, ayo.
Ini bukan SD kelas lima, langsung saja.
Dia tidak meminta kata sandi pemilik rumah.
Itu benar.
Setiap pelanggan punya kata sandi keamanan rumah.
Kata sandi itu tersimpan dalam data dan akan muncul pada terminalmu jika alarm menyala.
Setelah kau memverifikasi kata sandi ini, kau akan tahu kau sedang bicara dengan siapa.
Sekarang, ingat selalu empat komponen dari panggilan pelanggan :
P.A.R.T.
P, "Password" (Kata Sandi).
A?
Siapa yang tahu apa itu A?
"Authority" (Otoritas).
Itu benar. Otoritas.
Saat kau memverifikasi sebuah panggilan, jika tidak ada jawaban...
Atau jika orang yang menjawab tidak memberikan kata sandinya...
kau diminta untuk segera menghubungi polisi atau pemadam kebakaran setempat.
Ini sangat penting.
R.
- Siapa yang tahu apa itu R? - Klien, R.P.
"Responsible Person," (Orang yang bertanggung jawab) itu benar.
Seseorang yang harus dihubungi dalam keadaan darurat.
Ini biasanya tetangga atau kerabat dekat.
Tujuannya adalah, kau ingin memberitahu seseorang yang berada di luar dari situasi...
dan memberi tahu mereka apa yang sedang terjadi.
T.
Siapa yang tahu?
Tidak ada? Baik.
"Taken care of." (Terus memberi perhatian).
Jangan pernah memutuskan panggilan telepon dengan pelanggan...
sampai kau yakin situasi telah aman dan terkendali.
Kalian mengerti?
Apa kabar putri kecilmu hari ini?
Demamnya sudah turun, dia sedang nonton kartun saat aku berangkat.
Bagus. Pertanda yang baik.
Dengar Mike, aku tahu kau masih ingin bekerja tapi mungkin kau harus pulang.
Temani Robin. Cutilah beberapa hari.
Adikku bersamanya. Semuanya sudah di urus.
Kau telah bekerja lembur sejak November.
Aku baik-baik saja. Aku tidur sejenak setiap ada waktu, aku tidur di kursiku.
- Aku sudah cukup tidur sekarang Bess. - Tentu.
Aku tidak melihat ada nama Anda di sini.
Oke. Ini adalah rekening bersama, jadi tanda tanganku...
- Kami butuh konfirmasi dari suami Anda. - Sudah ku bilang, dia tak ada di sini sekarang.
Kami hanya dapat mengeluarkan dana kepada pemegang rekening.
Namaku ada di rekening itu juga.
- Aku tidak melihat nama Anda di sini. - Chloe Paige.
P-A-I-G-E.
- Ini nama belakang suami Anda? - Tidak, MacPherson. David MacPherson.
- Akan ku periksa lagi. - Aku sangat butuh akses ke rekening itu.
- Aku khawatir rekening ini di blokir. - Maaf?
Aku minta maaf. Hanya ini yang bisa ku lakukan. Semoga harimu menyenangkan.
Halo?
Tolong jangan bermain saat kau sedang makan.
Jacob.
- Jacob. - Hei!
Ayo, aku sudah jutaan kali bilang padamu, jangan bermain sambil makan.
Oke? Dan cobalah cepat sedikit atau kita akan terlambat untuk latihan.
Sepuluh menit.
Silakan.
Terima kasih, Stacey.
- Jangan terjebak dalam hujan malam ini, ya? - Tidak akan.
- Terima kasih. - Semoga harimu menyenangkan.
- Hore! Hore! Hore! - Hip! Hip!
Baiklah. Semuanya pulang.
Kerja yang bagus!
Hei, permainan yang bagus.
Sampai jumpa teman-teman! Sampai jumpa!
Bagaimana latihanmu hari ini?
Biasa saja.
Biasa saja? Ku pikir kau punya beberapa pukulan yang hebat tadi.
Mengapa kita tak pulang saja?
- Kita akan pulang. - Maksudku, kembali ke kota.
Dengar, kita sudah janji bahwa kita akan baik-baik saja di sini, ingat?
Ya, dan ini sudah setahun dan masih saja menyebalkan.
- Dengar, ayahmu... - Apa?
Dia jelas tak ingin tinggal di sini.
Itu hal yang rumit.
- Bilang saja kau ingin dia pulang. - Jacob.
Aku tak melihat ada yang rumit soal itu.
Dengar, aku tak punya tongkat ajaib. Aku tak bisa membuat segalanya menjadi baik.
Tidak, kau memang tak menginginkannya.
Pada titik ini, angin bertiup dengan kencang...
Yang mulai mendekati kriteria berbahaya.
Sekarang, banyak daerah lain sudah di landa banjir, hujan parah...
Dan tentu saja badai petir.
Diperkirakan tanah longsor akan terjadi di sini sekitar jam 09:00 malam ini...
Hingga besok pagi.
Banyak keluarga sudah dievakuasi ke tempat penampungan sementara yang ada.
Tetap bersama kami dalam melacak badai dan kami terus membawakan perkembangan terbaru pada Anda.
Kau tak ingin menjawabnya?
- Itu mungkin ayah. - Aku akan mengangkatnya.
Halo?
Halo.
- Hei, sayang. - Hei.
Maaf, aku harus memeriksa panggilan masuk yang lain.
Aku dalam perjalanan. Aku tiba di sana setengah jam lagi.
Oke. Sampai jumpa.
Itu Ayah?
Alice. Maaf sayang.
- Tidak, kau bohong. - Oh, sudahlah, Jacob.
Duduklah. Aku ingin bicara denganmu.
Aku tak perlu bicara denganmu.
- Oke, cukup sudah. Ku matikan Wi-Fi'nya. - Kau tak bisa melakukan itu!
Wi-Fi hidup lagi jika kau mulai menunjukkan sedikit rasa hormat.
- Brengsek kau! - Jangan...!
Jangan bicara seperti itu padaku, oke? Aku tak pantas di sebut seperti itu.
Aku melakukan yang terbaik yang bisa ku lakukan di sini.
Ayah tidak akan melakukan ini!
Bagaimana kau tahu apa yang ayahmu akan lakukan? Dia tak pernah ada di sini, kan?
Mungkin jika kau pergi dia akan kembali! Dia tahu kau hanya menikahinya karena uang.
Aku membencimu.
Jacob?
Jacob?
Aku minta maaf.
Jacob.
Hei.
- Jacob, tolong keluarlah. - Pergilah.
Aku sangat, sangat menyesal atas apa yang terjadi tadi.
Dengar, Jacob, aku...
Aku tak punya jawaban dari semua pertanyaanmu tapi aku berjanji, aku akan berusaha.
Tinggalkan aku sendiri.
Dengar, ayahmu akan segera pulang.
Tapi sekarang hanya ada kau dan aku, jadi kita jangan bertengkar, oke?
Jacob?
Aku mencintaimu, sobat.
Jangan panggil aku sobat.
Pelajari posisimu...
Hai. Ada yang bisa kubantu?
Berdirilah.
- Aku tak ingin ada masalah. - Berbaliklah.
Dengar, tolong.
Jangan sakiti aku, tuan, oke? Aku punya anak-anak di rumah dan kucing.
Jangan khawatir. Kucing bisa mengurus dirinya sendiri.
Tertidur saat bermain video game.
Oh, ku pikir kau memilih tempat tinggal yang terlalu jauh.
Di mana ada kemauan di situ ada jalan.
Aku harusnya bahagia dia tidak meretas situs NORAD.
Benar.
Aku seharusnya tidak terlalu keras padanya.
Dia benci tinggal di sini.
Jika saja ibu kandungnya tak punya begitu banyak masalah...
Mungkin dia bisa membantu.
Bisakah kau bayangkan menganggap putramu sendiri sebagai sebuah "kesalahan terbesar"?
Oh, dan tak pernah menjenguknya selama delapan tahun?
- Ugh. - Terima kasih sudah datang.
Terutama pada malam seperti ini.
Yang penting ada anggur yang enak.
Jadi, ini produksi tahun 1961?
- Oh, jangan yang itu. - Ha-ha. Memang iya.
- Dia tampak begitu ramah... - Dia begitu manis.
- Dan itu semua tentang dia. - Wow. Oh.
Sekarang katakan yang sebenarnya, apakah sebotol anggur ini harganya $ 6.000?
- Itulah yang dia katakan. - Oh, Tuhan.
Buang-buang uang saja, Chloe.
- Serius. - Aku tahu. Aku tahu.
Apakah itu hidup?
- Dua puluh empat jam. - Itu selalu hidup? Wow.
Tidak kau pikir itu menyeramkan? Seperti seorang "Kakak laki-laki"?
David bilang dia ingin kami merasa aman.
Aman dari apa? Maksudku, dari "Johnsons And The Gang"?
Aku tahu, itu sedikit berlebihan...
Tapi itu kadang-kadang membuat pikiranku tenang.
Sepi sekali di luar sana. Sepi banget.
Di mana kau pikir suamimu saat ini?
Aku tidak tahu. Dia bilang di Shanghai. Dia selalu memberitahuku kemana dia pergi...
Tapi aku tak tahu pasti di mana dia sebenarnya.
Kau tahu dia berhenti menerima teleponku? E-mail'ku?
Aku bahkan tidak peduli lagi.
Aku tak peduli dengan siapa dia, apa yang dia lakukan...
No comments yet. Be the first to leave one.