Humba Dreams

Humba Dreams

Indonesian 字幕をダウンロード

リリース情報

Humba Dreams 2019 NF WEB-DL
解説: Putra14
Netflix Retail.

タグ

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
公開日: 2020-07-08
ダウンロード: 23
聴覚障害者向け: No

Indonesian字幕のプレビュー

最初の194行です。

Hei, Martin!

Hei, Hodlam! Apa kabar?

Katanya kau datang.

Untungnya, aku belum jauh pergi.

Sakit hatiku bukan karena kau pergi...

Semua orang penasaran

kapan kau pulang. Terutama, sang Dukun.

Dia selalu membicarakanmu dengan tetangga,

mengeluhkan kau tinggal terlalu lama di Jawa.

Rumput sangat sulit didapat belakangan ini.

Ini musim kemarau yang panjang.

Akan lebih mudah saat hujan turun.

Ayo.

Banyak warga, terutama perempuan,

yang kembali itu hanya sebagai korban.

Bahkan sudah ada dalam peti mati.

Ikuti terus siaran Warga Bicara hanya di Radio Max FM.

Tapi sebelumnya, kita dengar dulu satu tembang lagu...

Kita sampai, Martin. Sampai jumpa nanti.

Sampai nanti.

Martin!

Hei!

Mama Raja.

Selamat datang.

Bagaimana dengan kuliah kamu di sana?

Saya sebentar lagi selesai ini.

Akhirnya, Martin pulang!

Lihat betapa tampannya dia.

Kenapa lama sekali?

Sudah kubilang aku sibuk kuliah.

Para gadis pasti menyukainya.

Wanita sekarang mengejar pria tampan.

Ini dia sutradara kita yang hilang!

Ke mana saja kau?

- Teleponku tak diangkat. - Aduh!

Maaf, Tif, aku lagi ada di Sumba.

Sumba?

Kau sedang menulis. Kenapa malah pulang ke Sumba?

Kau sudah selesai?

Aku masih buntu. Belum selesai skenarionya.

Lalu kenapa kau ke Sumba?

Ini waktunya sudah mepet sekali.

Kita mundur dua kali karena skenariomu belum selesai.

Minta mundur sedikit lagi.

Aku sudah bilang ke kampus.

Urusan keluarga.

Kukira...

Ini selesai, aku pasti lebih tenang. Menulis juga jadi lebih lancar.

Ini anak-anak sudah gugup.

Kau harus ingat, ini film ujian. Film kelompok. Bukan cuma filmmu.

Ya, aku mengerti, Tif.

Lalu bagaimana?

Beri aku waktu tiga hari. Pasti ini beres.

Ya, sudah. Benar, ya? Kalau tidak, aku pindah kelompok.

Ya, sudah. Terima kasih, Latif.

Baik.

Martin, sebentar dukun datang lagi.

Jadi, jangan pergi ke mana-mana.

Agar urusan cepat selesai. Aku sangat sibuk.

Ya, Mama.

Bantu aku mengumpulkan jagung.

Ini untuk acara Mama Raja malam ini.

Semoga Martin bisa bekerja di kantor bupati.

Dia bisa memotret atau membuat film.

Benar, 'kan, Martin? Setelah kau lulus sekolah,

- kau ingin menjadi seperti bapakmu. - Itu berbeda.

Saya mau menjadi sutradara.

Ini mungkin satu wasiat terakhir sebelum bapakmu dimakamkan.

Ada barang-barang Bapak simpan sudah lama di kamar,

tapi Mama kurang perhatikan.

Nggodu pernah bertemu bapakmu di mimpi.

Dia melihat kotak itu.

Nggodu bilang, bapakmu berpesan

agar kotak itu dibuka bersamamu di tanah Humba.

Malam ini kita upacara.

Kau mengerti?

Uang pensiun bapakmu sudah lama tidak diambil.

Bisa kau ambil besok?

Ya, Mama.

Yang sudah kita tunggu-tunggu telah datang.

Biarkan dia menerima apa yang telah ditinggalkan ayahnya.

Mama, Bapak sudah hampir tiga tahun.

Kapan Bapak dikubur?

Masih mengumpulkan uang.

Kau bisa ambil kotaknya.

Martin, masuklah.

Tanda bagus.

Sangat bagus.

Putramu, Martin yang telah ditunggu,

telah pulang dari Jawa

untuk akhirnya menerima wasiatmu.

Jadi, berapa lama putrimu menghilang?

Lebih dari empat tahun.

Namanya Maria.

Rambutnya panjang dan lurus.

Dia pergi saat berusia 16 tahun, empat tahun lalu.

Dia masih anak-anak, jadi, tak punya KTP.

Tidak ada identitas lain?

Tidak punya.

Mereka penganut Marapu.

Pernikahan mereka tidak tercatat di Kantor Urusan Agama.

Jadi, anak seperti Maria tak punya akta kelahiran.

Saat mereka mencari kerja, agen ilegal membuatkan mereka dokumen palsu.

Mengharapkan gaji tinggi di Malaysia.

Ini Maria?

- Hei, Bung. - Hei.

Kami akan unggah foto di Instagram dan Facebook kami.

Mungkin para pendengar punya informasi.

Silakan, Pak, Bu.

Terima kasih banyak, Jean Luc.

Kami tunggu informasinya.

- Tolong kami, ya? - Baik.

- Terima kasih. - Hati-hati.

Terima kasih.

Jean Luc.

Hei, Martin, kemari kau! Sini kau kucium.

Apa kabar?

Baik.

Jadi, LSM kau tutup?

Aku lagi istirahat.

Sekarang cari dana itu susah.

Kau tahu otak itu paling susah kalau harus ketik proposal.

Saya sekarang lagi fokus di radio saja.

Di sini, semua persoalan masyarakat

dibicarakan dan disebarluaskan lewat radio.

Di sini saya juga bisa putar lagu-lagu yang saya senang.

Musik itu penting, Kawan! Duduk dulu.

Mar, saya dengar di Jakarta kau sudah mau jadi sutradara film.

Kenapa kau pulang?

Sebentar saja.

Kau tahu Nggodu?

Dia bilang dia dapat kabar dari bapak saya.

Karena itu saya ada di sini.

Kau dapat warisan itu, Kawan!

Martin, rol film ini?

Ya, film.

Kau tahu, tiga tahun lalu ada yang bikin film aksi di sini.

Itu waktu pemutaran di depan kantor bupati pakai layar tancap...

Manusia penuh ribuan orang.

Ini posternya, Kawan. Luar biasa, ya?

Saya tahu itu.

Tapi sebelum kita bicara warisan dengan masa remaja kita.

- Kita minum peci dulu. - Aduh, peci.

- Ayo, Kawan. - Jean Luc.

Ini kantor, 'kan?

Ya sudah, teras belakang. Di sana aman. Ayo.

Martin, cepat!

Saya kembalikan besok malam. Terima kasih, Pak.

Salam untuk Mamamu, ya?

Ayo, Charles.

Coba nyalakan.

Tanya Martin cara menonton filmnya.

Biar aku tanya Martin, ya?

Kau membawakan film supaya kami dapat lihat, 'kan?

Saya bawa pulang ke Jakarta.

Mungkin ada teman bisa bantu di sana.

Hei, bagaimana?

Ini perlu dicuci.

Saya pulang besok lusa. Nanti saya telepon Mama isinya apa.

Mama telepon suruh kamu pulang saja susah sekali.

Apalagi kalau kamu pulang ke Jakarta, lupa semua.

Ini perlu orang khusus yang mengerjakan. Tidak mungkin saya sendiri.

Kamu mau sekolah film.

Sana, tanya di Pasar Waingapu sana,

bahan apa yang bisa cuci supaya kita bisa lihat.

Ini gambar film bapakmu yang buat, dia ingin kita lihat.

Jangan kau coba-coba kembali ke Jakarta.

Paham kamu?

Martin! Jangan tidur terus!

Kamu harus cari cara untuk menonton filmnya.

Halo.

Untuk informasi bahwa Anda bisa menggunakan jalur ini...

Hei, Jean Luc.

- Password? - JEANLUC2017

Baik, Sobat. Untuk mengawali jumpa kita...

Sobat, untuk informasi awal Anda...

...di sekitaran dermaga, ada...

Apa?

Oh...

Di sini memang agak sedikit lama, Kawan.

Cobalah di tempatnya Lusi, PC Corner.

Bisa duduk, Nona?

Kami sedang renovasi.

Adik.

Ini ada kain, selendang, manik-manik.

Tidak, terima kasih, Pak.

Di mana saya bisa mendapatkan Internet?

Internet?

Mungkin di daerah Kanatang. ada rumah inap punya Ibu Linda.

Bisa Adik coba.

Permisi.

Mau tanya. Kau tahu rumahnya Bapak Paul, tidak?

Di sana?

Lihatlah...

コメント

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left