My First Time

My First Time (처음이라서)

Indonesian 字幕をダウンロード

リリース情報

Because It's The First Time Ep 05 WITH by Darksmurfsub Indonesia
解説: DSS_Indo
Like! @ https://www.facebook.com/DarkSmurfSubIndo Follow>>Twitter : @Dssindo BLOG : http://dssindonesia.blogspot.com

タグ

other
公開日: 2015-11-12
ダウンロード: 21
聴覚障害者向け: No

Indonesian字幕のプレビュー

最初の200行です。

Subtitle oleh Dark smurf sub Indonesia

Diterjemahkan oleh princessnihal

=Episode 5=-

=Because it's the First Time=-

Aku mau kencan yang indah seperti orang lain.

Kurasa itu akan lebih menyenangkan kalau itu bersama Ji Ahn.

Tidak, pokoknya harus Ji Ahn.

Tapi aku masih belum bisa bilang pada Ji Ahn.

Lalat! Ji Ahn, lalat! Kenapa banyak sekali lalatnya?

Kau mau potong rambut? Tidak usah diapa-apain.

- Kau sudah cantik. - Katanya aku cantik.

Ji Ahn bilang aku sudah cantik, tidak usah diapa-apain.

Aku tidak mau diapa-apain.

Hanya tahu saja.

- Lututku sakit. - Lututmu sakit?

Ya, sakit sekali.

Saat kita bersama yang lain dan hanya kita berdua saja,

agak sedikit berbeda.

- Ji Ahn, ini... - Ini...

Dia cantik, imut, dan menggemaskan.

Dia cewek yang manis.

Dunia jadi lebih cerah saat dia muncul.

Dunia semakin cerah saat dia tersenyum. Masa itu bukan cinta?

Kenapa kau minum?

Itu bukan cinta sepihak.

Kau tidak bertepuk sebelah tangan.

Ngomong-ngomong, Song Yi tinggal dirumahku.

Dia datang bawa-bawa tenda semalam.

Dia memintaku tinggal bersamanya.

Dari semuanya, kenapa harus Tae Oh?

Kau mau pacaran denganku?

Aku tak pernah sekalipun menganggap kau lebih dari teman.

Katanya aku tidak bertepuk sebelah tangan. Kau tidak suka aku?

Itu semua bohong.

Dasar brengsek!

Buka pintunya! Buka pintunya!

Dia habis menyatakan perasaannya dan ditolak hari ini...

Sakit!

Hei, lakukan sesuatu padanya!

Aku mau meminta Song Yi menungguku.

Tapi aku tak bisa,

karena aku takut bertanggung jawab atas itu.

Karena sikap pengecutku, Song Yi menangis hari ini.

Dia masih bersikap baik padaku padahal aku sudah ditolaknya.

Bahkan saat kita bersama.

Bahkan setelah apa yang terjadi pada kami.

Kau kerja dan tersenyum seolah tak terjadi apa-apa.

Mulai sekarang jangan tersenyum lagi padaku.

Nanti aku bisa salah paham lagi.

- Baiklah. - Kau tahu apa?

- Kau tidak tahu perasaanku. - Kalau begitu aku tak tahu.

=13. Apa kau selalu secantik ini?=-

Hei.

Dasar brengsek.

Kenapa kau pegang tanganku? Kenapa kau pegang tanganku?

Tidak, bukan cuma itu. Jelaskan segalanya!

Kenapa kau kasih aku kimbap? Kenapa kau kasih aku kopi?

Kenapa kau selalu tersenyum tiap kali melihatku?

Kenapa kau bilang aku tak bertepuk sebelah tangan? Kenapa kau bilang begitu?

Kau sendiri?

Kau juga begitu.

Kau selalu mampir ke mini market setiap kali pulang ke rumah.

Kau tersenyum saat memberiku kopi.

Kenapa kau lakukan itu?

Kau serius tidak tahu? Aku suka-- Karena aku menyukaimu!

Kalau begitu aku juga sama.

Wah, si sinting ini.

- Kenapa kau bilang begitu? - Hei.

Kukira kau normal, tapi kau benar-benar sinting! Jangan begitu!

Katamu kau menyukaiku. Kau lagi main sambung kata denganku?

Terus kenapa tak mau kencan denganku? Kalau suka kenapa tak pacaran denganku?

Kau mempermainkanku! Tersenyum dan menggodaku!

Kau genggam tanganku dan membuatku bingung tanpa sebab!

Kau sangat parah! Kenapa sih kau ini?

- Kenapa? Kenapa? - Hentikan!

Terus aku harus kencan denganmu hanya karena aku menyukaimu?

Lupakan, aku tidak mau kencan dengan orang sinting.

Siapa yang kau bilang sinting? Kalau aku sinting, kau otak udang!

- Kenapa aku otak udang? - Karena kau bloon!

- Aku lebih pintar darimu! - Tidak, kau otak udang!

Kau bahkan tidak bisa mikir kenapa aku tidak mau kencan denganmu!

Kau lemot sekali.

Sudahlah, terserah kau saja sinting!

- Sinting. - Otak udang.

- Hei. - Sinting, sinting, sinting!

- Kalian ngapain sih? - Kau sinting! Dasar sinting!

- Kalian berantem? - Dasar sinting!

Sinting. Dasar sinting, sinting, sinting!

- Dasar sinting. - Otak udang.

- Dasar sinting. - Otak udang.

Sinting, sinting, sinting! Dasar sinting!

- Kalian kenapa berantem? - Sana pergi!

- Kalian ngeributin apa sih? - Karena Seo Ji Ahn sinting.

Karena Han Song Yi otak udang.

Hentikan. Hei, sudahlah.

Dasar sinting. Ya, aku otak udang.

Kau bukan temanku lagi. Tidak usah sok kenal lagi padaku!

Mulai sekarang, kuanggap kau anjing lewat.

Guk, guk, guk!

Sinting! Seo Ji Ahn benar-benar sinting!

- Kami pulang dulu. - Dasar sinting!

Sinting!

Kekanakan, aku tak tahan lagi.

Aku mau mati saja.

Kenapa kalian berantem?

Entahlah.

Lho? Kau nangis?

Kenapa nangis?

Entahlah.

Aku tidak mau hidup lagi.

Aku sangat kekanakan, 'kan?

Apa aku kelihatan seperti orang sinting?

Meski begitu... jangan ngomong begitu!

Bukan Ji Ahn. Akulah yang sinting.

Aku yang bego.

Terserah kau saja, sinting!

Sinting, sinting, sinting!

Mulai sekarang, kuanggap kau anjing lewat.

Guk, guk, guk!

Dia sangat memalukan dan main-main.

Kurasa dia tak menyukaiku lagi.

Hei, hei, hei.

- Ayah. - Ya.

Kapan kau bayar tagihan kartu kreditnya?

Oh, itu.

Pasti nanti kubayar sebelum kau ujian PNS.

Bayarlah sekarang. Aku kelihatan seperti dililit hutang.

Maaf.

Ya?

Aku tak tahu kenapa kau berantem sama Song Yi, tapi tolong mengertilah.

Dia habis ditolak cowok, jadi pikirannya lagi kacau.

Dia nangis kayak orang gila sekarang.

Dia kelihatan seperti orang sakit jiwa.

Kenapa dia nangis?

Sulit bagiku karena kami tinggal bersama.

- Ta-da. - Ta-da.

Apa ini?

Hei.

Hei.

Hei!

Aku ada audisi besok!

Katanya kau mau menata rambut yang cocok dengan peranku!

- Apa-apaan ini? - Maaf.

- Aku ulang. - Tidak usah.

Kau tidak kedatangan pelanggan bukan gara-gara gosip.

Tapi karena kau tidak berbakat.

Apa-apaan ini?

Kurasa itu bagus.

Ya itu! Cuma gara-gara menurutmu bagus jadi tidak masalah?

- Kau kelihatan keren. - Huh?

Kurasa itu keren dan cocok buatmu.

Kau...

suka yang begini?

- Kau suka? - Ya.

Kalau kau suka... aku juga.

Ngapain kau? Selesaikan.

Ow, panas!

Kau tak apa?

Aku sangat tersiksa berkata seperti itu pada Ji Ahn.

Selain itu, aku tidak apa-apa.

Kau barusan guling-gulingan begitu kayak orang gila tahu?

Ini semua gara-gara si brengsek itu.

Kau benar.

Si brengsek itu.

Sampai kapan kau mau nangisin si brengsek itu?

Ini aneh. Si brengsek itu menggengam tanganku hari ini.

Apa?

Kau juga marah, 'kan?

Wah, aneh sekali dia.

Kenapa sih selera cowokmu buruk sekali?

Kami sedang bakar samgyeopsal.

Siapa yang mau beli soju?

Sepertinya enak, ayo.

Ji Ahn juga datang.

Aku tidak ikut.

Kalian beruntung karena berteman.

Ji Ahn bakalan sedih kalau mendengarnya.

Ji Ahn, katanya Song Yi tidak mau kesana kalau ada kau.

Kenapa? Mereka berantem?

Kau itu kenapa sih?

Lupakan, Ji Ahn. Aku cuma bercanda.

Song Yi ikut. Kau harus datang ya.

Ayo.

Ayo, aku lapar!

Aku tidak penasaran kenapa kalian berantem.

Kita semua suka begitu.

Biasalah.

Sekarang damai dulu dan kita makan samgyopsal ini.

- Besok musuhan lagi. - Hei.

Tidak usah ngurusin mereka, urusin rambutmu itu.

Memangnya kenapa rambutku?

Aku lebih mencemaskan salonnya Ga In daripada rambutmu.

Benar.

Aku marah tiap kali ngaca.

Kau terus saja menggunting rambut panjangku.

Mukanya makin aneh tiap kali kupotong rambutnya.

- Mukaku masalahnya? - Ya.

Parah. Sangat mengejutkan.

Menurutmu juga begitu?

- Tidak. - Tidak?

コメント

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left