最初の161行です。
- -
[suara pria mengaji dari pengeras suara berlanjut]
- -
- -
Silakan beli buku pelajaran anak! 10.000 tiga!
Ada Iqra-nya juga.
Buku gambar anak juga ada!
- -
Kau tahu apa yang bisa membantumu?
Kenapa tak membelaku?
Kenapa harus dibela?
- - Kau pengangguran!
Kau memang kurang ajar! Selalu pulang pagi!
- -
Jalur tiga.
- Apa? -
- -
Ibu, dengar dulu.
Aku minta maaf.
Aku baik-baik saja.
Aku ke sini untuk bertemu dengan Ayah.
Aku pulang besok naik kereta pertama.
Sampai sekarang aku belum pernah bertemu ayahku.
Aku ingin mengenal Ayah.
Ibu harus mengerti aku juga.
Ibu tidak bisa menyembunyikan Ayah terus dariku.
Ya, Ibu.
Aku hanya ingin bertemu dengan Ayah sekali ini saja.
Jika Ayah ternyata mengecewakanku,
aku akan menanggung risikonya.
- -
Sudah dulu, ya, Bu.
Asalamualaikum, Bu.
Permisi.
Apa kau tahu alamat ini?
Tidak tahu.
Terima kasih.
Ini berapa harganya?
- -
Mas.
Permisi, Mas.
Apa?
Aku mau bertanya.
Apa benar ini Rumah Susun Sejahtera?
Kau mencari siapa?
Aku mencari Pak Saiful Herman.
Begitu rupanya.
Maksudmu Ipuy?
Pak Saiful, Mas.
Ya, kami memanggilnya Ipuy di sini.
Ada perlu apa dengannya?
Aku anaknya.
Masuk saja.
Dia biasanya tak ada di waktu ini.
Dia sudah pergi kerja.
Baiklah.
- Terima kasih. - Ya.
Ipuy.
Dia tidak ada di rumah.
Dia pergi ke mana?
Biasanya dia sudah pergi bekerja.
Aku akan menunggunya saja.
Tak perlu menunggu.
Terkadang dia tidak pulang.
Kau ada perlu apa dengannya? Kau siapa?
Aku anaknya.
Apa?
Jadi, kau anaknya Ipuy?
Dia bisa punya anak juga?
Biar kuberi tahu.
Jika kau mencari dia,
keluar dari gedung ini,
belok kanan,
kau akan melihat jembatan.
Biasanya dia di sana.
Bukankah kau tadi bilang dia sedang bekerja.
Dia bekerja di sana.
Baik, aku akan ke sana. Terima kasih, Bu.
Ya.
Sial.
Sial!
Kau sangat hebat.
Benarkah?
Kau tahu?
Aku sudah mencoba banyak orang di sini.
Kau yang terbaik.
Hei.
Aku yang pertama malam ini, 'kan?
Tentu, ini belum larut.
Kau mau lagi?
Kau tahu?
Kau lebih hebat dari istriku.
Jadi, kau mau lagi.
Hei.
Ambil.
Pergi dari sini!
Tunggu.
Beri aku tisu.
- -
- Pergi! -
Hai, Pak!
- Mampirlah. - Pak?
Hei, Tampan!
Pak.
Hai!
Anak muda itu imut.
Hai, Pak!
Di mana Ipuy?
Aduh...
Ipuy? Kenapa kau menginginkan dia?
Lebih baik denganku saja.
Jangan macam-macam.
Di mana dia?
Ipuy sudah lama tidak ke sini.
Aku tidak tahu di mana dia. Ada masalah apa?
Beri tahu dia,
jadi banci saja, jangan merampok juga.
Itu tidak pantas.
Beri tahu dia,
kembalikan uang 30 juta milikku.
Jangan macam-macam denganku.
Enak saja.
Pak! Apa kau tak mau mencobaku?
Aku tidak mencuri.
Hai, Pak!
- Hai. - Hai, Sayang.
Langganan!
Tambah nasinya.
Tambahkan bumbu rendang.
- Sambal? - Ya.
- Ambilkan nasi! - Pesan es teh manis.
Kau mau pesan apa?
Hai, Mas.
Anak muda itu imut.
Permisi.
Mbak.
Apa ada gedung perkantoran di sini?
Gedung perkantoran?
- Ya... Mungkin toko atau warung? -
Tidak ada siapa pun di sini.
Lihat, hanya ada kami.
Kau tidak paham?
Hai.
Aku mencari Pak Saiful.
Dasar gadis sialan!
Tidak ada Pak Saiful di sini, Sayang.
Aduh!
Gila.
Tak dapat pelanggan. Sial.
Aku mencari Ipuy.
Kenapa kau tidak bilang sejak tadi?
Lihat, ya.
Di sana, Ipuy yang sedang merokok.
Ayo! Pergi dari sini!
Merepotkan saja.
Mungkin temannya.
Dia mencari Ipuy.
Hei.
- Siapa gadis itu? -
- Siapa dia? - Aku tidak tahu.
Gadis berjilbab itu.
No comments yet. Be the first to leave one.