最初の200行です。
DEPOSIT CUMA 5.000 RAIH BONUS SPEKTAKULER
MAIN BERSAMA RECEH88 MENANGKAN RATUSAN JUTA RUPIAH!
Halo Paman Paul, aku merindukanmu.
Hai sobat, aku juga merindukanmu.
Bukan ini saudaraku yang telah lama hilang?
Hei, kak.
Kami baru saja membicarakanmu.
Telingaku pasti terbakar.
Di negara mana kau sekarang?
Aku di Filipina.
Filipina?
Kupikir kau di Thailand.
Tidak, aku menyelesaikan pertunjukan itu minggu lalu.
Bagaimana itu?
Itu membuatku tak bahagia.
Tapi, akhirnya kudapatkan proyek
yang menurutku layak untuk di bahas.
Mau kuceritakan jika kau punya waktu sebentar.
Ya, aku mau sekali.
Tunggu Paul, ada masalah sedikit di sini.
Ya, baiklah.
Apa yang kau lakukan?
Anak-anak nakal lagi?
Maaf Paul, aku harus pergi.
Aku menyanyangimu.
Ya, aku juga.
Subtitle by RhainDesign Palu, 7 September 2021
Paul?
Kau sudah dewasa!
Kau terlihat sangat tampan.
Terima kasih, kau juga.
Terima kasih.
Terima kasih untuk yang tampan.
Tidak, maksudku.
Kau terlihat masih sama.
Begitu juga kau, kau belum berubah.
Kuyakinkan kalau aku sudah berubah.
Sudah berapa lama?
Entah, sudah berapa lama?
16 tahun?
16, tak mungkin.
Itu lama sekali.
Apa yang kau lakukan di sini?
Aku di sini kerja.
Untuk konferensi.
Aku di sini singgah untuk satu malam.
Bagus, kau menikmati kekacauan?
Astaga, ini ramai dan bising.
Kenapa kau di sini?
Aku mengambil beberapa foto.
- Tentu saja. - Ya.
Kenapa Filipina?
Kulakukan beberapa pemotretan untuk penyebaran majalah.
Sangat bagus.
Aku melihatmu sebelumnya.
Kau muncul di lensaku,
seperti di lautan manusia ini.
Kau semacam penguntit atau sesuatu?
Ya, terdengar seperti itu, ya.
Jadi konferensi di Filipina?
Ya, aku akan terbang besok ke Cebu.
Aku akan hadiri konferensi selama dua hari
dan kuharap ada sisa waktu untuk di pantai.
Bagus.
- Ya. - Bekerja keras.
Tidak, aku pembicara kunci jadi aku harus bersikap.
Kau mau kopi atau sesuatu?
Aku harus pergi.
Aku harus bertemu rekanku.
Kami harus memeriksa catatan untuk pidato.
Serius?
Tak apa.
Ya.
Maaf.
Bukannya aku tak mau pergi.
Hanya saja....
Kami benar-benar tak siap.
Tak apa.
Lagian aku ada banyak pemotretan.
Sayang sekali.
Ya.
Tapi sangat senang bertemu denganmu.
Hanya...
ada begitu banyak yang mau kukatakan padamu sekarang.
Sial.
Senang bertemu denganmu.
Ya.
Kau sungguh harus pergi?
Maafkan aku.
Jaga dirimu.
Anna.
Apa yang kita lakukan?
Kita saling bertemu setelah bertahun-tahun
dan kita berpisah begitu saja?
Jam berapa kau harus bertemu temanmu?
Enam.
Itu beberapa jam lagi.
Ayo berpetualang bersamaku.
Aku akan membawamu keluar kota,
kita melihat beberapa pemandangan dan kubawa kau kembali tepat waktu
untuk bertemu rekanmu. Aku janji.
Dan aku pasti ingat.
Baiklah.
Ya, ayo.
Kau sudah pernah mencobanya?
Tidak, belum.
Kau mau bilang tujuan kita?
Ini kejutan.
Aku benci kejutan.
Aku ingat.
Kau nyaman di sana?
Ya.
Sangat bagus untuk mengejar ketinggalan seperti ini.
Mantap.
Aku sudah lihat beberapa pekerjaanmu.
Ini sangat bagus.
Kau sangat baik.
Kau pasti menyukainya?
Ya, itu cukup bagus.
Aku baru saja kembali dari Thailand
di mana aku dibayar untuk membawa orang berkeliling
ke lokasi penyiapan bebas ini sehingga mereka bisa
berpura-pura jadi fotografer untuk sementara waktu.
Jujur Itu sedikit monoton.
Ya, itu pasti membosankan.
Bepergian, melihat tempat-tempat menakjubkan,
dibayar untuk itu.
Ya, oke, permainan bagus.
Maksudku...
pertunjukan yang kulakukan di sini
jauh lebih sesuai dengan jenis barang yang kusukai.
Cukup soal aku,
Ceritakan dirimu, pembicaraan ini, apa yang kau lakukan.
Jadi aku akan berangkat besok
dan pembicaraannya hari berikutnya.
Tapi aku tak mau berbicara di depan umum.
Aku membencinya.
Oke, jadi.
Aku tak terlalu menarik.
Aku mempresentasikan program ini
untuk kerja dengan orang-orang dengan demensia.
Apa programnya?
Programnya kami punya robot bayi anjing laut.
Kau punya robot bayi anjing laut?
Ya, robot bayi anjing laut.
Seperti yang kau lakukan.
Seperti yang kau lakukan.
Jadi pada dasarnya itu seperti pengenalan wajah
sehingga membantu pasien dalam berkomunikasi
dan meningkatkan suasana hati, hal-hal semacam itu.
Jadi pada dasarnya ponsel pintar.
Apa?
Apa, itu hubungan palsu.
Bukan, tidak sama seperti ponsel pintar, tidak.
Maaf, aku tak bermaksud meremehkan apa yang kau lakukan.
Hanya saja, maksudku
pasti interaksi manusia akan lebih baik?
Atau seperti anjing atau kucing?
Tidak, kau tak bisa memelihara anjing atau kucing.
Karena anjing atau kucing,
Kau harus beri mereka makan, kau harus merawatnya.
Mereka tak bisa di sana sepanjang waktu.
Itu tak akan baik, percayalah.
Itu tak akan berhasil.
Oke, maaf.
Tak apa.
Aku yakin pekerjaan yang kau lakukan luar biasa.
Dan aku selalu tahu pada akhirnya kau akan membantu orang.
Kau dari sini?
Apa yang kau lakukan?
Akan kuabadikan momen itu.
Kau punya izinku?
Agak sulit mengabadikan momen
jika harus minta izin.
Aku tidak memberi izin, jadi...
Baik.
Aku tak ingat kau begitu tegang.
Tegang?
Ya, akan kusimpan.
Tegang?
Ini bukan soal tegang.
Aku hanya tak suka fotoku diambil, itu saja.
Tapi kau duduk di sana dan cahayanya sempurna
dan kau punya senyum indah di wajahmu.
Aku hanya tak melihat apa masalahnya.
Aku tak peduli, aku tak menyukainya.
Aku tak peduli dengan cahaya, bla bla bla.
Oke, baiklah.
Aku akan menyimpan kameranya kalau begitu.
Kenapa kau menganggapnya sangat pribadi?
Itu membuatku kaget.
Kau seharusnya melihat wajahmu.
Itu momen yang layak untuk di abadikan.
Iya.
Memang.
Sangat lucu.
Beri aku kamera.
Jadi aku berhasil mendapatkan posisi pada akhirnya.
Itu sangat mengesankan.
Itu membuat ayahku sangat bangga.
No comments yet. Be the first to leave one.