最初の200行です。
Tidak, aku tidak mau.
Sudah kukatakan berkali-kali.
Aku tidak akan melayani klien macam ini.
Aku tak peduli, aku pergi saja.
Ayolah.
Kau sudah lama di sana...
Dan sekarang kau bilang akan pergi?
Itu hanya narkoba.
Kau sudah pernah memakainya.
Bertahanlah sebentar lagi.
Aku membuat alasan semalaman.
Jemput saja aku, ya?
Mereka sudah membayar penuh...
Dan kau sudah setengah jalan.
Kenapa katakan ini sekarang?
Kembalikan uang mereka. Aku pergi.
Hei, Sayang, ayo main.
Aku pandai dalam hal ini.
Ayolah. Bergabunglah, mari bersenang-senang.
Aku menang! Kau harus minum.
- Mari makan! - Mari terus minum.
Ayo!
Hei, kau mau ke mana?
Aku pamit.
Ini belum waktunya, kau tak boleh pergi.
Aku merasa kurang sehat...
Jadi, kupikir aku akan pulang lebih awal...
Kau berpesta semalaman...
Dan sekarang kau bilang kurang sehat?
Apa kau main-main?
Tunggu, bagaimana dengan ini?
Atau ini belum cukup menyenangkan bagimu?
- Tidak... - Ayo.
Akan kutunjukkan sesuatu yang menyenangkan.
Tidak. Tunggu.
Hanya ini uang yang kumiliki. Terimalah.
Aku tidak butuh uangku kembali.
Masuk dan beristirahatlah jika kau sakit.
Akan kukosongkan kamar untukmu. Ayolah.
- Tidak, aku harus pergi. - Berhenti merengek!
Alarm sialan itu!
Bisa matikan itu?
Bagaimana situasi di sana?
Kami memeriksa KTP mereka, Bu.
Astaga, ini Maserati.
Pasti orang kaya.
Minggir, berhenti melotot.
Cepat!
Hei, apa yang kau lakukan? Kau mau ke mana?
Apa itu? Ayo.
- Mundur! - Toilet. Aku harus buang air kecil.
- Jangan sekarang. - Kembalilah ke dalam.
Kubilang, jangan sekarang. Aku yakin kau bisa menahannya.
Hei, angkat tangan kalian!
Aku bisa mendakwamu karena menyerang polisi.
Pergi ke sana! Jongkok!
- Jongkok! - Jongkok. Lakukan sesuai perintah.
- Muntahlah di sana. - Jongkok.
Berhenti merokok!
- Padamkan! - Ayo, berjongkoklah!
Apa yang lucu?
- Dia belum mengatakan apa pun. - Akan kuurus ini.
Apakah sakit?
Jangan takut.
Katakan saja siapa yang memukulmu.
Apa kau memukulnya?
Aku bicara denganmu!
Kami hanya bermain kasar.
Aku keasyikan...
Dan menjadi sedikit lebih kasar daripada seharusnya.
Akan kubereskan dengannya.
Bagaimana jika kau bereskan denganku dahulu?
Menurut Pasal 287 KUHP...
Menyebabkan cedera pada orang lain hanya bisa dituntut...
Jika korban menuntut.
Bu, apa dia akan menuntut?
Kau mau menuntut?
Jangan takut.
Kau mau menuntut?
Jadi, kau paham hukum?
Bagus, ini jadi lebih menyenangkan bagiku.
Angkat kakimu. Angkat!
Ini milikmu?
- Itu bukan miliknya. - Jadi, itu milikmu?
- Tidak, itu bukan milikku. - Atau milikmu?
- Itu milik siapa? - Salah satu dari kalian, bukan?
- Mengakulah! - Narkoba siapa itu?
Kau ingin bicara KUHP?
Ini kepemilikan bersama, paham?
Kutip hukum di kantor polisi.
- Angkut mereka! - Bangun!
- Berdiri! - Bawa mereka ke kantor!
Bangun!
Kita akan mengobrol panjang di kantor polisi.
- Berdiri! - Harap bekerja sama.
- Jalan. - Cepat.
Jalan!
- Jalan. - Ini tidak lucu!
Berhenti tertawa atau kupotong bibirmu.
Berhenti tertawa. Cepat!
Aku ingin kau ke kantor polisi.
Jangan khawatir, aku akan membantumu.
Kenapa kau membawanya masuk?
Kau menyulitkan kami.
Jangan bicarakan itu.
Kau sudah ambil sampel urinenya?
Ya. Sudah dikirim ke lab.
Kau menyiksaku. Tidakkah kau tahu...
Bahwa ibunya adalah kepala jaksa?
Bagus. Dia menyerang seorang wanita.
Ibunya bisa menuntutnya.
- Masukkan dia ke penjara. - Tidak, tapi...
Maafkan aku.
- Selamat siang, Bu. - Kau orang baru?
Aku Chen Chia-hao dari Pencegahan dan Pengendalian.
Dengar, Bu.
Kita tidak boleh melewati batas...
Selamat siang, Komisaris.
Aku datang hari ini untuk membahas...
Jam kerja polisi.
Ya, Penasihat Yang.
Rata-rata jam kerja setiap sif mungkin lama...
Tapi masih dalam batas hukum.
Komisaris.
Kurasa tidak masalah...
Selama masih dalam batas hukum.
Lagi pula, polisi juga manusia.
Mereka butuh istirahat.
Ya, Penasihat Yang.
Kasus yang kami tangani di yurisdiksi kami...
Bisa sedikit lebih rumit.
Lagi pula, kami kekurangan orang.
Aku mengerti.
Terkait penambahan orang...
Aku mendukungmu sepenuhnya.
Tapi sepertinya ada perbedaan...
Antara perkataanmu...
Dan apa yang sebenarnya terjadi di kantor polisi.
Layar berikutnya.
Komisaris, boleh aku tahu...
Apa kau pernah melihat jadwal ini?
Belum. Biar kujelaskan.
Ini jadwal bulan lalu.
Layar berikutnya.
Pada tanggal 17 April, salah satu polisimu...
Bekerja sif 12 jam...
Pulang untuk tidur...
Dan kembali pukul 02.00...
Untuk sif delapan jam lagi.
Kedengarannya melelahkan, bukan?
Ya, Penasihat Yang. Yang terjadi adalah...
Yang terjadi adalah pagi itu...
Dia terus melakukan sif 12 jam lagi.
Apa kita sudah menukar manusia dengan robot sekarang?
Mereka hanya butuh pengisian daya singkat di rumah...
Tidak butuh istirahat yang cukup?
Atau para polisi ini...
Mengakui lembur palsu di bawah pengawasanmu?
Aku jamin tidak seperti itu.
Ya, aku yakin begitu.
Jadi, kenapa jam kerjanya panjang?
Penasihat Yang, itu karena...
Kami bagian dari satuan tugas khusus yang sedang berjalan.
Satuan tugas khusus?
Begitu rupanya. Layar berikutnya.
"Polsek Tiga dibebaskan dari...
Partisipasi dalam satgas khusus...
Untuk menangani peningkatan jumlah...
Para pekerja imigran yang kabur."
Kau menandatangani dokumen ini.
Itu namamu.
Benar, Komisaris?
Kau menurunkan perintah...
Untuk fokus menangkap buron.
Apa kata-kata di layar terlalu kecil untuk dibaca?
Tidak masalah. Ini.
Komisaris.
Ini namamu, bukan?
Boleh kutanya apa sudah ada penangkapan?
Penasihat Yang.
Kami akan melakukan penangkapan secepatnya.
Secepat apa?
Kami akan menyerahkan laporan dalam dua pekan.
- Dalam dua pekan? - Ya.
Bagus.
Dengan klaim lembur yang tinggi...
Jika timmu tidak bisa melakukan penangkapan...
Kau akan punya masalah...
Dalam anggaran tahun depan.
Terima kasih, Komisaris. Silakan kembali duduk.
Pemimpin.
Terkait pekerja migran yang kabur...
Kami sedang menangani kasusnya.
Itu tidak cukup.
Kapan kau bisa lakukan penangkapan?
Para petinggi...
Mengawasi kasus ini.
Aku ingin kemajuan nyata.
Pak, maksud Pak Kepala...
Kami sudah menemukan keberadaan mereka.
No comments yet. Be the first to leave one.