最初の176行です。
Ya. Itu pemberat pergelangan kaki.
Dulu orang berlari dengan itu. Itu menguatkan otot lutut.
-Ini tampaknya asyik. -Benar.
-Ini tampaknya asyik. -Tidak.
Ini Anak-anak Di Dalam Aula yang lucu itu dari awal 1990-an?
Bukan! Ini Anak-anak Di Dalam Aula penuh amarah dari pertengahan 1990-an.
-Ini tentang apa? -Tak ada yang tahu.
Ada yang bilang film ini menjadi ada
karena kesepakatan gelap dengan iblis.
Ada yang bilang itu karena pencucian uang kokaina.
Bagaimanapun, hasil ulasannya beragam.
Baiklah. Berapa harganya?
Satu dolar. Uang Bumi.
-Permisi, katamu uang Bumi? -Ya. Mungkin.
Maksudku adalah uangmu.
Mari beli Problem Child 2.
ANAK-ANAK DI DALAM AULA
Tidak. Mari beli Brain Candy.
Apa yang baru terjadi?
Dengan dolar ini, Anak-anak Di Dalam Aula: Brain Candy kini telah balik modal
dan mematahkan kutukan!
Apa?
Tidak!
Kutukan itu dipatahkan?
Hei! Dilarang kirim SMS.
Kita semua setuju kesetaraan gender adalah hal baik,
tapi bagaimana pria menghasilkan uang dari itu?
Tak bisa. Itulah intinya.
Benarkah?
Kukira ini adalah wadah pemikir.
Don, kurasa kau harus lihat ini.
Brain Candy sudah balik modal.
Sudah kuduga akan terjadi.
Kukira akan butuh waktu seminggu. Ternyata butuh 30 tahun.
-Kau tak pernah salah, Don. -Waktu memang elastis.
Frank Zappa mengajari kita itu.
Baiklah, Ibu-ibu, terima kasih telah memulai "percakapan".
Tiap orang akan dapat jam tangan atau tas pinggang saat keluar.
Itu menjadi tren lagi, jadi...
-Jalan denganku, Marv. -Ya, Don.
Denganku, Marv.
Tentu saja, Don.
Membiayai film tak pernah mudah.
Brain Candy adalah produksi bersama antara pemerintah Kanada dan iblis.
Bagus, Don.
Kutukan itu diangkat, dan Anak-anak kembali.
Siapa yang membiayai kali ini, iblis lagi?
Semacam itu. Amazon.
Ya.
Aku membuat situasi rumit, ya?
Waktu akan menjawab itu.
Kuberi tahu saja. Aku membuka kaleng cacing.
Aku diet tinggi protein.
Di mana pawang cacingku?
Bagaimana dengan Anak-anak?
Orang terbaik kita sedang menangani itu.
ACARA TV ANAK-ANAK DI DALAM AULA 1989-1995
-Astaga! -Astaga!
Jantungku.
Siapa kalian?
Ini aku, Mark.
Scott, itu kau?
Jika harus bertanya, itu tidak baik.
Apa aku masih yang manis?
Semacam itu.
Sudah kuduga seharusnya kita membekukan tubuh secara kriogenik.
Atau bahkan wajah kita saja.
-Atau bahkan rambutmu saja. -Apa?
Kau yang minta.
ANAK-ANAK di dalam AULA
PASAR UANG
Tetap tiarap dan hitung sampai 2.000.
Sebenarnya, aku sudah berolahraga.
Sampai 1.500 saja. Aku sudah cukup cepat.
-Lari! -Ya.
Cepat!
Hei! Mereka panggil polisi.
Tak mungkin sudah sampai 1.500.
Kutabrak mereka?
Tunggu. Aku punya ide lebih bagus.
Mereka akan cari dua pria berpakaian.
Mereka tak akan cari dua pria telanjang.
Itu pintar.
Sepertinya itu mobilnya.
Ada orang yang mengatakan bahwa pelakunya telanjang?
Tidak. Mereka pasti berpakaian lengkap.
Para pria ini tampaknya telanjang.
Ya. Untuk amannya, mari kita pastikan.
Kau yang di dalam mobil, keluar dengan tangan di kepala.
Perlahan saja.
Mungkin kau benar. Ini mungkin salah orang.
Mari pastikan lebih jauh.
Tuan-tuan, tolong berbalik.
Kini tolong melompat-lompat sedikit.
Ya. Kemaluan mereka sudah pasti memantul.
Para pria ini telanjang.
Salah orang.
Tuan-tuan!
Maaf. Semoga kami tidak buang waktu kalian.
Ada laporan perampok berpakaian lengkap masuk ke mobil
-persis seperti itu. -Persis.
Tak masalah. Kalian hanya melakukan tugas.
-Bagaimana mereka kabur? -Seharusnya aku tak potong rambut.
"Hanya melakukan tugas." Kau memang tetap tenang.
Hei, berhenti berpakaian.
Penyamaran kita bisa rusak.
Harus tetap telanjang sampai keadaan aman.
Ya.
-Baik. Kita buang pakaiannya. -Baiklah.
Waspada terhadap dua tumpukan pakaian mencurigakan
yang mungkin terlibat perampokan bersenjata.
-Partner, kau lihat apa yang kulihat? -Ya.
Laporkan.
Pusat, ini mobil 49.
Kami melihat dua tumpukan pakaian yang mungkin digunakan dalam perampokan.
Jangan lakukan hal bodoh, Bajingan.
Semua orang tetap tenang, agar bisa pulang ke istri.
Kecuali aku, istriku meninggalkan aku karena
rupanya aku tidak hadir secara emosional.
Bagiku kau tak begitu.
Kau pria yang baik.
-Terima kasih, Pak Polisi. -Terima kasih.
Hilang!
Pelaku berjalan kaki. Kukejar dengan rekan terbaik.
-Ke mobil! -Aman.
-Aman! -Tiarap!
-Aman. -Tiarap.
-Aman. -Aman!
-Kathie? -Cathy?
Astaga. Ternyata kau.
-Cathy. Lama tak jumpa. -Terlalu lama.
Astaga. Kau terlihat sehat.
-Terima kasih. -Bobotmu berkurang.
-Ya. -Lalu naik lagi dalam jumlah sama.
Terima kasih, kau perhatikan.
Jadi, ada kabar baru apa?
Yah, aku menikah dengan sopir truk es.
Bagus.
Tapi dia jatuh ke dalam es.
Kata orang, "Yang baik sudah menikah atau...
"Beku di dasar danau."
Baiklah...
Kembali bekerja!
Selamat pagi!
Hai, Amberliao.
Sudah lihat surel?
Tidak, Amberliao, belum kami lihat.
-Aku tak paham. -Mungkin kami bisa bantu.
Halo, kami di AT & Love merangkul dunia baru yang berani,
maka kami menyingkirkan semua mesin faks.
Apa?
Aku tahu bahwa perpisahan bisa menjadi pemicu bagi sebagian orang,
maka aku akan,
yah, duduk saja di sini dan menatap sebentar.
Aku tak percaya.
Tak ada lagi faks.
Apa itu mesin faks?
Mesin faks adalah keajaiban modern.
Bayangkan menulis surat kepada teman, naik taksi,
dan membawanya kepadanya secara instan.
Jadi, seperti surel?
-Tidak, sungguh berbeda. -Sama sekali tidak.
Cath, kenapa mereka melakukan ini?
Ya. Padahal faks adalah bagian dari hidup kita.
Aku tahu.
Ingat keasyikan kita di Fax dan Firkin?
Astaga, ya.
Kathie, lihat ke kiri, tapi santai.
Wah!
-Aku akan memberinya nomorku. -Cathy, kau genit.
Dia akan mengira ada seks bertiga. Ikuti saja.
Cath, aku akan sangat merindukan faks.
Aku juga, tapi kau tahu, Kath?
Kita bisa menulis faks terakhir.
-Tuliskan ini. -Tulisan sambung.
"Kepada yang berkenan."
No comments yet. Be the first to leave one.