The Chef Show

The Chef Show

Indonesian 字幕をダウンロード

シーズン 1

リリース情報

the chef show s01e05 1080p web x264-stout
the chef show s01e05 720p web x264-stout
解説: TZ17
NETFLIX RETAIL

タグ

web
x264
1080
720p
720
公開日: 2019-06-12
ダウンロード: 48
聴覚障害者向け: No

Indonesian字幕のプレビュー

最初の200行です。

SERIAL DOKUMENTER NETFLIX ORIGINAL

Kapan tamu, artis atau pembuat film datang ke kota, aktor,

kuminta mereka menggambar di buku ini. Jadi, kau juga.

Ini seperti pekerjaan yang berlangsung.

Bob Ross.

Ini seperti menonton Roy.

Jadi, terima kasih kau menerima kami di rumahmu.

Tentu saja. Aku suka memasak.

Saat mulai mengajar memasak

di video memasak kecil yang kubuat,

untuk DVDku,

banyak makanan di filmku.

Seperti Once Upon a Time di Mexico,

Johnny Depp membunuh orang karena masakan puerco pibil.

Jadi aku buat puerco pibil. Ternyata sulit sekali.

Harus ada daun pisang, biji annato.

Semua bahannya harus ada. Penggiling bumbu.

Tapi orang tetap membuatnya.

Sulit dipercaya, orang berhenti, dan bilang, "Aku masak itu."

Kubilang, "Itu sulit sekali."

Aku mulai buat resep lebih mudah, misal

taco sarapan Sin City dengan tortilla buatan sendiri,

migas, makanan-makanan sehari-hari.

Barbeku. Aku buat barbeku.

Dan orang-orang membuatnya. Seisi hidupku beri tahu orang di video

"Jangan buat satu atau dua hidangan

yang kau buat satu kali dan tak buat lagi karena sulit.

Pelajari makanan yang paling kau suka, makanan yang kau santap,

makanan yang selalu kau sukai, dan sempurnakan itu. Tiga itu saja."

Setuju. Itu juga pendekatanku di buku masakku.

Buat resep yang akan kau masak.

Yang akan kau masak dan mau kau masak.

Banyak analogiku di film ini tentang memasak.

Saat buat naskahnya, bagai menulis daftar belanja.

Saat syuting, kau harus ke toko dan beli bahan terbaik.

Tepung terbaik, daging terbaik dan lainnya.

Saat mengedit, itu saat kau di dapur.

- Ini terlalu banyak, itu kurang. Kacau. - Dia sama.

Sebab itu aku selalu berpikir mengedit itu paling memuaskan.

Saat itulah kau melihat semua dan bisa mencobanya.

Dia tadi bahas itu, lalu katanya, "Kau edit sendiri?"

Katanya, "Kenapa tak diedit sendiri?" Kenapa diedit orang lain?"

- Ibarat orang lain masak di dapurmu. - Lalu...

- Itu sebelum Chef. - Ya.

Aku mulai sebelum Chef, lalu aku dapat Avid.

- Kau mulai memotongnya. - Dan ada...

tugas kecil yang kulakukan. Pekerjaan sehari-hari.

Ada beberapa adegan di sana yang kupotong sendiri.

Acaranya bagus. Itu terobosan bagiku.

Aku jadi menonton dengan cara beda, secara kreatif.

Aku baru sadar aku melakukan banyak hal berbeda.

Katanya, "Kenapa kau skizofrenia?

Kau suka masak, tapi suka mengarahkan.

Kau suka buat lagu dan punya band.

- Kau sinematografer, dan kau editornya." - Ya.

Dan itu semua soal kreativitas.

Kita belajar lebih soal pekerjaan utama kita

jika lakukan upaya hal reatif lainnya. Jadi ada jalan lain.

Sebab itu kusuruh aktorku menggambar, kusuruh aktrisku melukis.

- Kuajari mereka melukis di area syuting. - Kami suruh kau buat monolog.

Kau memasak apa?

Ini piza.

Itu makanan favoritku.

Aku akan buat piza kembang kol karena saat ini aku tak makan tepung.

Tapi kau bisa buat kerak bunga kol yang enak sekali.

Akan kucampur dengan telur dan keju.

Kita panggang dua puluh menit.

Kita keluarkan. Akan kuhias, lalu kumasukkan ke oven beberapa menit

untuk melelehkan kejunya, lalu siap dimakan. Bagus sekali.

- Luar biasa. - Hampir selesai.

Kini kita memasak.

Aku suka bilang, "Bisa lukis?"

Dia senyum, berkata, "Ya. Aku bisa sedikit."

Ini dia. Selesai.

Mahakarya.

PIZA KEMBANG KOL

Aku akan buat kerak bunga kol. Bahannya hanya beberapa butir telur.

Kau akan lihat ini jadi kerak piza.

Jadi, ini hanya Parmesan.

Mozzarella.

Setengah sendok teh oregano.

Sedikit garam.

- Apa yang terakhir? - Kembang kol yang

- Beras? - aku cincang

lalu ditumis sebentar.

Dan secara ajaib berubah jadi piza.

Kembang kol jadi tepungnya?

Dan telur yang mengikatnya.

Beri bumbu agar lebih berasa.

Tapi aku tak mau rasanya menutupi keju dan tomat. Jadi sedikit saja.

Jadi ini yang kita buat kemarin?

Lihat itu.

Itu iga pendek Korea?

Iga pendek Korea dengan bumbu Korea.

Tapi diasap ala Texas. Jadi berantakan.

Di dapur Aaron.

Nyala apinya bagus. Kau mau ini dipanasi?

Kau juga punya adonan, 'kan?

Kalian ini.

Ya, ini kubuat dahulu, karena ini kubuat semalam.

Ini menyenangkan.

Ini cara melemparnya.

Ini agak dilempar.

Jangan digiling karena gelembungnya akan hilang.

Lihat, ia membesar saat dilempar.

Pegang ujungnya. Karena beratnya, ini pun membesar.

Ini jadi lebih besar.

Aku suka beri minyak zaitun.

Itu membuatnya kecokelatan. Sebagian orang tak pakai minyak zaitun.

- Aku juga suka. Aku suka rasa. - Rasa itu enak.

Aku tambahkan minyak zaitun lagi jika buat kerak.

Beri garam sampai ke pinggir.

Kami lalui satu pasangan terakhir kemari. Dia akan membuatmu bicara.

Tiba-tiba kau sudah makan tujuh piza.

Aku tahu ada sesuatu saat aku di Sin City.

Benicio Del Toro makan pizaku lalu dia harus kembali untuk ADR.

Direkam di rumahku. Dia kubuatkan piza.

Kau mau piza? "Ya."

Aku membuatkan untuknya satu, dua, tiga, empat...

Dia makan piza kelima, kubilang, "Belum ada yang makan seperti ini."

Karena dia pernah makan setahun lalu.

Katanya, "Buat terus, Bung. Aku sudah memimpikan piza ini."

Seolah dia menimbun untuk musim dingin.

Akan kuberi paprika kecil di sana.

Ini acar jalapeño favoritku.

Rasanya enak sekali.

Ini tidak super pedas.

Lalu ini barbeku Franklin.

Tak ada piza lain di kota ini yang buat ini.

Di sini orang yang mencatat resep meletakkan penanya.

"Aku harus antre untuk itu."

Tapi sebenarnya enak.

- Ya. Tidak, itu. - Rasakan di atas piza.

- Cukup? - Ya. Hanya untuk beri rasa sedikit.

Panggang.

Ini sedikit kursus cara melempar piza.

Mana roda latihanku? Ini dia.

Aku baru buat hari ini. Ini bobotnya sama.

Jadi, yang harus kau lakukan adalah dorong ke atas

saat mendorong, putar tanganmu sedikit.

Seperti ini.

Lihat putarannya? Dengan memutar sedikit, adonan ke atas dan langsung turun.

- Bagus. - Itu dia.

Yang kulakukan adalah beri tepung sedikit agar tak menempel di tangan.

Seperti itu.

Teruskan, sampai terbentuk pizanya.

Semoga rasanya lebih enak dari handuk.

Ya.

- Ambil ini. - Baunya enak!

Beri minyak zaitun di pinggirnya, beri garam.

Astaga. Kini aku mau ini dengan kembang kol.

Aku mengerti kenapa dia makan lima.

- Kita akan makan kimchi iga. - Kau mau beri kimchi di pizanya?

Ya. Kenapa tidak?

Berikan sedikit saja.

Panggang.

Cepat sekali matangnya.

Cantik.

Luar biasa.

Dagingnya mendesis.

Masukkan saja sekitar 30 detik.

Baiklah.

Ini dia, piza kembang kol.

Akan kupotong alas kue ini

agar tidak terbakar.

Ayo kita keluarkan. Sepertinya enak.

- Aku suka itu. Lihat. - Terlihat begitu segar.

Bagiku iItu mirip piza.

Ini akan terasa seperti piza. Itu membuatmu takut.

Dan keelastisannya.

Lihat ini. Ini seperti kerak.

Hebat sekali telur bisa hasilkan ini.

Ini karena telur, bukan kejunya. Telur menyatukan semuanya.

Kami menyebutnya latke.

Terima kasih.

- Ini enak. - Gila, 'kan?

Bagaimana telur menyatukannya?

- Aku tidak mengerti. - Hebat.

Tak seperti makan sayur.

Ya, itu benar.

Di program diet yang kujalani, aku boleh makan piza.

Bahkan, makin banyak kejunya, makin enak.

Aku masak karena ayah jual perkakas masak saat aku kecil.

Kami bersepuluh. Jadi kami selalu masak sendiri.

Benar. Wajan...

Ada juga wajan. Yang dijual adalah perkakas masak lima jaminan seumur hidup.

Dia jual sendiri.

Jadi, aku punya kacang dan nasi,

fajita, pico de gallo, guacamole, tepung tortilla buatan sendiri.

Aku tak tahu orang lain tak makan itu sampai kuliah, kukira...

Teman sekamarku hanya makan

Top Ramen yang dibeli di toko, dalam kemasan cangkir?

Bagaimana film awalnya dibuat?

Hampir sama. Aku selalu membuat film di pekaranganku bersama saudaraku.

Ayah punya presentasi penjualan

untuk memutar kaset presentasi...

Jadi dia punya beberapa VCR pertama yang muncul di akhir 1970-an.

- Untuk perkakas masaknya? - Ya.

Kubawa pulang karena tahu aku bisa mengeditnya,

dan kameranya terpasang di situ. Dihubungkan dengan kabel.

More Indonesian subtitles for The Chef Show

コメント

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left