The IT Crowd

The IT Crowd

Indonesian 字幕をダウンロード

シーズン 3

リリース情報

The IT Crowd S03E05 Retail
解説: Retailer
http://gdmovies.me/

タグ

other
公開日: 2018-05-06
ダウンロード: 57
聴覚障害者向け: No

Indonesian字幕のプレビュー

最初の200行です。

Apa itu Friendface?

Friendface adalah laman baru hebat untuk bertemu orang.

Bagaimana cara kerjanya?

Friendface memakai prinsip yang sama

seperti flu atau wabah mengerikan,

tapi bukan kuman menjijikkan yang disebar Friendface,

melainkan pertemanan.

Setiap laman Friendface bagai cawan petri

yang berisi kuman pertemanan.

Bila wajahmu masuk ke cawan,

kau bisa mendapat jutaan orang melekat di wajahmu!

Benar, intinya ini adalah wajah pertemanan berpenyakit!

Mendaftarlah di Friendface

dengan memberi kami semua data pribadimu,

dan kami akan berikan laman tempatmu bertemu teman baru,

bertemu teman lama, dan mungkin menemukan orang yang istimewa.

Jangan bayangkan kuman lagi, analogi itu sudah berlalu.

Kini hanya cinta dan pertemanan, dan semuanya akan beres.

Kami memiliki semua yang kau taruh di Friendface.

Semua tertulis dalam syarat dan perjanjian.

Tapi jangan khawatir,

kami takkan memakainya untuk hal buruk, kami janji.

Bayangkan saja cinta dan pertemanan,

dan semuanya akan beres.

Friendface.

"The It Crowd"

"Friendface"

Tolong kalian jangan pakai alamat surelku lagi.

Aku punya yang baru.

"Jennywenny@Friendface?"

Kau mendaftar di Friendface, ya?

Ya, benar. Kenapa tidak? Ini hebat.

Aku bergabung semalam dan sudah mendapat 30 teman.

Ya, mari bergabung dengan Friendface dan menjadi bagian dari kawanan!

- Kurasa tidak. - Kenapa? Mereka hebat!

Kita bisa bertemu teman lama dan menggoda banyak orang.

Aku punya kegiatan lebih baik daripada bicara pada teman

dan menggoda orang, terima kasih.

Kau bisa main Scrabble daring di situ.

Ini hanya cara lain menyodorkan iklan di wajahmu, Jen.

Jangan lakukan, kau akan menyesal.

Mungkin cara bagus untuk bertemu wanita.

Semua gadis di lantai tujuh ada di sana.

- Aku masuk! - Apa?

- Aku sudah bergabung. - Cepat sekali!

Karena ucapanmu tentang Scrabble. Aku sedang bermain.

- Aku masuk! - Apa?

- Aku sudah bergabung! - Bagaimana dengan iklannya?

Iklan tak berpengaruh padaku, Jen. Kuabaikan saja.

Jadi, para gadis di lantai tujuh, Kimberley, dia juga pakai ini?

Hebat, lihat! Ada permainan hebat ini di lamannya.

Kau harus melempar kaleng soda ke mulut raksasa.

Hebat. Aku haus sekali.

Dengar, kita perlu bicara...

Sebentar.

Jen, kau bisa mengubah pengaturan di Friendface

agar tak ada bunyi mengganggu itu setiap kali menerima pesan.

Pesan masuk!

Maaf, itu aku.

Aku harus katakan tentang... Sebentar.

Jen, buka jendela obrol dan kita bisa bicara di situ.

Bagaimana caranya?

Tekan gelembung bicara di sudut kiri.

- Ya. - Ya.

Ya.

Ya, tapi jangan lupa...

- Kau seperti apa? - Kalau boleh menyela.

- Moss! - Kocak sekali!

- Ucapan khas Moss. - Ya.

Aku suka ini.

Aku merasa sangat bersosialisasi.

Jen, aku pulang dulu. Hampir pukul 18.30.

Aku sedang menjawab semua pesan Friendface-ku.

Menumpuk selama kita mengobrol tadi.

Banyak orang yang tak kupedulikan kembali menghubungi. Hebat!

Ada lagi, dan aku mulai ikut permainan daring,

yang mengasah otak.

Kini aku mengisi formulir tentang betapa aku menyukai Cuke.

- Kau sudah coba? - Cuke? Ya! Aku suka Cuke.

Surga dalam kaleng.

Aku pergi dulu, ya?

Jen, jangan terlalu terobsesi.

Tidak akan. Sampai jumpa, Moss.

"Pukul 21.15"

"Pukul 22.34"

Ada yang menambahku sebagai teman.

Kami dulu satu sekolah. Apa kabarnya, ya?

Kurang baik. Bagus.

"Pukul 23.59"

"Pukul 01.10"

"Pukul 02.15"

"Pukul 03.31"

"Pukul 04.07"

"Kau Kalah"

Pesan masuk!

Ya ampun!

Maksudku, ya ampun?

Astaga.

Maaf, aku mencoba untuk tidur.

Wanita ini yang pernah berkencan denganku, mau bertemu lagi.

Kukira sudah kusingkirkan, tapi tidak,

dia menemukanku di Friendface.

Kini aku harus sesiangan ini

mencoba membuat kebohongan untuk menyingkirkannya lagi.

Menurutku itu jahat sekali.

Bila itu aku, aku ingin tahu kebenarannya.

Apa, bahwa riasanmu terlalu tebal?

Aku tak begitu!

Ucapanmu mengerikan! Kurang ajar!

Bukan kau, Jen, tapi gadis ini.

- Begitu? - Sangat.

- Kau tidur dengannya? - Tidak.

Bukan salahku!

Aku mabuk berat untuk mencoba agar malam itu cepat berlalu,

lalu pada akhirnya, riasannya mulai tampak bagus bagiku.

Yang benar saja!

Aku tak bangga, Jen. Tak akan masuk resume-ku.

Tapi setiap pria punya cerita seperti ini.

Ini bukan cerita pertama yang kau ceritakan padaku.

Setiap pria punya beberapa cerita seperti ini.

Tidak, aku mulai ingat semuanya.

Dia selalu pakai berlebihan.

Kenapa wanita tak punya keyakinan

bahwa kurang adalah lebih?

Lalu saat dia menangis, semua luntur di wajahnya.

Seperti putus dengan Joker.

Tunggu, dia sesedih itu sampai menangis?

Apa? Tidak.

Kedengarannya kau sungguh menyakiti perasaan gadis itu.

Minimal kau bisa katakan kebenarannya.

- Jadilah pria sejati. - Jangan...

Aku pria sejati. Aku akan memberitahunya.

- Aku akan kirim surel padanya. - Tidak.

- Kau harus katakan langsung. - Tidak akan.

Ini wanita muda yang rapuh.

Bagaimana bila reaksinya buruk?

Makanya kulakukan lewat surel.

Tidak, kau harus jujur padanya dan secara langsung.

Haruskah?

Ibuku memakai Friendface!

Aku punya jalur komunikasi lain dengan ibuku!

- Bukankah itu bagus? - Tidak bagus.

Dia memasang suasana hati saat ini sebagai "sensual".

Kenapa tak ditolak saja sebagai teman?

Apa kau ini binatang?

Aku tak bisa menolak permintaan teman dari ibuku.

Pesan untukku.

Aku sedang makan apelku, Bu!

Dia membawakanku apel tadi pagi dan itu menjadi topik hari ini.

Aku harus pergi, makan siang bersama teman sekolah lama.

Hebat sekali bagaimana Friendface mempertemukan orang.

Pengasuh mengejar dan anjingnya lari,

semua anak menjerit-jerit, kacau-balau,

dan aku lari keluar rumah untuk rapat dengan pemegang saham.

- Hidupku bagai mimpi buruk. - Ya.

Ya, hidupku juga.

Bagaimana kabar yang lainnya?

Elaine menjadi kepala pemasaran

- di Dennis Publishing. - Ya.

Dia menikahi penyunting Esquire.

- Benarkah? - Veronica menjadi A&R di Arista.

- Ya. - Kisah besar memalukannya

adalah dia melewatkan Arctic Monkeys.

Bodoh.

Jilly seorang arsitek, mendesain sayap baru di Tate.

Jilly Spencer?

Dahulu dia memakan kayu mejanya.

Aku selalu menganggapnya lamban.

- Tidak, dia genius. - Astaga.

- Semuanya sudah hebat. - Ya.

Bagaimana denganmu, Jen?

Apa pekerjaanmu?

- Apa pekerjaanku? - Ya.

Astaga, semoga itu bukan pertanyaan kasar.

Tidak.

Akan buruk bila aku menyebut semua teman-teman sukses kita

dan kau terjebak dalam pekerjaan teramat buruk yang kau benci.

Ya, itu akan parah sekali. Tidak!

Tidak, aku kepala bagian TI di Reynholm Industries.

Aku tak tahu kau tertarik pada komputer.

"Tertarik" bukan kata yang tepat.

Maaf.

Hai, Sayang.

Kau tak perlu menelepon hanya untuk bilang itu.

Tak bisa, aku di depan umum.

Hentikan!

Ya, tentu saja aku pakai.

Tolong minta satu lagi.

- Hai, Roy. - Hai.

Roy.

Apa kau punya...

...teman yang menarik dan bertampang sukses?

Tidak!

Sama sekali?

Tidak.

Astaga. Mungkin kau bisa membantuku.

Sungguh menyanjung.

- Apa kau mabuk? - Sedikit.

Bisakah kau ikut aku ke reuni sekolah

dan pura-pura kau adalah suamiku?

More Indonesian subtitles for The IT Crowd

コメント

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left