最初の163行です。
'CHINNA CHINNA AASAI'
Halo, Master ji.
Halo! Halo!
Ayo. Biar kubawa kau berkeliling.
Jangan sekarang.
Ya.
Dalam sepuluh menit. Aku akan ke sana. Aku sudah sampai di Prabhu Ghat.
Apa kau tidak di dekat hotel? Aku akan ke sana.
Apa kau sudah selesai hari ini?
Belum.
Satu putaran lagi belum selesai.
Mau minum teh?
Tentu. Ayo.
Dua cangkir teh.
Jadi apa kabar, Master ji?
Baik. Bagaimana denganmu?
Di sini juga baik.
Ini tehmu.
Dan ini milikmu.
Oh, aku lupa memberitahumu.
Wanita yang duduk di sana itu menangis sejak tadi.
Aku bertanya padanya tapi dia tidak menjawab.
Kurasa dia dari daerah asalmu.
Tolong periksa keadaannya.
Tolong tanya dia sekali saja.
Halo? Apa yang terjadi?
Apa kau orang Tamil?
Apa yang terjadi?
Oh tidak...
Orang-orang yang bepergian di perahumu,
apa mereka orang Tamil?
Tidak.
Begitu ya.
Ada seorang wanita di Ghat sini.
Dia terpisah dari rombongannya.
Oh, benarkah?
Akan kuberitahu jika ada info soal rombongannya.
Baiklah. Paham.
Baik, Master ji.
Pencurian tas dan ponsel sering terjadi di sini.
Percuma saja melapor.
Apa kau tidak tahu nomor ponselmu sendiri?
Nomor ponsel anggota keluargamu?
Mungkin alamat atau nomor ponsel hotel tempatmu menginap?
Kita harus lebih berhati-hati, kan?
Master ji,
ada kuil di dekat sini.
Banyak orang Tamil mengunjungi kuil itu.
Mungkin coba periksa di sana?
Dia tadi bilang untuk memeriksa di kuil terdekat.
Apa yang terjadi, Nyonya?
Tehnya tidak enak?
Ini kota Dewa Bholenath.
Seseorang tersesat di sini setiap hari.
Benar kan, Master ji?
Minumlah tehmu.
Tidak ada rombongan wisata yang ke sini hari ini, katanya.
Jangan khawatir. Mari cari mereka.
Maksudku, coba cari mereka.
-Kami lapar. Tolong bantu kami. -Pergi sana. Pergi.
Tolong beri kami makanan. Kami lapar.
Tiga cangkir teh.
Aku akan mengambil satu bungkus biskuit.
Biskuit juga?
Untukku?
Ambil satu lagi.
Apa kau sudah makan?
Bisa aku percaya padamu?
Bisa aku percaya padamu?
Apa yang terjadi? Kau belum pergi?
Ada restoran Kishen Bhai di dekat sini.
Mereka menyajikan sarapan khas India selatan yang enak.
Apa kau dari Madras?
Semua orang India selatan disebut 'Madras' di sini.
Nah, di mana kampung halamanmu?
Dekat Tanjavur.
Begitu! Kampung halaman Nagavally!
Boneka Tanjavur!
Aku punya satu di rumah.
Aku membelinya saat berkunjung ke Tanjavur tahun 1982.
Tempat yang memukau.
Geser ke sini.
Kapan kau sampai di Varanasi?
Pagi tadi.
Tahu di mana arah hotelmu?
Atau seberapa jauh dari sini?
Tidak tahu.
Ada kuil di dekat hotel itu.
Bagaimana kau bisa terpisah dari rombongan turmu?
Sudahlah. Ayo.
Ayo silakan. Ini tempatnya.
Halo, Master!
Halo, ji!
-Apa kabar? -Baik.
Kau datang dengan istrimu hari ini?
-Oh tidak! Dia bukan istriku. -Bukan istrimu?
Tidak apa-apa. Silakan masuk.
Silakan masuk.
Silakan duduk.
Nak, ambil pesanan mereka.
Jangan salah paham. Aku ke sini hanya dengan putriku.
Makanya dia bertanya begitu.
Kau mau makan apa?
Masala Dosa tidak apa-apa?
Masala Dosa, dan dua cangkir teh. Teh Masala.
Jika kau tahu tempat-tempat yang ingin kau kunjungi,
kita bisa pergi ke sana dan mencari mereka.
Aku sedikit mengerti bahasa Malayalam.
Itu membuatnya lebih mudah.
Kalau begitu biar kutanya.
Apa kau ingat kapan kereta kepulanganmu?
Kereta besok pagi.
Mudah kalau begitu. Kita bisa menemukan mereka dengan mudah.
Maksudku, jika kita tidak bisa menemukan mereka setelah mencari di sini.
Ini tehmu.
Siapa namamu?
Leela.
Leela? Teh spesial untukmu.
Teh Varanasi itu yang terbaik.
Aku minum minimal lima cangkir setiap hari.
Aku tidak minum teh.
Apa masalahnya jika lima jadi enam?
Siapa saja keluargamu sekarang?
Sudah satu setengah tahun sejak dia meninggal.
Anak-anak?
Aku punya seorang putra.
Apa pekerjaannya?
Ada kantor asosiasi Tamil di dekat sini.
Mari ke sana dan beri tahu mereka.
Ada kemungkinan rombonganmu akan ke sana dan menanyakanmu.
Habiskan makananmu.
Ada hubungan erat antara Tamil Nadu dan Varanasi.
Apa kau tahu itu?
Kurasa itu terjadi pada abad ke-15...
Parakrama Pandyan, raja Madurai
ingin membangun kuil Siwa yang megah di sana...
Bisakah kita segera pergi dari sini?
Boleh kita pergi?
Kita membuang waktu jika terus bicara. Makanlah makananmu.
Aku sudah memberi tahu mereka.
Mereka belum menerima pertanyaan apa pun.
Mari kita lihat bagaimana selanjutnya.
Jika kau lelah, mau duduk di kantor mereka?
Ada kemungkinan rombonganmu datang ke sana mencarimu.
Upacara Ganga Aarti diadakan di sini malam hari.
Mereka pasti akan datang ke sini untuk melihatnya.
Kita bisa mencari mereka di sana.
Memang agak sulit.
Tapi lebih baik daripada mencari tanpa tahu di mana mereka.
Ini orangnya.
Halo.
Apa kau keberatan jika dia menunggu di sini?
Selama yang dia mau!
Aku tidak menggendongnya, kan? Bumi yang akan menopang beratnya.
Silakan duduk dengan terhormat!
Aku akan pergi mencari mereka.
Duduklah. Tolong jangan pergi ke mana-mana.
Silakan duduk, Nyonya.
Tanjavur?
Leela.
Ayahmu...
Memberimu nama yang bagus, kan?
Kenapa wajahmu terlihat begitu suram?
No comments yet. Be the first to leave one.