最初の200行です。
"Kim So Hyun"
"Hwang Min Hyun"
"Yun Ji On"
"Seo Ji Hun"
"Lee Si Woo"
"My Lovely Liar"
"Semua orang, organisasi, lokasi, dan kejadian"
"Dalam drama ini hanyalah fiksi"
"Para wali aktor cilik hadir saat syuting"
Sial.
"'Darah Wanita Hilang Ditemukan di Kemeja Tersangka Kim'"
"'Pasangan Terlihat Berkelahi di Bar pada Hari Menghilang'"
"'Pasangan Terlihat Berkelahi di Bar pada Hari Menghilang'"
"Choi Eom Ji dan Kim sudah lama berpacaran sejak SMA"
Setiap kali kami bertengkar, dia terus bilang ingin putus.
Jadi, aku melakukannya karena terbawa suasana.
Aku hanya akan mengancamnya. Namun, dia...
Kamu menikamnya tiga kali hanya untuk mengancamnya?
Dia bersamanya sampai akhir hayat, dan mereka bertengkar hebat.
Selain itu, darahnya ditemukan di pakaiannya.
Di mana dia sekarang? Biarkan aku bicara langsung dengannya.
Korban ada di ICU sekarang.
Bawa dia kemari.
Aku tidak akan bicara sampai dia tiba di sini.
Bawa dia kemari.
Astaga, nyaman sekali. - Hei, berdiri.
Bawa dia kemari. - Berdiri sekarang juga!
Kalau begitu, bawa dia kemari.
Aku tidak akan bicara sampai dia tiba di sini.
Aku akan berbaring di sini.
Hei!
"Tim Unit Kejahatan Berat 1"
"Tolong hubungi aku begitu kamu membaca pesan ini"
"Sol Hee"
Apa yang kamu lakukan dengan Eom Ji?
Di mana Eom Ji?
Tolong beri tahu aku!
Eom Ho.
Aku tidak menyakiti Eom Ji.
Aku harus minta maaf atas banyak hal yang kulakukan kepadanya.
Namun, aku tidak membunuhnya.
Aku tidak membunuhnya.
Maksudmu dia bunuh diri lagi?
Aku muak mendengarnya. Kenapa dia bunuh diri?
Karena aku impiannya.
Namun, aku memberitahunya
bahwa kami harus putus.
Kenapa kamu putus dengannya? - Hei.
Apa? Kamu berusaha naik jabatan setelah membebaskannya?
Kami turut berduka karena adikmu belum ditemukan.
Ya, kamu detektif dari Hakcheon itu.
Kamu membawa polisi?
Aku harus membawa kalian ke kantor polisi.
Tidak.
Itu tidak perlu.
Hei, Choi Eom Ho!
Sial.
Ayo! - Lepaskan. Apa yang kamu lakukan?
Lepaskan aku!
Pisaunya...
Dia membawa itu karena aku.
Dia tidak akan menusuk orang lain, jadi, jangan khawatir.
Menurutmu itu tidak apa-apa? Karena kamu tidak keberatan?
Begitu dia mulai membawa pisau,
kamu tidak bisa menghentikanku menuntutnya.
Ada apa?
Kamu takut orang-orang akan tahu siapa kamu?
Pak Kim Seung Ju.
Aku pergi ke gedungmu karena mengkhawatirkan Sol Hee.
Aku melihatmu pergi terburu-buru, jadi, aku mengikutimu.
Apa Sol Hee tahu bahwa kamu Kim Seung Ju?
Ya.
Namun, dia masih memacarimu?
Karena dia tidak percaya aku melakukannya.
Bagaimanapun,
terima kasih atas bantuanmu.
Tidak perlu berterima kasih.
Jika sesuatu terjadi padanya,
tidak akan kubiarkan Choi Eom Ho membunuhmu. Aku yang akan bunuh.
Kamu masih menyukainya?
Sol Hee
telah melalui banyak hal.
Dia hanya butuh kebahagiaan dalam hidupnya.
Jadi, kamu tidak boleh menjadi pembunuh
atau dibunuh seseorang.
Pastikan untuk menutupi luka di wajahmu juga.
Jangan sampai dia tahu.
Aku tidak bisa menyembunyikan apa pun darinya.
Tidak dari Sol Hee.
Apa ini tentang bagaimana dia bisa mendengar kebohongan orang?
Kamu pasti tidak memercayainya.
Aku mengerti maksudmu,
tapi aku akan membahagiakannya dengan caraku sendiri.
Jangan khawatir.
Pergilah!
Karena aku impiannya.
Berhasil!
Kamu menyembunyikan ini di lemari pembeku? Astaga, itu pintar.
Ayah, jangan! Jangan itu!
Lepaskan ayah!
Dasar kamu...
Sudah kubilang jangan sentuh dia.
Lihat berandal kurang ajar ini.
Ini ayahmu. Di mana sopan santunmu?
Apa? Kamu akan memukul ayah?
Silakan. Lakukanlah.
Dasar gila.
Tidak!
Tidak!
Kamu tidak bisa menangkapnya. Lupakan saja.
Aku menabung semua uangku di rekening bank itu!
Dia akan kembali besok dan lusa.
Si berengsek itu bahkan akan datang ke tempat kerjamu.
Kenapa kamu menabung?
Untuk kuliah.
Kuliah?
Kamu mau kuliah?
Aku juga ingin punya impian.
Aku merasa sangat kecil di depan Seung Ju.
Kenapa kamu butuh impian?
Seung Ju adalah impianmu.
Orang paling pasti yang bisa mengeluarkanmu dari sini
hanya Seung Ju. Kamu mengerti?
Do Ha.
Kamu baik-baik saja? - Ya.
Bagaimana denganmu? Kamu baik-baik saja?
Aku baik-baik saja.
Syukurlah.
Di mana dan bagaimana kamu bertemu pria itu?
Entahlah.
Dia tiba-tiba muncul di tempat parkir apartemenku.
Aku ketakutan.
Kamu sendirian sekarang? Bagaimana dengan manajermu?
Aku tidak memberi tahu siapa pun.
Aku tidak ingin menyulitkanmu.
Kamu seharusnya bilang.
Minta dia memberimu lebih banyak pengawal.
Maafkan aku. Ini semua karena aku.
Tidak.
Aku baik-baik saja setelah mendengar suaramu.
Aku menyadari sesuatu hari ini.
Aku lebih suka kamu hidup dengan wanita lain
daripada tidak memilikimu di dunia ini.
Itu 100... Tidak, itu 1.000 kali lebih baik.
Maafkan aku. Tolong jangan mati.
Pastikan untuk mengunci pintu.
Selalu berhati-hatilah.
Sampai jumpa.
Jaga dirimu, Do Ha.
Hei.
Tidurmu nyenyak? - Ya.
Aku memesan roti lapis dan membelikanmu juga.
Ini.
Namun, kenapa kamu tiba-tiba memakai maskermu lagi?
Ini tampak enak. Terima kasih.
Kamu terkena flu?
Astaga, sudah kuduga. Di perkemahan dingin.
Ini bukan flu.
Terima kasih atas makanannya.
Tunggu. Aku ingin bertemu denganmu.
Roti lapis itu hanya alasan.
Aku kemari karena ingin bertemu denganmu.
Aku ingin melihat wajahmu.
Ada apa dengan wajahmu?
Apa yang kamu pikirkan? Kenapa kamu pergi menemuinya?
Kamu beruntung itu tidak parah.
Eom Ho bahkan menemui Syaon.
Kupikir akan lebih baik jika bertemu langsung dengannya.
Ada sesuatu yang ingin kukatakan kepadanya juga.
Lihat perbuatannya pada wajahmu.
Aku ragu dia memberimu kesempatan bicara.
Seharusnya kamu menelepon polisi.
Aku tidak menelepon polisi,
tapi seorang polisi datang.
Apa?
Maksudmu Kang Min?
Dia tahu aku Kim Seung Ju.
Dia datang ke gedung kita karena mencemaskanmu.
Lalu dia mengikutiku.
Dia membantuku.
Itu sebabnya dia ingin aku meneleponnya.
Kamu menangkap pria itu?
Tidak. Aku menyuruhnya melepaskan Eom Ho.
Kenapa?
Kurasa aku berhasil membujuknya.
Aku ragu
dia akan
kembali lagi.
Jangan khawatir.
Mari ambil dua kartu dahulu.
Halo.
Hei, kemarilah.
Ada apa?
Bukankah katamu jurusanmu manajemen keamanan?
Ya.
Kamu kenal seseorang yang tertarik menjadi pengawal?
Tentu saja. Aku punya daftar panjang yang bisa kupikirkan.
Namun, siapa yang butuh perlindungan?
Tetangga sebelah.
Tetangga sebelah?
No comments yet. Be the first to leave one.