最初の200行です。
Kami punya berita terkini.
Polisi dan kendaraan penyelamat menuju rumah sakit lokal
dan menemukan banyak jasad yang tewas
dalam insiden penembakan besar.
Setidaknya 25 orang tewas dilaporkan pagi ini
setelah penembakan yang belum pernah terjadi menyadarkan warga lokal.
Sejauh ini, tidak ada petunjuk.
Sebagian besar jasad belum diidentifikasi.
Investigasi skala penuh oleh FBI sedang berlangsung.
Menurut satu sumber yang belum dikonfirmasi,
salah satu yang terbunuh dalam pembunuhan ini adalah Demitri Petrovic,
kepala salah satu geng Serbia yang paling ditakuti.
Sekali lagi, ini belum dikonfirmasi.
Ini disebut "Pembantaian Rumah Sakit" saat lebih banyak detail muncul.
Aku bicara dengan petugas patroli di TKP,
dia bilang, dan aku mengutip, "Aku tak pernah lihat yang seperti ini."
Sumber mendengar rumor
bahwa FBI mencari pembunuh hantu
yang mendapat bantuan dari pegawai wanita.
Saat ini, tidak ada saksi.
Namun, polisi meminta warga yang melihat apa pun
atau punya informasi tentang wanita itu untuk melapor.
Jika ini memang geng Serbia,
ketahuilah bahwa sebagian besar anggota organisasi ini
adalah mantan tentara bayaran Yugoslavia yang terlatih militer.
Dikatakan bahwa pemimpinnya, Demitri,
berada di Amerika di bawah izin diplomatik
dan keluarganya marah dengan pemerintah Amerika Serikat
serta menuntut jawaban.
Telah dikonfirmasi oleh rekaman CCTV
bahwa seorang wanita yang berpakaian sebagai perawat terlibat.
Lebih banyak rekaman sedang dianalisis.
Kami punya tangkapan layar eksklusif
dari pria yang buron dalam pembantaian ini.
Kami diberi tahu bahwa Phillip
adalah mantan agen CIA yang membelot
dan agensi memutuskan semua hubungan dengannya
serta menyangkal bahwa dia dalam tugas yang disetujui
saat pembantaian ini terjadi.
TUJUH TAHUN KEMUDIAN
MOLA DI BARI, ITALIA SELATAN
Tiba di lokasi dalam lima menit.
Kirim ke Semua Orang, Terkirim
Hei.
Maaf.
Kau terlambat.
Bagaimana latihanmu? Lancar?
Aku terlalu memaksa hari ini.
Kopimu dingin.
Aku akan kembali. Senang bisa bertemu.
Itu dia.
- Dengan gula? - Satu.
Aku akan kembali.
Terima kasih.
- Air? - Ya.
Aku tak bisa membidik dengan jelas dari atas sini.
Aku suka tempat ini.
Ini indah.
Tapi aku harus bilang sesuatu.
Kurasa kita harus menunggu sebelum membeli apartemen.
Ada banyak apartemen indah yang belum kita lihat.
Kita baru sampai.
Kita harus melihat-lihat tempat ini lagi. Mempelajari orang-orangnya.
Aku mengerti.
Ada yang salah, kau tahu?
Kurir itu,
di seberang jalan?
Jangan lihat.
Dia melacak kita.
Pelari itu bau rokok, seperti kotoran.
Kau serius?
Aku harus ke toilet.
Baiklah.
Tapi bersiaplah untuk apa pun. Aku serius, ya?
Apa pun.
Hei, kau punya rokok?
Apa?
Rokok?
Tidak.
- Ayo. Lewat sini. - Apa kau…
Ayo. Lewat sini.
Ayo!
Di belakang. Apa?
Di mana mereka?
Kau membunuh mereka?
Kau membunuh mereka, Berengsek?
Kau melihat…
- Kembali ke apartemen. - Baiklah.
- Kau tetap di sini. - Sendirian?
Lindungi aku.
Jika ada yang datang, hubungi aku.
- Tidak! - Ya.
Hentikan. Tenang.
Baiklah. Tunggu, kumohon.
Vanessa, kumohon. Vanessa…
Berhenti…
Berhenti.
- Berhenti. - Baik.
Pergilah ke rumahnya.
Aku punya ide.
Hei.
- Apa? - Ponsel.
Pergi dari sini.
Baiklah.
Dari mana kau mendapatkan ini?
- Dari mana? - Enyahlah.
Ya.
Apa itu suara tembakan?
Akan kujelaskan nanti, ya?
Sial.
Sial. Kau baik-baik saja?
Apa sudah berakhir?
Kau sudah mengurus semuanya?
- Ayo. - Baiklah.
Aku membunuh seseorang.
Vanessa, itu sebabnya kau masih hidup.
Tidak! Ini tidak baik-baik saja!
Kau menyelamatkan hidupku.
Kau tidak punya pilihan.
Tidak apa-apa.
Kau tahu?
Kau benar.
Apa yang terjadi di sana?
Salah satu pria itu memiliki ini.
Bagaimana bisa?
Katamu kau sudah dihapus dari internet.
CIA, FBI, bahkan Interpol tak punya satu pun fotomu.
Siapa yang memberi tahu mereka keberadaanmu?
Itu yang harus kita cari tahu.
Kau bilang sudah pensiun.
Memang.
Saat kita terhubung kembali,
kau berjanji sudah selesai dengan semua ini
dan kita bisa menjadi keluarga.
Bahwa kita bisa pindah ke tempat yang bagus juga tenang
dan melakukan semua hal yang kita lewatkan saat kau menjadi mata-mata.
Vanessa…
Aku memang sudah pensiun, tapi lebih dari itu.
Jika kau tahu soal itu, kau dan aku pasti sudah mati sekarang.
Bagaimana mereka menemukan kita?
Aku tak tahu.
Tapi kita harus mencari tahu.
Vanessa…
Peluk aku.
Aku sangat bangga padamu.
Aku sangat bangga padamu.
Jangan bohong.
Aku tahu ini takkan mudah. Ini belum selesai.
Tapi kita lakukan ini bersama, ya?
Istirahatlah.
Kita harus bangun sangat pagi.
Pagi-pagi sekali.
Aku akan mandi, bercukur bersih.
- Istirahatlah. - Ya.
Kau butuh itu.
Ya. Aku baik-baik saja.
Latihanmu terbayar hari ini.
Kau bisa mengendalikan ketakutanmu.
Kita mau ke mana?
Rumah.
Rumahmu?
Rumah kita.
Ini dia.
Kita sudah sampai. Itu desanya.
Kapan kali terakhir kau ke sini?
Tidak berubah, tapi sudah lama sekali.
Ini indah.
Phillip.
Phillip!
Temanku.
Phillip. Kau belum berubah.
- Vanessa. - Vanessa.
Dia sangat cantik.
Dia masih bayi kali terakhir.
- Vanessa! Biarkan aku memelukmu. - Aku merindukanmu.
Vanessa.
Ayo masuk. Ayo.
Govel, kuharap kami menemuimu dalam situasi yang lebih baik.
Kita semua berharap begitu. Ayo.
Mau kopi?
Kau mau sedikit rakia?
Terima kasih.
- Terima kasih, Sayang. - Ya, Paman.
- Phillip. - Kopi?
Apa yang terjadi di Amerika?
Aku harus membalas dendam.
Lalu?
Itu sudah diselesaikan.
Tapi tidak sepenuhnya, atau kau takkan berada di sini.
Itu…
Dengar, Phillip.
Kau mengenal kami.
Kami komunitas kecil.
Kami hanya di sini.
Di sini sangat tenang.
Selalu tenang.
Lalu…
dua hari lalu…
Ayo.
Pergilah ke sana.
No comments yet. Be the first to leave one.