처음 200줄입니다.
apa gerangan yang bisa sinari hati yang kosong?
kara no kokoro wo terasu mono wa nani?
cahaya kan terus berteriak sampai tak tampak lagi
sakebi tsuzukeru hikari todoku made
jatuh melalui celah-celah menuju kegelapan
Falling through the cracks kurayami he ochiteku
ZainuddinAri
mempersembahkan
ZainuddinAri
mempersembahkan
takkan pernah kulepaskan tanganku darimu
anata no sono te wo zettai hanasanai
ceritakan kisah hidupmu karena kita masih setengah jalan
Tell me the story of your life mada michi no tochuu
ku takkan pernah menyerah 'tuk dapatkanmu
anata wo watashi ha zettai akiramenai
dorongan yang tak terkendali, kehidupan adalah wujud cinta
osaerarenai shoudou nanigenai hibi ha aijyou
ke mana pun angin yang sama berembus, selalu terdengar suaramu
natsukashii kaze ni furimukeba itsudemo anata no koe ga suru yo
meski diam terlalu lama ambil langkah, lebih baik daripada melarikan diri
Underdog ha Wander around mawari michi shitemo nigeru yori mashi yo
bila kau tak percaya pada dirimu, lalu siapa yang kan percaya padamu?
jibun de jibun wo shinjirare nakucha dare wo shinjiru no?
ulurkan tanganmu menggapai cahaya
hikari ni sono te kazase
bersinar melalui awan menuju kegelapan
Shining through the clouds kurayami he ochiteku
takkan pernah kulepaskan tanganku darimu
anata no sono te wo zettai hanasanai
katakan padaku mengenai impian abadimu
Tell me what is on your mind hateshinai yume wo
kita kan menggapainya dan jangan menyerah
oikake bokura ha zettai akiramenai
menghadapai dunia tanpa jawaban kita seperti kalah, tapi
kotae no nai jinsei ni kujike sou ni naru kedo
Jangan menyerah! Teruskan! Balikkan arahnya!
Don’t give it up! Keep it up! Turn it upside down!
hati kita tetap terhubung walaupun terpisah jauh
kokoro ha tsunagatteru yo tatoe tooku hanaretemo
karena itulah kita harus tetap hidup
tomo ni tomo ni ikiteyukou
Masalah Utama
Jadi, kubilang pada teman-temanku
kalau mereka itu beruntung punya banyak waktu luang.
Sudah sebulan aku berada di sini.
Bukankah sudah saatnya bagiku untuk urus sebuah tugas besar?
Oh, Tn. Hokage!
Di mana laporan yang kemarin?
Tumpukan ketiga dari kiri, baris kedua.
Oh, ketemu.
Bukankah laporan ini ada lampirannya?
Tumpukan kedua, baris ketiga.
Keberadaanmu benar-benar sangat membantu.
Oh ya, Tn. Hokage.
Mengenai inspeksi minggu depan...
Sudah kubilang berapa kali agar memanggilku Tn. Kakashi saja?
Kau terlalu kaku dan formal, Senior!
Dan juga jangan lupa istirahat!
Kalau kalian tak beristirahat, kinerja kalian bisa menurun.
Baik!
Tapi...
Sebenarnya aku ini tak ingin jadi ninja yang kerjanya hanya duduk saja.
Melewati rutinitas pekerjaan seperti ini, kau tak pernah bosan, ya?
Senior?
Sudah lama aku tak menatap awan seperti ini.
Senior, terkadang bicaramu seperti pak tua saja.
Senior, apa ada sesuatu yang sedang kaupikirkan?
Tak ada.
Dengan begini, selesai sudah!
Wah!
Hari ini pekerjaan kita berjalan dengan lancar!
Baiklah, terima kasih atas kerja kerasnya!
Oh, Tn. Hokage!
Terima kasih atas kerja kerasnya!
Sama-sama.
Terima kasih atas kerja kerasnya.
Kenapa Anda pekerjakan orang seperti dia?
Dunia orang dewasa itu rumit.
Aku tak suka hal-hal semacam itu.
Oh, ya?
Padahal dulu kupikir kau sudah seperti orang dewasa layaknya kami.
Yang benar saja!
Tapi, punya Shinobi seperti dia seperti perlihatkan kalau dunia sudah damai.
Sudah dua tahun sejak kejadian itu.
Perutku semakin membesar.
Aku tak ingin dengar hal semacam itu.
Apa kau masih rajin berlatih, Shikamaru?
Begitulah, sedikit-sedikit.
Kau bilang begitu, tapi aku yakin kau masih tetap rajin berlatih seperti biasanya.
Bisakah kau sedikit menghiburku?
Padahal sudah kusuruh dia untuk memeriksanya kembali!
Omong-omong, bagaimana perkembangannya?
Masalah itu...
Sudah tak perlu dipikirkan lagi.
Hilang kontak, ya?
Aku minta maaf karena sudah buatmu terbebani masalah tersebut.
Aku tak pernah merasa benar- benar layak jadi seorang ninja.
Fakta kalau nantinya aku yang akan...
Menjadikan Naruto sebagai Hokage suatu hari nanti, ya 'kan?
Agar hal itu bisa terwujud, aku tak boleh bersikap kekanak-kanakan lagi.
Bahkan sampai sekarang, Naruto masih kekanak-kanakan.
Dia memang seperti itu.
Ah.
Bagaimana kalau setelah pekerjaanmu selesai nanti, kita makan bareng?
Setelah ini, aku akan bermain shogi dengan Tn. Tsuchikage.
Benar juga, aku bertemu dengannya di konferensi kemarin.
Yang dia ucapkan hanyalah keinginannya untuk kalahkanmu!
Ya, santai saja melawannya.
Itu juga bagian dari pekerjaanku.
Eh, Shikamaru.
Sebenarnya apa makna dari bersikap dewasa?
Tidak, tunggu, yang ini, ya?
Bagaimana, Anak Muda?
Sekarang kau bingung, 'kan?
Aku permisi dulu.
Hoi, jangan kira kau bisa menang dari lari begitu saja!
Cih.
Sepertinya besok aku harus berlatih dua kali lipat.
Perpustakaan Desa Konoha
Selamat datang!
Oh, itu dia datang!
Sebelah sini!
Maaf, aku terlambat!
Itu daging yang kupanggang!
Baiklah.
Yang ini juga sudah matang.
Kami pesan seporsi kalbi lagi!
Aku terus ajari si pemula ini, tapi dia masih belum mengerti juga.
Di timku juga ada yang seperti itu.
Dia seperti diriku yang dulu, jadi aku tak bisa mengabaikannya.
Apa Asuma dulu juga merasa seperti ini, ya?
Sepertinya kalian berdua begitu nikmati pekerjaan kalian sebagai pengajar, ya.
Kau sendiri tangan kanannya Tn. Hokage 'kan, Shikamaru?
Tapi, tak seperti kalian, aku tak punya anak didik.
Shikamaru itu tipe orang yang lebih baik lakukan semuanya sendiri agar cepat selesai, 'kan?
Orang sepertiku memang lebih cocok kerja sendiri.
Bagiku, hanya kalianlah yang istimewa.
Entah kenapa, rasanya jadi kangen masa lalu.
Kita ini belum setua itu, 'kan?
Habisnya dulu itu kita selalu bersama selama 7x24 jam, 'kan?
Tapi sekarang, agar bisa berkumpul kita harus atur waktu dan tanggal segala.
Hal itu rasanya menyedihkan banget, ya?
Mungkin seperti inilah yang disebut menjadi orang dewasa.
Betul banget.
Sifat mudah mengeluhmu sudah berubah, ya.
Kau tak lagi salah paham, 'kan?
Akhir-akhir ini kau sudah jarang bilang, "merepotkan."
Kau tak menyadarinya?
Begitukah?
Terima kasih!
Terima kasih atas makanannya!
Saat di kasir tadi aku dikasih permen karet, lo.
Bikin kangen masa lalu, 'kan?
Saat masih kecil, aku sering mengunyahnya, ya.
Wah, manis banget!
Apa rasanya memang semanis ini?
Baiklah, selanjutnya mau ke mana?
Kau masih mau makan?
Ayo langsung ke kedai yakiniku!
Maaf, aku harus kembali.
Shikamaru, apa ada sesuatu yang kaupikirkan?
Pikiranmu seperti ke mana-mana.
Tak ada apa-apa, kok.
Hanya saja ada tugas keluar desa, urusan Aliansi Ninja.
Apa urusan itu berhubungan dengan Kankuro dan Temari?
Jadi, kami ini tak lebih penting dari si Temari, ya?
Tidak, sakit, sakit.
Bicara apa sih kau itu?
Begitulah, semoga ada perkembangan yang lebih baik.
Sekian laporan aktivitas dariku.
Apa kalian ada pertanyaan?
Ini mengenai daftar panjang orang-orang yang hilang dalam Perang Dunia Ninja.
Bagaimana perkembangan pencariannya?
Masih dalam penyelidikan.
Bagaimana dengan penurunan permintaan bantuan ninja dalam tiga periode berturut-turut?
Masih dalam tahap penyelidikan.
Tapi, kalau situasi ini terus berlanjut,
kami akan kesulitan kelola desa.
Kita harus laporkan lebih terperinci lagi di pertemuan selanjutnya.
Aku sangat memahami kalau jumlah permintaan Shinobi menurun,
itu jadi perhatian penting.
Tapi, inilah konsekuensinya kalau dunia damai.
Kalau tak ada yang ingin ditanyakan lagi,
sampai jumpa di pertemuan satu bulan lagi.
Hoi, tunggu, Shikamaru!
Temari, ada perlu apa?
Kau sembunyikan sesuatu, 'kan?
Apa maksudmu tiba- tiba bilang begitu?
Nah, 'kan?
Saat kau balas pertanyaan dengan pertanyaan, pasti ada yang kausembunyikan.
Apa terjadi sesuatu di Konoha?
Aku tak tahu.
Apa itu tak bisa kau bicarakan padaku?
Sudah kubilang tak ada apa-apa!
Apa itu artinya tak ada yang bisa kubantu?
Tak ada.
Begitu.
Eh, Temari.
Aku dan kau itu perwakilan dari desa kita masing-masing.
No comments yet. Be the first to leave one.