처음 200줄입니다.
Kami tidak seharusnya di sini.
Magnus bilang ini tempat memberikan kesempatan,
Jika kau bisa menahan udara dingin,
Malam yang panjang,
Rasa lapar.
Di bulan seperti ini di tahun lalu, seluruh rak ini penuh.
Kemarin, kami mulai memakan ikan yang disisihkan untuk umpan.
Orang-orang tak mau memikirkan hal lainnya...
...selain untuk melaut besoknya.
Mungkin itu satu-satunya cara mereka bisa bertahan hidup.
Namun berjalan buta menuju kegelapan...
...adalah sesuatu yang tak mau aku lakukan.
Pasang umpan di kail dan ikat dengan cepat
Lalu tenggelamkan itu dengan batu
Ada dua burung hitam di langit yang putih
Warna tulang matahari...
- Halo, Helga. - Malam, nyonya.
Ya. Rasanya enak.
Ya! Musim dingin panjang ini takkan pernah berakhir
Hingga cintaku kembali padaku
Tarik dayung lemparkan tali pancing
Lalu tekuk kepalamu dan berdoa...
- Aku sisakan kau bagian kepala, nyonya. - Terima kasih, Helga.
Bisa kau duduk? Kau sudah berdiri seharian.
Terima kasih, nyonya.
Ada es di teluk ngarai, dan salju di bukit
Dan ikan hidup di bawah lautan...
Musim dingin panjang ini takkan pernah berakhir
Hingga cintaku kembali padaku
Ini sudah cukup buruk kita memakan simpanan kita,
Tapi saat rasanya seperti itu...
Jika kau tak suka, kau tahu dapurnya di mana.
Kau harus bertukar posisi.
Aku yakin Helga bisa mendayung lebih cepat darimu.
Jadi...
Apa aku pembohong?
Sama sekali tidak.
Setidaknya aku temukan tiga musim,
Saat hasil tangkapan pertengahan musim dingin seburuk sekarang.
Kita masih punya cukup untuk dijual saat musim semi nanti.
Tanpa bermaksud merendahkan, Ragnar,
Kekhawatiranku bukan soal tangkapan,
Tapi lebih tentang kesejahteraan yang lain.
Setelah bertahun-tahun berlalu, tak semuanya bertahan di musim dingin.
Ini stasiun pemancingan.
Setiap orang di sini yang tak memiliki bekas luka di tangannya,
Garam di darahnya, rasa lapar di perutnya...
...dari pagi hingga malam artinya berada di tempat yang salah.
Ayah.
Maafkan pemilihan kalimatku.
Mengingat jalanan pegunungan tertutup salju hingga musim semi,
Kita mungkin sebaiknya kencangkan ikat pinggang.
Berhenti mengeluh,
Karena tak ada yang bisa pergi ke mana-mana.
Kau tahu, Nyonya Eva,
Suamimu, semoga jiwanya istirahat dengan tenang,
Dia membuat tradisi,
Untuk berikan sulangan kepada kita di malam pertengahan musim dingin.
Situasi mungkin terlihat suram saat ini,
Tapi kita sudah diberkati dengan keberuntungan baik.
Karena besok, siang hari akan lebih lama dibanding sebelumnya,
Hingga musim semi nanti,
Ketika kalian semua berkumpul kembali dengan orang terkasihmu,
Dimanapun mereka berada.
Aku yakin mereka akan senang melihatmu.
Terus terang,
Satu hal yang mereka senang untuk dilihat...
...yaitu uang di kantong kami.
Semoga Tuhan melindungimu dari batu yang tersembunyi,
Makhluk laut yang berbahaya, dan bajak laut.
- Bersulang! - Bersulang!
Itu akan segera menjadikanmu dewasa.
Diamlah.
Aku pernah dengar dua orang bersaudara,
Dari kota kecil utara dari sini.
Mereka adalah nelayan.
Yang satu tampan,
Yang satu biasa-biasa saja...
Mereka bekerja keras setiap musim dingin.
Dan seiring waktu, mereka menjadi makmur.
Sekarang,
Saudara dengan paras biasa habiskan uangnya dengan bijak,
Namun saudara yang tampan tidak.
Semakin tua mereka,
Semakin si saudara tampan iri dengan istri cantik saudaranya...
Serta rumahnya yang megah.
Suatu hari saat mereka melaut,
Dia mengambil dayungnya,
Dan memukul saudaranya!
Tiga kali di belakang kepalanya,
Mendorong dia jatuh dari kapal, lalu mendayung pulang.
Bilang ke semua orang bahwa terjadi kecelakaan fatal.
Setahun berlalu.
Dia menikahi istri cantik saudaranya,
Dan pindah tinggal ke rumah megahnya.
Kemudian suatu malam,
Saat semua orang tidur,
Ada yang mengetuk pintu.
Dia mengirim salah satu pembantu untuk melihat siapa yang datang.
Tapi pembantunya tak pernah kembali.
Dia mengirim istrinya...
Tapi dia juga tak pernah kembali.
Akhirnya, si saudara tampan pergi sendiri menuju pintu.
Tapi tak ada orang di sana.
Hanya ada bau menyengat dari rumput laut dan daging busuk.
Kemudian di tengkuknya dia merasa...
Keluar! Keluar!
Aku terkejut melihat bagaimana semua orang terlihat riang semalam.
Tata cara nelayan, Bu.
Kau minum yang banyak saat sedang senang,
Dan minum lebih banyak saat sedang buruk.
Lagi pula, aku menang taruhan.
Melihat Ragnar keluarkan uangnya selalu menghibur semua orang.
Apa taruhannya?
Aku tidak begitu ingat. Itu...
Katakanlah.
Jujur, itu cukup memalukan untuk disebutkan.
- Itu berkaitan denganmu. - Aku?
Beberapa orang berpikir kau takkan kembali musim ini.
Setelah apa yang terjadi dengan Magnus,
Mereka berpikir kau akan langsung menjual stasiun pemancingan...
...dan kembali pindah dengan keluargamu.
Magnus adalah keluargaku.
- Ya... - Stasiun pemancingan ini adalah...
Satu-satunya yang aku punya.
Ayo! Satu, dua, tiga...
Angkat!
Orang-orang malang.
Mereka pasti terjebak di Teeth saat gelombang berubah
Kenapa mereka sejauh ini ke utara?
Tuhan yang Maha Agung, lindungi orang-orang ini,
Dan berikan mereka bantuan yang dibutuhkan.
Dan selamatkan mereka dari laut yang berbahaya.
Amin.
Hei!
- Kau mau ke mana? - Menyalakan api unggun.
Siapapun yang masih selamat di sana...
...akan kedinginan pada waktu mereka kembali ke tepian.
Itu bukan urusan kita.
- Itu bisa saja terjadi kepada kita! - Tapi tidak!
Jika mereka memiliki akal sehat,
Mereka takkan bawa kapal sebesar itu begitu dekat ke tepian sejak pertama.
Kita kehilangan Tuan Magnus di bebatuan itu.
Dan kau masih mau kita membawa perahu ke sana?
Pertaruhkan semua nyawa kita...
Untuk orang asing?
Orang pendatang.
Kita tidak akan membantu mereka?
Kau dengar yang Nyonya Eva katakan semalam, bukan?
Kita hampir tak cukup untuk memberi makan diri kita.
Mungkin masih ada 10 hingga 20 orang di sana.
Jika kau tak suka bagaimana aku mengambil keputusan,
Temukan kapal lain untukmu bekerja.
Aku juru mudi. Ini keputusanku!
Itu bukan perahumu. Itu perahu dia.
Dia pemilik perahu itu, bukan kau.
Aku takut Ragnar benar.
Membantu mereka akan tempatkan nyawa kita dalam risiko,
Dan aku tak bisa melakukan itu. Aku tidak bisa.
Kita tidak pergi memancing hari ini sebagai bentuk penghormatan.
Itu bagus.
Kita sebaiknya cari di pantai lain.
Itu mungkin buang-buang waktu.
Apa maksudmu?
Ini cukup beruntung bisa berakhir di sana.
Aku tahu arus di sekitar Teeth.
Setiap puing kapal akan tetap mengambang di dekat mereka.
Untuk berapa lama?
Hingga gelombang berubah.
Setelah itu, siapa yang tahu?
Bisa kita kirim perahu ke sana sebelum itu terjadi?
Kita harus pergi sekarang.
Hei! Dayung terus!
Berhenti! Berhenti!
Di sana!
Hati-hati, dasar bodoh! Kau akan buat kita terbalik!
Ragnar, kemari.
Kita menuju ke sisi belakang kapal.
Bawa kita menjauh!
- Kita tak bisa membantu mereka? - Mereka terlalu banyak!
Mereka akan memenuhi perahu ini!
Pergi ke sisi belakang perahu, Bu!
Cepatlah!
Pergi!
Menjauh!
- Cepat bawa kita mundur! - Menjauh!
Mereka akan buat kita terbalik!
Hentikan! Hentikan! Berhenti! Berhenti! Berhenti!
- Lepas! - Lepas!
Mundur!
Hei!
Ragnar!
Di mana Ragnar?
Ragnar!
Ragnar masuk ke air!
- Di mana Ragnar? - Ada yang bisa melihat dia?
Ragnar!
Ya Tuhan!
Tolong! Tolong!
- Tolong! - Mundur! Mundur!
No comments yet. Be the first to leave one.