처음 200줄입니다.
ALCHEMY OF SOULS BAGIAN KEDUA
Kami mengantarkan arak untuk ritual Jinyowon.
Rupanya air untuk membuat arak diganti.
Sumur air sumber bahan baku pembuatan arak ritual
mengering karena kemarau selama tiga tahun.
Kami terpaksa mengganti airnya.
- Astaga. - Astaga.
- Tidak! - Apa…
Buat lagi.
Apa?
Kami benar-benar kehabisan air.
Bagaimana kami bisa membuat arak?
Jika kau memaksa, tolong beri kami air Jinyowon.
Biarkan dia masuk untuk mengambil air.
- Baik. - Aku?
Masuklah.
- Cepat. - Ayo.
Nona Jin keluar dari kamar lagi.
Jangan ke mana-mana. Tunggu di sini.
Baik.
Indah sekali.
Apa itu arak?
Silakan.
Kualitasnya baik.
Harum aromanya.
Apa ada lagi?
Masih ada satu botol lagi.
- Serahkan kepadaku. - Baik.
Nona Jin!
- Cari di sebelah sana. - Cepat.
Ini satu botol lagi.
Tunggu…
Cantik sekali.
Aku belum pernah melihat wanita secantik itu sebelumnya.
Sepertinya dia dari Keluarga Jin.
Putri mereka hanya Nona Jin Cho-yeon.
Dia bilang melihatnya di Jinyowon.
Pasti terpengaruh benda mistis.
Karena sudah tiga tahun mereka tidak menerima tamu,
banyak hantu yang berkeliaran.
Meskipun hantu, aku tetap ingin bertemu dia lagi.
Kau ini…
Jangan membicarakan hantu, kita harus mengantar arak ke rumah duka.
- Astaga. - Maafkan aku.
Sebelum ke rumah duka,
simpan jimat penangkal hantu ini.
Apa ini?
Katanya jimat ini juga bisa menangkal pemindah jiwa.
Naksu, pemindah jiwa yang tiga tahun lalu menghancurkan Songrim.
Jasadnya yang mengeras menjadi batu, digiling,
lalu serbuknya dijadikan jimat.
- Serbuk batu Naksu? - Ya.
Omong kosong.
Kini jasad Naksu ada di dasar Danau Gyeongcheondaeho.
Astaga.
Kau tertipu rumor tidak masuk akal dan menghabiskan uang percuma.
Jangan asal bicara seperti itu.
Kalian harus percaya.
Saat pemindah jiwa muncul,
kalian hanya perlu mengeluarkan jimat yang berisikan energi Naksu ini.
Kau yang melakukannya?
Bukan!
Tunggu aku! Jangan tinggalkan aku!
- Apa itu? - Sial!
Mereka dibunuh pemindah jiwa?
- Apa itu? - Apa itu?
Apa itu pemindah jiwa?
Apa kita akan mati?
Jangan mendekat!
- Pergi. - Jangan mendekat!
- Pergilah. - Enyahlah.
- Menjauh! - Kita harus pergi!
Tunggu sebentar.
Dia bukan pemindah jiwa.
Apa itu?
Rupanya jimat.
Apa bisa menangkal pemindah jiwa?
Kalian beli di mana? Desa Gaema?
Ya.
- Berapa? - Satu nyang perak.
- Untuk tiga lembar? - Tidak.
Per lembar. Total tiga nyang.
Aku bayar segitu.
Mahal sekali.
Desa itu tak punya etika bisnis.
Di tempat lain, satu nyang dapat sepuluh lembar.
Sungguh? Di mana?
Jangan terlena!
Sialan.
Aku harus bertarung sesuai uang yang kau keluarkan.
Jika kalian ingin hidup,
jangan mengganggu dan merunduklah.
Meski punya batu es,
kemampuan teknik Tansu-mu hanya sebatas membuat setetes air?
Karena jiwamu kembali hidup,
kau juga pemindah jiwa, sama sepertiku.
Bagi orang di dunia ini,
kita hanyalah monster.
Sudah selesai bicara?
Jika belum, bergegaslah. Setetes air itu
akan sangat menyiksamu.
Memalukan. Kau merebut tubuh putramu supaya hidup lebih lama.
Ternyata kau bukan pemindah jiwa,
tapi penyihir yang menangkap pemindah jiwa.
Terima kasih sudah menyelamatkan kami, Tuan.
- Apa itu arak? - Ya.
Astaga.
Tubuhnya direbut oleh ayahnya sendiri.
Kasihan sekali.
Ternyata jika pemindah jiwa mati, jasadnya sungguh berubah menjadi batu.
Tuan.
Berarti Naksu juga mati dan menjadi batu, 'kan?
Sudah kubilang, Naksu berubah menjadi batu.
Apa kataku? Jimat ini benar-benar dibuat dari serbuk batu Naksu.
Katanya jimat ini bisa menangkal monster seperti Naksu.
Permisi.
Apa kau juga mau jimat ini?
Jika ada ini,
Naksu pun bisa ditangkal?
Rupanya orang-orang mengira
bahwa Naksu masih hidup.
Astaga. Naksu sudah mati.
Meski sudah menjadi batu di dasar Danau Gyeongcheondaeho,
orang-orang masih takut terhadapnya.
Penyihir dari Songrim akan datang untuk membereskan tempat ini.
Tunggu. Tolong beri tahu namamu.
Sepertinya aku tahu siapa dia.
Penyihir yang katanya
sudah mencapai Hwansu
dan memiliki batu es.
Tuan Muda Jang yang nyaris tewas
oleh Naksu?
Apa hubungan dia dengan Naksu?
Jimat yang bisa menangkal Naksu.
Jika ada ini,
aku tidak akan bisa bertemu denganmu.
Naksu adalah pelayan yang melayaninya selama ini,
dan kekasih yang akan dia nikahi.
Sebagai balasan atas cinta dan kasih sayangnya,
Naksu
menusukkan pedang ke dadanya.
ALCHEMY OF SOULS BAGIAN KEDUA
Energi langit yang mengendalikan angin, awan, dan hujan,
menyentuh tanah, lalu membentuk kekuatan yang sangat luar biasa.
Sebuah negara terbentuk dari energi yang tersimpan
di dalam Danau Gyeongcheondaeho.
Dan negara itu disebut Daeho
karena memiliki danau yang luas.
Ini adalah kisah mengenai penyihir di negara bernama Daeho
yang tak ada di dalam sejarah, maupun peta.
Itu tampak enak.
- Terima kasih. - Silakan.
Ada pemindah jiwa lagi.
Aku takut.
Tidak tertangkap?
Masalahnya, dia masuk dan bersembunyi di Jinyowon.
Jinyowon?
JINYOWON
Orang luar tidak boleh masuk ke dalam Jinyowon.
Aku tahu Jinyowon menutup pintu
dan tidak mengizinkan orang luar untuk masuk selama tiga tahun terakhir.
Namun, ini keadaan darurat. Ada pemindah jiwa yang menyusup.
Bilang aku ingin bertemu Puan Jin.
Puan Jin tidak bersedia menemuimu.
Dia adalah pemimpin Songrim.
Beraninya penyihir rendahan menolak menyampaikan pesan pemimpin Songrim.
- Maafkan aku. - Cepat buka pintunya!
Nona Cho-yeon.
Sudah tiga tahun kita tak bertemu.
Bagaimana kabarmu selama ini?
Aku keluar bukan untuk menyapamu.
Karena ibuku tidak mengizinkan orang luar masuk ke dalam Jinyowon,
tolong pergi dari sini.
Ini keadaan darurat.
Pemindah jiwa ini melukai puluhan orang di Pelabuhan Yeongpo
Dia bisa melukai orang-orang Jinyowon.
Seperti ayahku?
Kau bahkan tak bisa menyelamatkan ayah tunanganmu dari pemindah jiwa.
Sekarang siapa yang mau kau selamatkan?
Soal itu…
Kau tidak memberiku kesempatan untuk meminta maaf.
Aku benar-benar merasa bersalah.
Teruslah merasa bersalah.
Jangan pernah melupakannya.
Nona Cho-yeon…
Tolong pergi dari sini.
Barusan…
ada yang masuk ke dalam?
Ya.
Sepertinya Jang Uk.
Karena dia juga mengejar pemindah jiwa bersama kami.
Jang Uk?
Kau bilang dia masuk ke dalam?
Karena Uk ditugaskan
menangkap pemindah jiwa oleh kerajaan dan Pertemuan Umum.
Kami akan menutup pintu.
Silakan pergi.
Karena Jang Uk sudah masuk, pemindah jiwa pasti akan tertangkap.
Kita hanya perlu menunggu di sini.
Baik.
No comments yet. Be the first to leave one.