Africa: The Greatest Show On Earth

Africa: The Greatest Show On Earth

Indonesian 자막 다운로드

릴리스 정보

Africa S01E02 - Savannah BluRay ID
다음의 해설 cortex

태그

BluRay
게시일: 2018-01-01
다운로드: 54
청각 장애인용: No

Indonesian 자막 미리보기

처음 195줄입니다.

Aku mengudara di atas Lembah Celah Besar di Afrika Timur.

Dan di bawahku, pemandangannya porak-poranda,

tercabik oleh goncangan dahsyat dari kerak bumi.

Ini juga kawasan dengan perubahan yang besar dan sulit diprediksi,

Sehingga memaksa hewan-hewan, dari hari ke hari, musim ke musim,

untuk mempertaruhkan hidup mereka.

Tapi bagi yang menang,

ini adalah kawasan paling subur di bumi.

Nyiragongo, danau lava terbesar di dunia...

...menggelegak naik dari hampir sepuluh mil di bawah permukaan.

Tempat yang membawamu lebih dekat ke jantung bumi yang berkobar.

Gunung Mount Nyiragongo adalah gunung paling aktif di Afrika.

Letusannya bisa terlihat dari ruang angkasa.

Saat magma bergolak di bawah kerak bumi,

dataran di sebelah timur tercabik-cabik.

Gunung berapi seperti ini terus-menerus mengubah wajah Afrika Timur.

Gunung berapi memang memiliki sisi ganas...

...tapi kehidupan mengalir dari kobaran besar api ini.

Abu subur dari erupsi yang tak terhitung jumlahnya, melapisi dataran...

...menciptakan kondisi ideal bagi rumput untuk bertumbuh,

dalam skala besar.

Dengan adanya rumput, muncullah hewan dalam jumlah terbanyak di bumi.

Wildebeest.

Tak ada yang bisa hentikan mereka.

Semua ini demi mencapai rerumputan segar.

Kawanan yang selalu bepergian ini adalah satu-satunya unsur kehidupan di sini.

Perhatikan lebih dekat, dan ada kisah baru untuk diceritakan.

Hidup di padang rumput adalah tentang bagaimana membuat sebagian besar

hewan lain berguna bagimu.

Tapi, di sini selalu ada pertaruhan, segalanya mungkin berubah besok.

Dari sudut pandang yang baik, kadal agama

menunggu kedatangan kawanan hewan, siap menangkap peluang.

Ini adalah hari panen jutaan wildebeest di depan rumah mereka.

Dengan adanya wildebeest, muncullah milyaran serangga terbang.

Makanan, jika mereka bisa menangkapnya!

Waktunya berpikir ulang.

Kadal agama ini melihat peluang.

Hanya satu yang menarik lebih banyak lalat dibanding wildebeest...

...singa yang memangsa wildebeest.

Singa terkenal mudah marah,

mereka bisa memukul kadal layaknya lalat yang ingin ia sergap.

Ia harus memilih sasarannya dengan hati-hati.

Jangan dia.

Atau dia.

Mungkin?

Tapi jangan.

Agar berada dalam jarak tembak, ia harus memberanikan diri.

Dapat satu!

Kini ia kian mahir.

Tapi ini mungkin sedikit ambisius.

Dibutuhkan nyali untuk berburu di punggung singa....

...dan harus tahu kapan harus kabur!

Wildebeest takkan tinggal lebih lama, dan saat mereka pergi,

sebagian besar lalat mengikuti.

Perubahan terjadi di setiap tempat di Afrika.

Dataran berumput ini dulunya diliputi hutan yang membentang

tanpa putus, dari pesisir barat hingga pesisir timur.

Saat ini, pada ketinggian di atas dataran,

pusaran awan menutupi pegunungan yang menjulang setinggi tiga mil ke arah langit.

Puncak-puncak beku ini kini adalah bagian dari penghalang pegunungan yang memisahkan

hutan purba di barat dari padang rumput di timur.

Di atas sini, terdapat gletser terbesar di Afrika,

hanya beberapa mil di sebelah utara khatulistiwa.

Inilah Pegunungan Bulan yang melegenda.

Ketinggian puncak-puncak ini mengartikan mereka menciptakan iklim tersendiri.

Nama lokal untuk pegunungan ini adalah "Rwenzori"

"pembuat hujan."

Lelehan air mengalir turun dari gletser.

Dan di lereng bawah, semua air ini mendukung hutan lebat ...

...sisa-sisa yang masih lebat,

hutan beruap yang pernah mendominasi seluruh Afrika Timur.

Tapi akibat dorongan iklim kering di luar pegunungan,

hutan mulai layu.

Saat ini, hanya kantung-kantung kecil dataran tinggi hutan yang menyisakan

rumah bagi hewan yang pernah menjelajahi belantara purba.

Primata terbesar di bumi.

Gorila gunung.

Para pendahulu si kecil ini telah mendiami hutan seperti ini

selama jutaan tahun.

Tapi di sekelilingnya, dunia telah berubah menjadi rawa dan padang rumput.

Ini adalah kawasan Afrika Timur yang terjauh

yang kini dijelajahi hewan perkasa ini.

Mereka terisolasi di pulau sendiri di ketinggian Afrika.

Di bawah dataran tinggi,

lahan basah yang luas ini memotong-motong dataran padang rumput terbuka.

Rawa Bangweulu sangat luas.

Namanya berarti, "di mana air bertemu angkasa."

Tersembunyi di antara lika-liku perairan ini,

adalah hewan yang lain daripada yang lain.

Seekor burung raksasa, mirip makhluk pra-sejarah.

Seekor burung paruh sepatu.

Berdiri dengan tinggi lebih dari satu meter...

ia menyusuri rawa-rawa ini...

...mencoba menangkap ikan lele.

Tak jelas apa yang ia buru.

Lebih jauh ke dalam rawa, ada alasan di balik perburuan ikan ini.

Anak burung ini baru berusia tiga minggu dan berdiri sedikit goyah.

Paruh besarnya membuat ia sulit menjaga keseimbangan.

Ia takkan mampu terbang, atau berjalan lancar dalam beberapa minggu.

Ia sepenuhnya bergantung pada makanan dan air dari orangtuanya.

Ada juga anak burung yang lebih kecil

yang kondisinya kurang baik.

Anak lebih besar mendesak induknya untuk mengambil air.

Selagi induknya pergi mengambil air,

ia menyingkap sisi gelap hubungan dengan pasangan satu sarangnya.

Ia tiga hari lebih tua dari adiknya,

dan selalu menang dalam berebut makanan dan perhatian.

Ini lebih dari sekedar pertengkaran di antara dua saudara.

Saat induk kembali, ia melihat perbuatan si anak lebih besar.

Anak lebih kecil mencari kenyamanan dari induknya.

Tapi si induk sudah menentukan pilihannya.

Hanya anak sulungnya yang akan mendapat minuman.

Burung paruh sepatu jarang membesarkan lebih dari satu anak.

Anak yang lebih muda hanya sebagai penjamin,

kalau-kalau yang lebih tua gagal bertahan hidup.

Kini ia sudah cukup umur, orangtuanya tahu bahwa

sebaiknya mereka memfokuskan segala upaya

untuk membesarkan hanya satu anak yang bugar dan sehat.

Perubahan ketinggian air rawa berarti pencarian ikan

terlalu sulit bagi mereka

untuk mencoba membesarkan dua anak.

Tak ada yang tetap sama di sini dalam waktu lama.

Masanya di tahun Afrika Timur mulai mengering.

Sungai dan kubang air menyurut.

Dataran terus mengering.

Ketegangan meningkat.

Kuda nil semampunya mencari kesegaran.

Musim kering yang berkelanjutan ini

adalah juga di saat kekuatan perubahan lainnya menghancurkan dataran.

Tanpa peringatan, api menerobos dataran kering ini.

Kebakaran menyapu seluruh padang rumput dalam 50 mil per jam...

mencapai suhu yang mendekati seribu derajat,

melahap apapun di jalur mereka.

Setiap tahun, wilayah yang lebih luas dari Inggris menimbulkan asap.

Tapi kehancuran ini bisa membawa peluang,

jika kau siap menerima resiko.

Burung drongo, pemakan lebah

dan burung roller dengan gagah berani menyambar serangga terbang di antara kobaran api.

Sedikit lebih baik dari belalang panggang.

Kebakaran ini memang tampak menghancurkan, tapi pada faktanya,

ini bagian dari siklus alam yang penting bagi regenerasi

di lahan berumput Afrika Timur.

Tapi kadang siklus ini putus, hanya jika ada perubahan yang paling dibutuhkan.

Di sini, di dataran Amboseli, dalam naungan Gunung Kilimanjaro,

hujan musiman tidak turun selama dua tahun terakhir.

Dan tahun ini, hujan sudah lama tertunda.

Ini adalah kekeringan terberat selama setengah abad.

Amboseli biasanya adalah surga bagi gajah.

Dataran ini seharusnya hijau dan diselimuti rerumputan.

Kini tak ada apapun selain debu.

Keluarga ini terpaksa berkelana

secara terus-menerus,

mencari apapun yang bisa mereka makan.

Anak-anak harus mengikuti, bahkan kadang tak ada waktu untuk menyusu.

Dengan hilangnya rerumputan,

Yang bisa didapat gajah dari menggaruk debu hanyalah ranting kering.

Gajah dewasa mungkin bisa bertahan dalam hal ini,

tapi tidak bagi anak-anak dalam waktu lama.

Setiap induk dalam kawanan

berjuang menyediakan susu bagi anaknya.

Pencarian makanan kian mendesak.

Selagi kawanan meneruskan perjalanan, betina menghadapi pilihan yang mengerikan.

Terus mengikuti keluarganya,

atau tinggal di belakang bersama anaknya,

yang sudah terlalu lemah untuk berdiri.

Mereka akan segera hilang dari pandangan.

Tapi instingnya memilih tinggal.

Ia tak ingin meninggalkan bayinya.

Bersama nafas terakhir si bayi, ia sadar bahwa perjuangannya sia-sia.

Ada tempat-tempat yang bahkan lebih berbahaya dari dataran berdebu.

Kawasan asing ini sebenarnya adalah kerak garam yang terpanggang matahari,

dari rantai danau yang membentang di sepanjang Afrika Timur.

Wajah danau soda ini berubah dari hari ke hari,

selagi matahari menguapkan air, meninggalkan garam di belakang.

Perairan di sini beracun, dicemari mata air vulkanik.

Tapi ada kehidupan di sini.

Warna asing yang diciptakan ganggang,

khususnya diadaptasi untuk hidup dalam cairan korosif ini.

Dan ganggang inilah yang menarik

salah satu hewan paling menakjubkan di Afrika Timur.

Di antara kepulan geiser Danau Bogoria,

jutaan lesser flamingo mandi dan mencari makan di perairan sengit ini.

Mereka berkumpul di manapun ganggang bermekaran.

Jumlah besar ini

menciptakan pemandangan satwa liar terbesar di bumi.

Hampir semua lesser flamingo di dunia

hidup di rantai danau ini,

berpindah dari satu danau ke danau lain seiring perubahan jumlah ganggang.

di sepanjang tepi danau, ventilasi vulkanis adalah sebagai pengingat

adanya kekuatan yang terus mengubah dataran ini.

Dan seberkas warna di cakrawala

memberi sinyal bahwa hujan di dataran kering ini akan tiba.

Akhirnya, badai yang tak terbilang membasahi tanah gersang ini.

Hujan mengubah segalanya, sekali lagi.

Seekor elang mahkota telah putus asa menunggu

More Indonesian subtitles for Africa: The Greatest Show On Earth

댓글

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left