처음 200줄입니다.
Ketika sang ibu tertidur,
kematian membawa pergi bayinya.
Sang ibu mengembara dalam kegelapan.
Kemudian Dewi Kegelapan bertanya padanya...
"Kau ingin bayimu kembali?"
"Berikan rambut indahmu yang berkilau padaku."
"Dan aku akan memberitahumu ke mana Kematian membawanya."
Tapi kini semak berduri menghalangi jalannya.
"Kau ingin bayimu kembali?"
"Kalau begitu, peluk kami dengan tubuh hangatmu", kata mereka.
"Kami akan memberitahumu ke mana kematian membawanya."
Akhirnya, dia menemukan Kematian membawa bayi itu dari hadapannya.
Tapi danau membentang di antara mereka.
"Kau ingin bayimu kembali?"
"Kalau begitu, beri aku mata indahmu."
"Dan aku akan membiarkanmu menyeberangi danau."
Sang ibu tidak ragu-ragu.
Dia mengambil kedua matanya dan melemparnya ke danau.
Lalu dia menemukan bayinya?
Apakah bayinya baik-baik saja?
"Episode 1"
Sial.
Apa itu?
Hari ini sekitar pukul enam pagi di Moojin,
seorang anak laki-laki ditemukan tewas di sebuah waduk.
Polisi yakin kematian itu ada kaitannya
dengan penculikan yang terjadi minggu lalu.
Pihak berwenang menduga anak itu meninggal di hari dia diculik.
Kemarahan publik berkembang
karena pihak berwenang tidak segera bertindak untuk pecahkan kasus ini.
- Anak itu dilaporkan hilang, - Astaga.
- Dia meninggal, ya. - Tapi penyelidikan
- baru dimulai keesokan harinya. - Kau mengerjakannya minggu ini?
- Andai mereka mulai lebih awal... - Ya.
Acaramu ditayangkan hari ini, bukan?
- Kau harus menangkap penjahat itu. - Aku bukan polisi.
Menangkap penjahat adalah tugas mereka.
Kau juga akan siaran hari ini. Pukul berapa?
- Pukul 18.30. - Begitu rupanya.
Sama denganku. Menurutmu, kau akan memenangkan debat itu?
Tidak ada menang atau kalah.
Aku hanya ingin mengekspresikan ide dan keyakinanku.
Jangan terlalu keras padanya. Dia akan segera menjadi presiden.
Saet Byul.
Jangan bicara dengan orang asing.
Kau mudah sekali percaya pada orang.
Hati-hati meski kau kenal mereka. Apa lagi jika mereka pria, paham?
- Termasuk Ayah? - Bukan ayah!
Ibu tidak bercanda. Dengarkan ibumu.
Di luar itu sangat bahaya.
Ibu, rambutku!
Baik-baiklah pada temanmu dan dengarkan gurumu.
Jangan buka kandang kelinci lagi seperti kemarin.
Ibu akan sangat marah kalau kau melakukan itu lagi.
Aku hanya ingin
kelinci-kelinci itu bebas.
Pergilah ke pusat pelatihan bahasa Inggris setelah pulang sekolah.
- Jangan pergi ke mana-mana lagi. - Baik.
Kau ada ujian bahasa Inggris sebentar lagi, bukan?
Jangan lagi jadi peringkat terendah, paham?
Ibu yakin kau akan berhasil.
Baik.
Cium ibu.
Sekarang pergilah.
Baik. Kamera siap.
Dibuka oleh pembawa acara. Mulai!
Rabindranath Tagore pernah berkata
bahwa Tuhan mengirim anak-anak ke dunia ini
untuk memberitahu kita bahwa dia masih percaya pada kemanusiaan.
Bahwa anak-anak adalah utusan Tuhan.
- Tapi mereka kembali kepada Tuhan. - Baiklah.
- Tuhan mungkin - Kamera satu.
- kehilangan harapannya pada kita. - Potong.
Anak kecil yang diculik akhirnya ditemukan meninggal
di danau dekat rumahnya.
Setiap penjahat di negara kita
- tidak punya tempat untuk sembunyi. - Dia bekerja dengan baik hari ini.
Khususnya saat mereka membahas kejahatan yang melibatkan anak-anak.
Tidak hanya menculik anak itu.
Dia membunuhnya. Dan kini penjahat itu
berada dalam daftar buronan yang paling kami cari.
Oleh karena itu,
hukuman mati adalah menghukum pembunuh dengan pembunuhan lain.
Dan secara fundamental tidak manusiawi.
202 nyawa diambil oleh penjahat terkutuk ini.
80 persen di antaranya adalah wanita dan anak-anak.
Bagaimana dengan hak asasi korban?
Tidak hanya itu, selama 15 tahun terakhir,
kita menghabiskan 1,32 juta dolar untuk memenjarakan
60 penjahat terkutuk.
Itu sekitar 22.000 dolar per tahanan.
Keluarga korban sesungguhnya
membayar pajak untuk memberi makan orang yang membunuh keluarganya.
Aku rasa kau mulai keluar dari topik.
Kita mendiskusikan tentang penerapan hukuman mati.
Bukan tentang keluarga korban.
Kau menyebutkan soal hak asasi para pelaku.
Itu sebabnya aku harus menyebutkan soal hak asasi para korban.
Benar sekali.
Lalu bagaimana dengan hak asasi algojo yang mengeksekusi mereka?
Secara mental dan psikologis, mereka pasti menderita saat melakukan itu.
Jadi, hak-hak mereka juga dilanggar.
Karena itulah,
bagaimana dengan hak asasi pihak ketiga yang harus
dilanggar saat mengeksekusi penjahat?
- Kau yakin? - Kami menerima telepon.
- Mereka mengklaim... - Tunggu sebentar.
Hubungi kami jika kau melihat seseorang seperti orang ini.
Halo, Pak Han? Kami dapat laporan. Aku akan menyambungkanmu padanya.
- Baiklah, siap. - Tuan Choi Kyung Hee?
- Tersangka... - VCR siap.
- Sorot lebih dekat. - VCR mulai.
Pak Kim, kamera siap.
Tetaplah di sebelah Detektif Han.
Kau melihatku di televisi?
Aku benar-benar kalah di debat hari ini.
Kau bilang tidak ada yang menang atau kalah.
Bahwa kau hanya menyampaikan ide-ide dan keyakinanmu.
Mari kita makan malam. Aku benar-benar lapar.
Aku bahkan tidak sempat makan karena bersiap-siap untuk debat itu.
Kita pulang saja lalu makan. Aku harus bicara dengan Saet Byul.
Dia gagal dalam ujian kenaikan. Dia peringkat terendah lagi.
Ayolah, dia baru delapan tahun.
Hak asasi manusia? Setiap kehidupan harus dihormati?
Bagaimana jika anakmu yang terbunuh?
Sudikah kau mengatakan itu?
- Tenanglah. Kita bisa bicara... - Lepas!
Mereka pantas mati hancur berkeping-keping.
Dia membunuh anakku. Lalu kenapa?
Mengapa pembunuh itu masih hidup?
Melakukan ini tidak akan membuatnya kembali.
Bangunlah. Ayo pergi.
Kau baik-baik saja?
Kemarin itu benar-benar hebat.
Mereka menangkap penjahat itu saat penayangan acaramu.
Itu kemenangan besar Kim Nam Joon atas suamimu.
Dan suamimu hampir menang.
Kini Kandidat Kim memiliki lebih banyak pendukung.
Kini hukuman mati menjadi isu panas dari kampanyenya.
Itu ketika aku mendapat ide ini.
Temaku berikutnya adalah hukuman mati.
Bagaimana?
Kau punya waktu hari ini?
Aku ada wawancara dengan tahanan terkutuk.
Wawancara?
Sepuluh tahun yang lalu di Moojin.
Dia membunuh anak-anak dengan sadis.
Aku mengerti. Kasus itu.
Ya, aku ingat.
Mereka bilang penjahat itu sakit jiwa.
Benar. Dia pasti berpura-pura gila untuk menghindari hukuman.
Mereka semua melakukan itu, bukan?
Dia mengajukan banding, tapi ditolak.
Jadi, dia tidak mengakui tindakannya itu?
Dia mengaku. Dia jelas mengakuinya.
Tapi ibunya tidak mau menyerah.
Tidak satu pun ibu percaya anaknya seorang pembunuh.
Tapi yang membuat ironis adalah satu-satunya saksi pembunuhan
adalah adik dari pembunuh.
Adiknya?
- Adiknya sendiri? - Ya.
Ya, aku menemukannya.
Baiklah.
Rumahmu bagus sekali, ya.
Hei.
Mari kita mulai.
"Pendukung Jangan Tanya"
Ya?
Boleh aku bertanya sesuatu?
Aku mencari
restoran pecinan yang enak di sini.
Restoran pecinan? Tunggu sebentar...
Saet Byul!
Satu jam saja.
Bibi akan segera kembali, jadi, jangan bilang ibumu, ya?
- Paham? - Baiklah.
Halo? Ya, aku segera tiba. Baik.
Jangan mulai tanpa aku, ya?
Siapa kau?
Kau memiliki tiga anak.
Kau pasti merindukan mereka.
Ya.
Aku merindukan mereka. Anak-anakku.
Dia juga memiliki anak.
Dia juga merindukan anaknya.
Tapi dia tidak bisa melihatnya lagi.
Karena kau membunuh putrinya.
Bagaimana bisa kau membawa foto itu ke sini?
Jangan menunjukkan ini padanya!
Hanya untuk memastikan. Apakah dia benar-benar menyesalinya
atau dia hanya berpura-pura. Publik berhak untuk tahu.
Karena itulah, kami membuat dokumentasi.
Maafkan aku.
Dia biasanya bersikap baik.
Kami kurang hati-hati. Kau baik-baik saja?
Aku baik-baik saja.
Ini juga salahku karena menunjukkan foto itu padanya.
- Ayo pergi. - Baiklah. Sampai jumpa, Nyonya Kim.
Dia ibu dari tahanan itu.
Ibunya sangat setia.
No comments yet. Be the first to leave one.