Anne with an E

Anne with an E

Indonesian 자막 다운로드

시즌 1

릴리스 정보

Anne with an E S01 NF WEBRip Complete
다음의 해설 ChoBot
Netflix Retail

태그

webrip
web
BRip
게시일: 2021-04-21
다운로드: 81
청각 장애인용: No

Indonesian 자막 미리보기

처음 200줄입니다.

SERIAL NETFLIX ORIGINAL

PEMAKAMAN SEMPURNA UNTUK ASA YANG TERKUBUR

MAUKAH KAU BERJANJI JADI TEMANKU SELAMANYA?

KAU PERLU KATA-KATA HEBAT UNTUK MENGUNGKAPKAN GAGASAN BESAR

TIDUR DI POHON DI BAWAH SINAR REMBULAN

Bergegas dan makanlah jika tak mau ketinggalan kereta.

Kuharap ini bukan keputusan bodoh.

Tapi kini sudah terlambat.

Kau ambil keputusan praktis. Semoga ini yang terbaik.

Jika beruntung, Ny. Spencer akan memilihkan anak yang tepat.

Pekerja keras dan patuh. Sesuai permintaan kita.

Aku tak suka anak lelaki yang pemalas atau rewel.

Tak bisa dan tak akan kuterima.

Meski cemas, aku lega akan ada yang membantumu di sini.

Kesetiaan tak bisa dibeli.

Kau mau masuk, tidak?

Matthew Cuthbert, kau pasti gugup.

Sejak kapan kau mau makan sebelum cuci tangan?

Jangan lupa, kau yang meyakini rencana ini.

Kau sudah yakin sejak musim dingin, jadi, percuma resah.

Bukannya tak setuju, aku setuju.

Kau siap berangkat setelah makan?

Tentu.

Pasti sebentar lagi Rachel akan datang.

Entah kenapa, dia rakus akan gosip seperti orang kelaparan.

Setengah jam lalu, kusuruh kau siapkan makanan mereka.

Popoknya harus diganti.

- Semurnya hampir... - Sudah memerah susu?

- Belum, tapi... - Kemarikan dia.

Kau mau anak-anak ini kelaparan? Sesekali kerja yang benar.

Kau selalu saja merepotkan. Dasar anak tak berguna.

Cepat. Lihat saja apa kata Tn. Hammond saat dia pulang nanti.

Kau tak apa-apa, Nak?

Aku lebih suka berimajinasi dibanding mengingat.

Kenapa kenangan buruk sulit dilupakan?

Aku tak tahu. Cobalah beristirahat.

"Jika seluruh dunia membenci kita dan yakin kita jahat,

tapi hati nurani kita membenarkan kita dan bebas dari rasa bersalah,

kita pasti tetap akan punya teman."

Aku suka Jane Eyre. Kau?

- Kami belum pernah bertemu. - Syukur kau bangun.

Aku ingin tanya soal Green Gables.

Pasti begitu.

Menurutmu kenapa Cuthbert bersaudara tetap melajang?

Apa kisah cinta mereka berdua tragis?

- Itu bukan urusan kita. - Tapi aku dilanda penasaran.

HOTEL BRIGHT RIVER

Selamat siang.

Pak.

Apa kau bisa membantuku?

- Adakah... - Gadis kecil?

Kau tak melihatnya? Dia di luar.

Dia tak mau masuk. Dasar.

- Tapi... - Katanya lebih suka di luar karena...

Apa katanya tadi?

Lebih banyak ruang untuk berimajinasi katanya.

Menurutku gadis itu agak aneh. Kudengar dia bicara sendiri di luar.

Tapi aku tak menjemput anak perempuan.

Aku menjemput anak lelaki.

Ny. Spencer seharusnya membawanya dari panti untuk kami.

Ny. Spencer turun kereta dengan anak aneh itu,

menitipkannya padaku, katanya akan kau jemput.

Hanya itu yang kutahu.

Aku tak menyembunyikan keberadaan anak yatim piatu.

Aku...

Aku tak paham.

Aku yakin gadis itu akan senang menceritakan padamu

segala hal yang terjadi.

Yang jelas, cara bicaranya unik.

Selamat siang.

Sepertinya kau Matthew Cuthbert dari Green Gables.

Senang bertemu denganmu. Aku mulai cemas kau tak datang.

Sudah kubayangkan semua kemungkinan yang menghambatmu datang.

Aku sudah memutuskan jika tak dijemput,

aku akan ke rel menuju pohon ceri besar itu,

lalu memanjat dan menginap di sana.

Aku tak akan takut, pasti asyik tidur di pohon berbunga serbaputih

di bawah sinar bulan, 'kan?

Aku juga bisa menduga kau kecewa kepadaku.

Aku memang tak menarik, tapi meski kurus, aku kuat.

Aku berterima kasih sekali kau mau mengadopsiku.

Aku senang melihatmu, Tn. Cuthbert.

Sebaiknya kau ikut.

- Kubawakan tasmu. - Aku bisa sendiri.

Tak berat.

Isinya seluruh barangku, tapi tak berat.

Jika cara membawanya salah, bisa jatuh berantakan.

Sebaiknya aku saja. Aku tahu betul cara membawanya.

Aku sangat senang

akan menjadi bagian dari keluargamu dan adikmu.

Sangat senang.

Sebelumnya aku tak pernah punya keluarga.

Maksudku, kau dan adikmu seperti dari cerita fiksi.

Dua orang pekerja keras, baik,

hidup kesepian di rumah mereka yang sunyi,

merindukan kasih sayang anak.

Aku akan berusaha menjadi putri terbaik

yang pernah ada.

Aku yakin aku bisa.

Jujur, pengalaman jadi putriku tak banyak.

Biasanya aku ikut keluarga bukan untuk jadi putri...

Jadi, ini anugerah luar biasa

dan hatiku sungguh bahagia.

Aku sudah berpikir panjang.

Aku bertekad menjadi anak yang patuh

dan berbakti, tapi cukup ceria hingga bisa mencerahkan suasana

setelah kalian hidup begitu lama tanpa merasakan senangnya punya anak ceria

dan tanpa luasnya imajinasinya.

Apa kau sudah lama menginginkan putri?

Sejak dulu kau dambakan?

Aku pernah baca

putri adalah gadis kecil yang akan tumbuh menjadi teman.

Mengucapkannya saja membuatku antusias.

Dia manis, ya?

Siapa namanya?

Namanya... Mare (kuda betina).

Ia tak punya nama?

Nama yang tepat itu penting.

Kelihatannya nama yang cocok untuknya adalah Belle.

Halo, Belle. Kau cantik dan aku yakin kita akan jadi teman baik.

Mare.

Dah, Pohon.

Pohon ceri itu teman pertamaku di pulau ini.

Pohon ceri serbaputih itu mengingatkanmu pada apa?

Itu... entahlah.

Tentu saja pengantin. Pengantin bergaun putih dan selubung transparan.

Aku belum pernah lihat, tapi bisa kubayangkan.

Mungkin aku tak bakal jadi pengantin.

Aku tak cantik. Tak akan ada yang mau menikahiku.

Kecuali misionaris asing.

Kurasa mereka punya selera unik.

Kuharap kelak aku punya gaun putih dengan lengan gembung cantik.

Itu puncak kebahagiaan duniawiku.

Apa aku terlalu ceriwis?

Kata orang begitu, dan tampaknya itu membuat jengkel.

Apa kau ingin aku berhenti? Jika ya, baiklah.

Aku bisa berhenti jika berusaha walau agak sulit.

Aku tak keberatan.

Aku senang sekali.

Aku tahu kita akan akrab.

Senang bisa bicara sesuka hati

dan tak dinasihati bahwa anak tak boleh terlihat atau terdengar.

Aku sering dinasihati begitu.

Aku ditertawakan karena menggunakan kata rumit.

Tapi kata-kata itu menarik dan deskriptif.

Contohnya "terkesima" dan "agung",

Perlu kata-kata hebat untuk mengungkap gagasan besar, 'kan?

Ya...

Kurasa begitu.

Misalnya...

aku terkesima dengan pemandangan agung ini.

Hati-hati.

Siang, Rachel. Akan kupanaskan ketelnya.

Silakan duduk.

Aku tak mau mengganggu jika kau akan ada tamu.

Waktu kita banyak. Matthew baru akan pulang beberapa jam lagi.

Aku kaget melihat Matthew pergi hari ini.

Bisa kubayangkan.

Tidak bisa kubayangkan

apa yang membuatnya meninggalkan ladang di siang bolong.

Aku cemas dia memanggil dokter.

- Aku sehat. - Syukurlah.

Kini setelah dipikir-pikir...

tak masuk akal Matthew sempat berdandan

jika dia pergi karena darurat.

Ya, itu tak masuk akal.

Ya, benar.

Astaga, Marilla.

Matthew ke stasiun di Bright River.

Wah, wah.

Bright River.

Dia menjemput pembantu.

Ya dan bukan.

Kami mengadopsi anak lelaki dari panti asuhan di Nova Scotia.

Dia tiba hari ini.

- Matthew menjemputnya. - Marilla Cuthbert.

Andaikan kau bilang Matthew menjemput kanguru dari Australia,

aku tak bakal terkejut.

Tapi anak yatim piatu?

Bisa-bisanya kau terpikirkan ide itu?

Aku akan bilang secara jujur.

Tindakanmu sangat bodoh. Berisiko. Itu pendapatku.

Sulit dipercaya aku berkesempatan tinggal di tempat yang begitu indah.

Mimpi jarang terwujud, 'kan?

Tapi saat ini, aku merasa cukup berbahagia.

Meski aku tak bisa sepenuhnya bahagia karena...

Menurutmu rambut ini warna apa?

Warna merah, 'kan?

Ya... warna merah.

Itu alasanku tak bisa bahagia sepenuhnya.

Orang berambut merah tak ada yang bahagia. Itu...

nestapaku seumur hidup.

Kau tak kenal anak itu.

Kau membiarkan anak asing ke rumahmu.

Kau tak mengenalnya sedikit pun.

Pekan lalu, aku membaca koran.

Sepasang suami istri di daerah barat pulau

mengadopsi anak yatim piatu dari panti.

Anak itu membakar rumah mereka.

Saat malam hari.

댓글

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left