#OOTD: Outfit of the Designer

#OOTD: Outfit of the Designer

Indonesian 자막 다운로드

릴리스 정보

#OOTD Outfit of the Designer 2024 INDONESIAN WEBRip NF
다음의 해설 tedi
Retail NF | 2:47:25 Fix common errors

태그

webdl
게시일: 2024-10-03
다운로드: 55
청각 장애인용: No

Indonesian 자막 미리보기

처음 200줄입니다.

Luni.

- Hai. - Pagi.

Kamu nggak apa-apa?

Hari pertamaku.

- Ya udah, aku duluan ya. - Iya.

- Hati-hati. Sampai ketemu. - Sampai ketemu.

- Hei, apa kabar? - Baik. Apa kabar?

Aku ingin pesan untuk dibawa pulang.

Tentu saja. Mau pesan apa?

Aku mau dua cupcake,

satu cupcake stroberi,

dan satu potong kue stroberi cokelat putih.

Baik, totalnya 12,50. Pesanannya akan diantar.

Sebentar.

- Oh, hai. - Hai!

Wah...

Aku taruh sini, ya.

Oh, iya. Gas, gue boleh pinjam gantungan baju, nggak?

Aku perlu setrika bajunya dulu. Agak lecek soalnya.

- Aku ambilin, ya. Oke. - Oke.

Ini dia.

Oh.

Itu waktu...

kejadian tragedi di kampung halaman aku.

Ya, semuanya hancur.

Tapi, kalau nggak ada kejadian itu, nggak ada aku di sini.

Aku jadi melantur, maaf.

Gimana kalau kita langsung mulai foto aja kali, ya?

Ini gantungannya udah cukup? Satu, dua, tiga, empat, lima. Cukup?

Iya, cukup.

Oke, bagus.

Oke.

Bagus.

Enaknya gimana, ya, fotonya?

Mau luarnya dulu atau langsung dalamnya aja?

Karena ini putih, latar belakangnya putih,

untuk baju ini kayaknya aku butuh ada modelnya, deh.

Kamu jadi modelnya, ya?

Nggak, nggak. Nggak akan bagus.

Bagus. Coba dulu aja. Tolong.

Kalau sampai hasilnya nggak bagus, kita tukeran peran, ya.

Lo yang jadi modelnya, gue yang jadi fotografernya.

Asalkan siap bajunya nggak laku.

Ya udah. Gantinya di mana?

Lurus aja, belok kiri.

Tapi, maaf. Agak berantakan.

Ada-ada aja.

Udah, nih.

Oke.

Bagus.

Nggak ada saku.

Oke, ditaruh di pinggang.

Iya.

Udah, dong. Udah.

Nih. Bagus, tahu, hasilnya.

Aduh, nggak pede.

Lihat, tuh. Kamu cocok jadi model.

Peralatan lo aja nggak mendukung.

Untung modelnya cantik, ya?

Bisa aja.

Kenapa nggak masuk agensi aja, sih? Pasti laku.

- Ya udah. Gue nggak mau lihat. - Lihat, nih.

- Gue nggak mau lihat. - Bagus.

Sudah?

- Iya, silakan. - Oke.

Gas, terima kasih udah bantu fotoin sama udah nge-asistenin gue hari ini.

Iya. Nggak usah khawatir.

Kalau gitu, sampai ketemu di taman?

- Sampai ketemu besok. - Oke.

Jangan, aku aja.

- Yakin? - Iya.

- Hai. - Hai.

Ini barangmu.

Sampai ketemu besok, ya?

Iya. Ketemu besok di taman.

- Dah. Hati-hati, ya. - Dah.

Pak, bisa pergi sekarang.

Dah!

Hai.

Hai!

- Pagi. - Pagi.

Gimana tidurnya?

Nyenyak banget.

Oke. Jadi kita rutenya mau ke mana?

Keliling kota?

Balapan?

Oke.

Ayo.

- Siap? - Kapan pun kau siap.

Sini, deh.

Foto.

Di mana?

Ya.

Tunggu, tunggu.

Udah.

Nggak bisa. Oke, sekarang udah bisa.

- Sudah? - Iya.

Ini tempat yang biasa aku kunjungi.

Di sini makanannya masih otentik.

Oke.

- Halo. - Halo.

Gimana menurutmu?

Nggak seperti yang aku bayangkan.

- Iya? - Mau duduk?

- Iya. - Untuk dua orang?

Ikuti aku.

Pas banget, gue lagi pengen kopi.

Pas.

Di sini, favorit aku es kopinya.

Tahu nggak? Mereka punya biji kopi dari Indonesia.

- Oh, ya? - Iya.

Eh, Gas.

Gue pengen, deh, desain baju-baju gue difoto di luar ruangan.

Kira-kira bagus nggak, ya?

Iya, bagus.

Kalau menurut aku sih, desain baju kamu itu cocok

sama, ya, paling foto dengan bangunan-bangunan yang ada di Birms.

Masuk, sih.

- Benar? - Iya.

Mau, dong.

Gimana kalau selain foto...

Bilangnya gimana, ya? Buat semacam pertunjukan, mungkin?

Biar karya kamu dilihat orang aja sih, kalau mau.

- Kayak peragaan busana? - Iya.

Sebenarnya itu cita-cita gue dari dulu, sih.

Bikin peragaan tunggal, gitu.

Ya udah, bikin dong.

Belum pede.

Yah.

Ya udah, gini aja. Mulai dari yang kecil-kecil dulu aja.

Gimana kalau kamu sama teman-teman kampus kamu?

Bisa jadi mereka jadi modelnya

sekalian bantuin karya-karya kamu. Iya, 'kan?

Sebenarnya di kampus ada runway.

Cuma, bagi gue masih agak kurang seru, ya.

Monoton, gitu, sama konsep orang lain.

Nah, gimana kalau buatnya kayak tadi?

Peragaan busana di jalanan?

Jadi peragaan busana di jalanan.

Ya udah, nanti aku bantuin fotoin, terus teman aku bantuin videoin.

- Benar? - Iya.

Mau, dong.

Nanti coba gue kabarin teman-teman gue, semoga mereka mau bantuin gue.

- Satu es. - Terima kasih.

- Cappuccino? - Di sini.

- Terima kasih. - Terima kasih.

Cobain.

Enak banget, sih. Terasa seperti di rumah.

- Iya? Kopinya kental? - Iya.

Ini sih favorit aku di sini.

- Iya? - Oke.

Terima kasih.

Gas.

Kalau boleh nanya serius,

gue cuma pengen tahu...

Cara lo buat mengatasi

bencana yang bikin lo trauma itu gimana, sih?

Maaf atas pertanyaannya.

Gue cuma merasa lo sangat kuat.

Nggak usah khawatir.

Trauma.

Gimana, ya, bilangnya?

Trauma sih ada. PTSD kali, ya?

Tapi, itu 'kan kejadiannya udah 15 tahun yang lalu.

Mungkin dengan salah satu cara aku majang foto-fotonya di tempat aku,

bisa dibilang, itu cara aku untuk mengatasinya.

Sedih sih iya, pasti ada sedih. Apalagi kalau...

aku lagi ingat adik aku.

Cuman, aku mikir...

makin ke sini jalanin hidup, mau nggak mau, ikhlas kali, ya?

Kayaknya "ikhlas" kata yang tepat untuk aku pilih.

Mau nggak mau harus tetap jalanin hidup dan belajar buat hidup tanpa dia.

Terus, orang tua lo gimana?

Alhamdulillah baik, sehat.

Orang tua masih ada sampai sekarang.

Terutama Bapak aku. Dia...

dia pendukung yang besar, sih. Dia dukung aku.

Waktu kejadian itu, dia dan beberapa temannya

sempat nuntut ke perusahaannya.

Terus ada semacam program beasiswa.

Aku lolos beasiswanya terus kerja di tempat itu.

Dan aku ikut dan dapat beasiswa lagi. Sampai sekarang makanya di sini.

Intinya, perusahaannya tanggung jawab sampai kapan pun.

Udah kali ya, ngomong seriusnya.

Omong-omong, kamu berapa saudara?

Gue sendiri. Anak tunggal.

- Oh. - Selalu sendiri.

Tapi, keuntungannya adalah

gue disayang sama banyak orang.

Jadi pusat perhatian, dong?

Kurang lebih begitu.

Aduh, Gas, gue lupa.

Luni tuh mau ke tempat gue, mau ngerjain tugas.

Boleh nggak kalau habis ini kita cabut?

Iya, nggak apa-apa, tapi, habisin dulu.

Dengan senang hati.

Gas, terima kasih ya, udah nganterin.

Iya. Sama-sama.

Mau mampir?

Lain kali, ya. Lagi banyak tugas.

#OOTD: Outfit of the Designer subtitles in other languages

댓글

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left