Uproar

Uproar

Indonesian 자막 다운로드

릴리스 정보

Uproar 2023 BluRay id
다음의 해설 Kudalumping
Durasi: 01:49:59

태그

bluray
manually_transcribed
게시일: 2025-08-13
다운로드: 40
청각 장애인용: No

Indonesian 자막 미리보기

처음 200줄입니다.

Jika Selandia Baru adalah sebuah acara TV,

maka tahun 1981, kami adalah The Incredible Hulk.

Yang dilihat oleh banyak orang adalah Dr Banner,

sopan, tenang dan kurang berkarisma...

Namun sebenarnya, bersembunyi tepat di bawah permukaan,

ada pria hijau berotot mengenakan celana pendek ungu,

menunggu ada sesuatu yang memicunya.

Dan pada musim dingin 1981, sesuatu itu tiba.

Tim rugbi Afrika Selatan.

Kami menolak tur rasis kalian!

Mereka musuh bebuyutan kami dalam rugbi,

tapi bukan itu masalahnya.

Satu, dua, tiga, empat!

Masalahnya adalah Afrika Selatan telah melegalkan rasisme.

Tiga, Empat! Kami menolak...

Setengah Selandia Baru marah

karena pemerintah kami membiarkan mereka bertanding di sini.

Setengah lainnya marah karena politik menghalangi rugbi.

Ada juga yang marah dan bingung.

Kenapa mereka yang kami khawatirkan

sedangkan ada ketidakadilan di depan mata kami sendiri?

...di Rugby Park Hamilton. Ini Graham Moody...

Pada saat tur dimulai,

semua orang marah.

Hampir semua orang.

Meski cukup sulit untuk marah pada apa pun itu

di saat kau selalu menundukkan kepala.

Umurku 17 tahun kala itu, tinggal di Dunedin dengan ibuku,

yang tak henti-hentinya bekerja,

dan kakakku, yang tak pernah meninggalkan kamarnya lagi.

Dan...

Sudah tujuh tahun sejak Ayah meninggal.

Benar-benar kacau di sini, di Rugby Park, Hamilton.

- Mustahil pertandingannya... - Hai.

...bisa dimulai sementara ada kericuhan...

Mereka harus minggir dari lapangan

agar pertandingannya dimulai sebelum ada tumpah darah.

Helm itu untuk apa?

Botol, kaleng, semua dilempar.

Para pengunjuk rasa antitur sedang dilempari barang.

Oh, iya.

Ada pengumuman.

Pertandingan kini dibatalkan.

Apa?

- Pertandingan dibatalkan. - Waduh.

Ayolah.

Ayolah, jangan sampai batal.

Mereka hanya harus minggir dari lapangan dan mulai dari awal.

Mau bawa kue ke kamarmu?

Kau...

Datang kembali.

Matikan saja, Josh.

...kerumunan di sini, di Rugby Park, Hamilton.

Kau tahu lewat sini lebih cepat, kan?

Lewat sini jauh lebih menarik.

Kau banyak mengubah arah.

Sampai menerobos semak-semak.

Bergegaslah, kau tak bisa terus-terusan terlambat ke sekolah.

Kurasa gluteus maximusku robek.

Mustahil pantat bisa robek.

He iwi tahi tātou...

Kita semua satu bangsa.

Sebuah pengingat akan kejadian memalukan di Hamilton,

bahwa di sini, di St Gilbert's,

perilaku apa pun yang mengganggu ketertiban tidak akan ditoleransi.

Begitu Springboks tiba di sini, di Dunedin minggu depan,

kita akan tunjukkan kepada mereka bahwa orang Selandia Baru

memerangi perpecahan dengan persatuan.

Dan tak ada tempat yang lebih baik

untuk menunjukkan ini

selain di lapangan rugbi.

Sekarang, Second XV.

Yang cepat.

Tut, tut, gujes, gujes!

Terima kasih sambutan hangatnya, Pak.

Wah, tengoklah tatapan nanar kalian.

Aneh.

Aku Josh Waaka, adik dari...

Adik dari seorang psikopat.

Aku sebenarnya bukan kapten Second XV,

tapi entah kenapa, Sujhal memintaku

untuk naik ke sini pagi ini.

Sayangnya, kami kalah atas Boy's High

di pertandingan terakhir musim ini.

Menegangkan, ya.

Jujur, aku tidak ingat skornya.

- 57-3. - Ah, kurang lebih seperti itu.

57-3.

Skor kami tiga.

Diam.

Baik. Kembali ke tempat.

Sekarang...

First XV.

Bertanding 12 kali, menang 11 kali.

Dan meski pertandingan berakhir seri Sabtu silam,

Pelatih Bullivant meyakinkanku ini sebuah kesalahan.

Sebuah kesalahan. Semuanya aman.

Dalam empat minggu ke depan,

aku mengharapkan foto Wayne Anderson

digantung di samping anak-anak St Gilbert lainnya yang membanggakan

yang telah memimpin sekolah kita menuju kemenangan Harding Cup.

Anak-anak St Gilbert's, berdirilah.

Mari beri Wayne dan wakil kaptennya, Xavier,

tepuk tangan yang meriah.

Apakah kau tidak mencurigaiku?

Seandainya dia ada di sini untuk menuliskan tolol untukku.

Tapi, Tuan-tuan, ingatlah bahwa aku ini tolol.

Meski belum dituliskan,

jangan lupa bahwa aku tolol.

Terima kasih, Xavier.

Penampilan paling ekspresif hari ini.

Shakespeare kasar, Pak.

Memang.

Siapa lagi mau mencoba?

Josh, mungkin?

Aku cukup yakin Dogberry bukan orang Māori, Pak.

Aku pun cukup yakin Dogberry tidak berfalseto, Ted.

Tapi itu tidak menghalangimu.

Kalau Josh mau kutip dengan bahasa Māori, kita persilakan.

Apa pun aku terima.

Tidak bisa bahasa Māori, Pak.

Bahasa Inggris pun berlepotan.

Setidaknya kau konsisten.

Tidak, terima kasih, Pak.

Baiklah.

Oh, Josh.

Bisa bicara sebentar?

- Ya, ya. - Ya?

Jadi, aku mengadakan semacam klub drama amatir saat makan siang.

Sangat ditekankan, amatir.

Dan baru ada empat orang, jadi bisa dibilang...

bukan klub besar. Tapi tetap saja.

Kenapa menanyakanku?

Pikirku mungkin kau mau ikut serta.

Tugasmu apa?

Banyak. Improvisasi.

Mengada-ada di tempat.

Kami sedang membaca bersama.

Ada drama lokal baru berjudul Ratapan Kulup.

- Kulup? - Ya, memang agak aneh.

Itu julukan karakter utamanya, bukan topiknya.

Aku bahkan sampai membeli kamera.

Begitulah. Bagaimana?

Ayo, nanti terlambat.

Ayo, cepat.

Waktu makan siangku semakin berkurang.

Oh, iya.

Gujes, gujes, gujes, gujes.

Kereta raksasa datang.

Tut, tut!

Hati-hati.

Pembersih raksasa datang.

Minggir, Nak.

Jadi, kalau kau ikut,

kau mungkin memainkan karakter bernama Kulup?

Ya, mungkin.

Lantas ikutlah.

Grace, kau pernah berpentas sebelumnya?

Aku satu-satunya orang Samoa di dunia

yang tak bisa bernyanyi, menari, atau berakting.

Aku ini anomali.

"Anomali dan Kulup".

Terdengar nama yang cocok untuk acara TV polisi.

Seperti Cagney & Lacey.

Cagney dan Lacey itu perempuan.

- Bukan. - Mereka berdua perempuan.

Baiklah.

Rasanya kita berjalan lebih lama dari biasanya.

Ya, maaf.

Ibuku meminta kita mengambil rute lain

karena dia kira Jamie akan bekerja sekarang.

Setelah jalan berikutnya, aku pulang.

Kenapa?

Karena kau tidak membayarku.

Jadi, aku bisa berhenti kapan saja.

Kau masih magang.

Sudah tiga tahun aku magang.

Aku masih mencari tahu.

STOP RASISME

KEADILAN BAGI ORANG KULIT HITAM AFRIKA SELATAN

Tampaknya mereka sedang unjuk rasa.

Menurutmu begitu?

Hanya ada satu Selandia Baru, Nona-nona!

Menyerahlah!

Dasar.

Baiknya kita selesaikan.

- Kau mau apa? - Pulanglah!

- Boleh kubantu? - Ya, terima kasih, Sayang.

- Silakan. - Ya.

Sama-sama.

- Terima kasih. - Aku Grace.

Kia ora, Sayang. Aku Tui. Dia Samantha.

Bocah!

Ikut kami!

Aku tidak cocok berunjuk rasa. Aku lebih cocok mengawasi.

Oh, ya? Resistensi pasif, kalau begitu?

Terus berjuang, ya, Bocah.

Ini unjuk rasa sunyi.

Ini apa?

Cukup dekat, ya?

댓글

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left