Omar Bin Khattab ( Series ) Full

Omar Bin Khattab ( Series ) Full

Indonesian 자막 다운로드

릴리스 정보

Umar bin Khattab - Episode 05
다음의 해설 Inisial ZA
https://www.facebook.com/ZainuddinAri

태그

other
게시일: 2014-07-03
다운로드: 116
청각 장애인용: No

Indonesian 자막 미리보기

처음 200줄입니다.

ZainuddinAri

ZainuddinAri mempersembahkan

Umar bin Khattab

ZainuddinAri mempersembahkan

Umar bin Khattab

ZainuddinAri mempersembahkan

Umar bin Khattab

ZainuddinAri mempersembahkan

Umar bin Khattab

Episode 5

Wahai kaum Quraisy!

Sampai kapan lagi harus bersabar terhadap Muhammad,

padahal kalian tahu pengikutnya semakin banyak, bukannya berkurang?

Musim haji hampir selesai dan ia semakin dikenal oleh semua suku Arab.

Apa perdebatan dan protes cukup, tanpa perlu diambil tindakan?

Bukankah ini saatnya kita tunjukkan kekuatan kita padanya juga para sahabatnya,

sehingga kita bisa selesaikan permasalahan ini?

Meski harus memerangi Bani Hasyim.

Ya memang, sekarang waktunya.

Kau selalu mulai dengan menyetujuiku lalu membantah perkataanku.

Kami tahu cara pandangmu.

Aku setuju dengan sebagian pendapatmu dan sebagian tidak.

Adapun mengenai saat yang tepat untuk bersikap keras, aku setuju.

Aku akan jadi yang pertama yang menggunakan tongkat dan cambuk, tapi...

Tapi? Aku benar-benar takut pada "tapi"mu.

Tapi jangan melawan Bani Hasyim, ini bisa memulai peperangan di antara kaum Quraisy.

Konflik ini adalah antara Muhammad dan pengikutnya dari semua suku.

Akan lebih tepat, kalau setiap suku menangani umat Islam di antara mereka,

menghukum, memenjarakan, atau menyakiti mereka

sampai mereka kembali kepada kita.

Dengan cara ini, tak ada yang akan memandang pengikutnya dan berkata:

"Orang ini menyesatkan saudara atau sepupuku".

Lalu akan ada keinginan untuk membalas, meski ia tak menyukai agama Muhammad.

Mulailah dari rumah kalian sendiri. Dengan begitu, kalian bisa dapatkan keinginan kalian.

Itu bisa diterima. Kau bersikap adil hari ini, Umar.

Kau bersikap sangat adil.

Tapi, apa sudah kaupikirkan mungkin saja ia punya tujuan pribadi?

Mungkinkah ia gunakan agamanya itu untuk mencari uang, takhta

kemewahan, wanita, dan lain-lain?

Bagaimana kalau aku menemuinya dan mengajukan beberapa tawaran?

Kalau ada yang diterimanya, kita berikan agar ia mau hentikan perbuatannya.

Abu Walid! Pergi dan bicaralah dengannya!

Kalau ia menolak?

Kalau begitu lakukan sesuka kalian.

Ayahku pergi untuk bicara dengan Rasulullah?

Benar, Ayah. Aku cepat-cepat memberitahumu.

Muhammad.

Siapa yang lebih baik, kau atau Abdul Muthalib?

Kalau kau mengatakan bahwa mereka lebih baik,

mereka menyembah para dewa yang sudah kaucela.

Kalau kaukatakan, kau yang lebih baik maka bicaralah, kami akan mendengarnya!

Sungguh tak ada yang pernah membawa masalah lebih buruk bagi kaumnya.

Kau sudah memecah belah kaum kami, membawa kekacauan dan menghina agama kami.

Kini kami sudah tak sabar menunggu untuk melakukan sesuatu

yang bisa membuat kami saling berkelahi hingga kami semua binasa.

Beri tahu kami, kalau kemiskinan yang menjadi masalah bagimu

kami akan kumpulkan uang dan menjadikanmu orang terkaya di Quraisy.

Kalau kau mengincar takhta kerajaan, kami akan jadikan dirimu raja kami,

dan kalau kau ingin wanita, pilih siapa saja yang kauinginkan dari Quraisy.

Kami akan memberikanmu sepuluh wanita untuk dinikahi.

Aku yakin, Abu Walid kembali dengan wajah yang sama sekali berbeda dengan wajah saat ia datang.

Ya, aku yakin juga begitu.

Bagaimana hasilnya, Abu Walid?

Aku hanya bisa katakan kalau aku dengar sesuatu yang sama sekali belum pernah kudengar.

Aku bersumpah, itu tak seperti syair yang diucapkan peramal atau ahli sihir.

Kaum Quraisy, patuhi aku dan salahkan saja aku,

tapi jangan ganggu ia dan pesan yang ia bawa. Biarkan saja!

Yang ia sampaikan, pasti akan membawa perubahan besar.

Kalau bangsa Arab membunuhnya, maka mereka sudah menuntaskan tugas kalian.

Kalau ia berhasil menundukkan bangsa Arab,

kalian akan merasakan kerajaan dan kejayaannya

dan kalian akan jadi orang yang paling bahagia karena memilikinya.

Abu Walid, ia pasti sudah menyihirmu melalui perkataan manisnya.

Ini adalah pandanganku. Kau boleh berbuat sesukamu.

Ayah sudah mengatakan hal yang benar.

Kalau kalian bersikeras tak percaya atau kafir terhadap Muhammad dan pesannya,

setidaknya kalian bisa dengarkan apa yang dikatakan ayahku.

Kafir? Siapa yang kafir dalam agama lain?

Apa kau benar-benar peduli terhadap pandangan dan agama ayahmu?

Kenapa tak duduk bersama dan menyusun rencana untuk menghadapi musuh kita?

Kudengar kau adalah orang yang bijaksana.

Dan kau punya Salim bersamamu.

Kita pasti butuh saran yang bijak dari Salim.

Ia mungkin bisa temukan jalan keluar dari kesulitan kita.

Muhammad sudah ciptakan masalah yang amat sulit bagi kita.

Ayolah Salim, beri tahu apa yang harus kita lakukan pada Muhammad dan pengikutnya?

Apa kita jadikan mereka kelaparan? Kehausan? Atau memukul mereka dengan kekerasan?

Atau akan kita umumkan mereka di semua tempat?

Hentikan, Abu Hakam!

Kenapa kau tak menyebutku Abu Jahal, seperti yang diajarkan Muhammad?

Apa maksudmu, Abu Hakam?

Apa kau tak tahu bahwa Abu Hudhaifah sudah menjadi seorang muslim,

dan begitu pula teman setianya Salim bin "entahlah".

Kau tahu pasti, Abu. Kau tahu bahwa ia sudah menjadi anakku.

Aku tahu, kau sudah mengadopsinya tapi mengenai ayah kandungnya

demi Latta, aku tak tahu. Aku tak tahu faktanya, sama sepertinya.

Tepat sekali Rasulullah menjulukimu Abu Jahal.

Kau jelas tak tahu tentang kebenaran dan kau hanya sebarkan kebodohan.

Pernahkah kalian dengar, warga Quraisy?

Kalau kalian tak menghormati kami

maka setidaknya kalian harus hormati orang tua kalian, Abu Walid.

Tentu saja ia tak memerlukan aib yang kauberikan padanya.

Kubilang hentikan itu, Abu Hakam, atau kau akan dengar yang tak kausuka.

Apa ada yang lebih jahat dari apa yang kauperbuat,

saat kau tinggalkan agama nenek moyangmu?

Kami akan mencelamu lemah akal, dan menyebutmu orang tolol baik kau dan keturunanmu.

Semoga Allah mengutukmu, musuh Allah.

Dasar manusia kotor dan jahat!

Kau yang bodoh, manusia durhaka.

Cukup, Abu Hakam!

Apa kau lupa bahwa ia adalah anakku?

Apa ia ingat bahwa kau ayahnya dan tak terhindar dari perbuatannya?

Kau sudah cukup lama tahu bahwa ia memercayai Muhammad

dan kau menyembunyikan fakta itu.

Kalau tak bisa hentikan ia, kami akan timpakan semua kesalahan itu padamu.

Kalau ada yang coba menyentuhnya, akan kuhajar ia hingga menyesal.

Lalu Salim? Ia bukan anakmu. Apa kau mau serahkan ia pada kami?

Saat seseorang menjadi anak dari putraku, maka aku adalah kakeknya.

Wahai kaum Quraisy, kalian dengar itu?

Abu Walid tak akan menyerahkan anak dan cucunya.

Orang ini merasa senang, bisa menemukan sebuah cacat di keluarga Abdi Syams

memanfaatkannya untuk lawan mereka.

Bukankah akan lebih pantas bagimu mengurus saudaramu

Salamah bin Hisyam dan saudara tirimu Ayyas bin Abi Rabi'ah karena keduanya muslim.

Kenapa kau sembunyi dari orang-orang ini, aib apa yang akan kaucoba gunakan untuk menekanku?

Urus rumah tanggamu sendiri sebelum kau mengurus rumah tangga orang lain.

Apa ini? Lepaskan tanganmu, atau tangan kalian bisa dipotong.

Abu Hakam, apa kau yang suruh mereka melakukan ini?

Ini saatnya untuk menyatakan kebenaran.

Apa kalian sudah meninggalkan agama kita?

Apa kalian sudah meninggalkan agama kita?

Ya, Alhamdulillah kami adalah muslim.

Kalau begitu aku harus bertindak terhadap orang-orang bodoh yang tinggalkan agama kami dan mengikuti Muthammam,

meskipun itu adalah saudara dan anak-anak sendiri.

Mereka harus kembali kepada kami atau akan dibiarkan membusuk.

Ayo, mari kita pergi!

Ayo!

Bantu aku mengurus dua orang bodoh ini!

Aku mendesak warga agar dengan tegas menentang Muhammad dan pengikutnya

sementara dua orang keluargaku sendiri bergabung dengan mereka.

Demi Latta, aku akan mulai dengan kalian berdua.

Kini Bani Hasyim dan Abdi Manaf tak punya alasan untuk menentang kami.

Dua kroni kalian, keponakanku!

Kalau kalian tak ingin mereka dihina, kelaparan dan kehausan

bicaralah pada mereka dan tunjukkan kepada kami kemampuanmu membujuk.

Apa kau senang dengan ini, Umar?

Ini akibat ulah kalian sendiri.

Aku tak pernah merasa lebih buruk daripada yang kurasakan sekarang.

Tapi bagaimana ini bisa membantu kecuali kau kembali ke agama kami?

Demi Allah, itu takkan terjadi.

Kau ingat, saat kita ada di tempat terbuka,

dan kau berbicara tentang Muhammad,

kau mengatakan sudah mendengarnya dari para sahabatnya.

Kau berbicara tentang Persia dan kerajaan Romawi,

dan mengatakan Islam akan mencapai titik terjauh di timur dan barat.

Dan karena Muhammad menunjukkan perbedaan antara yang benar dan salah,

ia satukan masyarakat bersama-sama di dalam agamanya.

Hari itu aku curiga padamu,

tapi kemudian kuhapus keraguanku.

Aku berpikir bahwa karena Abu Hakam adalah saudaramu,

Walid bin Mughirah adalah pamanmu,

dan aku adalah teman dekatmu, maka kau tak mungkin melakukannya.

Semoga kau tetap jadi teman dekatku dalam Islam

seperti dulu di zaman jahiliah dan kuyakin kau bersedia.

Bagaimana bisa tetap jadi teman dekatmu kalau kau sudah masuk agama Muhammad

sementara aku adalah salah satu penentang terkerasnya?

Kaubilang bahwa agama itu membedakan antara yang benar dan yang salah.

Kau yakin benar dan aku salah. Bagaimana hal itu bisa bertemu?

Dengar, Umar. Demi Allah, kau lebih bijaksana dariku

dan kau lebih baik, jujur dalam berpendapat

berhati tulus dan memiliki sifat yang baik.

Apa yang ada di dalam hatimu sama dengan perbuatanmu.

Kau menggabungkan semua ciri dari akhlak yang baik.

Kudengar nabi saw. bersabda:

"Aku datang untuk menyempurnakan akhlak yang baik." Aku juga dengar ia bersabda:

"Manusia terbuat dari bahan yang berbeda, seperti emas dan perak.

Yang terbaik di antara kalian sebelum Islam akan jadi yang terbaik dalam Islam, kalau mempelajari Islam dengan baik."

Aku tahu, kau terbuat dari apa, dari emas murni.

Semoga akal, hati dan akhlakmu hanya akan membawamu menuju kebaikan.

Ketika kau memahami Islam dengan baik, kau akan memimpin, seperti saat ini.

Tidak. Kau akan lebih baik dan lebih mulia. Kami akan mengikutimu,

dan kami semua mengikuti Rasulullah saw.

Bicaramu mirip saudaraku Zaid.

Setiap kali menginginkan sesuatu dariku, ia mulai menyanjungku seperti kau barusan.

Aku tak mudah tertipu oleh pujian.

Kalau kaupikir aku akan membantumu dalam kesulitan ini, sebaiknya menyerahlah.

Aku takkan membantu sampai kau kembali ke agama kami.

Aku akan lakukan terhadap kalian dari Bani Adiy, sama seperti yang diperbuat Bani Makhzum kepada kalian.

Warga Bani Adiy, datanglah. Kemarilah!

Datanglah, wahai Bani Adiy!

Dengarkan aku, wahai Bani Adiy!

Ini saatnya untuk bertindak tegas.

Situasinya sudah melampaui batas.

Dan kita tak bisa lagi membiarkan mereka yang sudah meninggalkan keyakinan kita.

Para tetua kita sudah sepakat bahwa setiap kaum harus menangani sendiri

para warganya yang sudah memeluk agama Muhammad.

Aku yang akan mengawasi kalian.

Kalau kutahu ada yang keluar agama kita dan menimbulkan perpecahan,

akan kuhukum dengan siksaan yang berat,

dan menjadikan mereka contoh bagi yang lainnya.

Omar Bin Khattab ( Series ) Full subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Omar Bin Khattab ( Series ) Full

댓글

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left