Ghost Writer

Ghost Writer

Indonesian 자막 다운로드

릴리스 정보

Ghostwriter [S01E03] The Jungle Ghost, Part 1 WEB-DL x264-ION10
다음의 해설 PemudaRemajaIII
| Beri Rate Jika Suka Dengan Subs Ini |

태그

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
x264
게시일: 2019-11-23
다운로드: 52
청각 장애인용: No

Indonesian 자막 미리보기

처음 200줄입니다.

Sebelumnya di Ghost Writer ...

Ini misteri.

Aku suka misteri!

- Buku ini kosong. - Aku tak paham.

Kita harus cari cara untuk kembalikan mereka.

Kurasa sejak pindah ke sini, situasinya sulit.

TINGGALKAN KOMENTAR! DONNA

"Halo." - Jika nenekmu Penulis Hantu?

"Tolong aku"?

TOLONG AKU

"Tolong aku"? Tolong dengan apa?

Nenek?

Kau masih di sana?

Ya, kita perlu informasi lagi untuk melanjutkan.

Halo?

Kurasa kita cuma dapat itu.

Aku banyak baca kisah hantu, mereka cuma tetap di sini

bila ada urusan belum rampung.

Jika nenekmu hantunya, maka kau pasti tahu itu.

Tampaknya dia tak pernah ada masalah saat Natal,

itu terakhir kali aku melihatnya.

Chevon?

Andai aku tahu, tetapi dia tampak selalu bahagia bagiku.

Jika ada yang lihat sesuatu, kirim SMS kepada yang lain.

Aku memulai obrolan kelompok.

Tunggu. Ada yang kirim emoji hantu?

Itu aku.

Terserah. Kita bertemu besok.

- Sampai jumpa, Ruben. - Salam.

- Sampai jumpa. - Salam.

Kau tak berhak. Ini ada di toko buku lebih lama dari usiamu.

Benar!

- Pagi. - Pagi.

Kau bisa percaya, ibumu menukar mesin kas antik untuk ini?

Aku tak sadar kau amat menyukai benda itu.

Itu besar. Mejanya jadi penuh.

Itu menawan. Setidaknya itu simpan uang tunai.

Tak ada yang gunakan uang tunai lagi.

Maaf, ya? Aku cuma coba membantu.

Nanti dia akan menggantikanku.

Ada yang lihat Spinoza?

Apa itu Spinoza?

Kucing yang hidup di gang di belakang toko buku.

Aku akan beri makan, tetapi dia hilang.

Dan kau menamainya Spinoza?

"Rasa takut tak bisa tanpa harapan. Maupun harapan tanpa rasa takut."

Tak ingat?

Baruch Spinoza, filsuf rasionalis?

Pemikir bebas hebat dari abad ke-17.

Ya, kurasa itu tak diajarkan di SMP,

mereka peduli jika kita terlambat.

Semoga harimu menyenangkan.

Mungkin tak apa-apa, kucing bau itu pergi.

Itu katamu.

Dia ambil bagelku.

Bagaimana tidur kalian?

Nyenyak. Aku suka ranjang susun baru. Seperti kami di kapal pesiar.

Donna mendengkur.

Aku tahu tempat ini tak sebesar rumah ibumu,

tetapi Donna akan bantu merapikannya.

Oh, ya. Aku punya banyak ide.

Bagaimana menurutmu dinding beraksen jingga?

Itu berani.

Benar. Akan mencerahkan tempat ini.

Aku tak mau tinggal di apartemen jingga.

Kita bisa pikirkan warna yang kita sukai.

Kau ajak Rocco berjalan-jalan?

Maaf, Ayah. Aku buru-buru pagi ini.

Curtis terlalu lama di kamar mandi.

Rambut seperti ini tak rapi begitu saja.

Aku akan coba cuti untuk pertandingan pekan ini.

Aku tak bermain pekan ini.

Apa? Itu masuk jadwal.

Ototku tertarik, dan Pelatih tak mau aku ambil risiko.

Sebaiknya kau pakaikan es, dan beristirahat.

- Baik. - Ayo, Rocco. Saatnya berjalan-jalan.

Biar kusingkirkan susunya. Harus hati-hati dengan bahumu.

Baik. Besok, kita akan bahas para ratu Mesir.

Tolong baca babnya.

Baik, Tn. Slithers, mari berharap Saunders sedang senang.

Hei, Tn. Saunders.

Hei, Curtis. Ada apa? Waktuku sebentar.

Aku berharap kita bisa bicara, antara sesama atlet.

Aku paham kau berolahraga saat masih muda.

Ya, aku jadi pemain shortstop hingga kuliah.

Kau tahu betapa pentingnya untuk tak mengecewakan rekan tim.

Ya.

Aku tak bisa bermain hingga nilaiku naik.

Ya, itu sangat disayangkan.

Tetapi itu aturan sekolah.

Aku tak bisa apa-apa lagi.

Sebenarnya, mungkin bisa.

Mungkin aku bisa ikut ulangan lagi.

Aku tak bisa beri perlakuan istimewa untuk atlet.

Tak akan adil untuk siswa lain.

Maaf.

Kau bisa memperingatkanku.

Kurasa aku tak bisa jadi hantu yang baik.

Urusan belum selesai terdengar terlalu membuat stres.

Aku akan jadi hantu keren. Aku tak pernah selesaikan apa pun.

Kami menunggu lama. Dingin di sini.

Aku harus bicara ke Saunders.

Ada...

apa?

Tampaknya hantu kita kembali.

LEWAT SINI

"Lewat sini." Lewat mana?

Kurasa kita akan tahu.

Awas. Ini perilaku hantu biasa.

Nenek membawa kita ke sini?

Gedung apa ini?

Kenapa ada rimba di sini?

Kenapa Nenek arahkan kita ke sini?

Entahlah, tetapi, apa itu normal?

Tidak.

Kau punya makanan?

Kalian dengar itu, bukan?

Ya. Tidak. Maaf.

Jangan mendekat.

Hei, dia cuma merpati.

Merpati yang bicara.

Kau tahu penyakit yang mereka bawa?

Hei. Aku merpati lugu yang cuma cari makanan.

Mungkin berondong jagung yang dijatuhkan orang?

Aku tak bawa berondong jagung. Seharusnya ya.

Percuma saja.

- Kau juga bicara ke hewan? - Tidak.

Secara teknis, kami bicara kepada kelinci kemarin.

Baik. Jadi pernah satu kali.

Tunggu. Anak lelaki yang bisa memanjat pohon dan bicara ke hewan.

Semoga bukan seperti perkiraanku.

Dan itu?

Apa kau Mowgli?

Dari The Jungle Book.

Kau tahu siapa aku?

Ya. Aku tahu semua tentangmu.

Kau lahir di rimba.

Kau dibesarkan serigala. Itu keren.

Bagaimana kau bisa tahu semua ini?

Kisah keberanianmu telah tersebar luas di mana-mana.

Kau pasti kedinginan.

Ini.

Ini. Seperti ini.

Aku tak paham. Kenapa hantu itu membebaskannya?

Hei. Lupakan berondong jagung.

Apa kalian punya satu tas remah roti?

Remah roti!

Kini Mowgli di sini, kita bisa dengar hewan bicara.

Pasti terkait.

Aku mungkin tahu. Kakek berkata kucing toko buku hilang.

Spinoza hilang?

- Kau kenal dia? - Ya. Nenek suka kucing itu.

Aku diburu kucing.

Harimau bernama Shere Khan.

Dia tak akan berhenti hingga aku ditangkapnya.

Namun aku datang dari rimba ini ke desa manusia aneh untuk berlindung.

Jangan cemas. Tak ada harimau yang berkeliaran di kota.

Aku takut tak paham dunia baru ini.

Kami bisa membantu soal itu.

Mungkin kau bisa membantu kami menemukan kucing kakekku.

Bagus. Ayo mulai dengan celana.

Apa dia tahu kita di jalanan kota?

Setiap hewan tinggalkan bau dan jejak. Kita harus ikuti itu.

Tidak.

Kita benar. Ini jelas ulah hantu.

Sedang apa dia sekarang?

Aku tak pernah mencium apa pun seperti ini.

Apa itu?

Hei! Itu pizaku! Cari piza sendiri!

Tikus yang bicara.

Hei, siapa yang kaupanggil tikus?

Aku tikus kecil. Kau tak peduli, Nona Cepat Ambil Kesimpulan.

Namaku Gracie.

Hewan bicara kepada kita.

Maaf. Masih belum terbiasa.

Hei, Gracie, apa kau tahu kucing bernama Spinoza?

Kembalikan pizaku, aku akan beri tahu semua.

Aku tak melihatnya.

Bagus dia hilang. Akhirnya aku bisa makan dengan tenang.

Ya, atau begitulah perkiraanku.

Mowgli, mungkin kita bisa tanya hewan lain di lingkungan ini

- jika mereka lihat Spinoza. - Aku akan kirim panggilan.

Apa yang itu?

- Gajah. - Tak ada gajah di sini.

Namun, pada saat ini, tak ada yang membuatku heran.

Aku ingat hari itu karena ada setumpuk besar buah ek.

- Apa hubungannya dengan Spinoza? - Siapa?

Oh, ya. Aku kenal Spinoza. Dia selalu menamparku.

Di mana terakhir kau melihatnya?

Aku, melihat...

Ya?

Dia...

Di sana. Ada hewan yang membawanya.

Hewan jenis apa?

Sebaiknya tak kukatakan.

Jika Spinoza tahu, siapa tahu perbuatannya terhadapku?

Memakai...

- Apa mungkin itu manusia? - Mungkin saja.

Atau kera di atas bahu kera lain.

Mantel.

Ghost Writer subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Ghost Writer

댓글

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left