The End We Start From

The End We Start From

Indonesian 자막 다운로드

릴리스 정보

The End We Start From 2023 720p BluRay x264 AAC-[YTS MX]
다음의 해설 BndrST
No Resync. Yang mau kasih traktiran: trakteer.id/BndrST

태그

bluray
게시일: 2025-04-25
다운로드: 83
청각 장애인용: No

Indonesian 자막 미리보기

처음 200줄입니다.

Apa yang kau makan?

Aku makan "toona."

"Toona"? Maksudmu "tuna."

Kau akan berubah menjadi tuna.

Itu aneh. Dia bilang tak punya mayo.

- Dia bilang kehabisan, tapi... - Tak ada mayo?

Aku menolak untuk percaya.

Menurutku dia sembunyikan dariku.

Itu menjijikkan. Kapan kau pulang?

Nanti. Kau mau makan malam apa?

- Mau aku bawakan apa? - Apa saja.

- Asalkan bukan "toona". - Bukan "toona."

- Tuna. - Tuna. Aku mencintaimu.

- Dia bergerak. - Bagus.

Dia turun untuk bersiap...

Ya Tuhan, semoga jangan dulu.

Apa kau bicara kepadaku selagi pipis?

Apa?

Itu suara pipis yang kuat.

Itu suara air bak.

Ya, itu akan buruk...

Penghuni nomor 32 pergi.

- Bagus... - Aku tahu. Mereka...

Mereka membawa mobil karavan dengan semua barangnya.

Anak-anak dan anjingnya.

Aku suka anjing.

Kepalanya keluar dari jendela. Anjing itu adalah mimpi buruk.

Aku suka anjing. Bisa kita lakukan itu?

- Tidak. - Bisa kita lakukan itu?

- Tunggu, melakukan apa? - Aku jelas akan beli karavan.

Tidak.

Tidak, terima kasih.

Mobil karavan yang bagus.

Halo.

Hai.

Halo, kau.

Bajingan.

Apa yang terjadi?

Halo. Aku tidak tersedia. Tinggalkan pesan.

Maaf, permintaan layanan ambulan saat ini sangat tinggi.

Kami akan merespon saat operator tersedia.

Anda saat ini dalam antrean.

Ini terlalu dini...

Ini tak seharusnya terjadi...

Evakuasi?

Sekali lagi.

Dorong!

Halo.

Kau siapa?

Ada apa?

Halo.

Tak apa. Hei, hei.

Kita menggunakan generator cadangan, semuanya,

Jadi tolong jangan mengisi daya ponsel atau gawai.

Bisa kau periksa?

Itu tak terasa nyata, bukan?

Dimohon jangan mengisi daya ponsel atau gawai.

- Apa itu sakit? - Tidak.

Kita harus keluarkan semua orang dari lantai ini sekarang.

Kenapa kau melihatku seperti itu?

Karena kau menakjubkan.

Kau harus remas payudaramu seperti memegang burger.

- Baik. - Kau belum buang air kecil?

- Belum. - Arahkan hidung bayinya...

- Oke, ya, aku mengerti. - Kau harus bawa bayinya mendekat,

Jika tidak kau akan berada di posisi tidak nyaman.

Oke. Kau punya tempat tujuan?

Keluar kota? Ruang untuk si kecil?

Ada.

Apa, kita tak bisa pulang ke rumah?

Lalu kau dorong dia, hidung ke mulut, oke?

- Terima kasih. - Cobalah untuk buang air kecil.

Ya, tentu, akan aku usahakan.

Dan bayinya butuh nama sebelum kau pergi.

Kami mendaftarkan seluruh kelahiran dan kematian untuk saat ini.

- Oke. - Departemen ini...

...akan ditutup dalam 24 jam.

Kita tak bisa pulang.

Noah.

- Bob. - Tidak. Kau dulu lucu.

Aku sangat lucu. Kau masih teler.

Seandainya saja. Bajingan. Bajingan...

- Kau tak apa. - Bajingan. Aku sangat lelah.

- Cintaku... - Aku sangat lelah dan letih.

Kami menyayangimu.

Bisa tolong nyalakan kerannya?

Kami menyayangimu.

Dia berhasil. Dia berhasil!

Aku berhasil.

- Percy. Tidak, bukan Percy. - Apa, seperti babi?

- Woody. - Woody. Tidak.

- Zeb. - Zeb?

Zeb, Zeb, Zeb, Zeb, Zeb, Zeb, Zeb.

- Zeb. - Ya.

- Pastikan dia tidak basah. - Oke. Ya.

- Kau memegang dia? Oke. - Ya, aku memegang dia.

- Dia basah. - Sial.

Hati-hati dengan bagian ini.

Kau tak apa?

- Aku memegangmu. Kau tak apa? - Ya, aku tak apa.

Badai ekstrem yang menghantam Inggris...

...menyebabkan banyak wilayah pedesaan terendam air,

Dan dengan laporan...

Hai. Silakan tinggalkan pesan setelah tanda.

Aku tak bisa tersambung. Ponselku tidak...

Demi Tuhan.

Ayolah!

- Apa itu sakit? - Ya.

Rasanya seolah seseorang menjepret putingku.

Dia terlihat lebih gemuk.

- Itu mustahil. - Itu fakta.

Kewalahan dengan masuknya orang terdampak banjir,

Kebanyakan kota dan desa di dataran tinggi...

...menutup jalan masuk dan memutuskan...

...hanya mengizinkan warga tetap dengan tanda pengenal resmi yang bisa masuk.

Ini menyebabkan kontroversi besar.

Dalam sebuah pernyataan, Dewan Buxton berkata...

...bahwa mereka harus membuat keputusan sulit,

Karena sekolah dan gedung olahraga penuh...

Tolong kembali ke kendaraanmu, pak.

- Ayolah. Astaga. - Terima kasih.

- Apa yang terjadi? - Maaf, pak. Tenang.

Kami harus pergi ke suatu tempat. Aku sudah bilang padamu.

- Suatu tempat secara khusus? - Ya, secara khusus.

Orang tuaku tinggal di sini selama 35 tahun.

Kau bisa lihat ada banyak permintaan.

- Ini baru pertama kalinya terjadi. - Anakku masih berumur 2 hari.

Aku sekolah di sini. Aku besar di sini.

Kau saat ini tidak menetap di sini.

- Astaga. Apa yang kau... - Pak...

Tolong.

Tolong.

Pergilah!

Apa yang kau lakukan?

Aku sudah sangat lama menunggu.

Kenapa kita masih di sini?

Mereka datang. Mereka datang.

- Hei. - Hei.

- Ya Tuhan. Astaga. - Hei, Ayah.

- Halo, Nak. - Bagaimana kabarmu?

Kau berhasil melewati penutupan jalan, ya?

- Ya. - Ya Tuhan. Kami berusaha menelepon.

- Jaringannya mati, Ibu. - Ibu tahu...

- Hei. - Benar.

Kami membawa seseorang yang harus kau temui.

Halo.

- Zeb. - Lihatlah.

- Kau pergi agak terlambat. - Semua orang begitu, Ayah.

Tiga bulan kekeringan, kemudian ini. Maksudku...

- Kau beruntung sempat keluar. - Hentikan.

- Seluruh kota terendam air. - Mereka tahu.

Kau pasti sangat kesulitan. Kami sangat khawatir.

Sayang, duduklah. Makanlah sesuatu.

Terima kasih.

- Dia menawan. - Aku rasa begitu.

Pergilah membantu anakmu menurunkan barang-barang.

Tidak, tak apa, Ibu. Sudah selesai.

Kau harusnya keluar sejak lama.

Ya, tapi kita tak tahu ini akan terjadi, bukan?

- Ayah peringatkan kau. - Kami agak sibuk, Ayah.

Terlalu sibuk untuk kelahiran anakmu sendiri?

Benar, karena kau ada sebagai bidan...

...selagi aku melahirkan dia, bukan?

- Aku terlibat. - Maaf.

Sayang, dia sangat terlibat.

- Ini kelihatannya enak. - Kau pasti kelaparan.

Makan untuk dua orang. Aku dulu sangat kelaparan.

Dan daging... Aku dulu sangat ingin memakan satu sapi utuh.

- Kau ingat? - Ya.

Kami menyimpan persediaan selama bertahun-tahun.

Kalian sebut aku penimbun.

Siapa yang tertawa sekarang?

Entah bagaimana kalian warga kota bisa bertahan.

Bisa bantu kami?

Apa ayah barusan menyebut kami?

Terkurung begitu lama di London, apa yang kau harapkan?

Kami tak bisa melakukan pekerjaan kami di luar London, Ayah.

Apa, insinyur? Potong rambut?

Ibumu memberi makan satu desa.

Semua orang melakukan bagiannya. Dia bukan hanya potong rambut.

Masuk!

- Maksudku, itu pekerjaanku. - Ya, bagi para bintang.

TV sarapan. Ya, bagi para bintang.

Kami sudah siapkan kotak-kotaknya,

Dan ini untuk dikirimkan ke mereka. Teh?

Tidak, terima kasih.

Banjir parah diperkirakan menelan korban jiwa.

- Mereka baru saja datang. - Hei.

Aku akan pergi dan memulai ini.

Anak dia.

Dia masih belum kembali.

- Bagaimana kasaunya? - Cukup berjamur.

Tapi Ayah bilang tulangannya bagus, jadi...

Apa yang terjadi pada rumah kita?

Jalanannya hilang. Tapi kita bangun rumah baru.

- Ya? - Ya.

Benar begitu.

Bagaimana menurutmu?

Oke, oke, oke.

Aku tahu, aku tahu, aku tahu.

More Indonesian subtitles for The End We Start From

댓글

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left