처음 165줄입니다.
Jashin-chan Dropkick Episode 5 Subtitle Indonesia
Penerjemah : Itsuki
Total belanjaannya 3200 yen.
Kenapa mereka tak menjual volume dua dari grimoire, sih?
Aku membeli volume satu-nya dari toko buku bekas.
Kau mencarinya di tempat yang salah.
Aku bahagia dengan barang yang kubeli.
Itu Yurine.
Jashin-chan Dropkick Seri Animasinya Akan Segera Dimulai
Menggunakan Grimoire Yang Dibeli Dari Toko Buku Bekas Untuk Melakukan Sihir pemanggilan
Dia benar...
Kau tidak lapar?
Ayo kita pergi makan sesuatu.
Apa yang kau inginkan?
I-Itu Yurine!
Hah? Kau ngomong apa sih?
Aku ingin ke Jiro.
Ayo ke Jiro.
Kalau begitu ngapain nanya tadi?
Memangnya Jiro apaan?
Tapi... jadi benar, ya?
Kita dalam sebuah seri animasi?
Kenapa baru sadar, oi!
Dapur Jiro
Selamat datang.
Kau selalu memesan katsu daging cincang dengan ikan goreng.
Ini yang paling kusuka! Yurine juga...
selalu membeli nasi kroket kerang itu.
Ya, ini yang paling kusuka.
Aku ingin satu gigit.
Nggak mau.
Aku tak suka berbagi atau saling bertukar makanan.
Makan semua yang kau pesan sendiri.
Gitu ya, maaf.
Aku tak bisa memakan nasinya.
Jashin-chan, habiskan sisanya.
Oke...
Padahal dia baru saja mengatakan yang sebaliknya.
Tapi jika aku bilang sesuatu, dia akan marah. Kubiarkan deh...
Terima kasih atas hidangannya. Enak banget.
Permisi. Aku memesan satu bento katsu daging cincang.
Baik!
Apa yang akan kau lakukan dengan bento itu?
Untuk makan malam?
Aku harus berhenti di suatu tempat.
Pekola, kau ada disini? Aku membawakan makanan untukmu.
Kenapa malah mengurusi si malaikat jatuh ini, sih?
Pekola?
Aku bukan Pekola.
Ah, salah orang.
Pekola di sana.
Di sana, ya. Terima kasih.
Si penyihir dan piaraannya,ya? Kalian mau apa?
Kasar banget nih orang!
Aku bisa saja membunuhmu sekarang juga, tahu!
Hentikan! Sejak Pekola kehilangan lingkaran halo-nya, aku bukan hanya lemah,
tapi kelaparan sampai mau mati. Aku bahkan kesulitan bergerak.
Itulah alasanku membawakan ini.
Be-Bento katsu daging cincang?!
U-Untuk Pekola...?
Tidak butuh! Sebagai seorang malaikat, aku tak bisa menerima makanan dari seorang penyihir!
To-Tolong pulang saja.
Aku bukan penyihir, tahu.
Terserah kau saja deh.
Aku akan meninggalkan ini di sini.
Ayo pulang, Jashin-chan.
Oke.
Aku sangat ingin memakannya!
Tidak! Aku tak boleh!
Malaikat macam apa yang menerima makanan dari seorang penyihir?
Tapi, aku tak bisa menyia-nyiakan makanan begitu saja.
Daripada memikirkan tentang si penyihir,
Bukannya kalau aku tidak memakannya, itu sama saja tidak menghormati koki yang telah membuatnya?
Benar! Aku akan memakannya demi sang koki!
Silahkan dinikmati!
Ini Imajinasi Pekola
Yosh! Kita makan!
Aromanya enak...
Kenapa kau ada di sini?
Karena kau tak mau memakannya, biar aku saja yang memakannya.
Sayang sekali, kan?
Eh? Kau ingin memakannya?
Te-Tentu saja tidak!
Pastinya.
Itu tadi gigitan terakhir.
Aah! Enak banget! Juicy sekali!
Daging tadi terasa sangat juicy! Sepertinya aku tak cocok jadi reporter kuliner...
Terima kasih atas hidangannya! Tolong buang sampahnya, ya.
Perutku penuh banget!
Dasar, perutku ini memang lubang yang tak berujung.
Ini tak masalah.
Aku bisa melindungi kehormatanku sebagai seorang malaikat.
Minum air terus tidur, deh.
Patrasche, sekarang Pekola kelelahan.
Beberapa Jam Kemudian
Kau tiba-tiba menghilang saat di jalan pulang.
Kau tidak kembali dan memakan makanan jatah Pekola, kan?
Ti-Tidak kok. Aku tidak memakannya!
- Kau yakin? - Ya!
Jika kau tidak mengatakan yang sebenarnya...
Kucincang tanganmu jadi potongan kecil.
Ya!! Aku memakannya!!
Kita buat daging cincang Jashin-chan untuk makan malam nanti.
Mohon Tunggu Sebentar
Kalau begitu, aku akan pergi ke Jiro lagi untuk mengirimkan makanan ke Pekola.
Regenerasikan tanganmi dan bersih-bersih nanti, ya?
Sial.
Padahal aku sudah mengatakan yang sebenarnya.
Sialan!
Daging Giling Yang Masih Panas
Semoga penyihir itu diberkati!
Halo!
Aku membawakan sebuah barang keren dari Neraka untukmu.
Mainan Mandragora!
Mandragora. Dikenal juga dengan nama Mandrake.
Legenda mengatakan bahwa siapapun yang menarik mereka.
dan mendengar teriakan mereka, akan menjadi gila dan mati!
Kita pencet perutnya, nanti dia mengeluarkan teriakan kematiannya.
Hup.
Jijik banget.
Rock banget!
Apanya yang rock?
- Kau menyukainya? - Ya.
Syukurlah. Si Mandragora juga terlihat senang.
Jashin-chan sampah, sih.
Tapi temannya, Medusa dan Minos sangat baik.
Padahal Jashin-chan sampah.
Dih. Padahal dia bukan temanku.
Apaan tuh. Kau jahat banget.
Apanya yang jahat?
Kau pikir berapa kali aku terluka saat kecil karena dirimu?!
- Kudorong ya, Jashin-chan! - Eh?!
Hup.
Pastinya kau masih bisa!
Su-Sudah tak mungkin, tahu.
Masih bisa kok!
Eh? Kau kenapa?
Pu-Punggungku bengkok...
Aku sudah lama meminta maaf masalah itu, kan? Lagipula itu tak disengaja.
Bukan masalah sengaja atau tidak!
Kau harus berpikir sebelum bertindak!
Dasar otak otot!
Apa katamu? Itu semua terjadi karena kau lemah!
Apa?! Aku tidak lemah! Kau cari masalah denganku?!
Boleh.
Akan kutunjukkan padamu!
Teknik pamungkas! Jashin-chan Dropkick!
The animation!
Makan ini!!
Kau kira aku takut dengan teknikmu itu?!
He-Hei, Mandragora-chan...
Tak ada respon kemungkinan mati
Ternyata itu betulan teriakan kematian.
Tapi ya, tak apa deh.
Ini menjijikan, sih.
Ya kan, Yurine?
Padahal aku sangat menyukainya.
Yurine?
Kalau begitu, aku harus segera pergi untuk mengantarkan koran sore. Dadah.
Tunggu oi, Minos!
Teriakan kematian itu...
padahal imut.
Padahal ini barang langka.
Kau mengerti, kan?
Hup.
No comments yet. Be the first to leave one.