처음 200줄입니다.
SERIAL NETFLIX ORIGINAL
Tidak.
Tidak.
Bayi itu terkutuk.
Berikan bayinya kepadaku.
Tidak, kumohon...
Kumohon...
Tidak, jangan.
Tidak!
Di zaman manusia turun dari pohon,
mereka belajar memakai api dan membuat pisau tajam,
menciptakan roda dan mulai meratakan jalan,
dan akhirnya belajar menanam benih dan tinggal di satu tempat,
tapi mereka tak punya bangsa atau raja.
Homo sapiens tak punya impian
dan belum mencapai puncak piramida alam yang agung.
Negeri nenek moyang kita yang jaya.
Tempat ini, Arth.
Di sana!
Sial.
Negeri ini milik semua orang.
Tembak!
Hei, tak ada di sini!
- Tak ada! - Berhenti tembak!
Sial!
Sial! Hanya satu Neanthal melakukan ini pada kita.
- Hanya satu hewan hina! - Mugwang.
Aku tak apa, Mubaek.
Dia ke arah sana. Ke sana.
Sial.
Siapkan jaring!
Saat kapan keadaan mulai kacau?
Ya.
Saat itulah awalnya.
DANAU LANGIT, PUNCAK GUNUNG PUNCAK PUTIH
Mereka datang.
SANUNG
MUBAEK
Di hari itu kulihat makhluk berdarah biru dengan bibir biru,
para Neanthal, untuk kali pertama dalam hidupku.
RAKNRUV
RAGAZ
Katakan, Saram.
Apa maumu?
Dia bertanya, apa yang kau mau.
Aku mau kita kerja sama.
"Kerja sama"?
Kau bilang, "Kerja sama"?
Saram.
Kita berbeda dalam segala aspek.
Untuk apa kita harus kerja sama?
Untuk kemakmuran yang berlimpah.
"Berlimpah"?
Alam menyediakan semua kebutuhan kami.
Apa lagi yang kami butuhkan?
Kacang.
Jelai.
Gandum.
Dan...
hia...
dan bawang putih.
Apa semua ini?
Kultivasi dan agrikultura.
Kekuatan hebat kalian
dan keahlian kami.
Lahan subur kalian,
Dataran Bulan,
dan kebijaksanaan peradaban Arthdal.
Gabungkan kekuatan,
kita akan mencapai kemakmuran yang berlimpah.
"Berlimpah"?
Untuk apa?
Untuk bangsa.
Ayo membangun bangsa bersama.
Lewat bangsa kita,
kita akan menguasai semua makhluk hidup
dan berdiri di puncak piramida.
Untuk membangun bangsa,
butuh pertanian skala besar.
Di negeri kalian,
Dataran Bulan.
Dengar, Saram.
Apakah kalian meminta Dataran Bulan?
Kami tak butuh semua yang kalian miliki.
Dan yang terpenting,
hia...
dan bawang putih.
Kami tak makan semua itu.
Begitu saja, pimpinan Harimau pun pergi.
Mereka tak butuh apa pun
yang kami, Saram, miliki.
Asa Hon!
ASA HON
Bagaimana hasilnya?
Bicara dengan mereka jelas sia-sia.
Lalu, bagaimana sekarang?
Menurutmu apa? Artinya perang.
Apa? Bagaimana kita akan melawan mereka?
Mereka monster.
Tak ada pilihan lain.
Tanpa Dataran Bulan,
separuh warga Arthdal akan mati kelaparan.
Sanung Niruha bilang,
dia mau kirim hadiah untuk coba membujuk mereka sekali lagi.
Aku akan segera ke Atturad
untuk mengantar hadiahnya.
Kita hanya membuang waktu
dengan mereka.
Bagaimana Tagon? Di mana dia?
Burung penangkap serangga ini menarik, 'kan?
Saat fajar, dia kemari melalui Gunung Puncak Putih.
Saat senja, dia kembali ke asalnya.
Negosiasinya gagal.
Berarti kita perang?
Benar. Perang dimulai.
Namun, perang berakhir sangat cepat.
ASA RON
Asa Ron Niruha dan Sanung Niruha,
kami berhasil.
Kurasa inilah awalnya.
Hari itu, matahari terbit di utara.
Setahun sekali, Neanthal berkumpul
untuk merayakan bulan sabit.
Festival ini biasanya berlangsung tujuh hari.
Itu kesempatan emas.
Kami temukan penyakit menular
yang hanya menjangkiti Neanthal dan hewan.
Hadiah yang ingin Sanung kirim kepada mereka
adalah koleksi kain yang ditaruh
di kuda-kuda yang tertular penyakit.
Dan Asa Hon adalah...
tumbal.
Apa maksudmu?
Membakar Atturad?
Ya, tempat ini akan segera dilahap api.
Jadi, ikutlah denganku.
Kami buat kebakaran besar di Atturad.
Cepat. Kita harus segera pergi.
Kalau begitu...
wabah dan penyakit menular itu...
disebabkan oleh hadiah yang kubawa?
Sudah jelas.
Asa Hon, kita harus bergegas!
Siapa yang memerintahkan tipuan sekejam ini?
- Jika Sanung Niruha tahu... - Asa Ron Niruha
dan Sanung Niruha yang memberi perintah.
Ayo. Kita harus pergi sekarang!
Aku tak akan pergi.
Beri tahu mereka.
Aramun Haesulla, pendiri Serikat Arthdal, sudah tewas.
Hanya tersisa orang licik yang memakai namanya.
Kaum kalian
sangat jahat.
Kuatkan dirimu. Kita harus pergi dari sini!
Kaum kalian...
Maafkan aku.
Maafkan aku.
Namun, kita harus selamatkan anak-anak.
Bersama-sama!
Hewan hina. Kami kira kalian hebat!
Karena mereka sakit.
Neanthal jauh lebih kuat dan gesit daripada kami.
Punya mata yang bisa melihat dalam gelap,
martabat spesies terkuat,
kekuatan spiritual untuk bermimpi,
tapi kami, Saram, punya api, pisau, dan seni bela diri.
Kami bisa berencana dan berkomplot,
punya keinginan memuaskan keserakahan.
Yang terutama...
Sanung Niruha.
Kita sukses besar!
Aku bangga padamu, Nak.
Tagon, kemenangan ini tak akan mungkin tanpamu.
Yang terutama, kami punya Tagon.
Festival Bulan Sabit,
burung penangkap serangga,
api, dan penyakit menular...
Seluruh rencana dibuat oleh bocah itu, yang bahkan belum cukup dewasa
untuk disebut pemuda.
Kita menang perang, tapi mereka tak punah.
Beberapa masih hidup.
Mereka lebih bahaya dari macan
dan lebih kotor dari tikus.
Asa Ron Niruha, kau punya rencana?
Tentu punya.
Kini perang telah usai, mari mulai perburuan kita.
Kita harus bunuh mereka semua.
Perburuan Besar dimulai.
Walau menang, kami masih takut.
Karena itu kami jadi kejam.
Perangnya singkat, tapi perburuannya lama.
Neanthal yang tak sakit...
luar biasa kuat.
Sayang, ini obat untuk adikmu.
Jaga dengan baik.
Dia di sana.
Dia dekat.
Aku harus beri tahu Asa Hon!
Tidak.
Tidak.
No comments yet. Be the first to leave one.