처음 200줄입니다.
ZainuddinAri
ZainuddinAri mempersembahkan
Umar bin Khattab
ZainuddinAri mempersembahkan
Umar bin Khattab
ZainuddinAri mempersembahkan
Umar bin Khattab
ZainuddinAri mempersembahkan
Umar bin Khattab
Episode 7
Tidak, demi Latta dan Uzza.
كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ
QS. Ar-Rahmaan: 26-30
Semua yang ada di bumi itu akan binasa.
وَيَبْقَى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلالِ وَالإكْرَامِ
Tapi wajah Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan tetap kekal.
فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
يَسْأَلُهُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ
Semua yang ada di langit dan di bumi selalu meminta kepadaNya.
كُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِي شَأْنٍ
Setiap waktu Dia dalam kesibukan.
فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
Inilah yang kita takutkan darimu.
Musuh-musuh Allah tak pernah tampak begitu lemah di mataku.
Kalau kau mau, besok aku akan melakukan hal yang sama.
Tidak, sudah cukup.
Apa kau ada masalah hari ini?
Orang-orang sudah kehilangan moral mereka.
Orang-orang yang mana?
Ada dua golongan orang di Mekah saat ini.
Seandainya aku bisa menyalahkan para pengikut Muhammad
seperti aku menyalahkan kaum kita.
Saat mereka dipukuli, mereka bersabar.
Saat dilecehkan dan dihina, mereka hanya membalas dengan salam.
Yang lemah di antara mereka sudah menjadi kuat,
dan penuh kasih yang kuat.
Sedangkan kita, yang kuat dari kita menindas yang lemah
dan yang lemah berencana melawan yang kuat,
atau menyanjung mereka untuk menjaga diri agar aman, atau demi memperoleh sesuatu.
Mereka penuh kasih satu sama lain,
dan mereka yang kaya membantu yang miskin.
Abu Bakar, Utsman, Mus'ab bin Umair dan Abu Hudhaifah bin Uthbah
sama dengan Bilal, Suhaib, dan Salim, Abu Hudhaifah mantan budak.
Sedangkan kita, berkasta-kasta: mulia dan rendah.
Bahkan kemuliaan kita berbeda-beda.
Bagaimana orang-orang seperti ini menjadi sukses?
Hari ini, aku lihat mereka memukuli Ibnu Ummi Abd,
yang tak punya siapa pun untuk melindunginya,
karena ia membacakan sebagian ayat Alquran di depan mereka.
Apa kau dengar bacaannya, Saudaraku?
Aku pergi. Aku tak mau ikut-ikutan dalam hal seperti itu.
Tapi kau memukul orang seperti yang mereka lakukan.
Kalau aku melakukannya, aku hanya pukuli kaumku selama aku punya wewenang.
Aku tak mau terlihat lemah,
atau sekadar pamer kekuatan pada orang yang tak punya perlindungan.
Apa yang sudah Muhammad lakukan terhadap kita?
Itu semua ulah Muhammad.
Ini semua akibat perbuatannya, yang menyebabkan semua masalah ini.
Apa kubunuh saja ia dengan pedangku,
lalu aku akan menyerahkan diri ke Bani Hasyim agar mereka bisa membunuhku.
Nyawa ditukar nyawa!
Kemudian kehidupan di Mekah akan kembali seperti sebelumnya.
Kau tak bisa melakukan itu, Saudaraku.
Kau akan menumpahkan darah orang tak bersalah.
Ia tak melemparkan kerikil padamu,
melayangkan tongkat di depan wajahmu,
atau berkata yang melecehkanmu.
Penumpahan darah dua orang jauh lebih baik daripada lebih banyak lagi.
Aku menyelamatkan kaumku dengan tindakan seperti itu.
Urungkan niat itu dari pikiranmu, Umar.
Meskipun aku lebih tua darimu tak akan memengaruhi pandanganku padamu.
Kau lebih punya hak lebih daripada aku, dan kau memang pantas untuk itu.
Aku tak menyanjungmu, jadi dengarkan aku!
Hanya sekarang saja aku berkata aku lebih tua, dan hak itu pantas untukku.
Tuhan melarangmu untuk dengarkan pikiran jahat itu, Umar.
Kau hanya akan jadi orang yang paling celaka.
Kau baru saja bilang bahwa Muhammad dan pengikutnya punya moral yang baik dan adil.
Ikutilah kata hatimu
agar bisa membimbingmu ke jalan yang benar.
Ia mendekat, tapi menjauh lagi. Sampai kapan?
Muhammad ada di Kakbah melakukan salatnya di depan kalian,
dan Abu Bakar berdiri di sampingnya sementara kalian duduk di sini dan tak tertarik!
Kembalilah! Kembalilah dengan tenang!
Apa kau akan menyerang orang yang mengatakan bahwa: Tuhanku adalah Allah?
Bani Hasyim akan segera mengetahui ini
dan hal ini akan menyebabkan banyak kekacauan.
Benar. Karena itu, bilang pada temanmu untuk pergi dan jangan hina kami dengan pemandangan seperti ini.
Aku tak bisa memerintahnya karena ia adalah seorang nabi.
Ia memberi tahu apa yang Allah wahyukan
dan kami bilang: "Kami mendengar dan menaatinya."
Kalau begitu kau akan jadi yang pertama.
Tak ada orang yang memanjakan anak-anak dan budak kita seperti yang kaulakukan.
Melawan Taim, kaummu sendiri.
Apa yang sudah dilakukan orang-orang bodoh itu pada anakku?
Ia adalah sebaik-baik pelindung bagi anak yatim, janda dan orang miskin.
Taim tak pernah kenal seseorang yang baik hati dan lebih berbakti darinya.
Bagaimana mereka bisa melakukan ini padanya?
Kalau terjadi sesuatu yang buruk, kami juga akan membalas mereka.
Katakan sesuatu, Anakku.
Ia tak bicara sejak mereka membawanya.
Sekarang sudah malam dan aku takut-
Ia menggerakkan bibirnya. Katakan sesuatu, Anakku. Katakan.
Bagaimana dengan Rasulullah?
Kami di sini menjagamu sedangkan kau mengkhawatirkan Muhammad.
Siapa ia bagi kita?
Kami mendukungmu karena kita punya hubungan darah.
Pergilah, tinggalkan aku.
Akan kuambilkan sesuatu untuk dimakan atau diminum.
Apa yang terjadi dengan Rasulullah?
Aku tak tahu apa yang terjadi dengan sahabatmu.
Pergilah ke Ummu Jamil binti Khattab.
Untuk apa?
Anakku, Abu Bakar, memintaku ke sini untuk bertanya tentang keadaan Muhammad bin Abdullah.
Aku tak tahu Abu Bakar ataupun Muhammad bin Abdullah.
Kalau kau mau, aku bisa ikut bersamamu untuk menemui anakmu.
Orang-orang yang melakukan ini padamu adalah orang-orang kafir.
Kuharap Allah menghukum mereka atas apa yang mereka lakukan.
Apa kau juga mengikuti agama Muhammad?
Bagaimana keadaan Rasulullah?
Di sini ada ibumu yang mendengar.
Kau tak perlu khawatir.
Rasulullah sudah aman dan baik-baik saja.
Ia ada di mana?
Di rumah Arqam.
Aku bersumpah, aku tak akan makan atau minum apa pun sampai aku melihat Rasulullah.
Bersabarlah, Abu Bakar, sampai semuanya tenang
dan pergerakan mereka semua sudah tenang,
kita bisa membawamu menemuinya.
Sakitmu mungkin akan sembuh tak lama lagi.
Siapa?
Abu Bakar.
Semuanya dapat dikorbankan demi kau, Rasulullah.
Aku tak apa-apa
kecuali apa yang dilakukan orang jahat seperti Uthbah pada wajahku.
Di sini ada ibuku, yang sangat peduli dengan anaknya.
Kau sangat diberkati.
Jadi, doakan ia agar beriman dan Allah merahmatinya.
Mudah-mudahan dengan doamu, Allah akan menyelamatkannya dari neraka.
Masuklah, Ibu.
Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah,
dan kau adalah utusan Allah.
Apa kau sudah melakukannya, Ayah.
Kau adalah orang yang paling bijaksana dari semua orang, 'kan?
Atau orang jahat itu, Abu Jahal, memengaruhimu dan kau ingin sepertinya?
Cukup, jangan bicara seperti itu pada ayahmu, dasar pembelot.
Aku jauh lebih berbakti pada ayah daripada kau.
Aku mengajaknya pada petunjuk Allah
sedangkan kau ingin ia bertahan dengan kepalsuan dan yang bertentangan dengan sifatnya.
Abu Bakar? Abu Bakar, Ayah?
Ia adalah yang paling sopan, lebih santun dan yang paling baik dari semua orang,
dan kau memukulnya dengan sepatu di wajahnya sampai begitu?
Lalu aku dengar para sahabat berkata:
"Apa yang sudah Uthbah lakukan padanya?"
Semoga Tuhan memotong lidah mereka, dan mencabut pendengaranmu
sehingga kau tak akan dengar mereka berbicara buruk tentang ayahmu
tanpa perlu membungkam mereka.
Apa kau sudah tak peduli lagi dengan ayahmu?
Aku sungguh merasa bimbang antara peduli dengan ayahku,
membencinya yang lakukan perbuatan jahat untuk mengundang kritik,
atau peduli pada sahabat dan saudara kita yang paling dihormati, Abu Bakar,
yang sudah diperlakukan buruk oleh ayahku.
Kau sudah keterlaluan, pembelot-
Cukup!
Kulakukan apa yang sudah kulakukan. Aku tak bangga ataupun menyesalinya.
Aku sudah sarankan orang-orangku untuk meninggalkan Muhammad
dan membiarkan ia menyampaikan pesannya.
Kalau orang-orang Arab membunuhnya, mereka akan melakukannya untuk kita,
dan kalau ia menang, kemenangannya akan membahayakan kita.
Mereka tak mengindahkan nasihatku.
Pada akhirnya, aku hanya seseorang dari suatu kaum.
Meskipun mereka mungkin dalam kesalahan.
Bagiku, kesalahan terbesar adalah yang meninggalkan kelompoknya,
seperti unta yang menjauh dari kawanannya.
Kau... Kau, Abu Hudhaifah,
sudah tinggalkan kelompok ayahmu.
Hal ini pantas kulakukan padamu seperti yang orang lain lakukan pada anak-anak mereka
karena meninggalkan agama nenek moyang mereka.
Mereka dipenjarakan, dibiarkan kelaparan serta memukuli mereka.
Kau sebaiknya melakukan hal yang sama!
Tapi aku tak lakukan hal itu padamu sampai-sampai aku malu pada mereka.
Aku sudah dengar yang tak kusuka dari penilaianmu.
Abu Jahal! Kehilangan orang-orang yang mengikuti jejaknya.
Sekarang kau ingin mengadili ayahmu?
Allah akan mengadili di antara kita dalam pertengkaran ini.
Tak ada daya dan kekuatan kecuali karena Allah.
Kenapa kau mengunjungi kita yang bermasalah ini, Walid?
Aku tak tahu, mungkin karena kita semua adalah kerabat.
Tapi hubungan darah tak memutuskan persaudaraan
di antara kita seperti yang kaulihat, Abu Hakam.
Hanya karena aku merasa kasihan karena mereka adalah kerabatku?
Benarkah hanya kasihan?
Lalu apa lagi?
Kau takkan bisa jadi lebih perhatian pada mereka dibandingkan saudaranya.
Abu Hakam?
Ia memberikan mereka makanan dan minuman.
Itu cukup untuk membuat mereka tetap hidup, dan memperpanjang penderitaan mereka.
Kenapa kau malah melibatkan diri dengan urusan mereka?
Cukup, Khalid.
No comments yet. Be the first to leave one.