Omar Bin Khattab ( Series ) Full

Omar Bin Khattab ( Series ) Full

Indonesian 자막 다운로드

릴리스 정보

Umar bin Khattab - Episode 27
다음의 해설 Inisial ZA
https://www.facebook.com/ZainuddinAri

태그

other
게시일: 2014-07-25
다운로드: 101
청각 장애인용: No

Indonesian 자막 미리보기

처음 134줄입니다.

ZainuddinAri

ZainuddinAri mempersembahkan

Umar bin Khattab

ZainuddinAri mempersembahkan

Umar bin Khattab

ZainuddinAri mempersembahkan

Umar bin Khattab

ZainuddinAri mempersembahkan

Umar bin Khattab

Episode 27

Semoga Allah merahmati Mutsanna, dan mengampuni kita.

Ia berkata, "Kalau kau bertemu Sa'ad, maka sampaikanlah wasiatku".

Janganlah kau bunuh musuh- musuhmu kalau mereka menyerah

dan berlindung di dalam rumah.

Dan perangi mereka di negerinya sendiri.

Bukan di negeri Arab atau di negara lain.

Kalau pasukan muslim mengalahkan mereka, kita raih apa yang kita cari.

Kalau tidak, bergabunglah dengan kelompok lain.

Mereka tahu jalannya sendiri.

Suburkanlah tanah mereka, sampai Allah memberi tempat bernaung.

Amirulmukminin juga berpesan seperti itu.

Kita akan taklukkan Qadisiyah, insya Allah.

Assalamualaikum.

Waalaikumsalam.

Assalamualaikum.

Umar, aku mengikutimu,

kau bersama Sumayah di pasar Uqar.

Kau pukul anaknya dengan tongkat.

Sepanjang hari namamu disebut, Amirulmukminin.

Takutlah kepada Allah dalam memimpin!

Ingatlah! Orang yang ingat azab, maka akan jauh dari maksiat.

Orang yang takut mati, maka takut kematian.

Kau terlalu banyak bicara kepada Amirulmukminin.

Biarkan! Kau tahu perkataan itu?

Itu adalah perkataan Binti Tsa'labah.

Ucapannya didengar oleh Allah, dari atas langit ke tujuh.

Allah berfirman tentangnya:

QS. Al-Mujaadilah: 1

Sesungguhnya Allah telah mendengar ucapan perempuan yang mengajukan gugatan kepadamu tentang suaminya.

قَدْ سَمِعَ اللَّهُ قَوْلَ الَّتِي تُجَادِلُكَ فِي زَوْجِهَا

Maka Umar lebih berhak untuk mendengarkannya.

Ini wanita miskin, ia mengurus suami, anak dan rumahnya.

Ia telah melakukan yang terbaik,

suaminya malah ingin menceraikannya padahal ia tak bersalah.

Kau telah menjadi pemimpin, setara dengan Abil 'Iyan.

Apa kau rela, wanita miskin ini kembali ke rumahnya tanpa mendapat haknya?

Kau! Aku tahu kau telah berbuat kasar kepada istrimu.

Dan ingin menceraikannya.

Padahal semua tahu, ia adalah wanita yang baik dan taat kepada Allah.

Apa kau temukan ia berkhianat atau ia memiliki cacat

sampai kau ingin menceraikannya?

Demi Allah aku berkata jujur, ia memang seperti yang kausebutkan.

Tapi aku tak mencintainya.

Semua rumah tangga harus dibangun dengan rasa cinta.

Ke mana rasa menjaga dan kebersamaanmu?

Apa kau mau ada orang lain menikahinya, sedangkan kau adalah suaminya?

Saudaraku, jangan kaunikahi wanita, dan mengucapkan sumpah setia

kemudian kau menyulitkan mereka.

Sedangkan ia menyusui, memberi makan dan minum, serta berjaga ketika sakit.

Ia melakukannya ketika sehat dan usia muda.

Apa ketika ia sudah tua kau meninggalkannya?

Kalau ia tak mengurusi rumahnya dan tak menjaga anak-anaknya

tak berhias untuk diri dan suaminya, maka ia istri yang tak baik.

Di mana dirimu dan harga dirimu?

Takutlah kepada Allah dalam mengurusi istri-istri kalian.

Dan kau, telah datang orang yang ingin mengkhitbah saudara wanitamu.

Memberi uang yang banyak, berakhlak baik dan punya harta.

Kau tahu mereka saling mencintai.

Apa yang membuatmu tak menikahkannya?

Amirulmukminin, lelaki itu dari golongan biasa.

Dan kami dari suku Quraisy, kami berkedudukan tinggi.

Ia tak pantas untuknya.

Kau harus menilai ukuran dunia dan akhirat.

Hitungan dunia adalah harta, hitungan akhirat adalah takwa.

Nikahkan ia! Nikahkan laki-laki itu kalau ia mencintainya.

Kita semua adalah keturunan Adam, dan Adam dari tanah.

Sesungguhnya orang yang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang bertakwa.

Tunggu.

Kau ingat suku Quraisy, mereka banyak bicara.

Kalau ada yang berasal dari Quraisy, dengarkan dan beri tahu yang tak hadir.

Aku tahu kalian punya majelis, dan hanya orang tertentu yang mengikutinya.

Hanya golongan dari kerabatnya.

Sampai dikatakan ini majelis si fulan, dari kerabatnya si fulan

dan semua yang ikut majelisnya.

Aku tak takut kalau sunah ini terjadi.

Masyarakat saling mengatur dan terpecah menjadi beberapa kelompok.

Setiap kelompok berhak berbahagia.

Kalau ada masalah di antara orang muslim, atau ada kejadian yang menyulitkan,

pergilah ke majelis kalian, dan bertukarlah pikiran.

Ini ajaran agama dan ajaran pemimpin kalian.

Solusi dari kalian, dan untuk kalian sendiri.

Dan orang setelah kalian berkata,

"Ini pendapatnya, Islam membagi beberapa kelompok

dan seperti itu, sampai perkara khusus mengalahkan yang umum."

Kita lihat masa lalu orang itu dulu, ketika masa jahiliah.

Qadisiyah

Saudaraku, aku tak tahu penyakit apa ini.

Penyakit ini tak ada di negeri ini.

Dan aku juga tak tahu penyebabnya.

Aku tak memikirkan penyebabnya, tapi pengobatannya agar aku sembuh.

Kita telah memasuki daerah musuh.

Dan aku masih seperti ini, tak bisa berjalan dan pergi, sampai tak bisa membalik badan.

Aku sudah berusaha sebisaku.

Aku tak membohongimu, aku tak punya obat untuk penyakit ini.

Penyakit ini tak bisa sembuh dalam satu hari.

Apa yang harus aku lakukan? Kita akan menghadapi musuh.

Kau di istana saja, tunjuklah satu panglima.

Menggantikan perintahmu, dan disampaikan kepada semua orang.

Kita bersiap perang.

Ya, wilayah Qadisiyah antara kerajaan dan sungai.

Kalau musuh menyerang dan kau hanya bersembunyi di balik istana, rakyat akan kecewa.

Kau hanya butuh memilih panglima sebagai utusanmu.

Dan kau bisa mengatur dan memberikan perintah.

Akankah perang berakhir dengan sendirinya?

Perang tak akan berakhir karena kau adalah pemimpin.

Yang paling baik dilakukan pemimpin adalah mengatur strategi.

Tak ada kekuatan kecuali kekuatan Allah.

Tak ada kekuatan kecuali kekuatan Allah.

Sudah, tak apa-apa.

Dan kau istriku, jangan bersamaku di sini lagi.

Ikutlah berperang! Kau pimpin pasukan wanita.

Bergabunglah bersama mereka.

Aku tak akan melakukannya.

Kalau musuh sampai ke sini, mereka akan membunuh kita dan keluarga kita.

Semoga Allah menyembuhkanmu dan memberimu kesehatan.

Selamat datang, Khansa'.

Apa yang ingin kausampaikan?

Aku tinggalkan anak-anakku. Aku tahu apa yang menimpamu.

Aku ingin menjengukmu. Aku lihat kesulitan Salma.

Aku akan membantunya semampuku.

Aku bersyukur kepada Allah karenamu, bantu aku dengan doamu, Khansa'.

Aku telah menyampaikan kabarmu kepada Amirulmukminin ketika aku bertemu dengannya.

Umar? Aku tak pernah lihat laki-laki sepertinya.

Aku dengar rakyat berkata, "Ia rendah hati."

Omar Bin Khattab ( Series ) Full subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Omar Bin Khattab ( Series ) Full

댓글

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left