처음 200줄입니다.
Suaramu di musim panas
Selamat datang kembali.
Sudah makan?
Sudah.
Kenapa sampai larut?
Maaf.
Kamu kayaknya akhir-akhir ini agak aneh.
Habisnya aku sibuk sama pekerjaanku, sih.
Alasan yang sama seperti biasa, ya.
Apa gara-gara ini?
Bukan itu juga sih ....
Maaf, lagian juga mau 'gimana lagi.
-Yah bukannya begitu .... -Tapi kadang aku berpikiran, mungkin ini "sudah cukup."
Hari ini genap lima tahun kita pacaran, 'kan?
Ah, maaf ....
Minta maaf buat apa?
Aku pulang dulu, ya.
Eh?
Ke rumah orang tuaku.
Kamu menganggap aku menyebalkan, 'kan?
Sekali-kali tanamannya disirami air, dong.
Iya.
Kan kasihan kalau layu.
Iya.
Dadah.
Dah ....
Lah kok mendadak ke mari? Enggak ngasih kabar juga.
Kamu juga enggak bilang "aku pulang."
"Aku pulang."
Kamu ke sini sendirian?
Yuka mana?
Dia enggak kuajak.
Lah kenapa? Diajak dong!
Jangan bilang kamu putus sama dia?
Enggak putus, kok.
Kamu lagi masak, Tetsuo?
Iya.
Jangan ditinggal!
Ah, iya.
Daripada cuma menuh-menuhin tempat,
kardus ini bisa dipindahin, 'kan?
Coba kamu angkut ke kamarmu, gih.
Soalnya ibu kan enggak kuat.
Oke.
Akhirnya gol juga!
Hei ....
Sudah berapa lama kamu dirawat?
Di rumah sakit mah, cuma bisa nganggur doang, 'kan?
Lah dicuekin ....
Bikin kaget 'aja!
Kenapa sih?
Ngomong, dong.
Kamu tunawicara?
Sejak kapan?
Se-jak?
Dari dulu?
Winning Eleven.
Permainan sepakbola.
Na-ma-mu si-a-pa?
Maiko?
Kalau namaku ....
Te-tsu-o.
Salam kenal.
Sudahlah, aku kan enggak bisa berantem. Kuserahkan saja kepada Yuto dan Tetsuo saja.
-Kau juga sebaiknya hati-hati, Tetsuo. -Lah kenapa?
Dengan sebegitu kuatnya dia mah ...
... kau pasti bisa babak belur dibuatnya.
Yah, lagian dia juga enggak bakal ke rumah sakit!
Iya juga sih.
Baik-baik ya di sini.
Eh, tunggu sebentar deh.
Wah, mau kau keluarin sekarang tuh?
Wah, gawat!
Jreng, majalah porno!
Enggak butuh.
Jangan bohong, ah.
Kau pasti terangsang kan sama yang beginian?
Masa?!
Kamu terangsang?
Techan.
Duh, hentikan dong!
Ah!
Eh, siapa itu?
Dia imut banget, 'kan?
Aku mau susul dia.
-Serius? -Iya.
Hentikan.
Kenapa memangnya?
Serius, hentikan niatmu itu.
Eh?
Jangan-jangan ....
Eh, ini seriusan?
Maksudnya apa nih?
Eh, seriusan tuh?
Ah, dia kabur.
Apa-apaan itu ....
-Apa jangan-jangan dia pacaran? -Bodoh.
Ah.
Maaf, Yuka.
Bukan masalah.
I-tu te-man-mu, ya?
Wah, hebat tuh.
Ja-wab dong per-ta-nya-an-ku.
Bukan apa-apa!
Kamu payah banget.
Pa-yah.
"Membuat tim yuk"?
Mem-bu-at ...
... tim.
Membuat tim bersama.
Oke, aku paham.
Ma-i-ko.
Kamu sejak kapan dirawat?
Se-jak ka-pan di-ra-wat-nya?
Su-dah se-ming-gu.
Techan.
Kami mau pulang, nih.
Oh, oke deh.
Dadah.
Pakaian gantinya sudah aku siapin tuh.
Iya, aku tahu. Pergi sana.
"Pergi sana"?
Memangnya enggak masalah kalau kiita nyelonong masuk?
Di sini?
Ah, kukira apaan ....
Mau lihat bulan toh ....
"Ikut aku yuk ke suatu tempat."
Heh?
Yuk berangkat.
Kamu jalannya kecepetan.
Tunggu sebentar.
Oi!
Kalau Maiko?
Rahasia.
Rahasia?
Kenapa rahasia, sih?
Ma-u ba-lik?
Tapi kan ....
Apa yang sedang kalian lakukan?!
Kamu enggak boleh akur sama anak itu!
Berjanjilah, Maiko!
Tunggu dulu, Maiko!
I-bu-ku me-la-rang-ku ber-temu de-ngan-mu la-gi.
Ngo-mong, dong.
Aku akan ... ke sini setiap hari.
Ke si-ni se-ti-ap ha-ri.
Bohong.
Aku enggak bohong!
Eng-gak ma-sa-lah kok, ka-lau tak ke-ma-ri.
A-pa ka-ta-mu?
Pa-li-ngan ka-mu eng-gak ba-kal ke-ma-ri.
Aku ... akan terus ke mari ... sampai kamu keluar dari rumah sakit!
Pas-ti da-tang!
Kalau sudah keluar dari rumah sakit, mau ke mana?
Ke laut.
Laut?
[-Kalau sudah keluar dari rumah sakit, mau ke mana? Ada yang bagus di sana!]
Ke-na-pa?
Rahasia.
Rahasia lagi?
Mau enggak?
Boleh saja.
A-pa?
Lingkaran bunga.
Lingkaran bunga?
Te-ri-ma ka-sih.
Ini kupinjamkan.
Ada yang bagus di sana
Tetsuo.
Ibumu marah besar, tahu.
Iya, iya.
Kamu berniat membawanya keluar?
Siapa saja boleh, 'kan?
Apa-apaan sikapmu itu?
Berisik, ah.
Sini barang-barangmu kubawakan.
Iya, aku paham.
Lagi lihat apa?
Buruan.
Techan, syukurlah ya kamu sudah dibolehkan keluar rumah sakit.
Iya, 'kan?
Oke!
Mumpung sudah keluar dari rumah sakit, bagaimana kalau kita karaokean?
Boleh tuh! Kamu ikut kan, Techan?
Kalian berdua saja yang pergi.
Ini kan untuk perayaanmu.
Aku ada urusan.
Oh 'gitu ....
Eh ....
Kaian ini ...
... apakah tahu tentang Mercusuar Koijigahama?
Mercusuar cinta pertama?
Aku tahu, kok.
Apa kamu pernah ke sana?
Ya jelas belum!
Kalau Techan sendiri?
Karena belum pernah, makanya aku tanya.
Eh, eh.
Kalian berdua ke sana saja!
Memangnya kenapa?!
No comments yet. Be the first to leave one.