Flower of Evil

Flower of Evil

Indonesian 자막 다운로드

시즌 1

릴리스 정보

Flower Of Evil 2022 S01 E04 VIU WEB-DL
다음의 해설 Luh_Fil
Viu Version. Running Time: 00:47:01

태그

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
게시일: 2023-02-09
다운로드: 25
청각 장애인용: No

Indonesian 자막 미리보기

처음 200줄입니다.

Aku tidak melakukan kesalahan kepadamu! Tidak satu pun!

Aku tidak bisa merasakan cinta atau belas kasihan.

Jangan!

Siapa pembunuhnya?

Korban mengenal pembunuhnya.

Mereka bertengkar hebat saat makan,

dan si Pembunuh menikam korban.

Kenapa Ayah membela Heather? Apa dia favorit Ayah?

Orang-orang menghakimi, Sayang.

Bahkan jika kamu tidak melakukan kesalahan,

mereka masih akan menyalahkanmu.

Ayah minta maaf, Sayang.

Bu Belen bilang dia menang lotre.

Siapa pun yang punya tiketnya pasti membunuhnya.

Peluang menang lotre adalah

satu banding hampir 14 juta.

Hadiahnya 150 juta.

Jika kamu punya tiket kemenangan, kenapa merobeknya?

Jumlah itu bisa mengubah hidupmu.

Dia putus asa.

Aku tidak percaya dia tidak membunuh ibunya.

Dia kesal karena tidak mendapatkan bagian dari uang itu,

itu sebabnya dia membunuhnya.

Baiklah. Anggap saja dia marah dan menikamnya

di puncak pertengkaran mereka.

Aku bisa memahami itu.

Namun, kenapa membunuhnya

dengan cara yang sama seperti Abel membunuh korbannya?

Untuk apa?

Dia ingin menghindari kecurigaan.

Ada banyak cara lain untuk melakukan itu.

Kamu melihat jasad Bu Belen, bukan?

Dia tetap anaknya.

Kamu pikir dia tega melakukan itu kepada ibunya sendiri?

Satu hal yang jelas bagiku, Iris.

Keserakahan mengubah orang.

Itu bisa mengubah bahkan orang paling suci menjadi monster.

Ya, tapi kamu melihat apa yang dia lakukan.

Dia merobek tiket lotre kemenangannya.

Karena dia lebih suka bebas.

Jika dia tidak bisa menyentuh uang itu saat di penjara,

sebaiknya dia melupakannya dan berusaha tampak tidak bersalah.

Tunggu.

Apa lagi sekarang?

Omong-omong,

apa tim kita menemukan alat rias di kamar Belen?

Tidak.

Iris, korbannya adalah wanita tua

yang jarang keluar. Kenapa dia memakai riasan?

Ya. Aku tidak melihat alat rias di foto TKP ini.

Ada jejak lipstik di jari dan bibir korban,

tapi sepertinya dia tidak memiliki kosmetik apa pun.

Jadi, apa yang bisa menjelaskan noda lipstik itu?

Itu yang perlu kita cari tahu.

Andrew, minta tim lab memeriksanya.

Periksa apakah noda itu cocok dengan yang ada pada korban.

Kamu tahu, kamu menjadikan ini rumit.

Lando adalah pembunuhnya.

Dennis, kamu mengenalku.

Aku tidak akan berhenti mencari jawaban untuk semua pertanyaanku.

Kita tidak bisa memenjarakan Lando kecuali memastikan dia pembunuhnya.

Jika kita memenjarakannya dan ternyata dia tidak bersalah,

itu tidak adil.

Halo? Di mana kamu?

Maaf, aku jatuh sakit.

Aku tidak bisa datang.

Seharusnya kamu bilang lebih awal. Aku menunggu selama ini.

Begini...

Bisakah kita bicara di telepon?

Aku punya firasat

Daniel Villareal yang kamu sebutkan di artikelmu

pria yang kutemui sebelumnya adalah orang yang sama.

Apa yang kamu tahu tentang dia?

Aku bertemu dengannya di tahun Daniel menghilang.

Kami bekerja di restoran selama tiga tahun,

tapi dia tidak pernah mengatakan apa pun tentang masa lalunya.

Dia juga tidak punya KTP. Dia tidak punya apa-apa.

Itu dia, bukan?

Putra pembunuh berantai.

Jika tahu lebih awal, aku akan mengadukannya.

Kamu benar.

Dia sama seperti ayahnya.

Aku menyadari ada yang berbeda darinya,

seperti pikirannya tidak stabil.

Setiap kali kami menonton TV,

dia tidak pernah menunjukkan emosi sama sekali.

Aku bahkan pernah memergokinya berusaha

meniru reaksiku.

Noda lipstik di tiket

cocok dengan noda di jari korban.

Aku tidak mengerti bagaimana informasi itu akan membantu kita.

Lipstik siapa itu?

Mungkin saja korban bersama si Pembunuh

sebelum dia dibunuh.

Jika Bu Belen tidak punya alat rias,

lipstik itu pasti milik si Pembunuh.

Ini penjelasan yang kucari.

Pembunuhnya melihat noda lipstik di jari korban,

dan karena takut itu akan terlacak ke mereka,

mereka membunuh Bu Belen seperti Abel.

Pembunuhnya tahu metode Abel,

dan itu yang harus mereka lakukan untuk menghindari kecurigaan.

Tunggu. Kamu bilang ada noda lipstik

di bibir korban.

Kenapa si Pembunuh tidak menghapusnya?

Hanya ada jejak yang tertinggal di bibir korban.

Pembunuhnya mungkin tidak menyadarinya.

Mungkin korban mencoba dan tidak suka lipstiknya.

Setiap kali adikku mencoba lipstik

dan dia tidak menyukainya,

dia akan menyekanya dengan jarinya.

Itu skenario yang mungkin.

Pembunuhnya memberi korban lipstik,

tapi korban tidak menyukainya, jadi, dia menyekanya.

Mungkin itu sebabnya ada noda di jarinya.

Saat mereka bersama,

korban menunjukkan tiket lotre kemenangannya kepada si pembunuh.

Itu menjelaskan noda di tiketnya.

Karena itu kupikir pelakunya Lando.

Jika korban menunjukkan tiket lotre kemenangannya kepada si pembunuh,

dia pasti akan mengambilnya.

Orang yang terakhir memiliki tiket itu adalah

Lando.

Kurasa Lando tidak memakai lipstik.

Mungkin itu milik Susan.

Mungkin dia memintanya memberikannya kepada ibunya.

Bukankah Susan orang terakhir yang dilihat korban?

Susan bilang Bu Belen masih hidup

saat terakhir melihatnya.

Ada yang bisa bersaksi untuk itu?

Pak, apa teorimu?

Jika korban menunjukkan tiket ke pembunuhnya,

itu artinya pembunuhnya adalah orang yang dia percayai.

Jika dia tidak memercayai Lando,

itu akan mempersempit daftar tersangka menjadi satu orang.

Susan.

Namun, pertanyaannya,

kenapa Susan tidak mengambil tiket lotre itu?

Bu Belen bahkan membantunya.

Itu saja?

Pak, tunggu. Jangan ditutup dahulu.

Aku meneleponmu

karena aku juga butuh bantuanmu.

Daniel Villareal mencariku.

Dia ingin membunuhku.

Apa?

Sejak bulan lalu,

aku mendapat telepon dari seseorang setiap lewat tengah malam.

Serta dia terus mengganti nomor.

Aku tahu itu Daniel.

Sejujurnya, dia membuatku takut.

Bagaimana kamu tahu itu Daniel?

Siapa kamu?

Kenapa kamu terus meneleponku?

Kamu senang?

Daniel? Apa itu kamu?

Aku sudah menunggu lama

untuk melakukan yang selalu ingin kulakukan.

Apa itu?

Hadapi aku! Aku tidak takut kepadamu, Berengsek!

Aku yakin itu Daniel.

Tidak ada orang lain yang punya motif untuk menyakitiku.

Untuk apa?

Atas perbuatanku sebelumnya.

Apa maksudmu?

Aku sangat membutuhkan uang.

Namun, aku menyesali perbuatanku.

Di mana dia akan menyimpannya?

Hei!

Maaf, Daniel.

Aku hanya kekurangan uang.

Aku sudah lama ingin meninggalkan tempat ini,

dan aku tahu uangmu akan membantuku.

Lepaskan! - Kembalikan!

Seharusnya kamu tidak mengejarku.

Kamu tidak butuh uang ini untuk apa pun, bukan?

Kamu tidak punya keluarga.

Aku tidak sepertimu, Daniel.

Aku punya impian yang ingin kuwujudkan.

Jika menghalangiku, kamu akan menyesal!

Kudapat yang kumau.

Kudapatkan uangnya.

Namun, aku tahu suatu hari,

aku mungkin harus menghadapi konsekuensinya.

Serta hari itu akhirnya tiba.

Aku tahu Daniel yang terus menelepon

dan mengancamku di telepon.

Itu sebabnya aku butuh bantuanmu, Rico.

Bukan dia yang mengancammu.

Daniel Villareal sudah mati.

Kamu tidak perlu takut.

Apa?

Kamu yakin?

Ya.

Lupakan dia.

Tidak ada gunanya

hidup dalam ketakutan akan bayang-bayang orang mati.

Syukurlah.

Lagi pula, orang seperti dia pantas mati.

Dia pembunuh, bukan?

Flower of Evil subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Flower of Evil

댓글

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left