처음 200줄입니다.
Siapa kau?
Dia kriminal!
Kriminalnya ada disana.
Ini adalah bukti konkrit yang bisa membersihkan namaku.
Surat Pengakuan Min Jubu.
Sekarang, tarik kembali tuduhan yang kau tujukan padaku.
Dimana surat itu?
Aku tidak tahu.
Saudagar Jang menyembunyikan surat itu karenamu.
Tapi, kau masih bilang tidak tahu.
Aku tidak tahu.
Baiklah.
Karena kau sudah tidak berguna lagi. Lebih baik kau mati.
Tuanku.
Mencoba membunuhku saja tidak cukup, kenapa kau ingin membunuhnya juga?
Aku selalu mengikuti perintah.
Bagus sekali. Sekarang aku bisa sekaligus membunuh kalian.
Apa ini perintah dari tuan Gim Chi Yong?
Jangan pikir kau bisa tahu lebih banyak.
Lalu, apa ini perintah Yang Mulia, Ratu?
Karena kau sudah tahu itu, maka kau harus mati.
Beristirahatlah dengan damai.
Gadis ini juga, bahkan ayah angkatmu akan segera menyusul.
Jadi, kau tidak akan kesepian di akhirat nanti.
Jadi, ajussi juga...
Besok pagi, mayatnya yang sudah membeku akan diangkat dari Biro Kepolisian.
Kalian semua bisa bertemu di akhirat.
Tuanku!
Sialan.
Siapa yang ingin membunuh agassi dan tuan?
Siapa? Aku tanya, siapa!
Aku hanya mengikuti perintah dari Istana Pusat...
Berhentilah!
Kau harus menerima kenyataan sekarang.
Kalau tidak, bukan hanya dia, saudagar Jang dan kau pun akan dalam bahaya.
Ini benar-benar Istana Pusat lah yang memberi perintah untuk membunuhnya.
Istana Pusat sudah meninggalkan saudagar Jang.
Jadi, apakah mereka memiliki surat itu atau tidak, keluarga ini akan tetap dimusnahkan.
Yang Mulia, Ratu pernah bilang,
jika aku tidak mengambil hidup Putra Mahkota sedikit demi sedikit,
maka dia akan memandikanku dengan darah Ajussi.
Apapun itu, tuan akan dibebaskan besok.
Apa kau tidak dengar katanya tadi?
Dia bilang, tuanmu akan jadi mayat besok.
Karena Ratu sudah seperti ini,
kita hanya bisa bergantung pada kekuatan Putra Mahkota.
Bukankah yang kau inginkan, adalah melindungi dia dan saudagar Jang?
Kau harus mengakui kesalahanmu pada Yang Mulia dan memberikan surat itu.
Tidak bisa.
Aku harus pergi ke Biro Kepolisian untuk melindungi tuan.
Tempat itu adalah Biro Kepolisian. Kau bisa diam-diam menemuinya,
tapi, kau tidak bisa selalu disana untuk melidunginya.
Lakukan saja seperti perintah tuanku. Mereka bukanlah orang biasa.
Deok Pal ajussi dan tuan Min Jubu,
bukankah mereka dibunuh setelah mereka selesai dimanfaatkan?
Mereka berusaha membunuhku, maka, mereka tidak akan melepaskan ajussi.
Ajussi dalam bahaya sekarang.
Satu-satunya cara untuk menyelamatkan ajussi adalah dengan memberikan surat itu pada Yang Mulia.
Tidak. Tuan memintaku untuk menjaga surat itu.
Kalau kau menahan surat itu...
ajussi akan dalam bahaya, kenapa kau tidak mengerti juga?
Apa kau khawatir, bahkan kalau menyerahkan surat itu...
saudagar Jang tetap dalam bahaya?
Kalau begitu, aku akan meyakinkan Yang Mulia untuk menjamin keselamatan saudagar Jang.
Jadi... dia melarikan diri?
Maafkan hamba.
Bukankah dia membawa surat Min Jubu?
Apa yang Tabib Wanita, Da In katakan? Dia tidak tahu juga orang itu dimana?
Itu...
Tabib Wanita, Da In mendesak ingin bertemu Yang Mulia.
Benarkah itu?
Kau menemukan anak buah Jang Hong Dal yang memiliki surat itu?
Ya.
Dimana dia sekarang? Aku punya banyak urusan dengannya.
Aku tidak bisa memberitahu itu.
Tidak bisa?
Ya, dia berpihak pada orang yang menjebakku,
jadi, aku tidak bisa mengatakan dimana dia sekarang
Kenapa tidak bisa?
Mereka berdua akan dibebaskan besok pagi.
Berdasarkan perintah Istana Pusat,
saudagar Jang akan dibunuh sebelum dia dibebaskan.
Maka, aku membuat perjanjian dengannya.
Sebelum mendapatkan surat itu, Yang Mulia harus berjanji.
Apa?
Janji apa?
Yang Mulia, kumohon beri ajussi toleransi.
Toleransi?
Jadi, janji apa yang kau ingin aku buat?
Ini ditandatangani sendiri oleh Yang Mulia.
Saudagar Jang tetap akan dihukum, tapi nyawa takkan dalam bahaya.
dan bisnisnya bisa terus berjalan.
Saudagar Jang juga akan dilindungi di penjara.
Aku sudah memenuhi janjiku. Sekarang giliranmu.
Tuan harus dilindungi.
Jangan khawatir. Yang Mulia pasti memenuhi janjinya.
Kalau begitu, demi meyakinkan surat yang kau serahkan ini,
kumohon bantulah aku sekali lagi.
Ada apa ini?
Cepat katakan sejujurnya, apa yang dia perintahkan padamu.
Ini adalah perintah untuk menahan orang yang mencoba meracuni Putra Mahkota.
Kalau kau berbohong...
Maafkan aku.
Kalau kau ingin hidup, cepat katakan sejujurnya.
Apa yang dia perintahkan padamu?
Dia mengancamku untuk memberi kesaksian palsu bahwa aku memalsukan tanda tangan beberapa bulan yang lalu.
Tapi, aku bahkan tidak tahu siapa Min Do Saeng itu.
Kumohon maafkan aku.
Tuan Gim Chi Yong dan saudagar Jang Hong Dal mencoba meracuni Yang Mulia.
Tabib Min Do Saeng, menulis itu.
Lihatlah ini.
Dia bahkan bilang akan dibunuh olehmu.
Bagaimana menurutmu?
Surat pengakuan itu sama palsunya seperti resep itu.
Begitukah? Itu mungkin saja.
Lalu, haruskah kita membuktikannya?
Benarkah itu?
Ya. Inspektur Im memaksanya membuat kesaksian palsu.
Dia bilang, kalau aku tidak melakukannya dia akan membunuhku.
Kumohon maafkanlah aku.
Tidak!
Ini adalah konspirasi antara Inspektur Lee dengan buronan Choe Won.
Bukankah tadi dia membiarkan Choe Won yang masuk ke Biro pergi begitu saja?
Aku tidak membiarkannya pergi. Dia yang selalu menghilang,
makanya, Aku, Iblis Merah yang hebat belum bisa menangkapnya sampai sekarang.
U Yeong.
Orabeoni.
Apa kau baik-baik saja? Biar ku lihat.
Kulitku semakin kasar, ya?
Sebagai budak, aku tidak bisa merawat kulitku.
Aku tidak sempat membawa kotak bedakku.
Adikku yang tidak akan keluar tanpa memakai bedak,
tanpa bedakpun juga cantik seperti ini.
Itu karena dulu aku sangat menjaga kulitku.
Bagaimana Rang? Rang baik-baik saja, kan?
Ya, dia sangat baik.
Benarkah? Syukurlah. Benar-benar syukurlah.
Langit belum jahat sepenuhnya.
Ya. Semuanya akan segera berakhir.
Adikku, walaupun ini sulit, bertahanlah sedikit lagi.
Aku bisa menahannya. Orang-orang tidak bisa menggangguku,
Karena Iblis Merah pura-pura jadi suamiku.
Suami?
Oh? Tidak.
Pokoknya, Orabeoni juga harus percaya pada Iblis Merah.
Dengan begitu, Iblis Merah akan menunjukan bahwa dia pantas disebut iblis merah.
Oh iya. Aku juga akan melakukan sesuatu untuk membantumu.
Kita sudah menemukan bukti baru yang menunjukan bahwa Choe Won bukan pembunuh,
jadi, memanggilnya buronan itu tidak pantas.
Tapi, kau masih belum sepenuhnya membuktikan bahwa dia tidak bersalah juga.
Benar.
Sebelum menyebut dirinya bersalah karena kabur,
kita harus lihat diri kita yang menahannya.
dan orang yang begitu saja menyetujui hasil penyelidikan. Bukankah kita harus meminta pertanggung jawabannya?
Sudah kubilang tidak bisa sekarang.
Kami harus bertemu Iblis Merah sekarang.
Ini demi membuktikan bahwa Orabeoni-ku tidak bersalah!
Suruh mereka masuk.
Ya.
Benarkah kau merelakan uang yang ku ambil darimu?
Cepat katakan yang sebenarnya.
Ada apa ini?
Dia membuat kesaksian palsu kemarin, jadi aku membawanya kesini.
Oke. Jika kau mengatakan yang sebenarnya sekarang.
Aku berjanji kau tidak perlu di siksa.
Aigoo, aku pantas mati.
Sebenarnya bukti itu di ambil oleh saudagar Jang.
Tapi, kenapa kau berbohong kemarin?
Itu...
Apa kau dibutakan oleh uang ini?
Tidak, itu...
Jika kau mengatakan yang sejujurnya, aku akan mengembalikan ini.
Cepat katakan.
Orang ini menyuruhku begitu.
Akhirnya, Saudagar Jang lah yang membawa bencana.
Kenapa surat itu bisa jatuh ketangan Choe Won.
Tidak. Aku tidak memberikan itu padanya.
Aku tidak tahu apa yang terjadi.
Kau pikir Yang Mulia, Ratu akan percaya kata-katamu?
Cepat suruh Do Mun mengambil surat itu kembali.
Kalau tidak,
bukan hanya kau, nyawa putri angkatmu itu juga akan diambil oleh Yang Mulia, Ratu.
Apa? Apa katamu?
Demi melidungiku, Do Mun membuat kesepakatan dengan Putra Mahkota,
dan menyerahkan surat pengakuan itu?
Bagaimana! Bagaimana bisa... anak idiot itu!
Bagaimana bisa dia melanggar perintahku dan melakukan hal yang bodoh.
Jangan salahkan Do jipsa.
Do jipsa melakukan itu, demi ajussi dan aku...
Bagaimana! Bagaimana bisa... dia begitu bodoh!
Apa kau pikir Yang Mulia akan benar-benar menoleransi orang yang pernah mencoba membunuhnya?
Ya.
Kalau itu Yang Mulia,
dia akan menjaga janjinya untuk melindungi ajussi.
Tidak, tidak akan.
Janji hanya bisa dipenuhi ketika ada kekuasaan.
Karena aku sudah tidak memiliki surat itu,
Aku menuju pintu kematian sekarang.
Ajussi...
Pada akhirnya, kau berhasil di tipu Choe Won,
No comments yet. Be the first to leave one.