처음 200줄입니다.
Lipstik di tiket dan jari korban
cocok.
Ini penjelasan yang kucari.
Korban menunjukkan tiket kemenangan kepada si pembunuh.
Itu berarti dia memercayai orang itu.
Jika dia tidak memercayai Lando,
pasti Susan orangnya.
Kami menemukan senjata pembunuhan di dekat rumahmu.
Kenapa kamu membunuh Bu Belen?
Kamu belum pernah bertemu dengan orang sepertiku?
Seseorang yang bisa membunuh karena alasan sepele.
Kamu monster.
Tiga persen populasi dunia
sepertiku.
Siapa tahu? Kamu mungkin punya
orang sepertiku dalam hidupmu.
Cinta?
Tidak akan ada yang tahu tentang rahasiamu
atau siapa kamu sebenarnya.
Aku akan melupakan semua perbuatanmu kepadaku.
Aku tidak butuh janjimu.
Yang kubutuhkan adalah rahasia kotormu.
Sesuatu yang bisa kugunakan untuk melawanmu.
Hai, Jacob.
Jacob.
Aku membawakanmu bir lagi. Lihat.
Kamu membuat karya yang bagus.
Kulihat kamu sangat berbakat.
Aku bahkan tidak bisa menggambar orang-orangan dengan benar.
Dari mana kamu belajar melakukan itu?
Apa ada sekolah kejuruan yang menawarkan kursus tentang itu?
Maksudku, aku hanya bertanya
karena katamu kamu tidak lulus kuliah.
Apa yang kamu lakukan?
Aku memotretmu.
Mari berfoto bersama kali ini. Aku akan mengunggahnya di Facegram.
Hei! Ada apa?
Hapus foto itu.
Apa?
Tidak. Aku tidak mau.
Kubilang, hapus foto itu.
Namun, kenapa?
Lihat betapa manisnya kamu di sini! Lihat?
Baiklah! Ini!
Baiklah.
Sudah. Lihat? Aku sudah menghapusnya!
Astaga! Kamu tidak perlu langsung marah.
Kamu tidak punya alasan untuk marah. Itu hanya foto.
Katakan siapa kamu sebenarnya.
Apa yang kamu inginkan dariku?
Apa yang kuinginkan darimu?
Kenapa kamu memeriksa latar belakangku?
"Memeriksa latar belakang"?
Kamu selalu datang ke sini.
Kamu bertanya kapan ulang tahunku,
apa makanan dan minuman favoritku.
Kau bahkan meminta nomor ponselku kepada induk semangku.
Ada apa?
Salahkah bersikap ramah?
Apa yang kamu inginkan dariku?
Kamu tidak peka sekali!
Apa aku yang harus memperjelasnya?
Apa?
Kamu masih tidak mengerti?
Aku menyukaimu!
Sudah! Puas?
Tunggu. Kamu tidak perlu merasa tertekan, ya?
Ini hanya rasa suka yang konyol.
Aku hanya ingin kamu tahu.
Kamu tidak perlu langsung mendekatiku.
Jangan pernah kembali ke sini lagi.
Pergilah saja.
Baiklah.
Cinta?
Siapa kamu?
Angkat tangan!
Cinta?
Cinta!
Ada apa denganmu, Cinta?
Astaga!
Kamu mengagetkanku!
Dari mana saja kamu?
Aku dari bengkel.
Aku tidak bisa tidur,
jadi, aku mengerjakan karyaku.
Aku juga membeli bir.
Maaf sudah menakutimu, Sayang.
Kamu sulit dipercaya, Sayang.
Kenapa kamu harus menyelinap
di tengah malam?
Serta kenapa sepertinya
kamu kesulitan membuka pintu?
Aku tidak sengaja menjatuhkan kunciku.
Lepaskan saja jaketmu.
Kamu membuatku khawatir.
Ini.
Ayo, Cinta. Bergabunglah denganku.
Dengar, Cinta.
Jangan terlalu banyak minum bir, ya?
Jika kamu tidak berhati-hati,
perut six pack-mu itu mungkin akan menghilang
karena enam kaleng bir itu.
Katakan.
Apa kamu akan meninggalkanku
jika perutku buncit karena bir?
Apa? Kamu pikir aku akan meninggalkanmu
setelah berusaha keras merayumu?
Cinta, meskipun kamu menjadi monster,
aku tidak akan pernah melepaskanmu.
Aku minum yang ini, ya?
Bersulang, Cinta.
Cinta, kamu ingat hari itu
saat aku menyatakan perasaanku kepadamu?
Ini bir yang sama yang kuminum saat itu, ingat?
Inilah yang memberiku keberanian untuk melakukan itu.
Sebenarnya aku terkejut.
Aku tidak tahu kamu sangat agresif.
Kamu sudah menyebut itu agresif?
Itu tidak agresif!
Namun, kamu tahu apa yang menurutku sulit dipercaya?
Saat aku menyatakan perasaanku,
lalu kamu mengusirku.
Kenapa kamu masih membahas itu?
Hanya...
Aku masih tidak mengerti
kenapa kamu sangat marah kepadaku saat itu.
Aku tidak marah kepadamu.
Aku hanya tidak terbiasa
memiliki seseorang sepertimu.
Lagi pula, kamu tidak memberiku kesempatan bertindak lebih dahulu.
Maaf sudah mengusirmu.
Maaf. - Ya!
Kamu tampak manis hari ini, Cinta.
Kamu manis sekali!
Aku mencubitmu terlalu keras. - Kemarilah.
Yang penting kita bersama sekarang.
Jika harus mengulanginya lagi,
aku akan melakukannya.
Selama kita tetap begini.
Kalian tidak boleh melintas.
Bagaimana, Dennis? Apakah sama?
Merek tali anjing sama yang dipakai Abel juga dipakai di sini.
Lalu kukunya?
Kukunya juga dilepas.
Tidak lagi.
Ini hal yang sama yang terjadi kepada Bu Belen.
Ada kamera CCTV di sini?
Di sana.
Korban adalah Vincent Rosales,
34 tahun.
Dia memiliki restoran kecil,
tempat dia ditemukan tewas.
Dia punya istri.
Namanya Raquel Rosales.
Dia hamil enam bulan.
Dia pergi menemui suaminya
karena suaminya tidak pulang semalam.
Dialah yang menemukan korbannya.
Saat ini, Raquel Rosales ada di rumah sakit
karena dia pingsan.
Menurut staf yang kami ajak bicara,
korban tidak punya musuh.
Ponsel yang dia gunakan dalam rekaman CCTV...
Apa itu ditemukan di TKP?
Ya, Pak.
Kita sudah tahu dengan siapa dia terakhir bicara?
Saat ini, Pak,
ponselnya masih dalam proses untuk dibuka.
Anak buah kita sedang mengusahakannya.
Pak, modus operandi pelaku sama dengan Abel Villareal.
Apa maksudmu, Del Rosario?
Bahwa ada peniru lain di sini,
sama seperti dugaanmu tentang pelaku
dalam kasus terakhirmu?
Ayolah!
Pikirkan analisis yang lebih baik.
Pikirkan lagi dengan lebih mendalam!
Pak, ini berbeda.
Ini tiruan yang lebih mendetail.
Pembunuhnya tahu detail kasus Abel
yang tidak kita rilis ke media.
Seperti merek tali kekang anjing, misalnya.
Benar, Pak.
Yang Susan lakukan kepada Bu Belen tidak direncanakan.
Namun, berdasarkan rekaman CCTV itu,
kejahatan ini direncanakan.
Pembunuhnya memilih untuk mengejar korban
dan memikirkan kejahatannya dengan saksama.
Namun, orang-orang yang dibunuh Abel Villareal
hanya sekelompok orang tidak penting yang tidak akan dicari siapa pun.
Itu alasan tidak ada yang curiga dia melakukan hal seperti itu!
Namun, kali ini, korban kita bukan hanya pria berkeluarga,
tapi juga pebisnis!
Anda benar, Pak.
Itu sebabnya kita melihat setiap kemungkinan.
Gali lebih dalam dan periksa setiap sudut yang mungkin!
Periksa keuangan korban.
Cari tahu semua tentangnya.
Ketahui lebih banyak tentang kehidupan pribadinya.
Ayo! Perluas penyelidikan kalian!
No comments yet. Be the first to leave one.