처음 200줄입니다.
Pada zaman dahulu kala, terdapat sebuah legenda.
Di dunia Don Kurai, terdapat Tombak Emas dan Perisai Perak.
Ketika dunia Don Kurai sedang kisruh
mereka kehilangan Tombak Emas dan Perisai Perak-nya.
Yang bisa menemukan keduanya hanyalah Lonceng Kuno.
Ketika Lonceng berhasil menunjukkan
lokasi Tombak Emas dan Perisai Perak berada,
terbukalah cakrawala baru, dan muncul Orang Terpilih.
Dunia Don Kurai diberkahi dengan cahaya
dan siapa pun yang ada di sana akan hidup bahagia.
Yang membuat dunia Don Kurai menjadi damai
adalah sang Orang Terpilih.
Rasakan!
- Tak mempan! Ini kekalahanmu! - Apa?
Mati kau!
Dengan ini Tombak Emas pasti akan mencari Orang Terpilih.
Tami, aku mohon padamu! Bangkitkan kembali legenda ini!
Perjuangan yang sia-sia.
Tak peduli Tombak Emas-nya menuju ke mana,
selama ada Lonceng ini, akan mudah untuk ditemukan.
Laser Aksi!
Serangan lasermu itu tak mempan untukku, Alma Jiro!
Mustahil!
Aku harus bagaimana?
- Pahlawan Bertopeng! - Mimiko!
Ini peralatan baru yang dibuat Profesor Kitakasukabe!
Pedang Aksi!
CHOCOBI
Pahlawan Bertopeng dan Pedang Aksi!
Terima kasih, Mimiko.
Berkat alat baru, Pedang Aksi ini, aku jadi selamat.
- Pedang Aksi benar-benar kuat, ya. - Benar.
Jika tak ada pedang ini, entah bagaimana nasibku.
Memikirkannya saja, aku sudah takut.
Pedang Aksi, senjata yang luar biasa.
Mama, cepat!
Mainannya tak akan kabur.
BARU PEDANG AKSI
Cepat pilih.
ANAK LAKI-LAKI
Yang itu saja.
Cepat putuskan.
Mama saat memilih baju juga lama, kan?
Orang dewasa dan anak-anak itu berbeda.
- Pasti responsnya begitu. - Mama yang seharusnya bilang itu.
Aku pilih Pedang Aksi saja.
Itu apa?
Senjata baru dari Pahlawan Bertopeng, namanya Pedang Aksi!
Berkat ini, Pahlawan Bertopeng berhasil melindungi dunia
dari serangan Laser Neraka Jenderal Zonzitel!
Aku pilih ini.
Sana berikan ke kasir.
Ini.
Baik, saya terima.
Kau cuma bisa senang begini kalau dibelikan mainan, ya?
Don Kurai.
Don Kurai.
Don Kurai.
Don Kurai.
Tuan Dark.
Tuan Dark.
Tuan Dark.
Mack, apa kau sudah mengetahui lokasi Tombak Emas-nya?
Sudah, karena saya menggunakan Lonceng itu.
Menemukan Orang Terpilih bukanlah hal yang sulit.
Aku merasa kesal karena telah kehilangan tombak itu,
tapi inilah kesempatan baru untuk Don Kurai
dalam menjajah negeri baru.
Akan bagus jika kita bisa membuat Orang Terpilih membuka gerbangnya.
Sebentar lagi akan saya lakukan, Tuan Dark.
Sekarang ini, kita hanya bisa ke sana sebagai bayangan.
Namun, begitu gerbangnya terbuka, semua akan berjalan seperti keinginanmu.
Mohon tunggu sebentar lagi.
Akan aku tunggu.
Kenapa berisik sekali?
Berantakan begini.
Mama!
Apa?
Lihat ini!
Ada apa dengan penggarisnya?
Mainanku berubah jadi penggaris!
Kau sedang berbohong, kan?
Kau merusak mainan yang baru dibeli, lalu mencoba menyembunyikannya, kan?
Bukan!
Mama bisa langsung tahu.
Aku tak memilih benda ini!
Aku tak mau penggaris ini!
Yang benar?
Lalu ketika aku menelepon toserbanya, katanya mungkin mereka yang salah,
tapi sepertinya mereka bingung.
Kemudian, Shinnosuke yang kau tuduh jadi buruk suasana hatinya, ya?
Padahal bukan aku yang salah.
Mama sudah minta maaf, kan?
Kalau semua selesai dengan maaf, kita tak butuh polisi!
Mau Mama beri tahu hal apa yang tidak membutuhkan polisi?
Aku maafkan.
Omong-omong, belakangan pekerjaanku...
jadi makin sibuk.
Daripada tak bekerja, kan?
Memang benar,
tapi tak mudah bekerja sambil mengajari pegawai baru.
Aduh, Papa!
Hentikan!
Di saat sulit, tertawalah!
Hei, hentikan...
SHIRO
Shinnosuke!
Shinnosuke, cepat!
Ya...
Pagi, Shin-chan.
Selamat pagi.
Hei, hentikan Shinnosuke.
Aku bukan bantalmu!
- Minggir! - Dasar Shin-chan...
Untung dia tak tidur di pangkuanku.
Sudah? Kita berangkat, ya.
Ya, silakan.
Selamat jalan!
FUTABA
Ya, ini Nohara dari Departemen Penjualan Futaba.
Selamat siang, Tuan Yoshida. Baik.
Sisa pengirimannya? Baik, pasti akan dikirim.
Begini, bukannya rasa tanggung jawab Bu Yoshinaga sebagai guru masih kurang?
Rasa tanggung jawab?
Bu Matsunaga juga tak punya rasa tanggung jawab.
- Apa katamu? - Apa?
Sudahlah, kalian berdua...
- Pak Kepsek tak ada hubungannya! - Baik.
Kau pintar juga.
BUKIT CINTA
Mama!
Hari ini aku dipuji Bu Guru.
Shin-chan, sampai jumpa besok, ya!
Ya, sampai besok!
Apa kau anjing yang dibuang?
Namamu Shiro?
Kalau begitu, Kuro?
Aku benar.
Namun, aku sudah pelihara Shiro di rumah,
jadi aku tak bisa pelihara satu lagi.
Dah!
Camilan!
Hebat sekali kau, Kuro!
Kita tampaknya akan gampang akrab.
SHIRO
Kuro masih kecil, ya.
Shiro, apa kau mau makan Kuro?
Kau menyingkirkan pesaing, ya?
Shinnosuke, selamat datang... Apa?
Shiro! Kau kapan mengandungnya?
Mama tak akan menyetujuinya.
Kita sudah punya Shiro.
Shiro bilang, dia kesepian kalau sendiri.
Kau bohong.
Sekarang saja Mama berusaha memotong biaya untuk makanannya.
Gaji Papa yang kecil tak bakalan cukup.
Hei, Misae. Itu keterlaluan.
Aku tiap hari bekerja keras.
Walaupun kau bekerja keras, tapi fakta gajimu kecil tetap tak berubah.
Shinnosuke, Papa membolehkanmu!
Mau satu atau dua ekor anjing, Papa akan mengusahakannya.
Sebagai gantinya, kau yang harus merawat Kuro.
Siap!
Kau terlalu memanjakannya.
Aku pasti akan merawat Kuro!
Misae, Shinnosuke sudah bilang begitu.
Hima! Kau bilang kalau mau merawat Kuro?
Apa boleh buat.
Kalau Hima sampai bilang begitu, akan kuserahkan Kuro padamu.
- Hei... - Hei...
Satu, dua, tiga...
empat, lima, enam,
tujuh, delapan, sembilan,
sepuluh, sebelas, dua belas...
Sudah tengah malam.
Tiga belas kali?
Apa ada?
Mama...
Papa...
Aku haus.
Aku seperti hidup kembali.
JERUK UNTUK PRIA
Waktunya tidur.
Langitnya...
Asyiknya!
Benar, kan?
Apa aku membuatmu kaget, Bocah?
Maaf, ya.
Namaku Shinnosuke.
Begitu, ya? Kalau begitu, selamat malam, Dik Shinnosuke.
Namaku Mack la Kuranosuke.
Ini Itachi-Chitai.
Dia imut, kan?
Tak imut.
Namanya kalau dibalik dari depan maupun belakang sama saja.
Sungguh?
Bohong hongbo.
Anak baik, ibu, dan anak baik.
Paman hebat sekali, ya.
Itu jadi apa kalau dibalik?
No comments yet. Be the first to leave one.