처음 200줄입니다.
Drama ini hanya karya fiksi. Tempat, organisasi, karakter, lembaga, dan insiden dalam drama ini tidak nyata.
Aku ingin seseorang diawasi.
Siapa orangnya?
Du-hak mungkin memukuli gangster lain,
tapi dia tidak pernah menjadi sampah.
Namanya adalah...
Lee Du-hak?
Jadi, kau ingin seseorang mengawasinya?
Biasanya, orang itu mencari hasil akhir.
Jika kau beri tahu aku tujuanmu, maka tugas itu bisa jauh lebih mudah.
Seratus stiker pembangunan ulang untuk Myeongdang-dong? (Episode 7)
Ya.
Konon, mereka membeli stiker seluas 700 kaki persegi
dengan harga kurang dari 3 juta won.
Namun, itu dijual kembali dengan harga 40-50 juta won.
Ya ampun!
Nilainya meningkat secara drastis!
- "Stiker"? - Bukan stiker yang dimainkan anak-anak.
"Stiker" adalah hak tinggal di apartemen selama pembangunan ulang.
Dengar-dengar, di luar sana sedang terjadi perang.
Semua orang dari Rumah Biru, lembaga pemerintah, kementerian, dan Balai Kota
meminta kerabat mereka untuk membelinya sebelum berita pembangunan ulang tersiar.
Wah, karena itu beritanya tidak sampai ke kita.
Yang benar saja. Ini benar-benar perang.
Pastikan keluarga yang digusur tidak kembali.
Pastikan tidak ada peristiwa berdarah seperti tadi.
- Ya, Hyung-nim. - Besok kita tukaran sif.
Kerja bagus.
- Hyung-nim, pastikan cepat datang. - Aku mengerti, Bajingan.
Kau sudah bekerja keras untuk mengurus hal besar.
Pakai ini untuk membeli daging untuk anak-anak, dan pakai ini untukmu sendiri.
Hei, apa kau harus memeriksa uangnya?
Hyung-nim, ini sungguh hanya cukup untuk membeli sedikit daging.
Anak-anak terkena cedera di mana-mana.
Biaya rumah sakit saja sudah cukup besar...
Hei, jika aku menerima banyak, aku juga akan memberimu lebih.
Kenapa? Ada apa?
Woi!
Aku serius, Kawan!
Kau sungguh berpikir aku akan menilep uang yang diperoleh dari darah dan keringat saudara-saudaraku?
Hei.
Kita tidak bisa kenyang hanya dari gigitan pertama.
Jika kontrak berikutnya berjalan dengan baik,
aku pasti akan membayarmu dengan harga tinggi, ya.
Aku harus pergi.
Hei, Gil-su, ada yang muntah di toilet.
Tolong bersihkan itu. Itu jorok. Siapa yang mau pakai kalau begitu?
Ya, aku akan segera membersihkannya, Hyung-nim.
Sampai jumpa, Hyung-nim!
Berapa itu?
Dua juta won untuk mereka, dan sejuta won untukku.
Apa dia bercanda?
Dua juta won hanya bisa memberikan mereka salep merah!
Astaga, ini keterlaluan!
Kita bisa dapat yang sebanyak ini dari calo tiket bisbol!
Hyung, berikan ini pada mereka.
- Oke. - Lalu, kita?
- Kami dapat gaji bulanan dari sini. - Tunggu, apa...
Baiklah.
Aku harus menambahkan bagian mereka.
Aku tidak bisa mengambil hasil kecil yang mereka dapatkan.
- Dia datang, Hyung-nim. - Suruh dia masuk.
Masuk.
Selamat datang.
Kau terkejut karena aku meminta untuk bertemu tiba-tiba, 'kan?
Kau tahu jumlah yang Hyung-nim minta kau depositkan.
Berapa itu?
Uh...
Jika bos tahu, bisa-bisa aku celaka.
Jangan khawatir.
Kami pasti akan merahasiakannya.
Berapa?
Lima puluh juta won.
Li-Lima puluh juta won?
Apa Kwang-tak Hyung-nim sungguh menyuruhmu mendepositkan 50 juta won?
Ya, itu benar. Dia memberiku lima cek
senilai ₩10 juta.
Wow! Dia benar-benar meruntuhkan loyalitas kami!
Yang benar saja!
"Lima puluh juta"? Lima puluh juta!
Anak-anak punya banyak keluhan, dan alasan pun bagus.
Sekarang adalah waktunya.
Waktunya telah tiba!
Du-hak,
ayo kita gulingkan Kwang-tak.
Aku akan berjuang di garis depan!
Memang benar waktunya sudah cukup matang.
Hyung-nim tidak seperti itu sebelumnya.
Itu karena keserakahan, keserakahannya!
Du-hak mengatakannya sendiri.
Meskipun kau akan membagi sebungkus kacang,
kau tidak akan pernah membagi peti yang penuh dengan kacang.
Lalu...
apa kita akan melakukannya?
- Tidak bisa. - Kenapa? Kenapa tidak bisa?
Karena itu keputusanku.
Hei, Du-hak.
Du-hak!
Hyung-nim...
Non-obstructive azoospermia
Dan didiagnosis tiga bulan sebelum pernikahan...
Maafkan aku.
Seandainya aku tahu lebih awal,
aku tidak akan membuat Cheol-ung melalui semua itu.
Aku benar-benar minta maaf.
Hidup ini cukup aneh.
Aku hampir...
Aku hampir...
(Kekerasan terjadi di lokasi penggusuran Myeongdang-dong.)
Aku bertanya karena penasaran,
tapi kau sudah lama tidak bertemu dengan Wakil Direktur Hwang, 'kan?
Ya.
Apa dia benar-benar berhenti datang kemari?
Kurasa begitu.
Jika Wakil Direktur Hwang berhenti datang kemari,
dia akan terdampar di sini sendirian.
Aku tahu. Mungkin kita harus mencari lokasi lain.
Astaga!
Selamat datang, Wakil Direktur Hwang!
Kami juga baru saja akan pergi.
Ayo.
Selamat bersenang-senang!
Wanita-wanita jahat...
Suami-suami mereka dihancurkan oleh opini publik.
- Orang bisa mendengarnya. - Tidak masalah.
Tidak akan aneh jika suami mereka bisa dipecat kapan saja.
Apa kau sangat sibuk?
Mau kubuatkan kopi?
Tidak.
Kalau begitu, alkohol?
Bukan, bukan itu.
Sesibuk apa pun dirimu,
bisa-biasnya kau belum makan malam sampai selarut ini.
Orang-orang mengira kita hidup mewah, makan sembilan kali sehari,
tapi sering kali kami harus melewatkan waktu makan.
Konon, waktu makan yang terlewat tidak akan bisa ditebus lagi.
Jangan pernah melewatkan makan lagi.
Tolong lakukan itu untukku, Yeo-jin,
walau baru dimulai sekarang.
Jadi, kau datang ke sini malam-malam begini?
Lalu aku bisa apa?
Dia menyuruhku tidur di tempat lain malam ini lewat telepon.
Aku tidak punya kerabat di Seoul, dan menakutkan untuk tidur di penginapan sendirian.
Ya, baguslah kau datang ke sini.
Tampaknya dia sudah menemukan seorang pria.
Dia pasti menyukai seorang pria.
Jika tidak, kenapa dia tiba-tiba menyuruhmu pergi?
Omong kosong apa itu?
Kenapa itu omong kosong?
Dia tidak punya suami. Jadi, apa salahnya?
Lalu, a-a-a-apa, ya?
Haruskah dia hidup menjanda yang setia dan mati sendirian seperti di era Joseon?
Aku akan tidur di kamar Jung-ok.
Kalian berdua lekas tidur.
Kamar itu pasti dingin.
Jadi, dia menyukai seorang pria.
Wah, apa yang terjadi di sini?
Memalukan sekali.
Astaga, astaga! Memalukan sekali!
Astaga!
Piyama Cheol-ung, entah apa akan muat di tubuhmu.
Jika kau bilang lebih awal, aku akan membelikannya untukmu.
Selamat beristirahat.
Piyama itu mungkin akan pas untukku, meski belum mencobanya.
Karena itu piyama putraku.
Oppa!
Mari kita hidup bersama.
Aku tidak mau melewatkan waktu makanku ataupun dirimu.
Aku akan menebus
semua penderitaanmu selama ini.
Aku suka dengan keadaan sekarang, Oppa.
Terima kasih, Oppa.
Aku akan mencari kesempatan untuk segera memberi tahu Cheol-ung
tentang hubungan kita.
Kau paham apa maksudku, 'kan?
Iya, aku mengerti.
Harus berapa kali kukatakan?
Jika ada yang bertanya,
aku akan bilang bahwa aku sendiri yang membantu persalinannya, jadi, jangan khawatir!
"Non-obstructive azoospermia"?
Aku mohon, Dokter.
Takutnya nanti ada masalah
bagi anakku yang menjadi jaksa karena ideologi ayahnya.
Tolong aku, Dokter.
Sekarang, yang aku miliki hanyalah anak itu.
Jika ada yang salah, aku tidak punya pilihan lain selain mengakhiri hidupku.
Tolong aku.
Aku tidak akan pernah melupakan utang ini.
Apa itu kau, Kyeong-ja?
Ya, ini aku.
Kabarmu baik belakangan ini?
Kyeong-ja, maaf, tapi kau harus keluar sebentar.
Ya.
Jadi, kau menjawab apa?
Aku sangat terkejut sampai tidak bisa berkata apa-apa!
Namun waktu itu, orang ini datang dan menyatakan bahwa dia adalah anak kandungmu.
Aku pernah dengar bahwa pemeriksaan latar belakang
adalah standar jika ingin bekerja di posisi yang penting.
Tapi ada sesuatu yang rasanya sangat janggal.
Agak aneh dia mencari kami saat kami sudah meninggalkan kampung halaman.
No comments yet. Be the first to leave one.