처음 200줄입니다.
REVENANT
KARAKTER, TEMPAT, ORGANISASI, DAN KEJADIAN DALAM DRAMA INI HANYALAH FIKSI
ADEGAN MELIBATKAN AKTOR CILIK DIREKAM DALAM SITUASI AMAN
"EPISODE 6"
Kau baik-baik saja?
Apa hanya ini tempat yang bisa kau datangi?
Dingin sekali di sini.
Apa ini?
Jaket ini milikku?
Tidak mungkin milikku, 'kan?
Kau menyerahkan diri tadi?
Memang aku bilang apa?
Aku...
membunuh...
semua orang itu.
Aku bilang begitu?
Ya.
Tapi itu...
Maksudku...
Aku tidak bermaksud begitu.
Aku juga berpikir begitu.
Kau tipe orang yang akan memaki penipu,
meski kau kehilangan semua uangmu karena pengelabuan suara.
Kau bukan tipe orang yang akan membunuh karena itu.
Tapi kau tahu...
Jika kau sungguh melakukan hal itu...
datanglah padaku.
- Apa? - Kita bukan orang asing.
Aku akan menulis laporan bagus, jadi, datanglah padaku.
Bagaimana jika kubilang...
pelakunya hantu?
Kau akan percaya?
Apa?
Aku tahu kau tidak akan memercayaiku.
Tapi itu benar.
Aku harus pergi.
Terima kasih sudah membawakanku jaket ini.
5.350.000 WON 2.880.000 WON
300.000 WON
YEOM HAESANG
Apa ini?
PROFESOR JANG WONSEOK MEMANGGIL
Profesor Jang, maaf menelepon selarut ini.
Aku menemukan Tali Perbatasan dengan pisau kecil di dalamnya.
Jika itu pisau kecil,
maksudmu Tali Perbatasan dari wilayah Gyeongsang Selatan?
Itu sangat langka. Bagaimana kau bisa menemukannya?
Sulit menjelaskan semuanya di telepon.
Tapi aku sedang mencari orang yang membuatnya.
Seseorang yang membuat Tali Perbatasan...
Dia pasti terlibat dalam perdukunan.
Mungkin dukun atau ahli membaca kitab suci.
Akan kuselidiki, nanti kutelepon lagi.
Terima kasih.
Tuan Muda Yeom datang.
TAHUN 1995
Aku tak tahu kau akan datang.
Nenek masih bangun?
Dia di ruang baca.
Kau mau menemuinya?
- Ya. - Bagaimana kabarmu?
Baik.
Bagaimana rumahmu?
Mau kucarikan yang lebih besar?
Aku bisa mengurus diri sendiri. Tidak perlu khawatir.
Kau ahli waris tunggal, mana bisa aku tidak khawatir?
Dia juga sangat mencemaskanmu.
Dia...
mencemaskanku?
Dia mungkin masih tampak sehat, tapi dia sudah menua.
Kenapa kau tidak kembali saja ke perusahaan?
Kau sudah tahu. Aku tidak tertarik dengan bisnis keluarga.
Langsung saja ke intinya.
Jangan hanya menatapku seperti anjing sakit.
Ibuku mengubur benda-benda aneh...
sebelum dia meninggal.
Soal aksesori rambut merah itu lagi?
Sudah kubilang.
Mereka tidak menemukan hal semacam itu di lokasi kematiannya.
Kenapa dia membawaku ke tempat itu?
Kenapa ibuku meninggal?
Kenapa kau bertanya kepadaku?
Yang bersamanya itu kau.
Aku melihat hal-hal aneh sejak itu.
Awalnya aku hanya bisa melihat mereka di cermin.
Tapi kini bisa tanpa cermin.
Aku ketakutan.
Diam.
Kau mau dirawat di rumah sakit jiwa?
Jangan berani-berani mengatakan hal seperti itu lagi.
Masuklah.
Tuan Muda Yeom datang.
Kabar Anda baik?
Aku yakin kau tidak kembali ke sini hanya untuk menanyakan itu.
Katakan. Kenapa kau kemari?
Ini.
Ini sesuatu yang disimpan ibuku.
Aku masih terlalu kecil saat itu
untuk mengingat di mana dia menguburnya.
Tapi dia mengubur kepingan tembikar ini sebelum meninggal.
Lalu ini.
Dia menyimpan aksesori rambut ini sampai dia meninggal.
Anda yakin tidak tahu apa pun
tentang semua ini?
Keluar.
Kubilang keluar dari rumahku sekarang juga.
Tamunya akan pergi!
Jangan hanya berdiri di sana. Bawa dia keluar.
Kau bilang apa kepadanya sampai dia semarah itu?
Kenapa dia selalu sangat kesal setiap kali aku membahas ibuku?
Tidak bisa begini.
Aku harus bertanya lagi.
Sebaiknya...
kau pulang saja hari ini. Kau tahu temperamennya.
Kau akan menghadiri peringatan kematian Ujin?
Kau bisa menemuinya dan bertanya saat itu.
Baiklah.
Udaranya dingin. Sebaiknya kau masuk.
PERJANJIAN SEWA KOMERSIAL
20 JUTA WON 2 JUTA WON
Astaga, kapan kau pulang?
Lihat dirimu.
- Kau memakai riasan? Rambut ini... - Apa ini?
Dari mana kau mendapatkan pakaian ini?
Apa ini?
Ibu...
Ibu menyewa toko pakaian kecil di dekat stasiun kereta bawah tanah.
Apa? Ibu dapat uang dari mana?
Ibu mengambil warisan nenekmu.
Ibu juga tidak mau menerima apa pun dari keluarganya.
Tapi aneh jika tidak menerimanya, padahal dia menawarkan.
Lagi pula, ayahmu tidak pernah memberikan tunjangan anak selama Ibu membesarkanmu.
Kita berhak atas uang ini.
KIM SEOKRAN 298.230.100 WON
Sanyeong? Ada apa kemari?
Dengar.
Rumahnya dan uang di rekening bank ini
mencapai 1,3 miliar won.
Kita tidak perlu menderita lagi dengan uang sebanyak ini.
Seperti katamu, kita bisa...
Tolong hentikan!
Kau mau aku membunuhnya?
Astaga, hei...
Sanyeong. Hei.
Sanyeong, kau sekesal itu karena hal ini?
Ada apa?
Ibu melakukan ini demi kita.
Sanyeong.
Gu Sanyeong.
Sanyeong, buka pintunya. Mari bicara.
Apa yang kau lakukan?
Ibu melakukan ini agar kau tak menderita. Itulah alasan Ibu menerimanya.
Sanyeong, ayo bicara.
Sanyeong.
Sanyeong.
Gu Sanyeong.
WARNA CERAH UNTUK SWETER! MOTIF KREATIF!
REKENING TABUNGAN BANK DONGSEONG
Ibuku yang memiliki benda-benda ini lebih dahulu.
Dia menguburnya di suatu tempat
sebelum meninggal di penginapan pada tahun 1995.
Dia ingin menyingkirkan roh jahat itu.
Itu dia.
Ini cara ibuku bisa menyingkirkannya.
Baiklah.
Aksesori rambut biji pir dan kepingan tembikar itu
berkaitan dengan seorang gadis muda.
Itu mungkin milik Lee Mokdan yang menjadi hantu remaja.
Aku harus menyegelnya...
dengan Tali Perbatasan di tempat roh jahat membunuh seseorang.
Itu hanya asumsimu.
Bukankah kau bilang Profesor Gu Gangmo
juga kerasukan?
Kau sungguh percaya apa yang dia tulis?
Dia yang paling tahu tentang roh jahat.
Aku lebih penasaran
dengan surat wasiat dan suratnya.
Kenapa roh jahat itu menyeretmu ke dalam masalah ini?
Menyingkirkan roh jahat lebih penting daripada itu.
Haesang, sebaiknya kau berhenti.
Atau kau juga bisa bernasib seperti ibumu.
Tidak.
Akhirnya aku menemukan petunjuk.
Aku tidak bisa berhenti sekarang.
Profesor Yeom.
Apa ini milikku?
Aku sungguh minta maaf.
Kapan kau mengambilnya?
PASARAYA SUNGUN SALON MIRIEL
Kau menghabiskan uang sebanyak ini?
Ini lima juta yang kau pinjamkan
dan uang yang kuhabiskan kemarin.
Bunganya juga kutambahkan.
Dari mana kau dapat uang ini?
Apa yang terjadi kemarin?
Sebenarnya...
Tidak ada. Tidak ada yang terjadi.
Dia pasti menyembunyikan sesuatu.
Kau mau ke mana?
Aku harus tahu apa yang terjadi kepadanya kemarin.
No comments yet. Be the first to leave one.