처음 174줄입니다.
Inilah 88 hari paling mematikan di sejarah
dunia kelam Yokohama,
dan kejadian menggemparkan yang menyeret banyak organisasi
ke dalamnya...
Perang Kepala Naga.
Jam berputar balik ke setahun sebelumnya.
Raja Domba?
Bersembunyilah sesukamu,
tapi kau takkan bisa lari dari gravitasi.
Dasar monster!
Port Mafia, ya?
Akan kubunuh mereka semua.
Tak ada yang bisa dilakukan.
Pengiriman senjata selundupannya terlambat dua pekan.
Sebentar lagi, orang-orangku harus bertarung menggunakan pisau.
Bukan hanya itu.
Perebutan wilayah akan meningkat dan perlindungan tak dibutuhkan.
Mungkin aku tak cocok untuk hal ini.
Bagaimana menurutmu, Dazai?
Dengar, Mori.
Kau kekurangan uang, informasi, dan kepercayaan anggota,
tapi kita sudah lama tahu itu.
Kau jahat.
Omong-omong, kenapa kau mencampur obat tekanan darah rendah dan tinggi?
Kupikir aku bisa mati mudah jika kuteguk semua sekaligus.
Dazai.
Kau ada saat aku mewarisi Port Mafia dari mantan bos.
Kau bukti dan saksi.
Kau tak boleh mati semudah itu.
Bagaimana perasaanmu, Bos?
Dokter, beri tahu para eksekutif untuk membasmi mereka semua.
Saat senja tiba, bunuh semua yang melawan Port Mafia
baik kelompok musuh maupun polisi militer.
Itu sangat tidak logis.
Aku tak peduli berapa korban anggota kita. Bunuh semua.
Bunuh saja.
Kau harus membunuh mereka.
Bunuh...
Aku mengerti, Bos.
Bos telah meninggal akibat penyakitnya.
Dia telah menunjukku sebagai penggantinya.
Kau adalah saksinya.
Paham?
Prediksimu meleset.
Langkahmu tepat, memilih pasien yang ingin mati sebagai sekutu.
Tapi setahun kemudian, aku masih hidup.
Mereka sama sekali belum mati.
Kau dan aku menjalankan rencananya dengan sempurna.
Rencana itu baru selesai
setelah semua yang terlibat pembunuhan dibungkam.
Dalam hal itu, aku sekutu yang tepat.
Maksudku, kau bisa menjadi bos jika aku menjaminmu,
dan jika aku bunuh diri karena suatu hal setelahnya,
takkan ada yang curiga.
Aku kenal seseorang yang persis sepertimu.
Namun, jika aku ingin membungkammu, pasti sudah lama kulakukan.
Jika kau ingin mati, bisa kubuatkan obat yang membantumu mati dengan tenang.
Benarkah?
Sebagai gantinya, kuminta kau menginvestigasi sesuatu.
Ini tugas mudah. Sama sekali tak berbahaya.
Aku tak percaya.
Kau tahu Distrik Suribachi di Pemukiman Yokohama, 'kan?
Ada gosip munculnya individu tertentu di area itu.
Kuminta kau mencari tahu kebenaran di balik gosip itu.
Ini Peramal Perak, semacam surat kuasa.
Tunjukkan kepada agen Port Mafia, maka mereka akan mematuhimu.
Siapa individu ini?
Tebaklah.
Seseorang yang gosipnya bisa merusak...
Begitu, ya? Aku mengerti.
Mantan bos muncul, ya?
Tepat sekali.
Di dunia ini, ada orang yang tak boleh bangkit dari kubur.
Kau paham, 'kan?
Tepati janjimu dan buat obat itu.
Ini tugas pertamamu.
Selamat datang di Port Mafia.
Satu lagi.
Tadi kau menyebut seseorang yang mirip aku. Siapa itu?
Aku.
Dazai,
kenapa kau ingin mati?
Aku juga ingin bertanya sesuatu kepadamu.
Apa kau benar-benar berpikir bahwa hidup memiliki arti?
Pemukiman Yokohama.
Di sini pernah terjadi ledakan besar
dan sebuah kota dibangun di kawah yang dihasilkannya.
Itulah yang membentuk Distrik Suribachi.
Orang luar negeri bunuh diri dengan menelan pelat metal?
Tapi siapa pun yang menelannya, organnya akan meleleh hidup-hidup?
Untungnya aku tak mencobanya.
Hei, apa kau tahu...
Hirotsu. Aku akan mengingat itu.
Anak ini melihat momen terakhir mantan bos bersama bos baru.
Aku tak bisa menganggapnya remeh.
- Dazai. - Ya?
Area ini dalam sengketa. Berhati-hatilah.
Sengketa?
Saat ini ada tiga grup oposisi Port Mafia.
Pertama, Takasekai.
Kedua, GSS.
Ketiga, kelompok yang beranggotakan anak-ana, yang disebut Domba...
Ini Mori.
Halo?
Ya, aku sudah tahu beberapa hal.
Langsung saja,
kami menemukan mantan bos.
Dia bangkit kembali dari dasar neraka.
Ya, akan kuberi laporan penuh setelah kembali...
Dazai?
Ini lucu. Anak-anak?
Kalian begitu lemah, sehingga aku ingin menangis, Port Mafia.
Aku benci rasa sakit.
Akan kubiarkan kau memilih.
Kau mau mati sekarang atau memberiku informasi dahulu?
Bunuh aku sekarang.
Jika kau bisa membuatku mati tanpa sakit, itu ideal.
Dasar bocah, apa kau memang ingin mati?
Kau juga bocah.
Aku bukan bocah biasa, berbeda denganmu.
Beri tahu aku yang kau pelajari tentang Arahabaki.
"Arahabaki"?
Aku paham. "Arahabaki", ya?
Kau tahu?
Tidak. Baru dengar.
"Orang yang memasuki wilayah Domba harus membayar mahal."
Jadi, kaulah Raja Domba,
manipulator gravitasi, Chuya Nakahara?
Aku bukan raja!
Aku hanya memegang kartu truf!
Aku paham.
Kau anak angkuh yang merasa menguasai dunia.
Itu tipe yang paling kubenci.
Aku juga paling benci sampah sepertimu yang selalu menghina.
Cukup.
Menyerahlah, Nak.
Kau tak membuatku takut, Kakek.
Kau kira aku siapa?
Raja Domba?
Bukan, Bodoh!
Sudah kubilang, aku hanya memegang kartu truf.
Kartu truf yang bernama "kekuatan"?
Apa kau pengguna kemampuan?
Hirotsu, dia bisa mengontrol gravitasi semua yang disentuhnya.
Aku mengerti.
Port Mafia memang hebat, atau itu yang ingin kukatakan.
Apa hanya itu kemampuanmu?
Terlalu lamban!
Tertangkap.
Kemampuanmu takkan berguna.
Begitukah menurutmu?
Kini gravitasi lepas dari kendalimu.
Apa?
Berkat kemampuanku meredam kekuatan.
Sekarang, Nak.
Waktunya bertobat.
Dia berhasil kabur.
Dia menendangku dan terbebas, tepat sebelum kau menyerang.
Dia sengaja memakai kemampuannya untuk terbang mundur.
Dia sama sekali tak terluka.
Kau menyebalkan, akan kuurus kau nanti.
Mari kita lakukan, Kek!
Hirotsu!
Mantan bos.
Selamat datang di Port Mafia.
Chuya Nakahara.
Terima kasih atas undangannya.
Kudengar kau tampil hebat melawan anak buahku kemarin.
Tapi ada pengganggu yang merusak segalanya.
Kurasa itu alasanmu membawaku ke sini.
Kenapa kau menginvestigasi Arahabaki?
Hei, Dazai.
Kami sudah menantimu.
Kau maniak bunuh diri yang kemarin!
No comments yet. Be the first to leave one.