처음 200줄입니다.
Seharusnya kau lebih berhati-hati.
Kau mau pergi beli makanan? Ayo pergi.
Sadarlah, Hong Seol. Jangan biarkan senyum itu menipumu.
- Rambut Gila. - Apa kau sudah gila?
- Itu ide yang bagus. - Aku tahu.
Astaga, dia tidur nyenyak.
- Bangun, Seol! Seol. - Bangun.
Bangunlah. Buka matamu.
- Dia tidur lelap. - Hei!
- Astaga. - Jangan ganggu aku.
Aku lelah.
- Aku lelah. Aku capek sekali. - Ini. Minum ini.
- Minum ini. - Karena kau...
Astaga, serius. Minum ini dan sadarlah.
- Hei! Kau tak boleh minum alkohol lagi. - Hentikan dia.
Kami akan pindah ke tempat lain. Bangun sekarang.
Aku akan cuti kuliah.
Aku akan cuti kuliah juga.
- Apa maksudmu? - Aku cuti kuliah.
- Astaga. Dia harus pulang. - Ada apa dengannya?
Dia bertingkah aneh hari ini.
- Astaga, Seol. - Kita harus antar dia pulang.
- Kami antar kau pulang, Seol. - Aku tak mau.
Aku tidak mau!
Aku akan cuti kuliah.
- Aku sungguh akan melakukannya. - Aku akan cuti kuliah juga.
- Aku akan cuti kuliah. - Kenapa dia?
Seol, hentikan sekarang.
- Bangunlah. Ayo pulang. - Ayo pulang.
- Bangunlah. - Bangun.
- Kumohon? - Berdiri sekarang, Seol.
Bangun. Bangkitlah.
Aku bangun! Ke mana dia pergi?
Di mana dia? Ke mana dia menghilang?
- Di mana... - Seol.
- Ke mana dia? - Astaga, ayolah.
- Seol! - Apa dia baik-baik saja?
- Astaga, itu pasti sakit. - Astaga. Dia pasti kesakitan.
Dia ada di sini. Aku melihatnya di sini!
Semua ini karena dirimu.
Baikl ah.
Aku akan menghilang dari hidupmu.
Apa itu membuatmu senang?
Aku memutuskan untuk cuti dari kuliah karena...
SETAHUN LALU DI AWAL PESTA SEMESTER
Apa yang kau lakukan? Hentikan.
- Seol! - Astaga!
- Hai. - Itu Hong Seol!
- Hai. - Hong Seol.
Hai. Selamat datang kembali, Seol.
Menyenangkan bisa kembali kuliah
- setelah bekerja setahun? - Kabarmu baik?
Aku senang bertemu denganmu lagi.
Biar aku menuangkan minumanmu.
- Dia Eun-taek? - Ya.
Kau tak perlu tahu namanya. Dia cuma pelayanku.
Aku iri. Kau punya pembantu.
Dia bisa jadi pelayanmu juga. Benar, Eun-taek?
- Bersulang, untuk pelayan. - Bersulang!
Aku tak yakin perasaanku soal ini.
Selada sudah siap.
Aku akan tambahkan daging dan ssamjang . Akan kuberikan banyak.
Lalu aku tambahkan bawang putih.
- Jangan lihat matanya. - Yang terakhir,
aku akan menuangkan soju sebagai sentuhan akhir.
Ha Jae-u.
Aku tak mau makan itu.
Kenapa tidak? Itu tidak kotor. Cobalah.
Hentikan! Berapa kali aku harus katakan aku tak mau?
- Hentikan. - Kenapa bertengkar?
Tak semua orang bisa mencicipi bungkus soju.
- Jangan lihat. - Hong Seol.
- Sembunyi. - Bagaimana?
Seol.
Seol, kita harus merayakan kau kembali kuliah.
Mari kita hidupkan pesta.
- Jangan ganggu dia. - Bangun.
- Siapa tak mau makan itu? - Aku tak minum...
- Bangun dan coba. - Sang-cheol, kenapa begitu?
- Hentikan. - Untuk orang tak bisa minum.
- Ambil. - Astaga.
- Air menetes. Cepat makan. - Seol, makan saja.
- Makan saja. - Baiklah. Ayo, Hong Seol!
- Ayo, Hong Seol! - Jangan makan.
- Jangan buat aku menunggu. - Sang-cheol. Hentikan!
- Minum dan minum - Aku benci ini.
Minumlah, minum
- Minumlah, kami menunggu - Dia memakannya.
- Hentikan! - Astaga.
- Ya! - Dia berhasil!
Seol, selamat kembali ke kampus.
Hai, Jeong. Kau datang.
- Jeong! Kemari. - Kau tak apa?
- Lewat sini. - Duduk dengan kami.
- Minggir. Keluar. - Astaga!
Lihat kekacauan ini. Bagaimana ini?
Perhatian, semua. Dia baru selesai wajib militer
dan kembali kuliah. Namanya You Jeong. Tepuk tangan.
- Sambut dengan tepuk tangan! - Kau dengar banyak tentang dia?
Lama tak bertemu, tapi dia masih tampan.
Tapi dia tampak agak dingin.
Apa maksudmu? Dia sempurna.
Setuju, Pelayan?
Tentu.
Tapi dia terlalu sempurna untuk menjadi tipeku.
Aku tertarik pada pria yang tidak sempurna.
Aku tak sempurna. Biar aku suapi. Ini.
Lihat. Da-yeong dan Ju-yeon akan merayunya
dan mencoba meraih hatinya.
Jeong, aku buat selada isi untukmu.
- Ya, terima kasih. - Jeong.
- Dengar. Lihatlah Ju-yeon. - Kau ingat aku?
Kalian pernah bertemu?
Kita pernah bertemu saat diterima di kampus,
- tapi lalu kau bergabung tentara. - Sungguh?
- Namamu... - Aku Nam Ju-yeon.
- Aku senang bertemu kau lagi. - Aku juga.
Meja kotor. Kita minta dibersihkan dan pesan lagi?
- Tak apa. Aku sudah makan. - Tidak. Pesan makanan lagi.
- Tidak apa-apa. - Suka kerang?
Panekuk? Apa yang kau suka?
Jeong tak makan itu. Kau bahkan tak tahu harus pesan apa.
Aku melihatnya di sana. Ikan pari bumbu.
Pesan yang lain. Hidangan itu mahal.
Diam. Jeong suka ikan pari bumbu!
Dia yang ingin makan. Dia hanya memanfaatkan Jeong.
Jeong, biar aku tuangkan minumanmu.
- Aku bisa. - Tidak, kutuangkan minumanmu.
- Tak apa. Aku bisa. - Tidak, aku mau.
- Tak apa. - Tidak, biar kulakukan...
- Astaga. - Kau baik saja?
Ambilkan tisu. Berikan padanya.
- Kau tak apa? - Jeong, ambil tisu ini.
- Kaus kakiku basah. - Keringkan bajumu.
Sepertinya dia sengaja melakukannya.
- Kau tak apa? - Ya, aku tak apa.
Lap di sini.
Aku lihat senyum di wajahnya.
Jadi dia sengaja melakukannya.
Kau mau ke mana?
- Kau menyuruhku menyekanya. - Sudah kulakukan.
Apa itu tadi?
Itu membuatku gila.
Hai. Seol, kau di sana.
Ya. Kenapa kau di sini?
Menghitung biaya keanggotaan yang dikumpulkan hari ini.
Kenapa mereka memaksaku melakukan ini padahal aku jauh lebih tua darimu?
Sang-cheol, minum segelas lagi.
- Uang kita cukup, 'kan? - Tidak. Kita habiskan.
Semua harus tambah 20.000 won.
Apa? Apa maksudmu? Tak ada yang mau pergi.
Jeong di sini. Kenapa kau khawatir?
- Ini hari pertamanya. - Kau tahu keluarganya kaya.
Dia juga sangat murah hati.
Seol. Kau ikut dengan kami, 'kan?
- Tidak, aku akan pergi. - Kenapa tidak? Kami traktir!
Astaga.
Kau yang akan bayar tagihannya?
Kenapa aku yang bayar tagihan? Ada Jeong.
Astaga. Jangan jadi lintah.
Dengar. Jeong lama tak bertemu kita. Dia akan mentraktir.
- Saat itu. - Dia suka
- Seharusnya aku tak bertemu dia. - belikan kita makan dan minum.
Begitulah semuanya dimulai.
Hong Seol.
Hong Seol!
Itu kau, bukan? Kau yang pasang pesan di papan pesan
aku curi uang biaya keanggotaan!
Aku tak tahu apa maksudmu.
Dengar. Bisakah kau bilang kau tak melakukan ini? Bisakah?
Astaga. Kau aktris hebat.
Lihat wajah pokermu.
Karena ini, aku harus bertemu dewan eksekutif,
dan mereka menginterogasiku soal biaya tahun lalu juga
Tidak, aku tak melakukannya.
- Berhenti bohong. - Kau ada bukti?
Jangan ikut campur. Hanya kau yang melihatku
menghitung uang di tangga hari itu.
Tidak hanya aku. Ada satu orang lagi.
Siapa? Katakan.
Siapa lagi yang ada di sana?
- Senyum sinis itu. - Gyeong-hwan? Dia di toilet.
Kau satu-satunya. Itu kau. Kau pelakunya.
- Kau! Itu kau. - Tenangkan dirimu dulu.
- Teganya kau menusukku dari belakang? - Sang-cheol.
Siapa pun penulisnya, bukan salah orang itu.
- Apa? - Kita bicarakan nanti, ya?
Astaga, aku sangat marah. Aku tak akan memaafkanmu, Seol.
Astaga, dasar bedebah bodoh. Dia benar-benar luar biasa.
Seol, kurasa kau melakukan hal benar.
Aku akan bicara pada Sang-cheol soal itu.
Apa kau serius sekarang?
Kau pikir aku melakukannya?
Kau juga di sana, di bawah tangga.
- Apa maksudmu? - Aku tahu kau melihat semuanya.
Aku tak melakukannya.
Jadi, siapa pelakunya?
Beraninya kau.
Apa kau menuduh Jeong menulis pesan tentang Sang-cheol?
Kau tahu yang harus dihadapi Jeong untuk selesaikan situasinya?
No comments yet. Be the first to leave one.