처음 200줄입니다.
MUSIM PANAS, 1999
RESTORAN MI HAICHAO
Jianjian, apa yang terjadi?
Kau baik-baik saja?
- Coba ayah periksa. - Apa dia terluka?
Kelihatannya dia baik-baik saja. Tidak apa-apa.
Maafkan aku. Ini salahku.
Semua perabotan kutaruh di satu truk agar tak repot.
Tidak apa-apa. Dia baik-baik saja.
Maafkan aku.
- Ini restoran mi milikmu? - Ya.
Aku pemiliknya, Li Haichao.
Aku Ling Heping.
Mulai sekarang, aku tinggal di sini.
Begitu rupanya.
Kau di Nomor dua, Unit Tiga, Lantai Tiga?
Bagaimana kau tahu itu?
Bu Fang dari komunitas memberitahuku bahwa seorang polisi akan pindah ke atas.
- Apa itu kau? - Ya, itu aku.
Aku baru dipindahkan ke kantor polisi subdistrik.
Kuharap kau mendukung pekerjaanku.
Tentu. Kita akan saling membantu.
- Ya. - Ling.
- Ya? - Panas sekali.
Pindahkan barangnya dahulu.
- Itu istriku, Chen Ting. - Halo.
Itu putraku, Ling Xiao.
Dia menggemaskan.
Sapalah dia.
Ayo sapa satu sama lain.
Dia anak yang sangat baik.
Barangmu banyak sekali. Begini saja.
Aku akan membantumu nanti.
Tidak, itu terlalu merepotkan.
Yang benar saja. Kita tetangga.
Parkir truknya dahulu.
Baik. Terima kasih. Pasti sulit memindahkan semuanya.
Parkir saja di depan pintu.
Baiklah.
Jianjian, kita punya tetangga baru.
- Apa kau senang? - Ya.
Tunggu.
Kenapa kau keluar bermain tanpa menghabiskan mimu?
Minya sudah lembek.
Aku belum selesai. Aku akan menggambar Ayah.
Menggambar…
Ini cukup bagus.
Gambar yang bagus.
- Ayah harus memberimu hadiah. - Benar.
Baiklah. Ayah akan memberimu es krim.
Aku mau dua.
Kau mau dua?
Baiklah.
Tapi habiskan mimu lebih dahulu.
Baik.
Rumahnya terang. Ini lebih bagus daripada rumah sebelumnya.
Tetangga kita juga baik.
Bu Fang memberi kita semangkuk besar iga babi.
Saat aku mengantar Bu Fang pergi, dia memberitahuku
tentang tetangga di bawah, Li Haichao.
Istrinya meninggal tahun lalu.
Dia melarang kita menanyakannya.
Begitu rupanya.
Bagaimana meninggalnya?
Tampaknya dia mengidap hipertensi paru-paru
saat hamil enam bulan.
Dokter menyarankan induksi,
tapi dia tak mau pisah dari janinnya.
Dia menolak melakukannya
sekuat apa pun bujukan kerabatnya.
Pada akhirnya, keduanya meninggal.
Kejadiannya bulan Juni lalu.
Gadis kecil yang kita temui di bawah tadi?
Dia kehilangan ibunya saat masih kecil. Gadis malang.
Malang?
Kurasa kondisi kita tidak lebih baik daripada orang lain.
Apa kau kepanasan?
Ini. Kipas anginnya sudah siap.
Sambungkan.
Atur ke kecepatan maksimal dan arahkan ke istriku.
Cobalah.
Sayang, semuanya sudah siap.
Jangan terlalu banyak berpikir. Istirahatlah.
Aku akan melapor untuk bertugas.
Aku akan makan di rumah.
Beli bebek jahe saat pulang.
Ling Xiao menyukainya.
Baiklah.
Ling Xiao.
Bereskan sendiri buku komiknya.
Apa yang kau sembunyikan?
Bukan apa-apa.
Komikku…
Minggir. Biar ibu lihat.
Minggir.
Maafkan aku, Ibu.
TEMPAT SAMPAH
TEMPAT SAMPAH
Bu!
Apa kau gadis dari restoran mi?
Apa Ling Xiao ada di rumah?
Kenapa kau mencarinya?
Aku membelikan es krim untuknya.
Dia tidak suka. Terima kasih.
Jianjian.
Waktunya makan.
Jianjian.
Kita makan iga asam manis hari ini.
- Jianjian, waktunya makan. - Ayah.
Apa itu?
Ling Xiao punya adik perempuan.
Di mana kau menemukannya?
Ibu Ling Xiao membuangnya.
Kotaknya penuh mainan.
Astaga. Kita tidak boleh menyimpan itu.
Biar ayah buang.
- Ayah belikan yang baru. - Aku mau itu.
Semua ini harta karunku.
Ayah beri tahu sesuatu.
Kita tidak boleh menyimpan sampah orang lain.
Dan ingat,
jangan mengatakan apa pun
soal adik Ling Xiao kepada tetangga kita, ya?
Kenapa?
Karena mereka tidak punya putri lagi.
Dia sama dengan ibuku?
Dia meninggal?
Tidak sama.
Dia telah menjadi peri di laut.
Akankah ibuku kembali?
Tidak.
Dia tinggal di sana sebagai peri.
Tapi lupakanlah.
Kita juga akan ke sana setelah bertahun-tahun.
Lalu kita akan reuni keluarga.
Kapan kita bisa bertemu dengannya?
Saat…
Saat kau sudah menjadi nenek tua.
Seperti ini?
Puding tahu manis.
Manis seperti madu.
Anak muda, apa kau mau mencobanya?
Biar kucoba.
Enak sekali.
Baik, ayo berhenti.
Ayah akan membuang ini.
Ayah, aku menghabiskan waktu lama untuk mengelemnya.
Baiklah.
Kita simpan untuk sementara.
Cuci tanganmu dan mari makan malam.
Baiklah.
RESTORAN MI HAICHAO
- Haichao! - Ya, Bu Qian.
Astaga. Kenapa kau masih memakai celemek?
Kau belum berganti pakaian.
Cepat ganti pakaianmu.
Kenapa?
Baru kuganti tadi pagi. Ini rapi dan bersih.
Ini pertemuan pertamamu.
Kau harus memberinya kesan yang baik.
Intinya adalah aku, bukan pakaiannya. Tidak apa-apa.
Baiklah. Terserah padamu.
Lepaskan celemekmu.
- Baik. - Cepatlah.
- Jangan sampai wanita itu menunggumu. - Kau benar.
Bu Qian, kita mau ke mana?
Jianjian, bagaimana jika kita pergi ke taman?
Aku mau memancing ikan mas dan mau pistol air!
- Baik, akan kubelikan untukmu. - Setuju!
- Ayo kita pergi. - Ayo.
Adonannya masih di sana.
Ayo pergi saja.
He Mei.
Ini Li Haichao, yang kuceritakan kepadamu.
Dia pemilik restoran mi
dan kau asisten kecantikan.
Kalian berdua bekerja di dalam ruangan. Luar biasa.
Perkenalkan diri kalian.
Senang bertemu denganmu. Aku He Mei.
Senang bertemu. Aku Li Haichao.
Dia Ziqiu.
Ziqiu, sapa dia.
Senang bertemu, Pak.
Senang bertemu denganmu juga.
Ayolah. Mari berjabat tangan.
Anak manis.
- Berapa usiamu? - Usiaku tujuh tahun.
Usiamu tujuh tahun?
Biar kuperkenalkan seseorang.
- Jianjian. - Tidak!
- Jianjian! - Jianjian!
Jangan khawatir. Aku akan mengejarnya.
Kalian berdua mengobrol dan saling berkenalanlah.
- Baik. - Baiklah.
Jianjian!
Kau mau pergi bermain?
Bermainlah dengan Jianjian, ya?
Pergilah.
Mari duduk.
Ya. Mari duduk.
No comments yet. Be the first to leave one.