처음 196줄입니다.
Kita akan memulai ekspedisi di luar tembok yang ke-57!
Ayo maju!
Dalam ruang bawah tanah di rumahnya yang berada di Shiganshina,
tersimpan jawaban mengenai para Raksasa yang dia pun tak tahu.
Kita akan pergi ke sana.
Kalian para kadet akan ditempatkan di sini.
Di antara regu pelindung kereta bawaan dan regu bantuan pengintai.
Tugas kalian adalah menunggang kuda bersama kuda cadangan dan menyampaikan pesan.
Regu Operasi Khusus akan berada di sini.
Bersiaga di tengah barisan terakhir.
Ini adalah letak yang paling aman dalam formasinya.
Barisan ke-5 Tengah - Bersiaga
Kita malah lebih terlindung dibandingkan kereta barang bawaan.
Dia bukan jenis aneh.
Dia punya akal!
Dia sama seperti Kolosal, Berzirah, dan Eren.
Dia adalah manusia dengan tubuh Raksasa!
Dia jauh lebih gesit dibandingkan Raksasa biasa!
Sial!
Aku...
Aku terlalu menganggap remeh!
Dia melindungi pundaknya?
Sial! Aku tak bisa kabur!
Jean!
Balaskan dendam temanku yang ingin cepat mati!
Dia berhenti?
Dia...
Dia telah membunuhnya!
Dia telah mati seketika di sayap kanan!
Balaskan dendamnya!
Kita sudah cukup mengulur waktu, 'kan?
Cepatlah menjauh darinya!
Hah? Kenapa?
Jangan-jangan, dia pergi menuju ke arah Eren?
Oh, sobatku
Oh, mein Freund
Sekarang kita telah menang
Jetzt hier ist ein Sieg
Inilah kehormatan kita yang pertama
Dies ist der erste Gloria
Oh, sobatku
Oh, mein Freund
Mari kita rayakan kemenangan ini untuk mempersiapkan pertarungan selanjutnya
Feiern wir diesen Sieg für den nächsten Kampf
Takkan ada kematian yang sia-sia
Muimina shide atta to iwa senai
Pertarungan kita akan terus berlanjut sampai tersisa satu orang saja
Saigo no hitori ni naru made
Lawan kita kejam... Tapi akan kita kalahkan...
Der feind ist grausam... Wir bringen...
Lawan kita besar... Kita 'kan melompatinya...
Der feind ist riesig... Wir springen...
Kita menggenggam erat kehormatan
Ryoute ni wa Gloria
Dan bernyanyi atas kemenangan
Utau no wa Sieg
Kita memikul sayap kebebasan di punggung kita
Senaka ni wa Flügel der Freiheit
Bersumpah dengan lubuk hati kita
Nigirishimeta ketsui o hidari mune ni
Kita menyerang di lingkar kegilaan
Kirisaku no wa Ringe der Torheit
Dan menerjang langit
Soukyuu o mau
Dengan sayap kebebasan kita
Flügel der Freiheit
ZainuddinAri mempersembahkan
Hutan dengan Pepohonan Raksasa
Ekspedisi ke-57 di Luar Tembok (Bagian 2)
Bagaimana keadaan Perlengkapan Bermanuver 3D-mu, Armin?
Tak apa-apa.
Penjepitnya terlepas sesuai dugaan, jadi sepertinya tak rusak.
Begitu, ya.
Syukurlah.
Tapi bagaimana ini?
Kita kekurangan kuda.
Kalau kuda Jean kembali, kita bertiga bisa pergi, tapi...
Sial, kenapa?
Padahal kudanya Reiner sudah kembali, kenapa milikku belum datang?
Padahal kita tak bisa berlama-lama di sini.
Bisa saja kita harus meninggalkan satu orang di sini.
Tapi bagaimana cara kita menentukan orang yang harus tinggal?
Armin, karena dia sedang terluka?
Atau Reiner yang bertubuh besar jadi sulit untuk menunggang kuda berdua?
Atau aku yang harus lari untuk mencari kudaku sendiri?
Sial!
Kenapa aku malah jadi memikirkan ini?
Padahal kami sudah berhasil selamat dari pertarungan itu.
Apa itu masih belum cukup?
Armin.
Hei, Armin!
Ternyata kesadaranmu masih belum pulih total?
Ya, kepalaku masih terasa agak pusing.
Begitu, ya.
Tapi, kita harus memutuskannya.
Ini pilihan yang sulit, tapi harus ada satu orang yang tinggal di sini.
Tunggu!
Sebelum itu, kita tembakkan suar dulu.
Kalau formasinya terus maju, regu barisan ke-4/3 pasti ada di sekitar sini.
Itu sinyal untuk keadaan darurat.
Kalau hanya ini, entah mereka bisa mengerti tujuan kita atau tidak.
Armin, kita masih bisa menunggu selama tiga menit lagi.
Selama itu, kita harus menentu—
Aku akan tinggal di sini.
Tapi, sebagai gantinya aku ingin menitipkan pesan pada kalian.
Kalau bisa hanya sampaikan pada Komandan Erwin—
Tidak, Armin.
Sebaiknya kausampaikan padanya langsung.
Tampaknya ada orang yang datang.
Apalagi, dia membawa dua kuda!
Dia 'kan...
Krista!
Kalian baik-baik saja?
Itu kudaku, 'kan?
Sudah, sudah.
Tenanglah, Buchwald.
Dia lari kepadaku dengan ketakutan.
Apa kalian sudah melawan Raksasa?
Armin, luka itu...
Apa kau baik-baik saja?
Ya, sepertinya begitu.
Ternyata asap itu yang membuatmu datang ke sini.
Kebetulan aku ada di dekat sini, aku juga sudah membawa kudanya Jean.
Kuda pun ternyata menyukaimu.
Sepertinya kau punya karisma yang misterius.
Kau telah menyelamatkan nyawa kami.
Tapi, syukurlah.
Kalian ternyata masih selamat.
Aku sungguh bersyukur.
Tuhan.
Dewi.
Aku ingin menikahinya.
Baiklah, kita harus segera bergabung lagi dengan formasi.
Benar juga, pasti akan ada perintah untuk mundur.
Tapi, bisa-bisanya kita terhadang dalam waktu kurang dari sejam setelah keluar dari tembok.
Ternyata keadaan jauh lebih suram dari dugaanku.
Entah kenapa, dia pergi menuju ke arah berlawanan dari regu komando.
Dia?
Suar hijau?
Mereka hanya mengubah rutenya, tampaknya operasinya masih berlanjut.
Tidak.
Itu bukan perintah mundur?
Sebenarnya apa yang dipikirkan Komandan Erwin?
Kalau misi tak bisa diselesaikan lagi,
setiap prajurit berhak memutuskan pilihannya.
Jangan-jangan Komandan tak melihat asap dari suar kita?
Meski kita tak tahu keadaannya,
masih ada satu hal yang bisa kita lakukan.
Patuhi perintah!
Asap suar.
Hijau.
Auruo, kautembakkan suarnya.
Siap.
Untuk sekarang, tampaknya semua berjalan lancar.
Tapi, apa benar begitu?
Di barisan depan, mungkin sudah ada korban yang jatuh.
Lapor!
Ada pesan untuk disampaikan!
Pengintai dari sayap kanan telah dikalahkan!
Pengintaian kita sebagian tak bisa berfungsi.
Harap sampaikan pesan ini ke barisan kiri.
Kaudengar itu, Petra?
Pergilah.
Siap!
Sayap kanan?
Kalau tak salah, di sana ada Armin.
Tapi, Armin dan yang lain seharusnya masih pada posisinya di dekat barisan tengah.
Para Raksasa tak mungkin bisa sampai sejauh itu.
Suar hitam?
Jenis aneh?
Eren, kautembakkan suarnya.
Si-Siap!
Jadi kacau begini.
Kita membiarkannya menerobos ke dalam formasi kita.
Dia hampir sampai.
Raksasanya.
Di bawah asap suar itu, apa ada yang sedang bertarung?
Sial!
Lihatlah kemari!
Dasar monster!
Sekarang!
Tiga serangan sekaligus.
Kau memang pintar, tapi kau tak mungkin bisa melindungi ketiga sasarannya!
Pundak, atau pergelangan kaki.
Di mana pun boleh!
Kalau ada yang kena, kita bisa menghentikannya!
Ayo!
Beraninya kau membunuh banyak orang!
Akan kita bunuh kau dengan perlahan!
Dia melompat?
Le-Lepaskan!
Mereka harus tahu, musuh kita kuat seperti ini!
Aku harus melaporkannya!
Jenis aneh?
Dia menerobos sampai sejauh ini?
Kita kalahkan dia!
No comments yet. Be the first to leave one.