처음 200줄입니다.
ZainuddinAri
ZainuddinAri mempersembahkan
Umar bin Khattab
ZainuddinAri mempersembahkan
Umar bin Khattab
ZainuddinAri mempersembahkan
Umar bin Khattab
ZainuddinAri mempersembahkan
Umar bin Khattab
Episode 12
Cepat!
Cepat!
Rasulullah mewasiatkan kepada kalian agar berbuat baik terhadap tawanan.
Ayah, saudaraku dan pamanku!
Apa yang sudah Muhammad lakukan kepada mereka?
Ayah, saudaraku dan pamanku.
Siapa yang akan mengobati kesedihan Hindun kalau sudah tak mempunyai siapa-siapa lagi.
Sudah cukup, Hindun!
Kau sudah terlalu lama meratap dan membuat kedua matamu bengkak, cukup!
Apa Uthbah bin Rabi'ah sudah tak peduli dengan kesedihan seorang wanita?
Apa Uthbah bin Rabi'ah sudah tak peduli dengan kesedihan seorang wanita?
Kita akan balas dendam, Hindun. Dan kesedihanmu pun akan terbalas.
Hamzah, ini adalah kejahatan Hamzah, kalau saja ia di hadapanku,
akan kurobek perutnya dan kucabik-cabik ususnya.
Barulah terbalas semua rasa sedihku.
Ayah, saudara, teman dan keponakanku Umair bin Wahab dan anaknya,
telah membuatku sedih sepanjang hari.
Semua itu harus dibalas.
Mari kita balas dendam, Sofwan!
Aku bersumpah, hidupku tak akan tenang sampai dendamku terbalaskan.
Kehidupan adalah persaingan, dan perang ada penentuannya.
Ya, kehidupan adalah persaingan!
Tapi aku melihatnya sebagai persaingan di antara para pembesar kabilah.
Dan aku tak melihat seseorang dibunuh oleh musuhnya.
Sedangkan ayahku mati di tangan orang Habasyah,
budak yang sehari-harinya membawakan barang kami
mengangkat wadah dan memeras domba-domba.
Ini adalah pembunuhan dan penghinaan, Abu Sufyan.
Ayahku juga seperti ayahmu, Sofwan!
Terbunuh oleh penggembala kambing yang merupakan anak dari seorang budak.
Ayah-ayah kalian terbunuh oleh para budak dan penggembala kambing yang memegang pedang.
Ini akan jadi contoh bagi umat-umat yang lain,
jadi harus ada seseorang yang sampaikan ini kepada Muhammad.
Lalu ia meminta kita untuk beriman setelah membunuh ayah-ayah kita?
Jadi, sama saja kita membunuh mereka untuk yang kedua kalinya dengan tangan kita sendiri.
Tidak, demi Latta, kita harus menghormati ayah kita,
dengan memusuhi Muhammad dan memeranginya selamanya,
atau kita akan terbunuh.
Kita semua dalam kondisi yang sama.
Benar, benar.
Mereka belum tahu kekuatanmu, Abu Sulaiman.
Kalau saja kau bersama mereka, tak akan terjadi hal seperti ini.
Kemarin, orang tua kita yang memerangi mereka dengan tubuh yang sudah tua,
melawan musuh yang masih muda.
Bahkan sebagian dari mereka adalah orang-orang kuat,
tiba waktu kalian, biarkan Muhammad tahu siapa yang lebih berkuasa.
Kita punya Khalid, Ikrimah, Sofwan dan Amr.
Khalid, andai saudaramu sama denganmu.
Tak ada jalan lain bagi kita kecuali mengangkat senjata dan membalas dendam.
Walid, itu adalah sikap pengecut!
Ini hanya akan mengotori nama baik kita dan ayah kita.
Abu Hayyan telah mengadiliku, apa orang mati masih bisa mengadiliku?
Kau telah menyatakan perang dengan kami, aku bersumpah akan mengusirmu.
Aku akan membantumu keluar, tapi sungguh, sebenarnya kau tak mengharapkannya.
Sekarang ia terbelenggu? Dan akulah yang mengancamnya agar takut.
Keinginanku pun menjadi nyata, tapi yang membuatku takut adalah prasangkaku.
Sofwan.
Tenang, berbaringlah dan jangan paksakan dirimu.
Kalau aku tak sedih karena kehilangan ayah dan saudaraku,
maka hari ini aku jadi orang yang paling bahagia karena kau masih selamat.
Setelah kami sudah berputus asa dan mengira kalau kau sudah tiada.
Seperti itulah, Muhammad dan sahabatnya mengira aku lolos,
aku pun kabur sejauh mungkin.
Bagaimana anakku, aku tak tahu keadaannya.
Kau masih lebih beruntung, ia terbunuh oleh seorang budak Habasyah yang tak setara derajatnya.
Semua ada waktunya, nanti kita bicarakan tentang anakmu,
baru menentukan semuanya.
Apa kalian berdua menangis, saudara Abu Hakam?
Siapa kalian?
Kedua pamanmu, Ikrimah.
Bukanlah paman kalau ia telah membunuh saudaranya dan keluarga yang lainnya.
Saudara kami Abu Hakam,
ia telah memilih jalannya sendiri sehingga ia bertanggung jawab atas apa yang ia pilih.
Saat ia terbunuh dalam peperangan dengan kami,
maka ia pun mati dalam keadaan kafir. Allah telah berfirman:
Sesungguhnya kau takkan dapat memberikan hidayah kepada orang yang kaucintai.
dan firmanNya yang lain:
فَلاَ تَذْهَبْ نَفْسُكَ عَلَيْهِمْ حَسَرَاتٍ
QS. Al-Faathir: 8
Maka janganlah dirimu binasa karena kesedihan terhadap mereka.
Ayahmu memang satu keturunan dengan kami,
tapi ia ditempatkan oleh kakakku di jabatan yang tinggi di antara Bani Makhzum.
Siapa kau sekarang, Ikrimah? Kalau kita adalah pamanmu,
aku tak suka melihat anak saudaraku memegang kekuasaan.
Meskipun kau telah memutus persaudaraan dengan kami,
kau tak berhak memperlakukan kami seperti ini, dikurung dan dibelenggu.
Aku memihak kepada ayah dan saudaraku yang membuatku berbuat seperti ini kepada kalian,
sedangkan kalian dari Bani Makhzum.
Hal ini pantas bagi kalian karena telah meninggalkan agama nenek moyang kita.
Keputusanku sudah berlalu dan tak ada lagi yang perlu ditentang.
Kau telah diperdaya nafsumu, Ikrimah. Kau telah diperdaya nafsumu.
Assalamualaikum.
Waalaikumsalam.
Rasul telah membolehkan kalian untuk ditebus sesuai dengan harta yang ia miliki.
Bagi yang tak punya tapi bisa membaca cukup baginya mengajarkan satu orang muslim, itu tebusannya.
Kami diberi roti sedangkan kalian hanya makan kurma?
Ini sudah menjadi perintah rasul.
Perintah rasul ini menunjukkan bahwa ia adalah manusia paling baik,
bahkan tak memerintah untuk mendahulukan diri kalian.
Kami menghargai diri kami dengan menuruti perintahnya.
Baiklah, kalau memang harus.
Berilah kurma itu juga.
Apa yang membawa kalian ke sini?
Harta tebusan, Abu Jandal.
Tebusan apa?
Kau memang terlalu.
Apa kau lupa bahwa ayahmu ditawan?
Pergilah dengan hartanya, lalu tebus ia dengan empat ribu dirham.
Begitulah Muhammad memintanya.
Aku mematuhi ayahku dan harus menjaga hartanya.
Apa maksudmu?
Semua orang Quraisy sudah tahu bahwa akulah orang yang paling patuh terhadap ayahnya.
Meskipun aku berpaling dalam agama, karena kalau tidak,
aku sudah mengikuti jejak saudaraku, ayah melarangku ikut hijrah bersama rasul dan sahabatnya
bahkan ia sampai bersumpah dan sekarang, aku menjaga hartanya
sekalipun ia tak di sini, aku tak ingin melanggar janji.
Dan aku tak ingin kalau sampai rasul melihatku datang untuk menebusnya.
Dan aku pun tak tahu di mana ia menyimpan hartanya.
Rantailah kakiku lagi, jagalah ayahku di sana.
Kau sebenarnya seperti saudaramu yang mengingkari ayahnya,
dan memeranginya ketika di Yatsrib dan sekarang melihat ayahnya sendiri
menjadi tawanan dan sungguh kau sudah mengetahui rencananya
sebelum ia keluar dari sini dan kau pun menyembunyikannya dari ayahmu.
Sungguh kalian berdua anak yang durhaka.
Sungguh aku tak mencuri.
Aku pun yakin kau tidaklah mencuri.
Kalau mereka sudah mengutus pasukan kita,
maka harta musuh menjadi halal kalau kita bisa mengambilnya.
Kadang tuanku menjadi seorang yang sangat baik.
Saat tak marah, ia pun belum pernah protes terhadap masakanku.
Ini adalah masakanku, karena aku memang pandai memasak.
Kalau kita sudah menjadi suami istri,
aku tak akan biarkan perutmu kosong meskipun satu jam setiap harinya.
Dari mana kau mengisi perutku?
Dari daging unta warisan ayahku dan ayahmu?
Kasar sekali kau.
Apa kau tak tahu bahwa Tuhan memberi rezeki sekalipun terhadap burung di langit?
Pergi dengan tangan kosong pulang dengan makanan.
Dari mana kau mendapatkan kata-kata ini?
Kenapa kau begitu murung seakan kau bertanggung jawab atas kekalahan pada perang Badar.
Aku tak takut memerangi mereka,
aku juga tak senang dengan kemenangan Muhammad.
Kau sudah mendengar Bilal-
Ya.
Aku sudah mendengarnya, Bilal telah membunuh tuannya sendiri, Umayyah.
Dari dulu tuannya tak pernah berbaik hati dan sekarang zaman telah berganti,
budak pun sekarang telah menggantikan tuannya yang sekarang ada dalam kubur.
Bukankah ini termasuk kabar berita yang luar biasa?
Assalamualaikum.
Waalaikumsalam.
Mikaz, saudara dan sahabatku, apa yang membuatmu datang kemari dari Mekah?
Apa tak ada yang memberitahukanku apa yang terjadi?
Temanmu ini, ia telah datang kepada Rasulullah untuk menebusmu.
Kau pun tahu, ia tak punya harta.
Akhirnya ia menawarkan dirinya agar menggantimu untuk ditahan,
sampai kau kembali ke Mekah dan mengambil uang tebusan.
Rasul pun menyetujuinya.
Kenapa kau melakukan ini?
Aku tahu, kalau kau berada di posisiku,
kau akan melakukan hal yang sama, jadi aku melakukan ini.
Sehingga banggalah orang-orang,
hingga tak ada dari kita yang jadi tawanan.
Bagi siapa pengorbanan Mikaz?
Bagiku dan Tuhanku.
Aku tak menyangka lelaki sepertinya yang berkepribadian mulia tetap pada kemusyrikan.
Aku berharap apa yang ia lakukan terhadapmu, kebaikan hatinya
sehingga Allah memasukannya ke dalam Islam dan ia memang lebih berhak.
Dan kau, Abu Suhail, aku berharap kau selamat sampai Mekah
dan memenuhi apa yang telah rasul tetapkan dengan lisanmu.
Jangan sampai menjadi lisan setan sehingga aku menghukumnya
sampai kau tak dapat berbicara selamanya.
Itulah dirimu, Umar!
Apa kau tak bertanya apa jawabannya?
Ia berkata:
"Kalau ia menyamakannya dengannya, niscaya Allah menyamakannya denganku kalau aku seorang nabi."
Benarkah ia mengatakan itu?
Ia juga mengatakan sesuatu yang masih kusimpan,
tapi kau mendengarnya, dan mengubahnya sesukamu.
Ia berkata: "Biarkanlah Umar, kalau memang ia ingin menempati posisi itu."
Mari, aku sudah siapkan unta untuk mengantarmu dengan sejumlah uang.
Dengan uang tebusan.
Mana uang tersebut?
Aku akan kembali dengan uang tebusan.
Kita bisa pakai dirham untuk membayar tebusan, tapi ayahku masih diragukan.
Apa ia benar-benar akan membayarnya dan semua orang pun tahu seperti apa ia.
Khalid, jangan berprasangka dengan yang tak pasti, perintah rasul tak semuanya sama.
Kalau mau, ambil beberapa harta untuk menebus saudaramu dan kembali ke Mekah.
Apa kau tak bicara kepada rasul untuk perintahkan seseorang agar menemaninya menuju Mekah?
Apa yang terjadi padamu, Khalid?
Aku tak akan melakukannya meskipun aku bisa saja memberi perintah
No comments yet. Be the first to leave one.