처음 198줄입니다.
Selamat pagi.
Sedang apa? Ayo tos dahulu.
Indah sekali pagi ini.
Apa maksudmu mengirim foto begitu?
Kau mau aku lempar dari sini?
Jangan berlagak bodoh.
Aku sudah tahu rencana busukmu.
Itu yang di foto...
adalah istrimu, 'kan?
Ya, 'kan?
Namun, kuakui nyali kau besar juga.
Kau berani mengkhianati anak bos.
Pak Togap...
Namun, jika aku bayangkan...
Jika Bos tahu, apa yang terjadi?
Jangan terlalu keras.
Namun,...
kau tenang saja.
Aku tak akan mengadu.
Lagi pula, siapa yang tak mau punya istri dua?
Kau pasti berasa di awang-awang.
Namun, ada syaratnya.
Apa pun akan aku lakukan, Pak.
Apa pun syaratnya,...
aku akan melakukannya.
Ya, aku minta uang saja.
- Lima juta. - Apa?
- Lima juta? - Ya.
Itu jumlah yang kecil.
Tak perlu merasa khawatir. Aku akan memberimu waktu.
Namun, jangan terlalu lama.
Lima juta.
Lima juta.
Lima juta.
Selamat pagi.
- Selamat pagi, Pak. - Selamat pagi, Pak.
Jadi, bagaimana?
Tarif parkir baru yang disamaratakan itu?
Sudah ada kemajuan?
Welly.
- Welly? - Ya, Ayah Bos?
Nanti...
Aku kirim lagi...
proposalnya melalui surel.
Maksudmu?
Maksudnya, proposalnya nanti dikirim melalui surel.
Ada apa denganmu?
Kenapa menjadi melenceng?
Aku mengerti, Aba.
Aba siapa?
Maksud Welly...
Aku mengerti, Pak.
Aba...
Ayah...
Baba.
=9 Bulan=
Kepalaku terasa amat pusing.
Terasa amat sakit.
Kenapa aku ada di rumah?
Siapa yang mengantarku pulang?
Astaga.
Alissa.
Jangan meninggalkanku.
Jangan meninggalkanku sendirian.
Jangan meninggalkanku.
Nindy yang mengantarku.
Ini terasa amat sakit.
Aku harus mencari lima juta di mana?
Aku menjadi pusing.
Astaga.
- Welly? - Ayah.
Kau mau ke mana?
Aku mau...
Mencari barang titipan Karen.
Baik. Aku mau pulang sekarang.
Kau jangan pulang terlalu malam.
- Anakku kasihan sedang hamil, ya? - Baik.
Ya, Ayah.
Aku melupakan sesuatu. Aku harus ke atas.
- Tunggu sini, Rud. - Baik, Pak.
Kau bilang mau mencari titipan Mbak Karen.
- Pergilah. - Ya, Aa.
Hei, Aa, tahan.
Tahan, diam, Aa.
Tahan, Aa.
Ada apa denganmu?
Tadi ada kunang-kunang.
Tahan.
Ini bukan kunang-kunang, Aa.
Ini seperti yang ada di film.
Seperti yang mau ditembak, dibidik dengan laser.
Hei, awas!
Awas, Aa! Kita mau dibunuh!
Kau diam.
Aa, awas!
Aa, bersembunyilah!
Kita harus pergi!
Dam!
- Ada apa? - Ada penembakan!
Penembakan di mana?
Kabarnya penembaknya mau naik ke atas.
Alamak!
- Pak Welly tak apa? - Tak apa. Ya.
Duduk, Mas.
- Aa? - Ya.
- Di mana penembaknya, Aa? - Penembaknya sudah pergi.
Ada apa ini? Kenapa tidak bekerja?
Baru terjadi penembakan di depan, Pak.
Ayah.
Siapa yang tertembak?
Tidak ada, Pak. Dia sepertinya meleset, Pak.
Kau melihat penembaknya?
Tidak, Pak.
Dia sepertinya anak buah Leo.
Dasar kurang ajar!
Dia berani datang ke sini dan mengusikku!
- Kau urus masalah ini sampai selesai! - Siap, Pak.
Terima kasih, Mas Welly.
Jika bukan karena Mas, mungkin aku sudah mati.
Aa, itu...
bukan apa-apa.
Tak perlu berterima kasih. Itu hal biasa.
- Kau selamat karena Welly? - Ya, Pak.
Ternyata...
kau tak seculun dugaanku.
- Karen! - Apa? Karen?
Karen, Ayah!
Aa, bagaimana ini? Karen!
Jangan sampai mereka mengejar Karen!
- Tak diangkat. - Pak.
Bapak dan Mas Welly tetap di sini sampai keadaan kondusif.
Aku saja yang ke apartemen.
- Baik, ayo! - Cepat kabari aku!
Ayo!
- Ayo... - Tak diangkat.
- Ya, Rud? - Mbak Karen baik-baik saja?
Aku baik-baik saja. Memang ada apa?
Hei...
Ada apa, Rud?
Aku memastikan bahwa apartemen baru Mbak Karen sudah aman.
Aman?
Tadi terjadi penembakan di kantor.
Apa?
Lalu, bagaimana dengan Ayah dan Mas Welly?
Alhamdulillah, Bapak dan Mas Welly aman.
Untung tadi ada Mas Welly, Mbak. Jika tidak, mungkin aku sudah tertembak.
Baik, aku permisi, Mbak. Aku mau menelepon Bapak.
- Ya. - Ayo.
Tumben, Ndin.
Semua masakannya terlihat sangat enak.
Ada apa?
Untuk menyenangkan suami, Empok.
Aku menyadari bahwa selama ini...
aku terkadang suka bersikap menyebalkan terhadap Aa.
Betul begitu.
Agar tambah romantis dan awet hubungannya.
Benar, Empok. Aku sangat ingin...
pernikahanku langgeng sampai menjadi kakek dan nenek.
Amin.
Baik, aku pergi dulu. Aku takut mengganggu kalian.
Empok bisa saja.
- Karen. - Wel.
Aku tak apa.
Kau tak perlu merasa khawatir. Kasihan bayinya jika kau merasa stres.
Bagaimana bisa tak merasa khawatir?
Aku jelas merasa khawatir.
Ini karena Ayah. Sudahlah, hentikan saja semua bisnis seperti itu. Tidak jelas.
Berbahaya, Ayah.
Kau berapa kali kau hampir menjadi celaka akibat mereka?
Kini, ditambah Mas Welly.
Jika Mas Welly mengalami sesuatu,...
Karen harus bersama siapa? Bagaimana dengan Karen, Ayah?
Ayah tak memikirkan Karen?
Karen,...
semua pasti akan baik-baik saja.
Kau percaya kepada Ayah, 'kan?
- Ya, percaya, Ayah. Namun... - Ayah akan memastikan...
kau dan Welly aman dari pesaing Ayah.
Lalu, mulai sekarang...
kalian akan dijaga selama 24 jam penuh.
Ayah meminta maaf kepadamu karena membuatmu merasa khawatir.
Baik. Sekarang, beristirahatlah.
Ayah pulang dulu.
Ya, Ayah.
- Ayo. - Ya, Ayah.
- Baik, ayo masuk. - Ya.
Togap.
Togap membuatku pusing!
Ini berbahaya jika terbongkar semuanya, Togap.
Bagaimana ini?
Aku mau memberi tahu Karen,...
tapi aku merasa tak enak.
Dia sedang hamil, nanti jadi memikirkannya.
Aku mau pulang juga tak bisa.
Ada banyak orang berjaga di depan.
Astaga.
Astaga.
Wel?
No comments yet. Be the first to leave one.