Kindaichi Shounen no Jikenbo Returns

Kindaichi Shounen no Jikenbo Returns

Indonesian 자막 다운로드

릴리스 정보

19 Kasus Pembunuhan Inspektur Kenmochi, Bagian 1
다음의 해설 Inisial ZA
https://www.facebook.com/ZainuddinAri

태그

other
게시일: 2014-11-14
다운로드: 5
청각 장애인용: No

Indonesian 자막 미리보기

처음 192줄입니다.

Sebuah kasus mengerikan terjadi pada tiga tahun yang lalu.

Saat ketiga pemuda mantan narapidana dari kasus tersebut

kembali menampakkan dirinya di depan inspektur Kenmochi,

tirai panggung dari sebuah kasus baru pun dibuka.

GOOD-BYE BOY, wahai dunia yang kita tinggali ini

GOOD-BYE BOY kono sekai

ucapkan selamat tinggal pada kesedihan yang telah kaualami

kanashimi ni sayonara

ZainuddinAri mempersembahkan

ZainuddinAri mempersembahkan

ZainuddinAri mempersembahkan

Kembalinya Catatan Kasus Kindaichi

Kembalinya Catatan Kasus Kindaichi

Kembalinya Catatan Kasus Kindaichi

bila ingin kumpulkan kembali impian yang berserakan

yume no kakera wo atsume ni yukeba

maka carilah menara jam pencakar langit

tokei jikake no matenrou

kini kita saling berdampingan bagai bintang bertaburan

amata no hoshi ga yorisoi bokura wa

untuk harapkan dunia yang tak punya cela

kirameku sekai yume mita

sesungguhnya, semua orang pasti ingin bisa terus tersenyum

hontou wa daretatte nukumori wo

sambil terus genggam kehangatan dalam diri mereka

daite waraitai kara

karena itu, genggamlah perasaan itu dan terbanglah menuju angkasa

sono omoi ima sora he mai agero

kini dobraklah semua pintu yang menghalangi itu

tsuki yabure sono DOOR wo

dan mulailah perjalanan 'tuk hubungkan era baru ini

atarashii jikan wo tsunaide yuke

hingga ke ujung ke dunia demi dirimu

sekai no hate made kimi no tame

sampai seluruh kesedihan yang ada hilang tanpa sisa

kono kanashimi ga naku naru made

GOOD-BYE BOY, yang ada di ujung sana

GOOD-BYE BOY sono mukou

adalah dunia yang telah kita nantikan

bokura wo matsu sekai

Kasus Pembunuhan Inspektur Kenmochi

Kasus Pembunuhan Inspektur Kenmochi

Kasus Pembunuhan Inspektur Kenmochi!

Hajime. Hajime!

Aku tak bisa tidur.

Mau tidur bersama? Seperti saat kita masih anak-anak.

Tung— Miyuki? Miyuki!

Dada yang empuk.

Ka-Kau ini kenapa, sih?

Sakit, tahu! Dasar!

Kalau memang mau membangunkanku, sebelumnya bilang-bilang, dong!

Aku sudah bilang!

Sudah berulang kali kubilang kalau aku akan membangunkanmu

selama ibumu sedang berwisata bersama teman-teman alumninya!

Biarpun begitu...

Selain itu, hari ini kita kedatangan murid baru, tahu!

Jadi, takkan kubiarkan kau sampai terlambat!

Mau ada murid baru sekalipun, bukan urusan penting, 'kan?

Bagi ketua OSIS sepertiku, tentu saja ini penting!

Bagiku, sih, tak penting.

Awas!

Apa kau baik-baik saja?

Oi, bahaya, tahu!

Aku baik-baik saja. Maaf, barusan aku tak perhatikan jalan.

Eh? Apa kalian berdua murid SMA Fudou?

Sudah kuduga! Pas sekali! Sebenarnya aku juga, lo.

Takumi Tamaki (20 Tahun)

Jadi, kau si murid baru itu?

Tapi karena kau sudah menyetir, berarti umurmu sudah lebih dari 18 tahun, ya?

Benar. Sekarang umurku 20 tahun.

Karena dulu tinggal di Amerika, jadi aku harus ulang lagi dari kelas 2 SMA begitu kembali ke Jepang.

Tinggal di Amerika?

SMA Fudou

Hai.

Amerika itu tempatnya seperti apa?

Tamaki!

Apaan, sih, si Tamaki itu?

Memang apa bagusnya laki-laki yang lebih tua seperti dia?

Habis, dia pernah belajar di Amerika, 'kan?

Tak ada bedanya sama di sini.

Kindaichi!

Maaf, tapi hari ini aku tak lakukan apa pun, 'kan?

Ikut saja dengan Ibu.

Paman Kenmochi!

Yo.

Kenapa, Paman? Kasus lagi?

Tidak, bukan untuk itu, kok.

Di kelasmu, ada anak baru yang bernama Tamaki, 'kan?

Ya. Memangnya ada apa dengan dia?

Menurutmu orang seperti apa dia?

Ya, bagiku semacam anak kaya raya yang jarang ada di sekolah ini, sih.

Naik mobil mewah, lalu genit-genitan sama gadis yang mengidolakan dia.

Apa dia terlibat sesuatu?

Tidak, bukan apa-apa.

Jangan bohong! Kelihatan jelas dari muka Paman, tahu!

Sudah, jangan bertanya lagi. Inspektur sepertiku juga punya banyak masalah.

Aku hanya memintamu untuk berhati-hati dan terus awasi murid baru itu.

Mungkin kapan-kapan aku akan tanyakan soal dia lagi padamu.

Ah, boleh saja, sih.

Selain itu, tolong jangan beri tahu siapa pun kalau aku datang kemari, ya.

Tolong, ya, Kindaichi.

Ya. Aku mengerti.

Pada akhirnya, aku tak dapat tepati janji tersebut.

Ya!

Pak Kenmochi!

Hai, Erina!

Bagaimana keadaanmu?

Erina Togami (17 Tahun)

Apa boleh kalau kita mengobrol sebentar?

Tentu.

Silakan.

Terima kasih.

Sudah tiga tahun, ya. Sejak Marina meninggal dunia.

Ya. Semuanya masih berduka atas kejadian yang menimpanya,

tapi belakangan ini ibu sudah mau keluar untuk bekerja sambilan.

Di sisi lain, kurasa aku juga sudah mulai bisa menghadapinya.

Begitu, ya? Baguslah kalau begitu.

Apa Anda masih ingat pak Reiji Aoi? Dia adalah pacar dari kakakku.

Sudah pasti aku masih ingat. Dulu dia mahasiswa yang bertubuh besar itu, 'kan?

Pak Aoi sekarang bekerja sebagai inspektur, lo.

Wah, sebagai inspektur?

Sepertinya dia masuk kepolisian dan bekerja dengan sangat keras di sana.

Begitu, ya?

Ya!

Pengacara Ryousuke Komori (35 Tahun)

Maaf mengganggu.

Kau Pak Komori, pengacara yang waktu itu, 'kan?

Benar. Terima kasih atas kerja sama Anda dalam kasus 3 tahun yang lalu.

Kenapa Anda di sini?

Anda sendiri, kenapa?

Sebenarnya...

Youhei Uozaki (20 tahun)

Uozaki!

Ayah Anda,

dulu menggugat secara pidana ketiga orang tersangka dari kasus tersebut.

Karena Tamaki berasal dari keluarga kaya raya, dia sanggup selesaikan kasus itu dengan gunakan uang,

tapi Uozaki masih belum.

Soal itu... Soal itu...

Tolong tanyakan saja pada ayah setelah dia pulang.

Aku hanya berharap agar Anda mau bicarakan hal ini pada ayah Anda.

Saat ini, dia datang kemari hanya untuk bakar dupa karena dia menyesali—

Tolong pergi sekarang juga!

Erina.

Sebenarnya Uozaki sama sekali tak merasa menyesal!

Apalagi, aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri!

Minggu lalu, dia mabuk-mabukan di kota bersama dengan teman-temannya!

Dia sama sekali tak berubah dari sebelumnya!

Bahkan, Busujima yang terima hukuman paling berat juga sudah keluar dari tahanan, 'kan?

Tak bisa dipercaya. Padahal mereka lakukan hal sekejam itu pada kakakku.

Orang-orang seperti mereka,

lebih baik mati saja!

Erina.

Maafkan aku, Pak Kenmochi.

Tidak. Sebagai penanggung jawab dari kasus ini, aku sendiri tak tahu harus bersikap bagaimana.

Sebaiknya aku segera pergi.

Tapi, Anda, 'kan, baru saja datang.

Setelah ini, ada orang yang harus kutemui.

Tiga tahun yang lalu, sesosok jasad gadis ditemukan terkubur di sebuah lapangan kosong.

Marina Togami

Identitas dari jenazah itu adalah Marina Togami, usia 17 tahun.

Kasus itu jadi berita besar di berbagai media.

Hanya saja, karena pada saat itu ketiga tersangka masih di bawah umur,

bahkan sang otak kriminal, Busujima, dibebaskan hanya setelah jalani hukuman selama tiga tahun.

Mereka memilih seseorang secara acak dan menahannya di suatu tempat.

Kemudian mereka lakukan berbagai perbuatan mengerikan padanya untuk lampiaskan rasa stres.

Lalu pada akhirnya, mereka bahkan renggut nyawanya.

Tapi hanya setelah tiga tahun berlalu, mereka bisa kembali hirup udara yang sama denganku.

Tak bisa diterima.

Selamat datang.

Lama tak bertemu, Busujima.

Riku Busujima (20 Tahun)

Terima kasih sudah mau datang, Pak Inspektur.

Jadi, apa yang ingin kaubicarakan denganku?

Tunggu sebentar, sedikit lagi selesai.

Ya! Berhasil!

Tuan, mau pesan apa?

Ah, kami baru mau pergi.

Kalau begitu, aku permisi.

Di sini terlalu banyak orang. Ayo kita pergi ke tempat lain.

Ah, tunggu!

Oi, apa gunanya kalau kau hanya diam saja? Apa yang ingin kaubicarakan denganku?

Ya, rasanya kurang pas kalau dibilang aku ingin bicarakan sesuatu, sih.

Aku hanya ingin sampaikan sesuatu yang sudah lama kupendam pada para polisi sepertimu, sih.

Apa itu?

Pidato yang kusampaikan tiga tahun lalu mengenai penyesalanku, semua itu hanya bualan belaka!

Malahan dibebaskan secepat ini memanglah bagian dari rencanaku!

Bodoh!

A-Apa katamu?

Tunggu! Jangan mengamuk begitu, dong!

Bagaimanapun juga, aku telah lalui masa tahananku dengan baik-baik.

Aku dibebaskan tanpa hukuman tambahan, bahkan masa percobaan sekalipun!

Suka-suka aku mau berpikir seperti apa. Apa aku salah?

댓글

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left