Symphony's Romance

Symphony's Romance (让全世界都听见)

Indonesian 자막 다운로드

Specials

릴리스 정보

Symphony's Romance Episode 01
다음의 해설 JinHan_27

태그

other
게시일: 2020-06-30
다운로드: 14
청각 장애인용: No

Indonesian 자막 미리보기

처음 194줄입니다.

Suara! Setiap detik, setiap menit dalam hidup penuh dengan suara.

Segera setelah kau membuka mata, suara langsung masuk ke telinga kita.

Nada akan naik dan turun, menyebabkan kegembiraan, atau jeda dan transisi.

Seperti mendengarkan sebuah ansamble simfoni.

Tapi ada suara yang sangat kacau, tidak disiplin, dan main-main

dan mereka hanya pantas dikatakan sebagai bising.

Alasan musik adalah sebuah seni karena kemurnian dan keanggunannya.

Jadi menurut pandanganku, apa itu musik atau hidup,

noda itu sesuatu yang tidak pernah diijinkan.

Tentu saja, ada beberapa kejadian tertentu.

Apa yang kau lakukan?

Namaku adalah Li Zhenyan, mahasiswa jurusan piano di Konservatori Musik Mario Paci.

Kalau kau bilang piano adalah bagian dalam hidupku,

maka kau bisa bilang kalau conducting adalah seluruh hidupku.

Konduktor musik terkenal, Maestro Wayn, pernah setuju untuk membuatku jadi muridnya.

Aku percaya dengan kepercayaan dan keyakinan, aku bisa meraih mimpiku menjadi seorang konduktor.

Aku mau menggunakan baton di tanganku untuk melepaskan perasaanku yang paling bergairah dan tidak terlupakan.

Aku mau seluruh dunia untuk mendengar suara yang mau kusampaikan.

Aku mau Maestro Wayn untuk melihatku di atas panggung dan merasa bangga denganku.

Namun, mimpi yang tidak realistis ini sedang tertunda.

Aku ditakdirkan terdampar di tempat tanpa gairah dan tanpa panggung.

Mendengarkan suara dan nada di sekitarku yang tidak punya semangat sama sekali...

sementara mimpiku semakin lama menjadi semakin jauh.

Cepat, cepat, lebih cepat!

Stabil dan cepat! Cepat, cepat!

Lebih cepat, cepat.

Cepat, cepat!

Berhenti!

Cukup! Sangat bagus.

Apa kau sudah menerima pengumuman untuk bermain solo di konser peringatan pembentukan sekolah?

Di seluruh sekolah, hanya ada satu tempat. Itu untukmu!

Kau adalah murid piano yang paling luar biasa di jurusan ini.

Ingat, lakukan yang terbaik untukku.

Ini apa?

Konser sebentar lagi akan dimulai, apa yang kau lakukan dengan partitur ini?

Murid dari jurusan piano bukannya berlatih piano malah belajar partitur konduktor.

Apa kau pikir kau akan berhasil?

Aku mengerti.

Kau mau menjadi konduktor.

Li Zhenyan, biar kuberitahu kau.

Pianomu bahkan tidak begitu hebat dan kau masih mau menjadi seorang konduktor.

Kau mempertaruhkan rencana masa depanmu.

Juga, kau pikir dengan memakai baju putih

dan punya gaya rambut artis, kau bisa menjadi konduktor. Benar begitu?

Li Zhenyan, kuperingatkan kau!

- Jangan lupa apa yang ayahmu harapkan pada- - Cukup!

Dengan bangga kau bilang kau adalah guru nomor satu di sekolah ini.

Dari pagi sampai malam, kau hanya tahu tentang kecepatan dan tidak ada yang lain. Apa itu musik?

Kedua, apa aku belajar conducting atau melihat pada partitur konduktor adalah urusanku, kau tidak perlu khawatir dengan ini.

Ketiga, jangan sebut tentang ayahku di hadapanku lagi.

Kau sudah selesai?!

Kalau sudah, pergi keluar.

Keluar!

Li Zhenyan, kau tidak perlu datang ke kelasku lagi!

Kau sudah membuatku kecewa!

Piano Sonata Mozart, K. 333.

Permainan kacau seperti ini hanyalah "Les Misérables."

Tunggu dulu!

Meski ini kacau, tidak ada yang salah.

Dan kenapa ini terdengar sangat bagus?

Caiwei?

Kenapa kau berbuat begini? Bukan hanya kau menghancurkan kesempatanmu bermain solo di konser perayaan,

kau juga bertengkar dengan Guru Zhang.

Tidak masalah! Itu adalah urusanku.

Aku hanya khawatir denganmu.

Ini adalah pilihanku, aku tidak perlu orang lain mengkritikku.

Oke.

Ini apa?

Permohonan pindah jurusan.

Bukannya kau selalu ingin pindah ke Jurusan Conducting dan menjadi konduktor?

Sebagai pendampingmu, ini adalah hal terakhir yang bisa kulakukan untukmu.

Tidak ada gunanya! Tidak peduli sebarapa keras aku berusaha di sekolah ini,

kalau aku tidak pentas di panggung Eropa, semuanya tidak akan berguna.

Kau hanya membuat alasan.

Sekarang, kau berdiri di tempat yang sama dan menatap ke penderitaanmu sendiri.

Kau hanya tidak punya keberanian untuk mengejar mimpimu.

Kalau kau terus seperti ini, kau bahkan tidak akan melihat bayangan mimpimu sendiri.

Aku punya jalan yang disiapkan untukku dan aku punya pilihanku sendiri.

Guruku adalah Wayn! Suatu hari, aku akan belajar conducting darinya. Itu adalah pilihanku!

Baik! Kalau begitu kau bisa pergi mencarinya sekarang.

Aku sudah memesankan tiket pesawat untukmu.

Kalau kau benar punya keberanian, pergi cari dia sekarang.

Ibu! Ibu!

Kalau kau tidak melangkah maju, tidak akan yang berdiri di sini, menunggumu.

Sekarang, kau berdiri di tempat yang sama.

Kau hanya tidak punya keberanian untuk mengejar mimpimu.

Kalau kau terus seperti ini, kau bahkan tidak akan melihat bayangan mimpimu sendiri.

Kalau kau tidak melangkah maju, tidak akan yang berdiri di sini, menunggumu.

Maestro Wayn, apakah kau bisa menjadikanku muridmu

saat aku kembali dari Paris?

Iya, boleh!

Kau sudah menjadi muridku.

Janji!

Kau mau hadiah ini?

- Untukku? - Ya, untukmu.

Terima kasih banyak.

Barang siapa ini?

Alkohol?

Ada tas punggung juga.

Kenapa ada banyak barang di sini?

Bangun!

Kau menghalangi jalan.

Kau tidak mau barangmu lagi?

Angin!

Ini adalah suara angin.

Rasanya sungguh nyaman.

Piano Sonata Mozart, K. 333.

Suara dari piano sangat lembut dan hangat.

Li Zhenyan, kau sudah bangun?

Apa kasurku nyaman?

- Kau siapa? - Apa kau sudah lupa?

- Kenapa aku tidur di tempat seperti ini? - Kau menyiksaku semalaman kemarin.

- Aku menyiksamu? - Aku sangat capek sekali.

Ini adalah ikat pinggangmu! Kulihat kau sangat tidak nyaman tapi butuh waktu yang lama untuk melepasnya.

Jangan bicara lagi! Ini sangat tidak mungkin.

Sangat tidak mungkin!

Apa kau tidak mau ikat pinggangmu lagi?

Kalau boleh jujur,

suara piano yang kudengar tadi, cukup bagus juga.

- Li Zhenyan. - Hei! Kau...

Namaku bukan "Hei", namaku adalah Fang Xiaowo.

Tunggu dulu! Kenapa kau bisa tahu namaku?

Dompetmu ada padaku! Kau tidak mau? Aku akan mengantarkan ke bawah padamu.

Tidak perlu! Aku akan membeli yang baru.

Guru Hu, aku menunggu lama sekali untuk membeli ini. Kau harus mencobanya.

Terima kasih! Sungguh beruntung aku bisa mencoba ini.

Kalau kita membuka jendela, yang lain akan menciumnya. Itu tidak bagus bukan?

- Tidak apa-apa. - Kalau kau bilang begitu.

- Hati-hati, ini panas! - Biar aku pakai sumpit.

Biar aku pakai sumpit! Cepat coba ini.

Enak bukan?

Permisi, apa ini adalah ruang kelas Guru Hu?

- Sepertinya aku masuk ke ruang kelas yang salah. - Li Zhenyan.

- Kau benar! Kau benar! - Guru.

Kami sedang menunggumu.

Ternyata kau! Orang yang mabuk kemarin.

Kau terlihat seperti pemabuk yang ditangkap ayahku di kantor polisi di tengah malam.

Begitu? Kalau begitu dia mungkin belum makan sarapan.

Guru, tidak perlu.

- Kau bisa minum susu kacang ini. Ini enak! - Terima kasih, Guru.

Aku tadi menunggumu tapi sekarang setelah melihat kau langsung, terasa berbeda.

- Kupikir sungguh bagus kau ada di sini sekarang. - Benar begitu?

Aku tidak akan disebut sebagai guru kelas dua lagi.

- Guru kelas dua? - Itu adalah guru yang hanya mengajar murid dengan peringkat terendah.

Pertamanya, saat semua orang mulai memanggilku begitu, aku merasa tidak terlalu senang.

Tapi sepertinya aku tidak apa-apa sekarang.

Gawat.

Aku bisa menerima guru kelas dua

tapi kenapa aku harus belajar di kelas yang sama dengannya?

Apa kita bisa mulai sekarang?

Guru Hu, kenapa aku harus main bersama dengannya?

Bukannya itu bagus? Kenapa kalian tidak mencobanya?

Yang satu adalah murid tahun keempat yang cemerlang, dan yang satu adalah murid pindahan baru.

Pasangan yang luar biasa! Ini pasti akan menarik.

Dan kalian berdua mengenal satu sama lain.

Tidak, tidak, Guru! Begini...

Kenapa jadinya aku dan dia?

- Aku memilih piano ini. - Aku tidak mau main.

Kalau memang tidak bisa, tidak ada cara lain lagi.

Kau hanya bisa menyerah tentang sks dari kelasku.

Kalau aku tidak salah ingat, aku adalah guru terakhir yang bersedia menerimamu.

Tanpa aku, kau harus tinggal satu tahun lagi.

Begini, Guru.

- Orang ini bermain secara acak jadi kami tidak akan cocok. - Aku tidak bermain secara acak.

Kau bisa melakukannya! Kau pasti bisa.

Bukannya kau pemain piano terbaik di kampus ini?

- Piano Sonata Duet Mozart? - Iya.

- Aku pernah mendengar ini. - Ini pertama kalinya aku bermain.

Lagu ini cepat dan tidak mudah untuk dimainkan bersama.

Semuanya tergantung dari seberapa baik kalian bekerja sama.

Barusan, ada satu nada yang terlewat di baris ketiga.

Harusnya seperti ini.

Seperti itu!

Oke! Sekarang kita main bersama.

Kau bermain Piano Satu, dan aku bermain Piano Dua.

Satu, dua, satu.

Berhenti!

Bagaimana kau memainkannya? Apa kau tahu kau baru saja salah memainkan bagian itu?

Kenapa kau tidak melihat pada partiturnya?

Karena aku sudah mengingatnya.

Kau mengingatnya, tapi kau tidak mengingat dengan benar.

Bagian yang kau mainkan adalah not seperenambelas; not seperenambelas itu seperti ini...

Kenapa kau mengubahnya jadi not seperenambelas bertitik?

Tolong ambil partiturnya sekarang dan lihat setiap notnya dengan teliti.

Kita coba lagi, oke?

Fang Xiaowo punya telinga yang khusus.

Dia bisa mengingat setiap musik setelah mendengarnya sekali jadi dia tidak terbiasa untuk membaca partitur.

Dan juga, dia belajar denganku dan aku tidak terlalu suka berlatih.

Aku akhirnya mengerti kenapa permainannya sangat berantakan.

Tolong bersabar sedikit.

Aku percaya dalam sepuluh hari, kalian pasti akan bisa memainkannya.

Sepuluh hari? Kalau lagu tingkat ini diberikan padaku,

aku hanya butuh waktu tiga hari.

Direktur Meng, Editor Bei Shaofen mengatakan kalau sekolah kita terlalu membosankan.

More Indonesian subtitles for Symphony's Romance

댓글

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left