처음 200줄입니다.
Asere, ¿qué bolá?
Croquetas frescas!
Kau siap, Vivo?
Baik. Mari kita bekerja.
Hei, Hadirin sekalian Pertunjukannya di sebelah sini
Di sebelah sini
Hei, kami sudah siapkan untuk kalian Penampilan yang memikat hati
Di sebelah sini
Jadi, berkumpullah, Teman-teman Mari kita mulai
Mempersembahkan satu-satunya Vivo!
Apa ini menyala?
Berkumpullah. Ayo!
Penonton sedikit Ini masalah kecil
Begitu pertunjukan dimulai Penonton akan ramai
Dua blok dari rumah Tempat yang biasa
Kami tampil di plaza Saksikan aksinya
Hadirin sekalian Aku Vivo Kinkajou
Apa itu kinkajou?
Kurasa kau siap belajar hal baru
Lihat aku berayun dan bernyanyi Semua hal yang terpikir
- Untuk membuatmu menjerit - Hei
Lo le lo lai, lo le lo lai, lo le lo lei
- Lai le lo lei - Itu Andrés. Dia bernyanyi…
Hei
Lo le lo lai. Lo le lo lai, lo le lo lei
Lai le lo lei
Kau dan aku, kita memang istimewa
Menjaga irama, setiap saat
Oye! Kami bagian dari tradisi
Waktu dan presisi Dua musisi yang terbaik
Saat kami bersaing Waktu terus berjalan
Kuentakkan irama clave Lihat
Saat orang melempar peso Kami lakukan ini seharian
Setiap hari, jadi dame un beso
Cium aku
Aku segera kembali, lihat ini.
Hei
Lo le lo lai, lo le lo lai, lo le lo lei
Lai le lo lei
Kau dan aku, kita memang istimewa
Menjaga irama, setiap saat
Kau mungkin berpikir
Kenapa kinkajou bermain musik di Kuba?
Rumahmu di hutan hujan, 'kan?
Mungkin aku jatuh dari peti kemas
Aku pun sampai di tempat baru Chorusnya baru
Aku ingat aku lapar Dan lari dari orang yang lebih lapar
Mengejarku ke pohon ini, tapi tebak Siapa yang menolong membawa tres- nya?
Andrés. Ya. Dan dia memainkan musiknya untukku
Dari mana asalmu, chiquito ?
Kau sangat suka musik, ya?
Turunlah dari pohon
Kau bisa tinggal bersamaku
Tapi siapa sebaiknya namamu?
Kau suka musik dan penuh semangat. Aku punya nama yang cocok untukmu.
Vivo!
Jika kalian suka, isi topinya
Ayo teruskan, isi topinya
Jika kalian suka, isi topinya
Aku Vivo Lebih cepat dari kucing biasa
Jika kalian suka, isi topinya
Ayo teruskan, isi topinya
Jika kalian suka, isi topinya
Ya, aku sudah beradaptasi
Kau dan aku, kita memang istimewa
- Menjaga irama - Menjaga irama
- Tepat pada waktunya - Tepat pada waktunya
- Hei! - Lo le lo lai, lo le lo lai, lo le lo lei
Kami suka, jadi kami isi topinya Ayo teruskan, kami isi topinya
Kau dan aku, kita memang istimewa
Menjaga irama, setiap saat
Tepat pada waktunya
Lai lo lei lo lai lo lei lo le lo le lai
- Lo lai - Tepat pada waktunya!
Teman-teman, itulah caramu hidup di Havana, Kuba.
Presisi, pengaturan tempo, tak ada momen sia-sia.
Meskipun Andrés dan aku punya bahasa berbeda,
bila menyangkut musik, kami sangat selaras
sampai kami saling melengkapi frase musik.
Pertunjukan bagus seperti biasa, Vivo. Kau lapar?
Kau mau croqueta ?
Mungkin mangga?
Ada yang suka mangga.
Kau mungkin berpikir bila melihat kami, "Hidup mereka sempurna."
Dan kau mungkin benar. Tapi…
sampai surat itu datang.
Baiklah.
Kau
mendapat surat.
Marta?
Tapi bagaimana?
Marta? Siapa Marta?
Siapa Marta?
"Kata-kata apa yang bisa kutulis di surat setelah bertahun-tahun kita berpisah?"
"Saat aku bersiap untuk pensiun, aku dibanjiri kenangan
akan musik indah yang pernah kita ciptakan bersama.
Entah apa kau bisa memaafkanku yang tanpa kabar
sejak kita berpisah bertahun-tahun lalu.
Tak ada yang lebih berarti bagiku selain kita bernyanyi bersama lagi."
"Konser perpisahanku tanggal 16 Juni di Mambo Cabana di Miami.
Jika kau datang membawa tres , aku tahu kau merasakan hal yang sama.
Semoga ini belum terlambat. Amor , Marta."
Aku tak percaya ini. Marta Sandoval!
- Kau bilang Marta Sandoval? - Pertunjukan terakhir Marta?
- Tunggu. Siapa Marta? - Kau akan ke Miami?
Tidak. Kami pergi dari apartemen ke plaza. Itu rute kami, dua blok.
Kau harus pergi, Andrés.
Akhirnya kalian bisa tampil di Miami bersama.
Apa? Tidak! Di sinilah penonton kami.
- Aku tak bisa ke Miami. Aku sudah tua. - Bagus. Sadarilah batasanmu.
Teman-teman, ayo patungan. ¡Suelta el billete!
Andrés y Marta. Qué romántico.
Jangan terbawa suasana.
Siapa Marta?
Halo?
Hei! Siapa Marta?
Tunggu.
Ini kau?
Kukira kau selalu tua.
Jadi, kalian seperti duet?
Marta.
Dia adalah bintang di Havana.
Dia punya suara paling merdu di seluruh Kuba.
Dan dia juga cinta sejatiku.
Tapi aku tak pernah mengatakan perasaanku.
Semua orang tahu kelak dia akan menjadi bintang besar.
Mi canción
Suatu malam,
setelah penampilan sukses lainnya, aku tahu momenku tiba.
Akhirnya aku menemukan keberanian untuk menyatakan perasaanku.
Tapi saat itu kami disela oleh promotor dari Amerika Serikat.
Dia menawarkan Marta kesempatan tampil di Mambo Cabana di Miami.
Marta berbunga-bunga.
Mimpinya akhirnya terwujud.
Dan, pada saat itu,
aku sadar jika aku memberitahunya isi hatiku,
dia mungkin tak akan mengikuti impiannya.
Jadi, aku merahasiakan perasaanku
dan diam saja.
Tanpa dia, Havana terasa hampa.
Begitu pula denganku.
Semua cintaku, semua kesedihanku,
kutuangkan ke dalam lagu.
Itu lagu yang terlalu menyedihkan untuk dimainkan.
Sebuah lagu
yang tak akan pernah didengar Marta.
Inilah lagunya, Vivo.
Lagu terakhir yang kutulis.
UNTUK MARTA
Wah. Dia tak pernah sempat mendengarnya.
Menyedihkan sekali.
Tapi sekarang, Temanku, aku mendapatkan hadiah terbesar.
Kesempatan kedua!
Apa yang kedua?
- Kita akan pergi ke Mambo Cabana! - Mambo apa?
Ada sebuah tempat
Berkilo-kilo meter jauhnya Tempat irama mengentak keras
Dan tak pernah berhenti Dari situlah kau tahu
Kau sudah sampai di Mambo Cabana
Jantungmu akan berdebar
Horn akan mulai ditiup Dan melenyapkan keinginan untuk tidur
Ini kesempatanku untuk menari bersama lagi
Di Mambo Cabana
Mambo Cabana…
Pelan-pelan, semua ini terlalu cepat
Kita tinggalkan kampung halaman Membawa catatan dari masa lalu
Tidak!
Tetaplah tinggal dalam hidup yang kita bangun
Dengan lagu yang kita bawakan
Vivo, jangan takut!
Ini belum terlambat
Ini belum terlambat
Ini belum terlambat
Apa yang terjadi?
MAMBO CABANA
Aku bisa melihat Dan mendengar semuanya, Temanku
- Menghibur di aula itu, bersamamu - Apa? Tunggu!
Dan Marta bernyanyi dengan sangat merdu
Tapi melodi yang dia nyanyikan adalah milikku…
Ini belum terlambat
Andrés!
Ini belum terlambat
Ke la Cabana
Ini belum terlambat
Ini belum terlambat
¡Vamos mañana!
Mambo Cabana
Aku tak percaya kau mempertimbangkan ini.
Vivo, kau juga senang, ya?
Tidak! Aku tak senang.
Kita bukan orang Miami. Kita dari kota kecil.
- Kita penyanyi plaza. - Tenang. Semuanya akan baik-baik saja.
Tangkap!
Hei!
Dengar, Vivo.
Aku harus mengantarkan lagu ini ke Marta.
Dia harus tahu aku mencintainya.
Hanya satu lagu.
Aku membutuhkanmu, Nak!
Hei, Vivo, kau mau ke mana?
No comments yet. Be the first to leave one.